Sarolangun – Di pertengahan bulan yang mulia bulan Ramadhan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun melaksanakan Upacara Pengibaran Bendera dalam rangka Memperingati hari Kebangkitan Nasional yang ke-111 tahun 2019, Senin (20/05). Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun, Irwan, A.Md.I.P., S.H., M.H., bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Bertempat di lapangan dalam Lapas, kegiatan upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib. Tema Peringatan 111 Tahun Kebangkitan Nasional kali ini adalah “BANGKIT UNTUK BERSATU”. Upacara ini diikuti oleh seluruh pejabat struktural, petugas, dan perwakilan warga binaan Lapas Sarolangun.

Tujuan peringatan 111 tahun Kebangkitan Nasional Tahun 2019 adalah untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan moral dan etika berbangsa dan bernegara, mempererat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi bangsa Indonesia ke depan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam amanatnya, Kepala Lapas Sarolangun membacakan Sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara S.Stat. MBA. Beliau berpesan agar senantiasa menjaga semangat persatuan dan gotong royong sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa bangsa Indonesia menuju kejayaan di pentas global.
“Bangsa  ini  adalah  bangsa  yang  besar, yang telah mampu  terus  menghidupi  semangat persatuannya selama berabad-abad. Kuncinya ada dalam dwilingga salin suara berikut ini,  gotong royong.”

Menkominfo menegaskan, gotong royong merupakan salah satu perwujudan nyata dari semangat persatuan masyarakat Indonesia.
"Jika kuperas yang lima ini menjadi satu, maka dapatlah aku satu  perkataan  yang  tulen, yaitu  perkataan  gotong royong. Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua,  Keringat semua buat  kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama. Itulah Gotong Royong!” Ujar Menkominfo mengutip ungkapan Presiden Republik Indonesia yang pertama, Dr. Ir. H. Soekarno.

Lebih lanjut, Kepala Lapas Sarolangun juga menyampaikan pesan Menkominfo agar selalu menjaga momentum dan iklim yang tenang untuk bekerja, selalu kondusif, penuh harmoni dan persatuan demi kemajuan Indonesia.
“Dengan bertumpu pada kekuatan jumlah sumber daya manusia dan populasi pasar, Indonesia diproyeksikan akan segera menjemput harkat dan martabat baru dalam aras ekonomi dunia.  Bersama negara-negara besar lainnya seperti Tiongkok, Amerika Serikat, India, ekonomi  Indonesia akan tumbuh menjadi sepuluh  besar, bahkan lima besar dunia, dalam 10 sampai 30 tahun mendatang. Kuncinya terletak pada hasrat kita untuk tetap menjaga momentum dan iklim yang tenang untuk bekerja. Kita harus jaga agar suasana selalu kondusif penuh harmoni dan persatuan.”

Diakhir sambutan, Kepala Lapas Sarolangun membangkitkan semangat persatuan, khususnya untuk keluarga Lapas Sarolangun dengan meneriakkan yel-yel “INDONESIA BANGKIT! INDONESIA BERSATU!”







Upacara hari Kebangkitan Nasional Ke-111 di Lapas Sarolangun



Sarolangun - Berlomba dalam kebaikan pada bulan Ramadan. Semangat ini mengilhami para Dharma Wanita Persatuan Lapas Sarolangun. Berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah. Pada Sabtu 18 Mei 2019 para  Dharma Wanita dibantu para petugas lapas membagikan takjil pada pengguna jalan.

Dharma Wanita saat membagikan takjil kepada para pengguna jalan.

"Ini agenda rutin yang kami gelar setiap Ramadan sebagai apresiasi terhadap umat muslim dan juga masyarakat luas agar lebih bisa memaknai bulan suci ini dengan lebih khusyuk lagi," tutur Ketua Dharma Wanita Persatuan Lapas Sarolangun.

Kegiatan yang dipusatkan di Simpang Bupati Perkantoran Sarolangun  dipimpin langsung oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Lapas Sarolangun. Program bersama ini, bertujuan untuk bagaimana caranya kita bisa saling berbagi dengan masyarakat.

