Sarolangun - Rabu (21/10), Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jambi M. Jahari Sitepu bersama Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Parsaoran Simaibang mendatangi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun hal ini dalam rangka melaksanakan serangkaian kegiatan menyemarakkan Hari Dharma Karya Dhika ke 75 tahun 2020.

Kedatangan Kakanwil sekitar jam 13.00 WIB bersama rombongan, Kalapas Sarolangun berserta seluruh petugas telah standby menyambutnya, Kakanwil kemudian bergegas menuju Masjid At-Taubah Lapas Sarolangun untuk menunaikan shalat Zhuhur, selepas itu Kakanwil meminta seluruh Warga Binaan untuk berkumpul di Aula Terbuka Gazebo Lapas Sarolangun.

Dihadapan petugas dan Warga Binaan Kakanwil menegaskan agar mematuhi protokol kesehatan sesuai standart WHO dan tetap menjaga jarak, "Bapak, Saudara dan anak-anakku semua mari patuhi protokol kesehatan, jangan anggap ini hal sepele, karena satu saja terpapar akan berdampak pada yang lain. mari sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban baik petugas maupun Warga Binaan, karena kita disini adalah keluarga besar Lapas Sarolangun " ujar Jahari.


Dalam kesempatan yang sama Kakanwil juga melaksanakan salah satu rangkaian kegiatan HDKD "Gerakan Serentak Basmi COVID-19" dengan membagikan masker dan vitamin C gratis kepada warga binaan, selepas itu Kakanwil beserta rombongan berkesempatan mengecek kelengkapan sarana dan prasarana pelayanan publik milik Lapas Sarolangun yang hanya hitungan hari akan menghadapi desk evaluasi oleh Tim Penilai Nasional (TPN) dalam rangka meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi.

Terakhir Kakanwil berkesempatan singgah di kolam budidaya Lele Lapas Sarolangun hal ini merupakan bagian dari program kemandirian Warga Binaan bidang perikanan yang telah dilaksanakan beberapa hari yang lalu, dan melakukan penebaran 20.000 benih ikan lele, tidak lupa Kakanwil  menitip pesan agar unit produksi sebagai wahana pembinaan kemandirian di Lapas Sarolangun yang sudah berjalan dijaga dan terus dikembangkan hingga benar-benar bisa membuahkan hasil yang maksimal.

Semarakkan HDKD ke 75, Kakanwil Tebar 20.000 Benih Lele, Bagikan Masker dan Vitamin C Gratis kepada WBP Lapas Sarolangun


Sarolangun - Kamis, (15/10) 60 orang Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun kembali diikutsertakan dalam pelatihan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan untuk bidang keahlian budidaya perikanan air tawar dan perkayuan atau pertukangan. 60 WBP ini dibagi menjadi dua kelompok yakni 20 orang mengikuti pelatihan perikanan, dan 40 orang mengikuti pelatihan perkayuan atau pertukangan.

Kalapas Sarolangun Irwan dikonfirmasi secara terpisah mengatakan bahwa program pelatihan kemandirian Warga Binaan ini adalah bentuk tindak lanjut dari penunjukan Lapas Sarolangun sebagai Lapas Produktif atau Industri oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan dengan sumber pembiayaan berasal dari Dipa Lapas Sarolangun.


"Kegiatan pelatihan kemandirian bersertifikasi ini merupakan salah satu wujud dari implementasi Resolusi Pemasyarakatan tahun 2020 seperti yang telah dicetuskan Direktur Jenderal Pemasyarakatan yang menargetkan peningkatan kualitas Warga Binaan menjadi Sumber Daya Manusia unggul melalui pelatihan keterampilan bersertifikasi kepada 35.850 Narapidana" Ujar Irwan.


"Tujuan dari pelaksanaan pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan narapidana serta mendorong produktivitas warga binaan, hal akan terus berjalan seperti sebelumnya sebagaimana amanat Dirjen pemasyarakatan meningkatkan keahlian warga binaan bisa tercapai" ujar Irwan.


"Ditengah Pandemi Covid-19 ini pelaksanaan pelatihan kemandirian Warga Binaan ini semua peserta diwajibkan menerapkan protokol kesehatan ketat, apalagi instruktur Pelatihan yang notebene-nya berasal dari luar tentu penerapan prokes menjadi hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi" tegas Irwan.


