-->
Sarolangun - 4 orang Tim dari Inspektorat Jenderal dari Kementerian Hukum dan HAM RI mendatangi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun hal ini dalam rangka melakukan penguatan terhadap Lapas Sarolangun yang tidak berapa lama lagi melewati fase terakhir penilaian oleh Tim Penilai Nasional (TPN) Satuan Kerja nominasi Peraih Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahun anggaran 2020.

Dengan protokol kesehatan ketat 4 orang Tim tiba di Lapas Sarolangun sekira jam 08.30 WIB dan langsung menuju Portir untuk dicek suhu tubuh, kemudian masuk ke ruang dalam untuk mengamati secara langsung sarana dan prasarana penunjang pelayanan publik yang telah disediakan oleh Lapas Sarolangun.


Setelah melakukan pengamatan langsung ke lapangan Tim Inspektorat Jenderal mengumpulkan seluruh Tim Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi Lapas Kelas IIB Sarolangun di Sekretariat WBK untuk memaparkan item-item yang masih perlu dilakukan penguatan.

Kalapas Sarolangun Irwan mengatakan bahwa dengan kehadiran dari Tim Inspektorat Jenderal di Lapas Sarolangun sangat membantu bagi perbaikan di semua lini demi mewujudkan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM di Lapas Sarolangun.

"Banyak masukan dan koreksi yang membangun dari tim Inspektorat Jenderal untuk Lapas Sarolangun, kita berharap dengan adanya penguatan ini bisa memacu semangat kami untuk berkerja lebih keras lagi demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat luas terutama masyarakat Sarolangun" ujar Irwan.





Tim Inspektur Jenderal Kemenkumham Lakukan Penguatan WBK di Lapas Sarolangun

Sarolangun - Seluruh petugas Lapas Kelas IIB Sarolangun, dan sebagian dari Dharma Wanita terlihat berkumpul di Gazebo, hal ini dalam rangka pengambilan sampel darah oleh tim medis yang didatangkan dari dinas kesehatan kabupaten Sarolangun, sampel darah yang sudah diambil kemudian diteteskan ke alat Rapid Test sebagai skrining awal untuk mendeteksi antibodi yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona, Selasa (04/08/20).

Petugas sedang mengantri pengambilan sampel darah oleh petugas medis untuk tes rapid
Kegiatan Rapid Test ini berdasarkan nota dinas Kalapas Sarolangun nomor: Nomor: W.5.PAS.13.KP.09.01-932, dimana sehari sebelumnya Kalapas Irwan ditemani Kasubsi Perawatan bergerak cepat menemui Wakil Bupati Sarolangun Hilallatil Badri dalam rangka koordinasi terkait bantuan alat Rapid Test dan tenaga medis yang melakukan tes.


Kalapas Sarolangun Irwan mengatakan bahwa pelaksanaan Rapid Test ini sebagai upaya deteksi dini virus Corona, "Kita tidak punya waktu banyak. makanya kemaren kita bergerak cepat koordinasi dengan wakil bupati Sarolangun terkait bantuan alat Rapid Test dari Pemda Sarolangun" ujar Irwan.

"Alhamdulillah pak Wabup mengabulkan permintaan kita terkait bantuan alat tes rapid dan tenaga medis yang melakukan tes. karena ini bukan saja berkaitan dengan keselamatan petugas tetapi juga berkaitan dengan keselamatan seluruh warga binaan" ungkap Irwan.

Dharma Wanita mengikuti Rapid Tes di Gazebo Lapas Sarolangun
Terkait kenapa petugas menjadi prioritas utama dilakukan Test Rapid Kalapas mengatakan bahwa karena petugas rata-rata bergaul dan dengan masyarakat luas, bahkan sebagian ada yang keluarganya diluar kabupaten, diluar provinsi bahkan dipulau Jawa, "Sejak diberlakukan New Normal sebagian petugas ada yang pulang kampung bertemu keluarga baik antar kabupaten, provinsi bahkan antar pulau, tentu sangat rentan terpapar virus Corona, yang kita khawatirkan adalah orang tanpa gejala. terlihat segar bugar tetapi membawa virus" ujar Irwan.

