Sarolangun - Seluruh Pegawai Lapas Sarolangun dan ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan terlihat hadir di Gazebo gedung dalam Lapas Sarolangun, Selasa (09/07/19).

Hal ini dalam rangka pelaksanakan kegiatan Pelepasan Purnabakti salah seorang petugas Lapas Sarolangun atas nama Tumiran, kegiatan pelepasan ini dihadiri oleh Kalapas beserta jajaran pejabat struktural, kegiatan berupa sambutan dan seremonial pelepasan dengan memberikan cinderamata kepada Pegawai Purnabakti. 

Kesan dan Pesan dari Warga Binaan
Pelepasan Purnabakti ini sebagai wujud penghormatan kepada pegawai Purnabakti atas kinerja dan loyalitasnya kepada Kementerian Hukum dan HAM khususnya di Unit Pelaksana Teknis Lapas Sarolangun. 

Kalapas Sarolangun Irwan dalam sambutannya mengatakan bahwa Mbah Tum biasa beliau dipanggil merupakan pegawai senior ketika beliau masih di Lapas Kelas IIA Jambi dulunya, "Saya dengan pak Tum pernah bersama-sama juga mengabdi di Jambi dulu, saya baru masuk jadi anggota jaga beliau sudah pindah ke Staf dan sekarang beliau masih terlihat segar dan kuat serta energik meski sudah berusia tidak muda lagi" ujar Kalapas.

Sambutan dari Kalapas Sarolangun
"Kita semua berharap mbah Tum senantiasa diberikan kesehatan dan dapat terus memberikan warna bagi keluarga, kerabat, masyarakat, serta bangsa dan negara dimanapun beliau berkarya, serta tetap terjalin tali silaturahmi dengan petugas Lapas Sarolangun" ungkap Kalapas.

Penyerahan Bingkisan dari Kalapas Sarolangun ke Mbah Tum
Ketika acara sudah ditutup tiba-tiba saja beberapa orang petugas membawa kue ulang tahun, sembari diikuti tepuk tangan dari seluruh petugas dan dharma wanita, ternyata tepat pada 9 Juli adalah tanggal kelahiran Mbah Tum, serentak petugas semuanya berdiri sambil menyanyikan lagi selamat Ultah secara bersama-sama.

Sambil menyelam minum kopi, begitu kira-kira pepatah yang cocok untuk mbah Tum, rasa bangga dan senang terpancar dari wajah beliau selain bisa menyelesai masa tugas dengan tenang dapat kejutan dari keluarga besar Lapas Sarolangun.

Selamat Purna Bakti dan Selamat Ulang Tahun Mbah Tumiran











Selamat Purna Bakti dan Ulang Tahun ke 58 Mbah Tumiran

Sarolangun - Kalapas Sarolangun Irwan didampingi Kasubsi Pembinaan Jonerwan dan beberapa orang staf melakukan panen sayur di kebun milik Lapas Sarolangun, Sabtu (06/07/19).

Sebelum melakukan panen sayur, Kalapas Sarolangun berkeliling mengecek kondisi kebun Lapas Sarolangun, banyak aneka tanaman yang ditanam diantaranya tanaman Jagung, Ubi Jalar, Ubi Kayu, Seledri Sayur Sawi, Kankung Darat, dan tanaman yang selesai dipanen akan dirotasi dengan tanaman lain, seperti kacang tanah, kacang panjang, terong, kacang merah.

Kalapas Sarolangun berkeliling mengecek kondisi kebun Lapas Sarolangun
Kebun tempat bercocok tanam ini sebenarnya sudah dikelola dan diolah sejak lama, namun karena tekstur tanah berair dan kuning akibatnya tanaman sayur sulit tumbuh dan cenderung kerdil, karena kandungan humus yang menjadi penyubur tanah tidak ada.

Berkat keuletan dan kesabaran WBP yang didampingi petugas dalam mengolahnya hamparan lahan yang awalnya kering, berkerikil, kuning dan tandus, berhasil disulap jadi lahan subur nan hijau ditumbuhi aneka tanaman sayur.

Proses penyuburan tanah ini diawali penggemburan tanah dengan cara mencangkul seluruh bagian lahan agar air hujan bisa meresap ke tanah, selanjutnya gumpalan tanah yang sudah dicangkul dihaluskan kembali, selanjutnya dilakukan pembersihan lahan dari batu kerikil agar tanah semakin gembur, terakhir penamburan pupuk kandang secara bertahap terhadap seluruh bagian lahan sehingga kesuburan tanah jadi merata.

