Sarolangun - Setiap Manusia dari bayi hingga lansia membutuhkan namanya makanan untuk bertahan hidup, begitupun dengan dengan Warga Binaan yang sedang menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan, untuk itu perlu adanya manajemen yang baik dalam pengelolaan bahan makan hingga menjadi makanan siap santap oleh WBP.



Mungkin tidak banyak orang tahu bahwa bahan makanan yang digunakan di Lapas untuk kebutuhan makan pokok WBP berasal dari permintaan resmi dapur Lapas dan dikelola dalam bentuk manage bon, yang perhitungannya disesuaikan dengan jumlah WBP serta kebutuhan harian.


  


Setiap bahan makanan yang datang terlebih dahulu melewati pemeriksaan di pintu portir, kemudian diteruskan ke petugas P2U sebelum akhirnya diserahkan kepada petugas dapur. Proses ini dilakukan untuk memastikan keamanan serta ketertiban barang yang masuk.


Setelah diterima, petugas dapur melakukan pengecekan barang sesuai dengan daftar permintaan. Seluruh bahan ditimbang berdasarkan kebutuhan yang telah ditentukan, kemudian dibawa ke ruang penyimpanan dapur sebelum diolah. 


Tahapan pengolahan dilakukan secara berurutan, mulai dari pembersihan, pencucian, proses memasak, hingga makanan dipersiapkan ke dalam wadah penyajian.


Makanan yang telah siap selanjutnya didistribusikan kepada WBP sesuai jadwal makan. Proses memasak dilakukan setiap hari menjelang waktu makan, yakni pagi pukul 07.00 WIB, siang pukul 11.00 WIB, dan sore pukul 17.00 WIB.


Dalam setiap penyajian, kadar protein diperhitungkan secara cermat agar sesuai dengan takaran dan porsi yang telah ditetapkan.


Kegiatan dapur Lapas Sarolangun ini melibatkan 10 orang tamping yang bekerja membantu proses pengolahan makanan. Seluruh aktivitas mereka berada di bawah pengawasan langsung petugas dapur untuk memastikan standar kebersihan, porsi, dan kualitas makanan tetap terjaga.


Kasibinadik Lapas Sarolangun, Jonerwan, menegaskan bahwa pengelolaan dapur menjadi bagian penting dalam proses pembinaan WBP.


“Pengelolaan bahan makanan dan proses memasak di dapur kami lakukan sesuai prosedur. Mulai dari perhitungan kebutuhan, pengawasan distribusi, hingga pemenuhan gizi, semuanya harus tepat agar hak WBP terpenuhi,” ujarnya.

Pengelolaan Dapur Lapas Sarolangun Merupakan Bagian Penting Dari Proses Pembinaan WBP


Sarolangun - Setiap Manusia dari bayi hingga lansia membutuhkan namanya makanan untuk bertahan hidup, begitupun dengan dengan Warga Binaan yang sedang menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan, untuk itu perlu adanya manajemen yang baik dalam pengelolaan bahan makan hingga menjadi makanan siap santap oleh WBP.



Mungkin tidak banyak orang tahu bahwa bahan makanan yang digunakan di Lapas untuk kebutuhan makan pokok WBP berasal dari permintaan resmi dapur Lapas dan dikelola dalam bentuk manage bon, yang perhitungannya disesuaikan dengan jumlah WBP serta kebutuhan harian.


  


Setiap bahan makanan yang datang terlebih dahulu melewati pemeriksaan di pintu portir, kemudian diteruskan ke petugas P2U sebelum akhirnya diserahkan kepada petugas dapur. Proses ini dilakukan untuk memastikan keamanan serta ketertiban barang yang masuk.


Setelah diterima, petugas dapur melakukan pengecekan barang sesuai dengan daftar permintaan. Seluruh bahan ditimbang berdasarkan kebutuhan yang telah ditentukan, kemudian dibawa ke ruang penyimpanan dapur sebelum diolah. 


Tahapan pengolahan dilakukan secara berurutan, mulai dari pembersihan, pencucian, proses memasak, hingga makanan dipersiapkan ke dalam wadah penyajian.


Makanan yang telah siap selanjutnya didistribusikan kepada WBP sesuai jadwal makan. Proses memasak dilakukan setiap hari menjelang waktu makan, yakni pagi pukul 07.00 WIB, siang pukul 11.00 WIB, dan sore pukul 17.00 WIB.


Dalam setiap penyajian, kadar protein diperhitungkan secara cermat agar sesuai dengan takaran dan porsi yang telah ditetapkan.


Kegiatan dapur Lapas Sarolangun ini melibatkan 10 orang tamping yang bekerja membantu proses pengolahan makanan. Seluruh aktivitas mereka berada di bawah pengawasan langsung petugas dapur untuk memastikan standar kebersihan, porsi, dan kualitas makanan tetap terjaga.


Kasibinadik Lapas Sarolangun, Jonerwan, menegaskan bahwa pengelolaan dapur menjadi bagian penting dalam proses pembinaan WBP.


“Pengelolaan bahan makanan dan proses memasak di dapur kami lakukan sesuai prosedur. Mulai dari perhitungan kebutuhan, pengawasan distribusi, hingga pemenuhan gizi, semuanya harus tepat agar hak WBP terpenuhi,” ujarnya.

Langganan Berita via Email