Sarolangun
- Berdasarkan Undang-Undang No. 43 tahun 2007 tentang perpustakaan pasal 1 disebutkan bahwa Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.

Perpustakaan hampir ada di berbagai tempat termasuk di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), seperti di Lapas Kelas IIB Sarolangun, perpustakaan telah dikelola secara profesional oleh petugas, indikatornya adalah telah tersedianya bahan bacaan yang bermutu, variatif dan terupdate, untuk itu petugas telah dan terus menjalin kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah baik itu level kabupaten seperti Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Sarolangun, maupun level provinsi seperti Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi hingga Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas).


Seperti pada hari ini (5/10) Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun telah menerima kiriman bantuan hibah buku sebanyak 1000 eksemplar dari Perpusnas Republik Indonesia dengan berbagai topik dan judul. "Terima kasih kami ucapkan kepada Perpusnas dimana Lapas Sarolangun hari ini kembali dapat bantuan hibah buku yang jumlahnya bagi kami cukup banyak, dan tadi sudah kami serahkah kepada Seksi Binadik dan Giatja untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bagi warga binaan," ungkap Irwan.


"Kalau di Lapas Sarolangun perpustakaan selama ini berfungsi sebagai sumber informasi dan sarana rekreasi bagi warga binaan. bahkan petugas juga telah menyelenggarakan perpustakaan keliling di blok hunian untuk menjangkau dan menarik minat dan meningkat daya baca warga binaan," ujar Irwan.

Lapas Sarolangun Kembali Dapat Bantuan Hibah Buku 1000 Eksemplar Dari Perpustakaan Nasional

Tangerang - Sebanyak 30 orang Narapidana Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang resmi menjadi Sarjana. Berbaur dengan 1248 Mahasiswa Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, Ke-30 orang Bang Napi dari Fakultas Hukum "Kampus Kehidupan" Lapas Pemuda Tangerang ini pun ikuti prosesi wisuda di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Sabtu (1/10).

"Wisuda ini merupakan moment bersejarah karena untuk pertama kalinya sebanyak 30 Narapidana berhasil menjadi sarjana. Hal ini belum pernah terlaksana di Lapas lain di Indonesia," ungkap Thurman Hutapea, Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (DitjenPAS).



Hal yang tidak kalah membanggakan lainnya adalah terdapat 3 (tiga) mahasiswa dari Fakultas Hukum Kampus Kehidupan yang memperoleh predikat cumlaude, atas nama Rachmat Sesario dengan IPK 3,92, Dede Setiawan 3,85 dan Antonius Richard dengan jumlah IPK 3,84.


"Perolehan predikat cumlaude teman-teman warga binaan ini juga merupakan bukti meskipun belajar dari balik jeruji, namun tidak lantas membatasi semangat untuk belajar dan berprestasi bahkan mungkin melebihi mereka mahasiswa yang ada di luar lapas," tambahnya.


Mewakili Menteri Hukum dan HAM serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Thurman juga memberikan apresiasi kepada UNIS dan Lapas Pemuda Tangerang yang telah melahirkan Narapidana yang bergelar Sarjana dari balik jeruji.



"Saya atas nama pimpinan mengucapkan selamat kepada kita semua. Hal ini merupakan prestasi kita bersama yang sangat patut dibanggakan dan harus disebarluaskan. Ini menunjukkan bahwa berada di dalam lapas tidak lantas menutup kesempatan untuk bisa melanjutkan pendidikan," ucap Thurman.


"Prestasi ini juga membuktikan bahwa kerja nyata UNIS Tangerang sebagai Perguruan Tinggi yang telah memberikan kontribusi nyata dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu dengan memberikan pendidikan dan pengajaran serta pengabdian kepada masyarakat yaitu warga binaan kami.  UNIS menjadi Perguruan Tinggi pertama di Indonesia yang bersedia dan berkomitmen untuk memberikan program pendidikan yang berkemanusiaan, inklusif, non diskriminatif, dan yang berani memberikan contoh bagi perguruan-perguruan tinggi lainnya bahwa program ini adalah sangat luar biasa, mendukung keberhasilan reintegrasi sosial dan membantu warga binaan mereformasi diri mereka melalui pendidikan," sambung Thurman.