Kalapas dan Kasubsi pembinaan serta beberapa orang staf sedang panen sayur Sawi
Kalapas Sarolangun mengatakan bahwa kedepannya kebun tersebut akan dikelola secara intens, "Lahan cukup luas untuk diolah dan ditanami, kita bersyukur berkat kerja keras petugas dan WBP lahan yang awalnya gersang dan tandus jadi subur" ujar Kalapas.

Kualitas sayur Sawi yang dipanen bagus dan bebas hama
"Kedepannya kita berharap kebutuhan sayur-sayuran dapur Lapas bisa dipenuhi dari kebun milik Lapas sendiri, minimal 50% kebutuhan sayur di dapur berasal dari kebun Lapas" ungkap Kalapas.

"Hari ini kita melakukan panen sayur sawi, nanti hasilnya akan kita serahkan ke dapur untuk diolah dibuat tumis atau sayur untuk konsumsi Warga Binaan semua" tutup Kalapas.




Petugas dan WBP Lapas Sarolangun Sulap Lahan Gersang Jadi Subur

Sarolangun - Seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan petugas Lapas Sarolangun memenuhi Lapangan dalam Lapas Sarolangun, dengan alunan musik syahdu dan diiringi gerakan khas yang dipimpin oleh salah seorang perwakilan dari warga binaan, semua bergembira dan bersemangat melepaskan beban dan ketegangan, hal ini dalam rangka senam kebugaran jasmani keluarga besar Lapas Sarolangun, Sabtu (06/07/19).

Selepas Senam Kalapas Sarolangun Irwan terlihat maju naik ke panggung untuk menyapa dan memberi pencerahan kepada Warga Binaan, "Semua terlihat cerah ya, cuaca hari ini juga mendukung kegiatan senam kita" ujar Kalapas.


"Saya ingin kita semua melepaskan ketegangan untuk sejenak, biar pikiran kita segar sehingga berdampak baik bagi sistem kekebalan tubuh, dan pada gilirannya kita siap menerima dan mengikuti kegiatan pembinaan yang berjalan di Lapas Sarolangun ini" ujar Kalapas.

Kalapas juga memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk bertanya seputar kegiatan pembinaan yang berjalan di Lapas Sarolangun, "Silakan jika ada yang ingin bertanya, harus gentleman jangan disini dikasih kesempatan tidak tampil, dibelakang ribut dan protesnya paling kencang" ucap Kalapas disambut dengan tawa senyum warga binaan.

Warga Binaan Lapas Sarolangun Bersemangat Mengikuti Senam

Sarolangun - Salah satu kriteria Pelayanan Publik Berbasis HAM menurut Permenkumham No. 27 2018 adalah pemberian Layanan Kesehatan Kepada Narapidana dan Tahanan, dari sisi sumber daya penunjang pemberian pelayanan kesehatan, Lapas Sarolangun memiliki 2 orang petugas yang berlatar pendidikan kesehatan namun yang menjadi persoalan ketersediaan stok obat-obatan yang masih sangat terbatas.

Berdasarkan pantauan dan pengecekan dari petugas di Lapas Sarolangun ada berbagai macam jenis penyakit yang menimpa warga binaan, mulai dari penyakit ringan seperti, gatal- gatal, pilek, batuk, demam, sampai penyakit berat seperti DBD, Malaria, dan lain sebagainya, ini menjadi gejala dengan frekuensi sering dialami oleh warga binaan Lapas Sarolangun.

Berdasarkan UU No. 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan, salah satu poin yang menjadi hak Tahanan dan Narapidana adalah mendapat perawatan, baik perawatan rohani maupun jasmani, untuk itu sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab Lapas Sarolangun untuk memberikan perawatan dan pengobatan kepada Warga Binaan yang terindikasi secara medis mengalami dan atau mengidap penyakit-penyakit yang tersebut diatas.

Namun terkadang pemenuhan hak Warga Binaan ini tidak selalu berjalan mulus, hal ini dikarenakan ketersediaan stok obat-obatan yang berkaitan dengan penyakit yang dialami oleh Warga Binaan belum memadai, berbagai langkah sudah diupayakan untuk mengatasi masalah ini, salah satunya adalah dengan melayangkan proposal permohonan bantuan obat secara gratis kepada pihak Kimia Farma pusat, tidak perlu waktu lama proposal yang dikirimkan dan disambut positif pihak Kimia Farma.