Kepala Seksi Binadik dan Giatja Jonerwan menuturkan bahwa pelatihan kemandirian ini akan berlansung selama 25 hari, "Pelatihan Perkayuan selama 20 hari, dan 5 hari untuk pelatihan perikanan. adapun instuktur untuk perikanan kita bekerja sama dengan Dinas peternakan dan perikanan kabupaten Sarolangun sementara untuk perkayuan kita menggandeng Balai Latihan Kerja kabupaten Sarolangun" ungkap Joner.


"Kegiatan pelatihan ini mengambil tempat di dalam ruang bimbingan kerja milik Lapas Sarolangun, Pelatihan ini bersertifikasi dan berlaku secara nasional sehingga Warga Binaan bukan hanya didorong memiliki keahlian tetapi juga keahlian tersebut diakui oleh negara" tutup Joner.






60 orang WBP Lapas Sarolangun ikuti pelatihan kemandirian Bersertifikasi


Sarolangun - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DISDUKCAPIL) Kabupaten Sarolangun dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Sarolangun dengan menerapkan protokol kesehatan ketat mendatangi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun pada Rabu (30/09/20).


Kedatangan Petugas dari Disdukcapil dan KPU ini dalam rangka melakukan Perekaman Data Kependudukan, Pemutakhiran  dan Pengecekan Data Pemilih baik petugas maupun Warga Binaan Lapas Kelas IIB Sarolangun, kegiatan ini mengambil tempat di Gazebo Lapas Sarolangun.



Dalam proses Perekaman Data Kependudukan, Pemutakhiran  dan Pengecekan seluruh warga binaan dikumpulkan di Gazebo kemudian dipanggil satu persatu oleh petugas KPU, dimana setiap Warga binaan yang berasal dari kabupaten Sarolangun ditanyai apakah sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau belum, yang belum memiliki maka diarahkan melakukan perekaman Data sedangkan yang telah memiliki diminta menyebutkan nama dan alamat untuk dicek oleh petugas Dukcapil secara online tentang kebenaran data tersebut. 


Terkait Data pemilih yang berasal dari petugas sebelumnya telah dilakukan pendataan oleh petugas pencocokan dan penelitian (coklit) ditunjuk oleh pihak KPU yang berasal dari unsur pegawai Lapas Sarolangun.



Ketua KPU Kabupaten Sarolangun Muhammad Fakhri menuturkan bahwa kedatangan mereka ke Lapas Sarolangun untuk mengecek identitas Warga Binaan, "Kita punya data nama bin saja namun identitas lengkap seperti NIK dan KK belum ada, maka kita gandeng Disdukcapil untuk melaksanakan perekaman data Biometrik bagi Warga Binaan Lapas Sarolangun" Ujar Fakhri.


"Sesuai Edaran KPU RI No. 818 Warga Binaan punya hak pilih di Lapas, kita akan bentuk 1 TPS khusus Lapas terkait dengan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi, yang punya hak pilih adalah Warga Binaan Lapas yang berasal dari kabupaten atau kota yang masih dalam lingkup provinsi Jambi, sedangkan Warga Binaan yang berasal dari luar provinsi Jambi tidak memiliki hak pilih, khusus untuk petugas Lapas mempunyai hak pilih menggunakan form pindah memilih nanti akan kami urus" tutur Fakhri.



Sedangkan Sekretaris Disdukcapil Sarolangun M. Noer mengatakan "Kerjasama Disdukcapil Sarolangun dengan KPU sudah optimal tugas kami disini meluruskan data administrasi kependudukan baik yang sudah atau belum merekam data kependudukan khusus Warga Binaan yang berasal dari kabupaten Sarolangun" ujar Noer.


Sementara itu Kalapas Sarolangun Irwan mengucapkan terima kasih kepada KPU dan Disdukcapil turun kelapangan melakukan pemutakhiran data kependudukan bagi Warga Binaan Lapas Sarolangun dalam rangka tahapan menyongsong Pilkada 2020, "Kami berharap seluruh keluarga besar Lapas Kelas IIB Sarolangun baik petugas maupun warga binaan bisa memiliki hak pilih pada Pilkada mendatang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan KPU yang berlaku" ujar Irwan.