Dari pelaksanaan rapid Test yang dilakukan oleh tim medis dari dinas kesehatan kabupaten Sarolangun terhadap seluruh petugas Lapas Sarolangun dan sebagian Dharma Wanita hasil semuanya Non Reaktif.



Petugas Lapas Sarolangun di Rapid Test Massal, Hasilnya?

Sarolangun - Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Haji identik dengan ibadah qurban, dimana muslim diseluruh dunia selain melaksanakan ibadah Haji juga melaksanakan ibadah qurban dengan menyembelih hewan sebagai wujud ibadah dan rasa syukur, bagi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun Idul Adha 1441 Hijriah yang bertepatan dengan tahun 2020 ini begitu istimewa, betapa tidak ditengah pandemi Covid-19 mampu menunaikan ibadah Qurban Idul Adha 1441 H dengan menyembelih 6 ekor sapi.

Petugas Lapas Sarolangun Qurban 6 Ekor Sapi, 2 Ekor Disumbangkan ke Warga, 50 Kupon Daging Untuk Kaum Dhuafa

Sarolangun - Ratusan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun terlihat memadati Masjid At-taubah sejak pukul 07.00, tidak ketinggalan Kalapas Sarolangun Irwan, pejabat struktural dan beberapa pegawai turut hadir, hal ini dalam rangka melaksanakan shalat Idul Adha 1441 H, (30/07/20).

Lapas Sarolangun Gelar Shalat Idul Adha 1441 H di Masjid At-Taubah

Sarolangun - Seperti tahun-tahun sebelumnya pembukaan Pekan Olahraga Pemasyarakatan merupakan pertanda bahwa bulan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 sudah dekat. Tidak ketinggalan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun ikut ambil bagian memeriahkan HUT RI ini.

Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 75, Lapas Sarolangun Laksanakan Pekan Olahraga Pemasyarakatan

Sarolangun - 45 orang Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB terlihat berjejer antri menunggu giliran diambil sampel darahnya, hal ini dalam rangka tes HIV, HBsAg dan Sputum yang dilaksanakan oleh Subsi Keperawatan yang melibatkan tim labor dari Puskesmas Sarolangun dipimpin oleh Jaka Afrira Nando Davinci, SST, kegiatan tes ini dilaksanakan sekira jam 09.00 mengambil tempat di Gazebo, Kamis (16/07/20).

Libatkan Dinkes, Lapas Sarolangun Laksanakan Tes HIV, HBsAg dan Sputum Bagi WBP

Lapas Sarolangun Jadi Tuan Rumah acara "Ngopi Soda" Adhyaksa
Sarolangun -  Puluhan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun dari blok hunian Narkoba terlihat berkumpul di Gazebo, hal ini dalam rangka mengikuti kegiatan 'Ngopi Soda' alias Ngobrol Bareng Napi Sobat Adhyaksa, Selasa (14/07/20).

Kegiatan ini diprakarsai oleh Kejaksaan Negeri Sarolangun dan itu merupakan bagian dari rangkaian memeriahkan Hari Bhakti Adhyaksa ke - 60, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun dalam hal ini berperan sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan tersebut.

Lapas Sarolangun Jadi Tuan Rumah acara "Ngopi Soda" Adhyaksa


Dalam kegiatan tersebut hadir Kajari Sarolangun Bobby Ruswin beserta jajaran dan Kalapas Sarolangun Irwan dan pejabat struktural, kegiatan ini mengangkat tema tentang UU Narkotika, kegiatan ini dimulai dengan sambutan dan arahan oleh Kalapas Sarolangun dan Kajari Sarolangun.