Kasubsi Pembinaan Jonerwan menuturkan bahwa bantuan obat-obatan gratis dari Kimia Farma sangat berarti bagi pemenuhan ketersediaan stok obat-obatan Lapas Sarolangun yang masih sangat kurang, "Alhamdulillah tepat pada hari Rabu kemarin pihak Kimia Farma mengirimkan kita bantuan obat - obatan yang diperlukan warga binaan dan paket bantuan obat-obatan itu sudah sampai dan kita terima dengan kondisi utuh dan steril" ungkap Jonerwan.

Kalapas Sarolangun Irwan, dikonfirmasi secara terpisah menuturkan bahwa upaya mencari bantuan dari pihak ketiga dalam pemenuhan stok obat-obatan sudah dilakukan sejak lama, "Beberapa waktu lalu kita juga pernah dapat bantuan obat-obatan dari pihak Puskesmas Sarolangun, dan sekarang bantuan datang Kimia Farma, kita bersyukur dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang banyak berperan dalam meningkatkan akselerasi pelayanan kepada Warga Binaan" Ujar Kalapas.

Kalapas Sarolangun didampingi Kasubsi Pembinaan dan 2 orang staf menerima langsung bantuan obat-obatan ini, terhitung ada 20 jenis obat-obatan yang diterima oleh Lapas Sarolangun baik yang Generik maupun paten, dengan adanya penambahan stok obat-obatan ini diharapkan dapat mempermudah petugas dalam mengatasi dan menangani penyakit yang di derita oleh Warga Binaan.


Lapas Sarolangun Kembali Dapat Bantuan Obat-obatan dari Kimia Farma

Sarolangun - Mendapat posisi istimewa di mesin pencari Google menjadi keuntungan tersendiri bagi sebuah website, karena dewasa ini teknologi internet mengalami loncatan kemajuan yang cukup signifikan, ini bisa terlihat dari pergeseran pola kehidupan sosial masyarakat yang nyaris serba online seperti belanja online, meeting online, baca berita online dan lain-lain, kemudian muncul istilah "traffik adalah nafas sebuah website" sebagus dan semenarik apapun sebuah website jika tidak ada kunjungan atau traffik tidak ada artinya.

Maka tidak bisa dipungkiri website portal berita media mainstream, melakukan segala upaya agar bisa mendapatkan trafik tinggi, karena trafik sama dengan benefit, begitu juga dengan toko online traffik sama dengan profit.

Website lapassarolangun.com berumur belum genap 1 tahun merupakan satu diantara ribuan website instansi pemerintah yang mengudara di jagad maya merasa perlu ambil bagian dari kompetisi perebutan posisi top Google, karena traffik sama dengan pembuktian eksistensi dan penyeimbang bagi banyak media mainstream yang mempublikasikan pemberitaan tentang Lapas Sarolangun.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh tim humas Lapas Sarolangun adalah dengan memverifikasi website Lapas Sarolangun di Google Bisnisku atau Google Business Listing atau Google Place yang merupakan fitur gratis mudah digunakan oleh pebisnis dan organisasi baik pemerintah maupun non pemerintah untuk menampilkan informasi lengkap di Google, termasuk peta lokasi di Google Maps.


Verifikasi alamat Lapas Sarolangun di Google Bisnisku sangat perlu dilakukan hal ini sebagai bentuk upaya mengatasi adanya alamat ganda yang direferensikan oleh Google ketika ditelusuri alamat Lapas Sarolangun di Google Maps, ini juga langkah preventif jika dikemudian hari ditemukan website kloningan yang menyerupai website Lapas Sarolangun yang bisa membingungkan pembaca.

Proses verifikasi Lapas Sarolangun di Google Bisnisku tidak berjalan mulus, karena ditemukan alamat Ganda Lapas Sarolangun di Google Maps, yakni LP Sarolangun dan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun, sehingga tim Google Bisnisku tidak mengirim kode verifikasi via pos.

Balasan surat dari Tim Google Bisnisku kepada humas Lapas Sarolangun
Telah 5 kali dilakukan pemintaan kode verifikasi melalui pos, permintaan perdana klaim alamat/verifikasi dilakukan oleh tim humas pada 18 Oktober 2018 tahun lalu, namun kode yang diminta tetap saja tidak pernah dikirim via pos, tim humas mengirim permintaan verifikasi manual melalui telepon ke tim Google Bisnisku dan akhirnya permintaan dikabulkan dan alamat Lapas Sarolangun disetujui untuk diverifikasi pada tanggal 24 Mei 2019.