Para petugas lapas turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada pengguna jalan

“Ramadan adalah bulan penuh berkah, maka dibulan ini tentunya kita harus berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan. Salah satunya dengan membagikan takjil kepada orang yang berpuasa saat ngabuburit sore jelang buka puasa,” ucap Ketua Dharma Wanita Persatuan Lapas Sarolangun, di lokasi pembagian takjil, Sabtu (18/5).

"Terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh dan tiba saatnya berbuka puasa, maka kami hadir untuk berbagi kepada pengguna jalan agar dapat berbuka pada saat melakukan perjalanan," ungkapnya.

"Hari ini tak kurang dari 300 paket takjil diberikan secara gratis bagi pengguna jalan yang melintas di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di Simpang Bupati Perkantoran Sarolangun ini," katanya.

Petugas dan Dharma Wanita Persatuan Lapas Sarolangun Berbagi Berkah Takjil Kepada Para Pengguna Jalan


Sarolangun -  Dalam rangka meningkatkan ketaqwaan dalam bulan suci Ramadhan 1440 H, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Sarolangun dan Jamaah Tabligh mengadakan kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan. Kegiatan tersebut berlangsung sejak tanggal 06 sampai dengan 16 Mei 2019 yang diikuti oleh seluruh warga binaan pemasyarakatan Lapas Sarolangun. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 11 hari tersebut diisi dengan kegiatan pengajian dan tausiah, yang semuanya dilaksanakan terpusat di Masjid At Taubah Lapas Sarolangun.
Sambutan dari Kemenag Sarolangun
Kegiatan pesantren kilat ramadhan ini merupakan bagian dari implementasi MOU yang telah dibuat bersama pihak Lapas Sarolangun, Kementerian Agama Kab. Sarolangun, dan Pemerintah Daerah Kab. Sarolangun. Kegiatan ini pun ditutup secara resmi oleh Kalapas Sarolangun yang diwakili oleh Kasubsi Pembinaan Lapas Sarolangun, Kamis(16/05).
Sambutan Kasubsi Pembinaan
Penutupan pesantren kilat ramadhan dihadiri oleh para pejabat struktural Lapas Sarolangun, ustadz pembimbing penyuluh agama utusan Kemenag Sarolangun, serta para Warga Binaan Lapas Sarolangun. Pada kegiatan penutupan ini dilaksanakan juga penyerahan Piagam Penghargaan sebagai bentuk apresiasi pihak Lapas kepada para penyuluh agama.

Penyerahan Piagam Penghargaan oleh Kasubsi Pembinaan
Dalam sambutan Kepala Subseksi Pembinaan, Jonerwan, S.Pd. mengucapkan terima kasih kepada seluruh penyuluh agama, petugas Lapas, dan warga binaan yang telah membantu dalam suksesnya kegiatan pesantren kilat tersebut. Jonerwan juga berharap kegiatan pengajian seperti pesantren kilat ini dapat berlangsung hingga akhir bulan ramadhan dan dapat dilaksanakan setiap tahunnya, karena menurut Jonerwan  momentum ini bertujuan untuk memperkuat persaudaraan dan dapat menjalin tali silaturahmi diantara seluruh pegawai Lapas Sarolangun, Warga Binaan, Kemenag Sarolangun, dan juga Jamaah Tabligh.

Hal ini diamini Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun, Irwan, A.Md.I.P., S.H., M.H.
“Kegiatan semacam ini akan terus dilaksanakan dan ditingkatkan serta bekerja sama dengan berbagai pihak. Kegiatan ini penting untuk meningkatkan iman dan taqwa serta pengetahuan agama Warga Binaan Lapas Sarolangun, termasuk petugasnya. Besar harapan kami Warga Binaan dapat mengaplikasi pengetahuan agama yang mereka dapat dari kegiatan ini, bukan hanya pada bulan Ramadhan tetapi juga pada keseharian mereka. Bukan hanya di dalam Lapas, tapi ketika mereka sudah bebas nanti.” Tutup Kalapas penuh harap. 
Pembacaan ayat suci Al Quran oleh salah seorang warga binaan
Pemberian Materi Pesantren Kilat oleh salah seorang Ustadz Pembimbing

Lapas Sarolangun Gandeng Kemenag Sarolangun Adakan Pesantren Kilat Dalam Lapas


Sarolangun - Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah Kemenkumham Jambi Farid Junaidi bersama 3 orang staf mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun, Jum'at (03/05/19).