"Hari ini, bukan hanya merupakan hari istimewa bagi 30 orang warga binaan kami, tapi hari ini juga merupakan momen bersejarah pertama di Indonesia, dimana sebanyak 30 orang warga binaan pemasyarakatan bisa ikut bergabung untuk diwisuda bersama dengan lebih dari 1200 orang mahasiswa program Sarjana dan Magister UNIS Tangerang," ujarnya.



Lebih lanjut ia berpesan bahwa gelar sarjana hukum yang diperoleh oleh warga binaan adalah sebuah privilege (hak istimewa) dari negara. Maka konsekuensi dari hak privilege itu adalah kewajiban untuk bisa menggunakan ilmu dan pengalaman yang sudah diperoleh semasa kuliah agar bisa digunakan untuk memberikan kebaikan kepada sesama, kepada orang-orang yang tidak memperoleh privilege tersebut, dan kepada negara.


"Anda para wisudawan narapidana khususnya harus mengingat hal ini sehingga akan menambah rasa syukur pada diri Saudara. Perlu diketahui, dari ratusan ribu warga binaan yang ada di Indonesia, hanya segelintir dan itulah kalian orang-orang beruntung yang memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan sarjana hukum dengan gratis hingga selesai, bahkan dari balik jeruji lapas," sambung Thurman.


"Ini suatu kebanggaan, Semoga ilmu dan gelar yang telah diperoleh dapat menjadi pegangan hidup yang bermanfaat dan dapat diaplikasikan dengan baik menjadi panggilan hati berbakti kepada bermasyarakat, bangsa dan negara," tambahnya.




Pendidikan merupakan hak semua warga negara Indonesia tanpa terkecuali, termasuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Sadar akan pentingnya pendidikan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (DitjenPAS) selenggarakan program pendidikan tinggi yang dinamakan "Kampus Kehidupan," di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Tangerang, dimana program ini akan melahirkan para sarjana dari balik tembok dan jeruji Lapas.


Kepala Lapas Pemuda Tangerang, Kadek Anton Budiharta menerangkan bahwa Kampus Kehidupan merupakan program inovasi pendidikan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang diresmikan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly pada 18 Oktober 2018 di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang. Melalui Kampus Kehidupan, DitjenPAS bekerjasama dengan Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang menjalankan program pendidikan strata satu (S1) Fakultas Hukum dan Fakultas Pendidikan Agama Islam yang dilaksanakan di dalam Lapas.


Dalam pelaksanaan program pendidikan tersebut, berbagai macam pengembangan inovasi dan seleksi telah dilaksanakan. Ke 30 orang Narapidana terpilih telah melewati rangkaian proses asassment dan test penyaringan yang dilakukan secara ketat di seluruh lapas dan rutan se-Indonesia pada tahun 2018 untuk mengikuti program Kampus Kehidupan di Lapas Pemuda Tangerang. 


Adapun fasilitas kelengkapan pendidikan yang disediakan langsung disiapkan oleh pihak lapas bekerjasama dengan para Corporate Social Responsibility (CSR) dan masyarakat, diantaranya laboratorium Komputer, Perpustakaan, dan beberapa hibah Laptop bagi para mahasiswa kampus kehidupan.


“Kami ucapkan terimakasih kepada PT Solusi Bangun Indonesia, Bank Negara Indonesia, Second Chance Foundation, dan Salsabila Catering Service atas dukungan dan kontribusi yang diberikan sehingga program pendidikan strata satu (S1) Fakultas Hukum ini dapat berjalan dengan baik,” tutur Kadek.


telah dilakukan bagi narapidana di seluruh Indonesia untuk ikuti program Kampus Kehidupan di Lapas Pemuda Tangerang, 


Sementara itu, perasaan bangga dan haru sangat dirasakan oleh bang napi yang akhirnya bisa menjadi sarjana. Didampingi pihak keluarga yang turut hadir dalam prosesi wisuda, Rahmat Sesario menyampaikan rasa terimakasih kepada Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, DirjenPAS, Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang dan pihak lapas yang telah memberikan kesempatan dirinya menempuh pendidikan Sarjana (S1) di Kampus Kehidupan Lapas Pemuda Tangerang.