Pastikan Data dan Hak Pilih Warga Binaan Mutakhir, Disdukcapil dan KPU Datangi Lapas Sarolangun


Opini - Banyak darah muda terutama yang sedang mengenyam pendidikan dikampus-kampus lebih familiar kita sebut aktivis mahasiswa, mereka mulai bersinggungan dengan panggung politik, terutama politik kampus seperti pemilu raya Badan Eksekutif Mahasiswa, kampus bisa disebut miniatur proses politik yang tak kalah kontroversialnya.

Umumnya para aktivis ini adalah orang-orang yang ber-proses di organisasi baik intra maupun extra kampus, mereka biasanya juga mendapatkan pelatihan dan pendidikan yang cukup dari organisasi yang diikutinya, namun demikian peran organisasi extra kampuslah yang dominan membentuk jiwa kritis lewat proses 'brainwash' oleh para senior melalui pelatihan dan pendidikan berjenjang yang dilaksanakan secara kontinu.


Nyaris saban hari mendengarkan wejangan dan Doktrin dari senior, membuat daya kritis para aktivis belia ini menggelora, tak jarang melihat hal-hal yang sedikit tidak sejalan dengan ‘idealismenya’ menyulut api semangat kritisnya. Tidak heran kebanyakan penggerak aksi unjuk rasa atau demonstrasi adalah orang-orang yang berlatar organisasi mahasiswa extra kampus.


Apakah itu salah? tentu tidak sama sekali, justru itu menjadi kebutuhan bagi sebuah bangsa dalam membangun peradaban ke arah yang lebih maju, tidak bisa dinafikan organisasi extra kampus punya peran strategis dalam mengorbitkan para pemimpin negeri ini.


Namun tidak jarang juga kita melihat pemandangan kontras sebagian dari aktivis belia, daya kritisnya kita apresiasi, namun kebiasaan hidupnya justru tidak mencerminkan dia layak menyandang gelar aktivis mahasiswa, bahwa perubahan besar dimulai dari diri sendiri dan dimulai dari hal yang kecil dan mendasar, ingin mengubah dunia? padahal merapikan tempat tidur saja ketika bangun tidur tidak mau, ingin membuat perubahan besar? Bangun lebih dulu dari ayam jago saja belum bisa, menuntut orang lain berubah? ubah dulu dirimu jadi lebih baik.

Bermimpi mengubah dunia? Merapikan Tempat Tidur Saja Kamu Tidak Mau


Sarolangun - Terkait pemberitaan di beberapa media online tentang kabar tidak mengenakkan yakni perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh oknum narapidana Lapas Kelas IIB Sarolangun yang sedang menjalani Asimilasi di rumah dibenarkan oleh Kalapas Sarolangun Irwan.

Dikonfirmasi secara terpisah Irwan mengatakan bahwa pada Selasa (29/09) sekitar pukul 17.45 WIB ia mendapatkan informasi dari salah seorang rekan media online seputar telah tertangkap kembali narapidana Lapas Sarolangun yang sedang menjalani asimilasi di rumah dalam perkara narkoba.

Penyerahan Salinan Berkas Asimilasi kepada Narapidana Lapas Sarolangun dari Register yang disaksikan oleh Petugas Balai Pemasyarakatan Muara Bungo

"Untuk memastikan kebenaran berita tersebut kami memerintahkan Kasubsi Registrasi & Bimkemas untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Polres Sarolangun guna memastikan kebenaran informasi tentang tertangkapnya narapidana Lapas Sarolangun yang sedang menjalani asimilasi dirumah" ujar Irwan.


"Dari hasil koordinasi dan komunikasi oleh Kasubsi Registrasi & Bimkemas dengan Polres Sarolangun diperoleh info bahwa narapidana yang tertangkap kembali tersebut adalah benar narapidana Lapas Sarolangun  inisial AR" ungkap Irwan.


Berdasarkan penuturan dari Kasubsi Registrasi Arsyad bahwa Narapidana AR sebelumnya telah menjalani pidana 4 tahun di Lapas Sarolangun perkara UU.No.35/2009. "AR telah dikeluarkan untuk menjalani Asimilasi di rumah pada tanggal 02 September 2020" Ujar Arsyad.