Kedatangan Kadivpas ini dalam rangka mempertegas komitmen pelaksanaan Zona Integritas (ZI) dalam rangka menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) khususnya Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kemenkumham Jambi.

Kalapas dan pejabat struktural berdialog dengan warga binaan
Sebelum kedatangan Kadivpas, Kalapas Sarolangun mengumpulkan Warga Binaan di Gazebo Lapas Sarolangun untuk melakukan tatap muka dan dialog langsung dengan warga binaan mengenai segala hal yang berkenaan dengan layanan, program pembinaan, kebersihan kamar hunian, dan memastikan Lapas Sarolangun benar-benar bersih dari Pungutan Liar, Peredaran alat Komunikasi Ilegal, dan peredaran Narkoba.

"Saya ingin warga binaan disini terbuka, jika ada keluhan dan pertanyaan jangan sungkan-sungkan untuk mengajukannya, biar kita semua bisa benar-benar tenang melaksanakan ibadah Ramadhan" ujar Kalapas.

"Jangan dibelakang ribut tetapi diberi ruang diam saja, jika dirasa itu janggal atau ada kekurangan sampaikan secara jentelman di sini" ungkap Kalapas.

Salah satu warga binaan mengajukan pertanyaan kepada Kalapas
Setidaknya ada 8 orang Warga Binaan yang bertanya pada acara dialog tersebut, "Nah kalau begini kita enak sama enak, tidak ada yang ditutup-tutupi, masukan, kritikan, pertanyaan serta saran menjadi bahan evaluasi bagi kami, baik untuk petugas maupun warga binaan" ujar Kalapas.

Kadivpas sedang digeledah oleh petugas P2U disaksikan oleh Kalapas Sarolangun
Pukul 11.10 WIB, Kadivpas sampai di Lapas Sarolangun, disambut oleh Kalapas Sarolangun, setelah diperiksa oleh petugas P2U Kadivpas segera menuju Gazebo Lapas Sarolangun, bertatap muka dengan seluruh Warga Binaan Lapas Sarolangun. Dalam kesempatan tersebut Kadivpas memerintahkan warga binaan untuk duduk berbanjar lurus dan masing-masing, mengawali pencerahannya Kadivpas memberikan beberapa penyegaran kepada warga binaan seperti saling pijat kepada, pijat punggung, seketika suasana menjadi riuh dan terdengar ketawa senang warga binaan.

Warga Binaan sedang melakukan pijat kepala teman atas instruksi Kadivpas
"Yang sebelumnya menggunakan Narkoba, saya mau tanya kira-kira apa manfaat menggunakan Narkoba?" tanya Kadivpas.

Serentak warga binaan menjawab "tidak ada manfaat", Kadivpas menegaskan bahwa banyak orang yang menjadi pecandu Narkoba berawal dari coba-coba, kecanduan dan akhirnya ketergantungan, "Yang sudah dibina di Lapas ini, jangan pernah berpikir untuk mencoba lagi barang terlarang itu, akibat negatif yang ditimbulkan dari Narkoba anda sudah rasakan sendiri, cukup itu yang pertama dan terakhir" jelas Kadivpas.

Kadivpas berdialog dengan Warga Binaan
Ba'da Jum'at Kadivpas juga memberikan arahan kepada seluruh petugas Lapas Sarolangun yang bertempat di Aula Gedung utama, "Kembali kami  tegaskan komitmen kita tentang Zona Integritas, dimana Lapas Sarolangun termasuk UPT yang kita usulkan untuk menerima predikat WBK" ujar Kadivpas.

Kadivpas sedang memberikan arahan kepada seluruh petugas Lapas Sarolangun
"Tingkatkan terus kinerja, lakukan inovasi-inovasi, terutama untuk ASN angkatan 2017, kami harapkan untuk bisa memiliki Handy Talky untuk masing-masing ASN, karena hingga anda pensiun nanti itulah alat komunikasi utama yang akan menemani anda pada saat bertugas" tutup Kadivpas.