“Saya sangat terharu dan tak menyangka bisa raih gelar sarjana dari dalam lapas. Terimakasih kepada Pak Menteri Hukum dan HAM, Pak Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Seluruh Jajaran Lapas Pemuda Tangerang dan UNIS karena telah memberikan kami kesempatan melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di dalam Lapas. Saya sangat beruntung bisa mendapatkan kesempatan ini ,” kata Sesario.


Rektor, UNIS Tangerang, Prof. Mustofa Kamil ucapkan selamat dan terimakasih kepada Kementerian Hukum dan HAM RI yang telah mempercayakan perkuliahan Ilmu Hukum  Warga Binaan Lapas Pemuda Tangerang kepada UNIS Tangerang.


"Semangat mereka, para warga binaan pemasyarakatan sangat luar biasa, dengan segala keterbatasan dan hambatan tetap dapat menyelesaikan pendidikan sarjana dengan sangat baik. Mereka telah dinyatakan LULUS dalam Upacara YUDISIUM Fakultas Hukum UNIS. Kepada mereka dinyatakan berhak memiliki dan menggunakan gelar Sarjana Hukum," ucap Rektor UNIS Tangerang disambut riuh tempuk tangan para wisudawan, Civitas Akademi UNIS dan Undangan yang hadir di Gedung ICE BSD City Tangerang. 

30 Narapidana Wisuda Bersama 1248 Mahasiswa UNIS

Sarolangun - Seluruh pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jambi hari ini Sabtu (10/1) melaksanakan  Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan mengambil tempat di lapangan serbaguna Lapas. Kepala Lapas Sarolangun Irwan bertindak sebagai inspektur pada upacara ini. Tahun Peringatan Hari Kesaktian Pancasila mengusung tema “Bangkit Bergerak Bersama Pancasila”.

Hari Kesaktian Pancasila diperingati sejak 1966. Kalapas Sarolangun Irwan mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya Upacara Hari Kesaktian Pancasila ini untuk memperkuat kesetiaan sebagai Warga Negara agar selalu cinta terhadap Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia. 


"Karena Pancasila merupakan Ideologi Negara, yang harus selalu dijunjung tinggi. Makna sakti dalam Kesaktian Pancasila adalah dipahami sebagai suatu sikap, pandangan yang menegaskan jika hanya Pancasila saja ideologi negara yang mampu membuat utuh kesatuan bangsa karena memiliki potensi yang kuat sebagai basis pemersatu masyarakat Indonesia yang majemuk. Salah satu alasan Pancasila dipilih menjadi dasar negara Indonesia karena berasal dari nilai-nilai luhur budaya bangsa dan sesuai dengan jiwa bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara bukan hanya registrasi kepribadian sendiri, tetapi juga pemberi arah bagi masa depan bangsa" ujar Irwan.











Jajaran Petugas Lapas Sarolangun Laksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Sarolangun - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun yang diwakili oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Jonerwan, hari ini (29/9) menerima kunjungan tim Perpustakaan Daerah provinsi Jambi hal ini dalam rangka melakukan rotasi buku bacaan yang tersedia di perpustakaan Lapas Sarolangun, rotasi ini memang rutin dilaksanakan setiap 3 bulan, baik dari Dinas Perpustakaan Arsip Daerah Sarolangun maupun dari Dinas Perpustakaan provinsi Jambi.

Lapas Sarolangun selama ini telah menjalin kerjasama dengan dinas terkait dalam rangka penyediaan serta pembaharuan buku bacaan perpustakaan untuk warga binaan di Lapas Sarolangun.


Kalapas Sarolangun Irwan menuturkan bahwa ketersediaan buku bacaan yang senantiasa ter-update dan bervariasi serta tersedia banyak opsi merupakan sisi yang harus menjadi perhatian hal ini demi menjaga daya baca warga binaan agar tetap stabil. 


"Buku bacaan yang bervariasi dan tersedia banyak opsi topik serta ter-update menjadi trigger tersendiri untuk menarik minat baca dan menjaga daya baca agar tetap stabil sehingga bisa berkontribusi bagi pemenuhan kebutuhan informasi dan ilmu pengetahuan bagi warga binaan dan pada gilirannya secara tidak langsung mengurangi potensi WBP melakukan hal-hal yang melanggar tata tertib", ujar Irwan.


Dari kunjungan perpustakaan provinsi kali ini Lapas Sarolangun menerima tambahan 110 eksemplar buku bacaan yang terdiri dari buku tentang pengetahuan umum pertanian, agama dan komik. buku buku ini selanjutnya akan ditempatkan  di perpustakaan Lapas.