Kalapas Sarolangun dalam arahannya dihadapan Warga Binaan mengatakan bahwa kegiatan yang diprakarsai oleh Kejari Sarolangun ini sangat penting bagi Warga Binaan Lapas Sarolangun, "Kami keluarga besar Lapas Kelas IIB Sarolangun mengucapkan rasa terima kasih kepada Kejari Sarolangun yang telah berkunjung dan melaksanakan kegiatan Ngobrol Bareng dengan Warga Binaan" ucap Irwan.

"Mewakili keluarga besar Lapas Sarolangun kami mengucapkan selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke - 60 untuk Kejaksaan Negeri Sarolangun. sebagian besar Warga Binaan masih banyak yang minim informasi tentang Undang-Undang Narkotika dan Justice Collaborator maka pada saat ini jadi momen yang baik bagi bapak ibu semua karena bisa  bertatap muka dan berdialog langsung dengan Kajari Sarolangun" ujar Irwan.

Lapas Sarolangun Jadi Tuan Rumah acara "Ngopi Soda" Adhyaksa
Kalapas Sarolangun sedang memberikan arahan terkait kegiatan Ngopi Soda
Kajari Sarolangun dalam sambutannya sangat berbesar hati karena diterima dan difasilitasi dengan sangat baik oleh Lapas Kelas IIB Sarolangun, "Terima kasih pak Kalapas Sarolangun beserta jajaran, kunjungan kami kesini dalam rangka mempererat tali silaturahmi, secara pribadi kami merasa terharu dan berbesar hati Lapas Sarolangun bersedia menjadi tuan rumah kegiatan Hari Bhakti Adhyaksa ke - 60 ini. mudah-mudahan jalinan silaturahmi ini terus terjalin" ujar Bobby.

"Kami berharap bapak, ibu saudara-saudara Warga Binaan semuanya dapat mengikuti dan tercerahkan dengan adanya kegiatan ini, karena ini berkaitan langsung dengan persoalan yang sedang dialami oleh Warga Binaan, yang sebagian masih berstatus tahanan" ujar Bobby.

Lapas Sarolangun Jadi Tuan Rumah acara "Ngopi Soda" Adhyaksa
Kajari Sarolangun sedang memberikan arahan terkait kegiatan Ngopi Soda
Pada kesempatan itu juga Kasubag Pembinaan dan Kasi Intelijen dari Kejari Sarolangun secara bergantian memaparkan materi tentang undang-undang Narkotika dan Justice Collaborator dihadapan Warga Binaan Lapas Sarolangun.

Setelah penyampaian materi Warga Binaan diberikan kesempatan bertanya oleh Kajari Sarolangun terkait materi yang disampaikan, setidaknya ada 3 orang penanya dari Warga Binaan yang bertanya tentang tata cara mendapatkan Justice Collaborator beserta syarat-syaratnya.

Lapas Sarolangun Jadi Tuan Rumah acara "Ngopi Soda" Adhyaksa

Lapas Sarolangun Jadi Tuan Rumah acara "Ngopi Soda" Adhyaksa

Sarolangun - Setelah sukses melaksanakan survei mandiri Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Triwulan I, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun kembali melaksanakan survei yang sama pada Triwulan II rentang waktu April, Mei dan Juni.

Survei Triwulan II ini jauh lebih baik ketimbang survei Triwulan I, dimana beberapa indikator pernyataan mengalami perbaikan nilai, yang semula merah sekarang sudah hijau, meskipun masih ada warna kuning, Kalapas Sarolangun Irwan menginstruksikan kepada seluruh petugas terutama pada bagian yang masih kurang untuk segera dibenahi dan ditingkatkan.

"Hasil survei Triwulan II lumayan bagus dan ada peningkatan itu terlihat dari diagram hasil survei yang tidak ditemukan lagi pernyataan berwarna merah, meskipun masih ada yang perlu diperbaiki ini menjadi bahan evaluasi bagi kami secara pribadi dan seluruh petugas Lapas Sarolangun" ungkap Irwan.