Kunjungi Lapas Sarolangun Kadivpas Berikan Pencerahan ke Warga Binaan

Sarolangun - Kalapas, pejabat struktural, petugas dan ibu-ibu Dharma Wanita Lapas Sarolangun terpantau hadir di Gazebo Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun, dengan berpakaian dinas lengkap secara khidmat mengikuti kegiatan tasyakuran, Kamis (02/05/19).
Sambutan Kalapas Sarolangun dalam acara Tasyakuran menyambut Ramadhan 
Tasyakuran dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1440 Hijiriah bertepatan dengan 2019 Miladiyah yang hanya hitungan hari akan tiba, dalam kesempatan tersebut hadir juga Ustazd Ahmad Samsul Huda pendiri Pondok Pesantren Rahmatul Ummah Tanjung Rambai Sarolangun sekaligus sebagai penceramah dalam acara Tasyakuran tersebut.

Tausyiah oleh Ustadz Ahmad Samsul Huda dari Ponpes Rahmatul Ummah
Kalapas Sarolangun dalam sambutannya mengatakan bahwa Tasyukuran ini merupakan wujud rasa syukur kepada yang maha kuasa, "Alhamdulillah kita bisa kembali bertemu Ramadhan 1440 tahun 2019 ini, semoga dengan momentum Ramadhan 1440 ini dapat memberi makna tersirat kepada kita semua untuk senantiasa menjadi Pembina bagi Warga Binaan sekaligus membina diri sendiri" ungkap Kalapas.

"Mengenai kapan dimulainya 1 Ramadhan kita tunggu pengumuman resmi dari pemerintah pusat, kita siang nanti juga akan melaksanakan Serah terima jabatan sturuktural Subsi Pembinaan dan Subsi Kamtib, sekaligus kita melaksanakan rapat terbatas persiapan menyambut bulan suci Ramadhan, karena pejabat struktural kita juga sudah lengkap" ungkap Kalapas.

Acara Tasyakuran berakhir pada jam 10.00, sembari menunggu kedatangan salah seorang pejabat struktural yang bakal melakukan sertijab, Ibu-ibu Dharma Wanita dipersilakan melakukan arisan DW.

Serah Terima Jabatan Struktural dan Rapat Terbatas

Pada pukul 14.00 dilansungkan Serah terima Jabatan masih bertempat di Gazebo Lapas Sarolangun, adapun pejabat yang melakukan Sertijab adalah :
  1. Nasrul selaku Kasubsi Pembinaan yang lama menyerahkan jabatan ke Kasubsi Pembinaan baru yaitu Jonerwan yang sebelumnya bertugas di Lapas Kelas IIB Bangko.
  2. Nasrul selaku pelaksana tugas (Plt) Kasubsi Kamtib menyerahkan jabatan ke Kasubsi Kamtib baru yakni Ihsan yang sebelumnya bertugas du Lapas Kelas IIA Jambi.
Kalapas Sarolangun sedang memberikan sambutan pada acara Sertijab pejabat Struktural Lapas Sarolangun
Kalapas Sarolangun Irwan memimpin lansung jalannya kegiatan Sertijab ini serta diikuti oleh seluruh ASN Lapas Sarolangun.

Prosesi Sertijab Kasubsi Pembinaan yang lama ke yang Baru
Kalapas Sarolangun dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagai abdi negara merupakan sebuah amanah, "Kita harus siap ditempatkan dimana dan bertugas di daerah mana, itulah konsekuensi sebagai abdi negara terlebih sebegai petugas pemasyarakatan" ujar Kalapas.

Prosesi Sertijab Plt. Kasubsi Kamtib yang lama ke yang Baru
"Jangan mengeluh, jangan memilah milih, bekerjalah dengan hati lapang, dan bawa bahagia, karena dengan mencintai pekerjaan insyaa Allah kita bisa membantu akselerasi pencapaian visi dan misi" ungkap Kalapas.

Penandatanganan Berita Acara Sertijab oleh Kalapas Sarolangun
Sesaat setelah pelaksanaan sertijab Kalapas mengumpulkan para pejabat struktural diruang kerjanya untuk melakukan Rapat Terbatas (Ratas) secara marathon, hal ini dalam rangka mematangkan persiapan Lapas Sarolangun dalam menyonsong bulan suci Ramadhan 30 hari ke depannya, terutama penyesuaian jam kerja, serta segala persiapan pelaksanaan ibadah Ramadhan Warga Binaan lainnya.