Lapas Sarolangun Dapat Tambahan 110 eksemplar Buku Bacaan Dari Perpustakaan Provinsi Jambi

Sarolangun - Inspektur Wilayah III Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, Iwan Santoso beserta tim melaksanakan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun hal ini dalam rangka reviu atas usul penghapusan Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun, didampingi oleh Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jambi, Amat Djoemadi (27/9).

 

Kedatangan Irwil beserta tim disambut langsung oleh Kepala Lapas Sarolangun, Irwan bersama seluruh jajaran. Dalam kesempatan tersebut Irwil melakukan verifikasi dan pengamatan langsung ke lapangan terhadap objek KDP yang diusulkan penghapusan, disamping itu Irwail juga melakukan kontrol keliling ke sudut-sudut lapas untuk melihat keadaan blok hunian dan menyapa Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) serta meninjau berbagai fasilitas sarana prasarana yang tersedia di dapur umum Lapas. Sekaligus memberikan sedikit arahan dan penguatan tugas kepada petugas lapas Sarolangun.

 

Disamping itu dalam kesempatan yang sama Irwil juga meninjau langsung progress rekonstruksi tembok keliling Lapas Sarolangun pada beberapa titik dengan turut didampingi oleh Project Manager selaku Pelaksana Pekerjaan Konstruksi dengan diberikan berbagai penyampaian fakta dan data terupdate progress pembangunan tembok lapas sarolangun oleh PM, terlihat dilapangan bahwa sejauh ini sudah berjalan dengan baik, dan masih terus berjalan hingga tercapai target pembangunan tepat waktu.

 

Irwil juga menyampaikan beberapa arahan, koreksi dan masukan kepada PPK dan Pelaksana Pekerjaan Konstruksi untuk benar-benar melaksanakan pembangunan tembok sesuai dengan arahan dan rencana kerja yang sudah disusun sebelumnya. Sehingga nantinya progress pembangunan tembok ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta selesai tepat waktu.








Inspektur Wilayah III Sambangi Lapas Sarolangun Terkait KDP


Makassar - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly pagi ini melakukan kunjungan ke Sekolah Dasar Negeri Percontohan PAM di Makassar, Sulawesi Selatan. Kunjungan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman dasar kepada anak-anak mengenai pentingnya melindungi kekayaan intelektual (KI). 


Tidak hanya itu, Yasonna juga mengenal KI kepada sekitar 5 ribu siswa siswi anak sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di seluruh Indonesia yang terhubung melalui aplikasi Zoom. 


Kepada anak-anak, Yasonna menyebutkan jenis-jenis KI yang dapat dilindungi, seperti hak cipta, merek, paten, dan desain industri. Di hadapan para siswa siswi, ia mengatakan bahwa KI harus dilindungi agar tidak dicuri, dijiplak, atau dibajak oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab. 


Ia juga mengajak para peserta didik ini untuk menghargai hasil karya orang lain, dengan tidak meniru atau menyontek karya orang lain. Yasonna berharap seluruh anak di Indonesia memiliki kemampuan dalam berkreasi dan berinovasi. 


"Jangan menyontek, maka adik-adik akan percaya dengan kemampuan sendiri," kata Yasonna saat berinteraksi dengan anak-anak di SD Negeri Percontohan PAM, Makassar, Rabu, 28 September 2022. 


Ia mengatakan bahwa kekayaan intelektual dapat terus tumbuh dan berkembang, bahkan dapat meningkatkan kesejahteraan diri, keluarga, bahkan berdampak untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. 


"Kemampuan kita berfikir melampaui jauh sekali. Membuat inovasi inovasi itu sangat menghasilkan secara finansial sampai miliaran rupiah. Maka teruslah berkreasi, berinovasi," ujar Yasonna.


"Kehadiran kami di sini bersama DJKI Mengajar untuk mengajak adik-adik mulai dari kecil ini untuk menggunakan kemampuan akalnya untuk berkreasi dan berinovasi," lanjutnya.


Dalam kesempatan tersebut, Menteri kelahiran Sorkam ini juga membagi-bagikan hadiah kepada anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan kuis seputar kekayaan intelektual.