Sekarang jika anda mengetik "Lapas Sarolangun" di mesin pencari Google, maka disamping kanan akan ditampilkan informasi lengkap tentang Lapas Sarolangun, seperti gambar berikut ini :
Tampilan hasil pencarian google setelah alamat Lapas Sarolangun terverfikasi di Google Bisnisku
Kalapas Sarolangun Irwan bersyukur media Lapas Sarolangun bisa terverifikasi di Google, "Meskipun kita jauh dipelosok, bukan berarti kita harus tertinggal dengan orang-orang kota, terlebih sekarang penggunaan internet sudah sangat massif dalam penyebaran berita dan informasi, kita berharap dengan diverifikasinya alamat Lapas Sarolangun di Google Bisnisku bisa lebih meyakinkan pembaca bahwa website lapassarolangun.com memang benar milik dan dikelola oleh lapas" Ujar Kalapas.

Website Lapas Sarolangun akhirnya terverifikasi di Google Bisnisku

Sarolangun - Mewakili Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Jambi Kepala Bidang Yantah, Basan, Baran dan Kamtib Junaidi Rison ditemani oleh dua orang staf melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan penyelenggaraan bahan makanan (BAMA) Narapidana dan Tahanan sebagai tindak lanjut dari Instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan dan Direktur Kamtib di Lapas Sarolangun, Jum'at (28/6/19).

Kabid Junaidi Rison sedang menerima laporan dari petugas P2U Lapas Sarolangun
Dalam kegiatan tersebut Junaidi Rison melakukan pengecekan BAMA mulai dari proses pengolahan bahan makanan sampai pendistribusian ke Narapidana dan Tahanan diblok hunian.

Dalam kegiatan briefing Junaidi Rison menyampaikan kepada Kalapas dan Para Pejabat Struktural Lapas Sarolangun khususnya penyelenggara BAMA untuk selalu tulus dan ikhlas dalam melayani dan selalu menjaga integritas agar penyelenggaraan BAMA selalu sesuai Standar yang telah dibuat.

“Sebagai Petugas Pemasyarakatan yang diamanahkan oleh negara untuk mengelola Lapas kita semua mesti menggunakan hati yang tulus dan ikhlas untuk memberikan pelayanan, mengedepankan integritas juga penting, pengawalan dan kontrolling terhadap aktivitas memasak didapur mestinya rutin kita lakukan agar kualitas masakan dan penyajian serta rasa masakan benar-benar terjaga” ucap Junaidi Rison.

Kabid Junaidi Rison ditemani 2 orang staf sedang melakukan briefing
Pada kesempatan itu juga, Junaidi Rison berpesan agar selalu menjaga dan meningkatkan keamanan Lapas Sarolangun sesuai instruksi Ditjen PAS dan Dirkamtib. “Sesuai instruksi, selalu lakukan koordinasi dengan instansi pemerintah seperti TNI dan Polri, penerapan steril area dan pengamanan P2U dari aksi penyerangan, penempatan senjata dan kunci-kunci harus tepat jauh dari jangkauan narapidana dan yang terakhir selalu perkuat deteksi dini terhadap potensi aksi gangguan kamtib di Lapas Sarolangun” ucap Junaidi Rison sambil menutup brefing dengan Kalapas dan Pejabat Struktural.








Kabid Junaidi Rison Lakukan Monev Penyelenggaraan Bama Narapidana dan Tahanan Lapas Sarolangun

Sarolangun - Bertempat diruang Galeri Bimker (Bimbingan Kerja) Lapas Sarolangun Kasubsi pembinaan Jonerwan, memamerkan hasil kerajinan kayu karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Sarolangun, (27/06/19).

Ada berbagai macam bentuk hasil kerajinan kayu terpajang di Galeri Bimker Lapas Sarolangun seperti meja, rak buku, gantungan baju serta lemari minimalis dan masih banyak lagi, dan semua itu merupakan hasil karya tangan dingin para warga binaan Lapas Sarolangun.

Kegiatan ini sendiri merupakan wujud dari pembinaan kemandirian yang digagas oleh Kasubsi pembinaan Jonerwan atas instruksi dari Kalapas Irwan, hal ini dalam upaya memberdayakan para WBP dalam suatu kegiatan kemandirian terutama bagi WBP yang mempunyai skill, serta keterampilan dalam bidang perkayuan.


Melalui kegiatan ini juga bisa terpantau WBP bahwa banyak WBP yang memiliki skill dalam membuat berbagai macam produk kerajinan, serta hasil yang didapatkan juga dikategorikan cukup baik dan mempunyai nilai jual.