Rapat Persiapan Penyambutan Bulan Suci Ramadhan di ruang kerja Kalapas

Sambut bulan suci Ramadhan 1440 Lapas Sarolangun adakan Tasyakuran

Sarolangun - Website Lapas Sarolangun yang beralamat di www.lapassarolangun.com baru online pada bulan September 2018, awalnya website Lapas Sarolangun ini merupakan pengembangan lebih lanjut oleh salah satu ASN angkatan 2017 sebagai sarana dan bukti habituasi pada kegiatan Latihan Dasar (Latsar) CPNS Kemenkumham 2018 di Lapas Sarolangun.

Jauh sebelumnya juga sudah dibuatkan website hanya saja pengelolaannya masih individu dan tidak resmi serta masih menggunakan subdomain default milik blogger, sebenarnya ada pertemuan momentum, dimana disaat pelaksanaan habituasi pembuatan website informasi Lapas Sarolangun ini, ada Surat Edaran (SE) dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang ditanda tangani lansung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami tanggal 1 Oktober 2018 tentang Pembentukan Tim Humas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan seluruh Indonesia, salah satu poin dari Edaran tersebut adalah Tim Humas bertugas mengelola seluruh saluran informasi dan komunikasi seperti website, sosmed dan lain-lain.

Dan tidak menunggu lama Kalapas Sarolangun Irwan memanggil beberapa orang ASN angkatan 2017 ditunjuk menjadi pengelola saluran informasi, komunikasi dan dokumentasi ke masyarakat luas, dari pertemuan tersebut dihasilkan keputusan Kalapas Sarolangun Nomor : W.5 PAS.13-1018.HH.01.05 TAHUN 2018 tentang Pembentukan Tim Humas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun.


Persaingan Perebutan Posisi di 10 besar Mesin Pencari Google


Pada 60 hari website Lapas Sarolangun online, posisinya tidak masuk dalam rank top 20 besar Google, karena harus bersaing dengan website Portal Berita besar seperti Okezone.com, Tribunnews.com, Kompas.com, Sindonews.com, Liputan6.com dan beberapa situs portal berita lokal yang memang sudah memiliki posisi bagus di Search Engine Google.

Memasuki 120 hari website Lapas Sarolangun mulai nongol pada rank 10 besar Google, namun masih saling menggeser posisi dengan beberapa website portal berita terutama Jambi tribunnews.

Screenshot hasil pencarian Google dengan kata kunci 'Lapas Sarolangun', website Lapas Sarolangun Ranking 1
Hingga saat ini website Lapas Sarolangun sudah berumur ± 8 bulan, dengan total 101 artikel yang sudah dipublikasi, dan Alhamdulillah mampu bertengger diposisi 1 hasil pencarian Google mampu mengalahkan website portal berita seperti Jambi Tribunnews, Okezone, Liputan6, Okezone, Kompas dan beberapa website portal berita Lokal dengan kata kunci "Lapas Sarolangun".

Screenshoot Google Sitelink dengan kata kunci 'Kemenkumham' 
Mudah-mudahan posisi ini bisa konsisten dan stabil, karena seiring dengan meningkatnya akses informasi melalui mesin pencari Google menggunakan smartphone serta kebutuhan informasi dan pemberitaan yang berimbang ditengah-tengah masyarakat luas terutama masyarakat kabupaten Sarolangun, posisi top 1 hasil pencarian Google tentu sangat menguntungkan bagi Lapas Sarolangun terutama dalam membentuk citra positif ditengah-tengah masyarakat.

Screenshoot Google Sitelink dengan kata kunci 'Ditjenpas' 
Tidak mudah meraih posisi strategis di top 10 besar Google, jika perusahaan-perusahaan butuh waktu bertahun-tahun, bahkan dengan menggelontorkan biaya jutaan rupiah untuk menyewa jasa "search engine optimization".