Terkait Narapidana Asimilasi AR yang bikin ulah tersebut Kalapas Sarolangun menyerahkan sepenuhnya proses kepada aparat penegak hukum, "Kami segera berkoordinasi dengan Kabapas Bungo terkait kejadian terhadap salah seorang narapidana yang sedang menjalani Asimilasi di rumah yang telah melakukan tindak pidana kembali" ungkap Irwan.


Terkait kejadian diatas Kalapas Sarolangun telah melaporkan juga kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jambi melalui Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jambi.

Napi Asimilasi Berulah Lagi, Kalapas : Kita Serahkan Sepenuhnya Kepada Penegak Hukum

Sarolangun - Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Sarolangun kembali menorehkan prestasi membanggakan, setelah berbulan-bulan melakukan berbagai inovasi pelayanan bagi warga binaan terutama dalam hal sanitasi dan penyajian makanan yang layak dan bersih bagi Warga Binaan, pada kamis (3/9/20) bertempat dikantor Dinas Kesehatan kabupaten Sarolangun diserahkan sertifikat Laik Hygiene Sanitasi Jasaboga untuk Lapas Sarolangun yang diterima langsung oleh Kasubsi Keperawatan Pebri Irwansyah.

Dok. Tim dari Dinas Kesehatan sedang melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap Dapur Lapas Sarolangun
Kalapas Sarolangun Irwan dikonfirmasi secara terpisah mengapresiasi capaian prestasi tersebut, "ini wujud kekompakan petugas Lapas Sarolangun dalam menjalin kerjasama dan koordinasi dengan instansi terkait khususnya Dinas Kesehatan, selain itu juga salah satu upaya memberikan pelayanan maksimal dibidang perawatan khususnya pelayanan di dapur terkait proses memasak dan semua peralatan dapur Lapas Sarolangun telah memenuhi standar sehingga kelayakan pemberian makan terhadap Warga Binaan Lapas kita benar-benar sehat dan terjamin kebersihannya" ujar Irwan.

"Inovasi pelayanan ini kita lakukan dalam rangka membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun" tegas Irwan

Kasubsi Perawatan sedang menjelaskan terkait pengolahan makanan dan kebersihan di dapur
Terkait syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh Lapas Sarolangun dalam memperoleh sertifikat Laik Hygiene Sanitasi Jasaboga Kasubsi Perawatan Pebri menuturkan bahwa syarat yang diajukan oleh pihak Dinkes dapat dipenuhi oleh Lapas Sarolangun, "Diantara syarat yang mesti kita penuhi adalah standar tamping masak harus sehat melalui pemeriksaan kesehatan dan dengan bukti surat keterangan kesehatan serta akan dicek secara berkala oleh petugas kesehatan Lapas, peralatan dapur serta kondisi peralatan dapur Lapas Sarolangun yang bersih dan sesuai standar rekomendasi dari Dinkes" ujar Pebri.

Kepala Seksi Binadik dan Giatja Jonerwan menuturkan bahwa dalam proses pemeriksaan dan penilaian oleh Dinas Kesehatan terhadap dapur Lapas Sarolangun berjalan secara objektif, "Tim dari Dinas Kesehatan melihat dan mengamati langsung kondisi dapur Lapas Sarolangun dan dilakukan pengecekan secara berkala sampai standar yang diajukan dapat dipenuhi setelah dinilai dan dinyatakan layak barulah sertifikat Laik Hygiene Sanitasi Jasaboga dikeluarkan Dinkes" ujar Joner.

Dapur Lapas Sarolangun Dapat Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi Jasaboga Dari Dinkes

Sarolangun - Selasa (01/09/20). Seluruh Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan Berkumpul di ruang Sekretariat, mereka satu persatu diambil sampel urine-nya untuk kemudian di tes menggunakan alat yang sudah disiapkan oleh Perawat Subsi Pembinaan. Tes Urine ini diawasi oleh Tim Satops Patnal secara ketat, untuk menghindari tindakan-tindakan curang yang dilakukan oleh Petugas Maupun Warga Binaan untuk mempengaruhi hasil tes. 

