
.jpeg)
Pada kegiatan panen kali ini, berhasil dipanen sebanyak 50 kilogram ikan patin dari kolam budidaya milik Lapas. Hasil panen tersebut langsung disalurkan ke dapur pendomama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam sekali makan. Selain ikan patin, para WBP juga melakukan panen kangkung sebanyak 60 kilogram yang ditanam di area perkebunan Lapas.
Seluruh proses panen dilakukan secara langsung oleh WBP yang tergabung dalam program pembinaan kemandirian. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keterampilan, kedisiplinan, serta menumbuhkan semangat produktivitas bagi para WBP selama menjalani masa pembinaan.
.jpeg)
Pelaksanaan kegiatan panen tersebut berlangsung dengan tertib dan terarah di bawah pengawasan langsung Sudomo selaku Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) dan M. Juliardi Kurniawan sebagai petugas pembina kegiatan.
Kasubsi Kegiatan Kerja, Sudomo, menyampaikan apresiasinya terhadap keberhasilan panen ini. “Dengan adanya sentra ketahanan pangan ini, Lapas Sarolangun dapat berkontribusi untuk melaksanakan program Bapak Presiden melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya dalam mendukung ketersediaan pangan yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
.jpeg)
Menurutnya, program ketahanan pangan di Lapas Sarolangun tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang efektif bagi WBP agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
Kegiatan panen ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Lapas Sarolangun dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan pembinaan kemandirian bagi WBP. Ke depannya, program serupa akan terus dikembangkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi lingkungan Lapas maupun masyarakat sekitar.