Screenshoot Google Sitelink dengan kata kunci 'Kemenkumham Jambi' 
Kedepannya mudah-mudahan posisi website Lapas Sarolangun bisa mengikuti jejak website jambi.kemenkumham.go.id, ditjenpas.go.id dan kemenkumham.go.id yang telah mendapatkan sitelink spesial dari Google dengan kata kunci tetap, seperti "Kemenkumham, Ditjenpas, Kemenkumham Jambi". 

Baru berumur 8 bulan, Website Lapas Sarolangun Rangking 1 Google

Sarolangun - Ratusan Pegawai dari UPT Se Kanwil Kemenkumham Jambi wilayah barat hadir di Lapangan dalam Lapas Sarolangun, pada kesempatan yang sama hadir juga Wakil Bupati Sarolangun Hilallatil Badri, Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri Sarolangun Wijanarko beserta karyawan, unsur Forkompida kabupaten Sarolangun, serta ibu-ibu Dharma Wanita, Sabtu (27/04/19).

Wabup Sarolangun beserta seluruh Ka UPT se Kanwil Kemenkumham Jambi bagian Barat berjalan menuju Lapangan Upacara Hari Bakti Pemasyarakatan ke 55 Lapas Sarolangun
Hal ini dalam rangka kegiatan Upacara Hari Bakti Pemasyarakatan ke 55, untuk tahun ini pelaksanaannya dipusatkan di Lapas Sarolangun yang dihadiri oleh UPT wilayah barat yaitu; Lapas Kelas III Sarolangun sebagai tuan rumah, Balai Pemasyarakatan Muara Bungo, Lapas Kelas IIB Muara Bungo, Lapas IIB Bangko, Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kerinci, Lapas Kelas IIB Muara Tebo dan Rutan Kelas IIB Sungai Penuh.

Suasana pelaksanaan Upacara Hari Bakti Pemasyarakatan ke 55
Kalapas Sarolangun Irwan ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa persiapan Lapas Sarolangun yang diamanahkan sebagai tuan rumah sudah sejak 3 minggu yang lalu; "Alhamdulillah upacara HBP kita berjalan lancar dan kita juga bisa menyelenggarakan 2 kegiatan secara bersamaan yakni acara puncak upacara peringatan HBP ke 55 sekaligus acara Tasyakuran" imbuh Kalapas.

"ini perdana Lapas Sarolangun menjadi pusat pelaksanaan Hari Bhakti Pemasyarakatan, semua petugas kita bahu-membahu turun tangan menyiapkan segala sarana dan prasarana demi kelancaran pelaksanaan kegiatan upacara HBP, ini menjadi momen spesial bagi kami Lapas Sarolangun" tutur Kalapas.

Sambutan Menkumham yang dibacakan oleh Wabup Sarolangun
Dalam sambutannya Menteri Hukum dan HAM yang dibacakan oleh Wakil Bupati Sarolangun selaku Inspektur Upacara mengatakan bahwa peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ini bisa menjadi momentum untuk memacu semangat perubahan dan melakukan pembenahan disegala lini agar Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan dapat terwujud sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang.

“Paradigma terus berubah, dan UPT Pemasyarakatan harus ditransformasikan sebagai pranata sosial untuk menyiapkan masyarakat yang tangguh, berketerampilan, dan memiliki produktifitas tinggi yang siap berkompetisi dalam persaingan global, perubahan paradigma tersebut juga diejawantahkan melalui program Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan yang diatur melalui pola individualisasi perlakukan," imbuh Wabup.