Kalapas Sarolangun Irwan kepada tim humas mengatakan bahwa Tes Urine terhadap para Petugas dan Warga Binaan ini perlu dilakukan demi memastikan bahwa Petugas dan Warga Binaan Lapas Sarolangun benar-benar bebas Narkoba dan sebagai upaya preventif serta antisipasi gangguan Kamtib, "Tes Urine ini kita lakukan secara insidentil sehingga Petugas dan Warga Binaan yang kita tes tidak bisa mengelak atau melakukan tindakan untuk mengelabui dan mempengaruhi hasil tes" Ujar kalapas.


"Tes Urine ini ke depannya akan terus kita lakukan secara insidentil, dan kita berusaha memastikan bahwa Petugas dan  Warga Binaan yang A1 kita curigai mengonsumsi Narkoba akan langsung kita tarik dan kita tes Urine-nya, jika positif akan kita ambil tindakan tegas, tutup Kalapas.


Senada dengan Kalapas Kasibinadik Giatja Jonerwan mengatakan bahwa Subsi Perawatan akan terus bergerak menggali informasi untuk memastikan Lapas Sarolangun benar-benar steril dari Narkoba, "Berdasarkan hasil tes sampel urine terhadap Petugas dan Warga Binaan ditemukan hasil bahwa Seluruhnya Negatif Narkoba" Ujar Kasibinadik Giatja Jonerwan.

Pastikan Lapas Sarolangun Bebas Narkoba, Seluruh Petugas dan Warga Binaan Lakukan Tes Urine

Sarolangun -  Dengan mengenakan pakaian motif dominan abu - abu, 20 orang Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun dikumpulkan oleh petugas di Aula Gedung Dalam. Warga Binaan tersebut dikumpulkan untuk mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kemandirian Narapidana, Senin (24/8).

Dihubungi secara terpisah oleh Tim Humas, Kalapas Sarolangun Irwan, menuturkan bahwa program pelatihan kemandirian ini merupakan keberlanjutan dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan "20 orang yang terpilih mengikuti program pelatihan menjahit ini merupakan hasil seleksi ketat dari seksi bimbingan narapidana/anak didik dan kegiatan kerja" tegas Irwan.

Terkait Protokol Kesehatan Irwan menegaskan itu tetap menjadi prioritas utama, "Sejak awal kami sudah instruksi kepada seluruh petugas untuk mematuhi protokol kesehatan, apalagi instruktur pelatihan yang keluar masuk dan bercengkrama dengan peserta pelatihan yang notabenenya adalah warga binaan, penerapan protokol kesehatan ketat menjadi sesuatu yang wajib dan tidak bisa ditawar-tawar lagi" tegas Irwan.


"Sebenarnya kami ingin semua Warga Binaan bisa diikutsertakan dalam kegiatan pelatihan kemandirian ini, namun karena keterbatasan anggaran dan tempat tentu perlu pertimbangan lebih bijaksana lagi, dan juga tidak semua Warga Binaan punya minat menjahit, kita ingin yang mengikuti pelatihan kemandirian menjahit ini memang yang memiliki minat dan bakat menjahit" ujar Irwan.

"Tujuan utama memberikan pendidikan dan pelatihan yang bersertifikat ini bagi narapidana adalah menjadikan mereka pribadi yang mandiri dan berdaya saing serta mempunyai keterampilan juga bersertifikat untuk kemudian bisa digunakan di seluruh Indonesia" ungkap Irwan.


Kasi Binadik dan Giatja Jonerwan menuturkan bahwa kegiatan pelatihan ini akan berjalan selama 20 hari kedepan, "Warga Binaan yang mengikuti pelatihan ini hingga selesai akan diberikan sertifikat yang bisa digunakan ketika telah kembali kemasyarakat nantinya" ujar Joner.

Kasubag Tata Usaha Hariyadi, menuturkan bahwa sarana penunjang kegiatan pelatihan ini cukup memadai, "Mesin jahit listrik berjumlah 4 unit dan 1 mesin Obras pembeliannya berasal dari anggaran kantor, sementara itu Balai Latihan Kerja Sarolangun bersedia memberi bantuan pinjam pakai 6 unit" ujar Ari.