Hasil Survey IKM/IPK Lapas Kelas IIB Sarolangun Triwulan II
Hasil Survey IKM/IPK Lapas Kelas IIB Sarolangun Triwulan II

Kode PertanyaanIndikator Warna Pernyataan: IKM IPK
Pernyataan Survei
P1
Bagaimana penilaian Bapak/Ibu mengenai kemudahan Prosedur / alur pelayanan?
P2
Bagaimana penilaian Bapak/Ibu mengenai kemudahan persyaratan pelayanan ?
P3
Bagaimana penilaian Bapak/Ibu mengenai kesesuaian biaya pelayanan yang dibayarkan dengan yang diinformasikan?
P4
Bagaimana penilaian Bapak/Ibu mengenai kesesuaian pelaksanaan waktu/jam pelayanan dengan yang diinformasikan ?
P5
Bagaimana penilaian Bapak/Ibu mengenai kesesuaian jangka waktu penyelesaian pelayanan dengan yang diinformasikan?
P6
Berapa lama rata-rata respon dari petugas atau aplikasi sistem pelayanan?
P7
Bagaimana penilaian Bapak/Ibu mengenai kemampuan petugas/ keandalan aplikasi sistem pelayanan?
P8
Menurut penilaian Bapak/Ibu, apakah petugas pada unit pelayanan ini bersikap jujur atau bertanggung jawab?
P9
Menurut penilaian Bapak/Ibu, Apakah petugas pada unit pelayanan ini melakukan tindakan secara adil dan tidak diskriminatif ?
P10
Menurut penilaian Bapak/Ibu, apakah petugas memberikan pelayanan sesuai prosedur sehingga tidak mengindikasikan kecurangan?
P11
Menurut penilaian Bapak/Ibu, apakah petugas tidak menerima pemberian imbalan uang/barang/ fasilitas diluar ketentuan yang berlaku ?
P12
Menurut penilaian Bapak/Ibu, apakah petugas tidak melakukan praktik pungutan liar (pungli) ?
P13
Menurut penilaian Bapak/Ibu, apakah tidak terdapat praktik percaloan/perantara/ biro jasa pada unit layanan ini?
P14
Bagaimana penilaian Bapak/Ibu mengenai kemudahan penggunaan aplikasi sistem pelayanan ?
P15
Bagaimana penilaian Bapak/Ibu mengenai penanganan pengaduan pada unit layanan ini?

Untuk Triwulan II (April - Mei - Juni 2020) dari Survey yang dilaksanakan nilai yang diperoleh Lapas Kelas IIB Sarolangun adalah :

Triwulan  Jenis Survey
I P K I K M 
2
 14.41 / Sangat Baik (A)19.09 / Sangat Baik (A)

Kami ucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada kami melalui survei Indeks Kepuasan Masyarakat dan Indeks Persepsi Korupsi, saat ini Lapas Kelas IIB Sarolangun sedang mencanangkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), dimana salah satu indikatornya adalah penilaian dari Indeks Kepuasan Masyarakat dan Indeks Persepsi Korupsi.

Dalam hal ikhtiar upaya meraih predikat WBK dari Kemenpan RB, Lapas Sarolangun lolos dan masuk  nominasi untuk diajukan ke Tim Penilai Nasional (TPN) sebagai UPT calon penerima predikat WBK oleh Tim Penilai Internal (TPI), sekarang Lapas Kelas IIB Sarolangun sedang mamasuki babak penilaian oleh TPN, terus dukung kami dengan memberikan saran dan kritik yang konstruktif demi perbaikan disemua sisi agar kami dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat luas.

Hasil Survey IKM dan IPK Lapas Sarolangun Triwulan II mengalami peningkatan

Langganan Berita via Email