Dihadapan awak media Wabup Sarolangun Hilallatil Badri ketika ditanya mengenai kelanjutan kerjasama antara Pemda dan Lapas Sarolangun dalam program pembinaan beliau menyampaikan bahwa kerjasama tersebut akan terus berlanjut, "sejauh program tersebut bisa dibantu oleh pemda, akan tetap diusahakan agar terealisasi, dan itu tidak boleh terhenti karena WBP di dalam Lapas juga merupakan masyarakat Sarolangun juga" tutur Wabup.
Para penerima Penghargaan dari Kakanwil Jambi berpose dengan Wabup Sarolangun
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian piagam penghargaan kepada petugas berprestasi sebagai wujud apresiasi atas berkontribusi nyata dalam pelaksanaan tugas, sehingga mempunyai dampak positif dalam pencapaian tugas dan fungsi Kementerian Hukum dan HAM, adapun nama-nama penerima penghargaan dari Kanwil Kemenkumham Jambi tersebut adalah :
  1. IRWAN, A.Md.IP., S.H., M.H, dari Lapas Kelas III Sarolangun atas prestasi Kreatif dan inovatif dalam melaksanakan tugas sehingga patut dijadikan Role Model di Lapas Kelas III Sarolangun;
  2. RAHNIANTO, Amd.IP., S.Sos, dari Lapas Kelas IIB Muara Bungo atas prestasi Kreatif dan Inovatif dalam pelaksanaan tugas;
  3. FARID WAJDI, S.H., Msi, dari Rutan Kelas IIB Sungai Penuh atas prestasi Kreatif dan Inovatif dalam pelaksanaan tugas;
  4. SARJONI, dari Lapas Kelas III Sarolangun, atas prestasi Membuat Website Publikasi kegiatan di Lapas Kelas III Sarolangun;
  5. AGUNG SULISTYO, A.Md.,IP., S.H. dari Lapas Kelas IIB Muara Tebo atas prestasi Menggagalkan Peredaran Narkotika;
  6. MUHAMMAD ROBY, S.Sos dari Lapas Kelas IIB Muara Tebo atas prestasi Menggagalkan Peredaran Narkotika;
  7. LIMSARDO MANALU, dari Lapas Kelas IIB Muara Tebo atas prestasi Menggagalkan Peredaran Narkotika;
  8. WINNER HAPOSAN TUA GULTOM dari Lapas Kelas IIB Muara Tebo atas prestasi Menggagalkan Peredaran Narkotika;
  9. BAMBANG SYAFRIZAL dari Lapas Kelas IIB Muara Tebo atas prestasi Menggagalkan Peredaran Narkotika;
  10. ZULKIFLI, dari Lapas Kelas IIB Muara Bungo atas prestasi Menggagalkan Penyelundupan Narkoba;
  11. ARMENDI, dari Lapas Kelas IIB Muara Bungo atas prestasi Menggagalkan Penyelundupan Narkoba;
  12. WAHYU INDRA PUTRANTO, S.H. dari Bapas Kelas II Muaro Bungo atas prestasi Berinovasi dan kreatifit dalam membuat SMS Gateway untuk wajib lapor klien (E-klien)
Wabup Sarolangun melihat Barang bukti yang disita dari Kamar blok WBP, untuk dimusnahkan
Selain seremoni upacara, perayaan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-55 juga dirayakan dengan pelaksanaan pemusnahan Barang Bukti hasil razia petugas Lapas Sarolangun di kamar blok WBP, pemotongan tumpeng yang dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Sarolangun dan penyerahan piagam penghargaan dari Kalapas Sarolangun kepada Petugas Lapas Sarolangun yang berprestasi serta penyerahan bingkisan kepada Purna Bakti Pemasyarakatan.
Wabup Sarolangun ditemani Kalapas Sarolangun dan Kalapas Muara Bungo bersiap-siap melakukan pemotongan tumpeng
"Semua petugas sudah bekerja dengan baik, namun demikian pemberian penghargaan diharapkan bisa memacu petugas yang lain agar bisa lebih berprestasi lagi, masih terlalu banyak hal yang perlu kita carikan solusinya melalui inovasi-inovasi dan kerja nyata" ujar Kalapas.

"Kita sudah berbenah, kita sudah tinggalkan paradigma lama, dan untuk seterusnya jangan sampai stagnan apalagi sampai mengalami kemunduran, karena ini era kompetisi, tidak ada waktu lagi untuk kita larut dan melamun dalam kungkungan pola pikir pesimis, jika kita tidak bangkit berkompetisi mencipta inovasi dan kreasi baru tentu kita akan dihabisi oleh kemajuan-kemajuan teknologi yang mengalami loncatan cukup pesat" imbuh Kalapas.