Sementara itu Kasubsi Bimker Sudomo selaku pelaksana kegiatan mengatakan bahwa untuk pelatih atau instruktur pelatihan kemandirian Lapas Sarolangun menggandeng BLK kabupaten Sarolangun, Kegiatan pelatihan ini dimulai dari jam 08.00 hingga 11.30.

20 Orang Warga Binaan Lapas Sarolangun Dilatih Keterampilan Menjahit

Sarolangun - Satgas Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (Satops Patnal) Lembaga Pemasyarakatan  Kelas IIB Sarolangun menggelar razia kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Jum'at (21/8) malam.

Arahan dan Penguatan oleh Kalapas Sarolangun kepada petugas yang akan melaksanakan Razia 
Sebelum pelaksanaan razia Kalapas Sarolangun memberikan arahan dan penguatan kepada petugas yang akan melaksanakan razia, "Laksanakan razia dengan tetap mengedepankan etika dan sopan santun, perlakukan Warga Binaan dengan layak, jelaskan maksud dan tujuan serta jangan lupa untuk bersikap tegas jika ada yang tidak koperatif" ungkap Irwan.

Pada razia kali ini yang menjadi target adalah kamar WBP blok narkoba dan pidana umum secara acak sesuai hasil investigasi dari Tim Intelijen Satops Patnal, razia ini digelar untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta mendeteksi gangguan dini di dalam lapas Sarolangun.

Seluruh petugas yang akan melaksanakan razia diwajibkan mengikuti protokol kesehatan oleh Petugas Penjaga Pintu Utama
Kegiatan razia insidentil ini dipimpin langsung Kepala Lapas Sarolangun Irwan, didampingi oleh jajaran pejabat struktural, beberapa orang staf serta anggota pengamanan. "Jika ada temuan barang terlarang, ambil, catat dan tindak pemiliknya," tegas Irwan. 

Usai pelaksanaan razia, Irwan menyampaikan bahwa Satgas Satops Patnal Lapas Sarolangun tidak menemukan narkoba dan handphone dari kamar Warga Binaan, namun petugas berhasil menyita beberapa kartu domino, kartu remi, cutter, alat memasak dari kaleng bekas, dan kabel-kabel. "Hasil temuan ini kami catat untuk nantinya kami laporkan, secara umum kegiatan razia berjalan lancar dan tertib," terang Irwan.

Penggeledahan dilaksanakan secara menyeluruh, tiap sisi yang mencurigakan diperiksa secara detil

Satgas Kepatuhan Internal Lapas Sarolangun Gelar Razia Insidentil di Kamar WBP

Sarolangun - 4 orang Tim dari Inspektorat Jenderal dari Kementerian Hukum dan HAM RI mendatangi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun hal ini dalam rangka melakukan penguatan terhadap Lapas Sarolangun yang tidak berapa lama lagi melewati fase terakhir penilaian oleh Tim Penilai Nasional (TPN) Satuan Kerja nominasi Peraih Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahun anggaran 2020.

Dengan protokol kesehatan ketat 4 orang Tim tiba di Lapas Sarolangun sekira jam 08.30 WIB dan langsung menuju Portir untuk dicek suhu tubuh, kemudian masuk ke ruang dalam untuk mengamati secara langsung sarana dan prasarana penunjang pelayanan publik yang telah disediakan oleh Lapas Sarolangun.


Setelah melakukan pengamatan langsung ke lapangan Tim Inspektorat Jenderal mengumpulkan seluruh Tim Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi Lapas Kelas IIB Sarolangun di Sekretariat WBK untuk memaparkan item-item yang masih perlu dilakukan penguatan.

Kalapas Sarolangun Irwan mengatakan bahwa dengan kehadiran dari Tim Inspektorat Jenderal di Lapas Sarolangun sangat membantu bagi perbaikan di semua lini demi mewujudkan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM di Lapas Sarolangun.

"Banyak masukan dan koreksi yang membangun dari tim Inspektorat Jenderal untuk Lapas Sarolangun, kita berharap dengan adanya penguatan ini bisa memacu semangat kami untuk berkerja lebih keras lagi demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat luas terutama masyarakat Sarolangun" ujar Irwan.





Tim Inspektur Jenderal Kemenkumham Lakukan Penguatan WBK di Lapas Sarolangun

Langganan Berita via Email