Kalapas Sarolangun Irwan mengatakan program pembinaan kemandirian ini diharapkan mampu memberikan efek positif bagi pemulihan nama baik Lapas yang beberapa waktu terakhir sempat tercoreng, “Tentunya dengan kegiatan kemandirian ini setidaknya bisa memberikan gambaran kepada masyarakat luas, khususnya sebagian masyarakat yang masih berpandangan negatif terhadap Lapas, dengan adanya program kemandirian yang nyata telah memberikan bukti konkret bahwa Lapas adalah tempat pembinaan” ujar Kalapas.


“Hal juga ini diharapkan bisa membuka mata mereka bagaimana penyelenggara pemasyaraktan/petugas pemasyarakatan terutama di Lapas Sarolangun dalam mendidik serta membina para pelanggar hukum di Negara ini agar menjadi manusia sosial yang mempunyai skill dan keterampilan, yang bisa mereka kembangkan dikemudian hari selepas menjalani masa pidana” tutup Kalapas.

Dalam kegitan ini Kasubsi pembinaan juga sekaligus mempromosikan kepada para petugas Lapas Kelas III Sarolangun yang tertarik untuk memiliki karya seni ini, untuk bisa ikut memesan untuk digunakan di rumah masing – masing, tentunya dengan harga yang bersahabat.

Hasil Kerajinan Tangan WBP Lapas Sarolangun Bernilai Ekonomis

Sarolangun - Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun terus mencoba memberikan pelayanan secara maksimal kepada warga binaan, salah satunya melalui perpustakaan Gemar Membaca yang sejak lama terdapat di dalam Lapas Sarolangun, perpustakaan ini sendiri merupakan wujud dari amanat UU 12 tahun 1995 tentang pemasyarakatan dimana lembaga pemasyarakatan wajib memberikan pelayanan berupa pendidikan dan pengetahuan serta menyediakan perpustakaan bagi warga binaan.

Berdasarkan buku catatan harian kunjungan yang dikelola oleh pembinaan cukup banyak warga yang meminjam buku, setiap jam pembukaan pustaka setiap harinya terjadi antrian yang cukup padat untuk meminjam atau sekedar membaca, seperti yang terlihat hari ini ( 24/06/19 ) sejak dibuka pada pukul 08.00 WIB pagi puluhan warga binaan berdatangan untuk sekedar membaca atau meminjam.

Kasubsi pembinaan Jonerwan mengatakan bahwa perpustakaan sebagai salah satu sumber informasi dan pengetahuan untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan serta wawasan bagi mereka yang sekarang menjalani masa pidana Lapas Sarolangun, semoga bermanfaat bagi mereka setelah menjalani masa pidana.


Menyikapi sadar akan keterbatasan stok buku yang tersedia Jonerwan mengatakan telah melakukan langkah - langkah seperti rotasi buku, seperti kemarin Lapas Sarolangun melakukan kegiatan rotasi buku dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Sarolangun, mengganti buku yang lama dengan mengganti buku baru, kegiatan ini merupakan hasil dari kerjasama dengan dinas terkait dalam penyediaan buku.

Kalapas Sarolangun Irwan, dikonfirmasi secara terpisah mengatakan bahwa fungsi perpustakaan bagi warga binaan sangat berperan penting bagi pembentukan karakter, "Kita itu seperti apa yang kita baca, Warga Binaan kita punya daya baca yang tinggi, maka dari itu berbagai upaya sudah kita lakukan demi adanya penyegaran terhadap buku-buku yang ada" ucap Kalapas.



"Ketersediaan buku pengetahuan tentang agama terus kita upayakan menjalin kerjasama dengan berbagai instansi tekait, karena buku merupakan sumber ilmu dan informasi, momentum dalam masa menghabiskan masa pidana sangat tepat bagi WBP menggali pengetahuan dan informasi sehingga berdaya guna ketika mereka sudah kembali ke masyarakat nantinya" ujar Kalapas.

"Suasana perpustakaan yang bersih, kondusif dan nyaman juga menjadi perhatian kita, agar para pembaca merasa nyaman ketika membaca disana, kita akan terus mendorong Subsi Pembinaan untuk membuat terobosan dan jalinan kerjasama dengan berbagai instansi agar peningkatan pelayanan bagi warga binaan benar-benar bisa terealisasi" tutup Kalapas.

Perpustakaan Lapas Sarolangun Ramai Pengunjung

Langganan Berita via Email