Para petugas Lapas Sarolangun penerima penghargaan dari Kalapas
Adapun petugas yang mendapatkan piagam penghargaan dari Kalapas diantaranya;
  • Arsyad Junaidi terpilih menjadi Karupam terbaik Tahun 2018
  • Dwi Riyanto terpilih menjadi P2U terbaik Tahun 2018
  • Ulham Pratama terpilih sebagai Anggota Jaga terbaik Tahun 2018
  • Lidya Andriyani terpilih sebagai pengelola data kesehatan teladan Tahun 2018
  • Firman Wana Lingga terpilih sebagai Staf teladan Tahun 2018
Kalapas menuturkan bahwa pemilihan ini bukan atas dasar diskriminasi atau pandang bulu, namun telah dilakukan pengamatan, penilaian sejauh mana loyalitas terhadap organisasi, "Tahun depan kami berharap akan muncul wajah-wajah baru dalam mengukir prestasi, sesuai dengan bidang dan tupoksinya masing-masing" tutup Kalapas.
2 orang Purna Bakti Pemasyarakatan penerima bingkisan
Dalam Kegiatan Tasyakuran juga dilakukan penyerahan Bingkisan kepada para Purna Bakti Pemasyarakatan yang telah mengabdi untuk Kementerian Hukum dan HAM.
Petugas Lapas Sarolangun berpose bersama setelah selesai pelaksanaan kegiatan upacara HBP ke 55

Pelaksanaan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-55 di Lapas Sarolangun Berlangsung Lancar

Sarolangun - 16 orang Petugas Lapas Sarolangun yang terdiri dari 14 orang Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan 2 orang Panitia Pengawas Tempat Pemungutan Suara (Panwas TPS), sekira pukul 06:45 berkumpul di Tempat Pemungutan Suara Gazebo lapangan dalam Lapas Sarolangun, Rabu (17/04/19).

Kalapas Sarolangun Cek kesiapan KPSS di lokasi TPS Lapas Sarolangun
Sejak 2 hari sebelumnya anggota KPPS telah mempersiapkan segala sarana dan prasarana untuk menunjang kelancaran jalannya proses Pemungutan Suara Pemilu DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI serta Presiden dan Wakil Presiden bagi keluarga besar Lapas Sarolangun.

Kalapas Sarolangun Pimpin apel pra pemungutan suara di Lapas Sarolangun
Kalapas Sarolangun Irwan memimpin apel pra persiapan pemungutan suara untuk 16 orang petugas yang telah ditunjuk oleh KPU dan Panwaslu untuk menjadi Panitia, dalam sambutannya Kalapas Sarolangun kembali menekankan pentingnya menjaga profesionalitas, integritas dan netralitas bagi penyelenggara Pemilu, terutama petugas Lapas Sarolangun yang telah ditunjuk, "Saudara semua sudah di Bimtek, diberikan amanah besar untuk melakukan Pemungutan Suara secara Luber dan Jurdil, tunjukkan kepada masyarakat sikap profesional, punya integritas dan tetap menjaga netralitas" ujar Kalapas.

Anggota KPPS TPS 31 sedang mengucapkan ikrar sumpah yang dibacakan oleh ketua KPPS
"Tetap berpegang kepada aturan yang berlaku, ikuti prosedur dan saling bersinergi antar satu dengan yang lain, karena ini adalah suara rakyat yang dipercayakan kepada saudara semuanya untuk dipungut, dijaga, dihitung dan disampaikan hasilnya kepada masyarakat luas" ungkap Kalapas.

Anggota KPPS TPS 29 sedang mengucapkan ikrar sumpah yang dibacakan oleh ketua KPPS
Sebelum Pelaksanaan Pemungutan suara, Panitia mengucapkan sumpah KPPS disaksikan oleh Panwas TPS dan saksi-saksi, dilanjutkan dengan pembukaan kotak suara yang berisi logistik yang masih tersegel rapi, disisi barat tempat pemungutan terdapat papan informasi DPT dan DPTB serta informasi lain yang terkait.

Papan informasi Pemilu di TPS Lapas Sarolangun
Di Lapas Sarolangun tedapat 2 TPS, yakni TPS 29 dan TPS 31, ketika berita ini diturunkan di Lapas Sarolangun masih berlansung pemungutan suara bagi Petugas, WBP dan Dharma Wanita Lapas Sarolangun, hadir juga beberapa orang saksi dari Partai Politik serta pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.

Pimpin Apel Persiapan KPPS, Kalapas Sarolangun Ingatkan Panitia jaga integritas

Langganan Berita via Email