Untuk pertama kalinya Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) menggelar kegiatan DJKI Mengajar yang dilaksanakan secara serentak di 33 Provinsi di Seluruh Indonesia. Adapun pengajar atau disebut Guru Kekayaan Intelektual (RuKI) yang terlibat sebanyak 346 orang.


Dalam pelaksanaan kegiatan, DJKI bekerja sama dengan seluruh Kantor Wilayah Kemenkumham di tiap provinsi. Para siswa dan siswi di setiap sekolah yang terpilih mengikuti sesi pembelajaran dengan para RuKI di masing-masing wilayah.


Sedangkan RuKI terdiri atas pegawai Kemenkumham baik di unit pusat, kantor wilayah, dan unit pelaksana teknis di seluruh Indonesia. RuKI akan menanamkan pengetahuan mengenai kekayaan intelektual secara sederhana melalui semangat berkarya dan berinovasi.


“Kehadiran kami di sini bersama DJKI Mengajar untuk mengajak adik-adik mulai dari kecil ini untuk menggunakan kemampuan akalnya untuk berkreasi dan berinovasi,” ujar Yasonna.


Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Razilu menambahkan, bahwa semangat terselenggaranya DJKI Mengajar 2022 berangkat dari pemahaman bahwa sekolah merupakan lembaga pendidikan yang berperan membina dan mengembangkan minat serta bakat siswanya. Tentunya hal tersebut berkaitan erat terhadap terciptanya suatu inovasi.


“Melalui program DJKI Mengajar ini, semoga dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini akan pentingnya pelindungan KI serta meningkatkan semangat pelajar dalam berinovasi dan berkarya dengan menjunjung tinggi originalitas,” pungkas Razilu.


Di akhir kegiatan, Menkumham Yasonna memberikan 6 penghargaan kepada para siswa dan siswi berprestasi sebagai bentuk apresiasi bagi para pencipta dan inventor muda Indonesia.


Penghargaan pertama diberikan kepada Kanaya Tabita, Fathiyah Zahirah, dan Faiqa Khaira Lubna, murid SMP Telkom Makassar atas inovasinya menciptakan Pelembab Bibir dari Daging Buah Naga (lip balm).


Penghargaan kedua, berasal dari tiga siswa siswi SMP Telkom Makassar yang berhasil membuat inovasi Tong Sampah Pintar Edukasi Berbasis IoT (Aplikasi Topi Edu).


Penghargaan ketiga diberikan kepada siswa SD Telkom Makassar, Rayyan Al Gibran atas kreatifitasnya membuat Desain Baju dari Bahan Daur Ulang/Barang Bekas.


Penghargaan selanjutnya diberikan kepada Maghaly Mugizt, dengan karyanya yaitu Robot Berbasis Bluetooth.


Kemudian, siswi bernama Addini Naimatunnisa dari SMP Negeri 30 Makassar mendapat penghargaan atas inovasinya dalam Pemanfaatan Limbah Rumput Laut untuk Kemasan Plastik Ramah Lingkungan.


Terakhir, Siswa SMP Negeri 6 Makassar bernama Aditya Putra Pratama Zaldy sebagai penulis fiksi dengan buku ciptaannya “Stand The Magic Man”.

Menkumham Yasonna H Laoly Beri Pemahaman Sejak Dini ke Murid SD dan SMP

Sarolangun
- Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun hari ini Senin (26/9) dalam arahan pada kesempatan apel pagi dihadapan pejabat pengawas dan pelaksana, JFU dan JFT beliau mengatakan bahwa cerdas secara intelektual itu bonus tapi cerdas secara emosional itu penting. "Karena 85% kesuksesan dalam pekerjaan didukung oleh kecerdasan emosional atau soft skill, dan 15%nya didukung oleh kecerdasan intelektual atau hard skill". ujar Irwan. 

"Ketika sudah bekerja, hard skill tentu saja perlu dan membantu menyelesaikan pekerjaan. Tapi soft skill merupakan kebutuhan agar kita bisa bertahan dan berkembang dalam pekerjaan. Dalam bekerja, pasti diperlukan koordinasi, komunikasi, problem solving, dan lainnya. maka dari itu dengan soft skill yang baik, masalah-masalah pekerjaan bisa kita selesaikan dengan baik pula" tegas Irwan.


Lebih lanjut Kalapas mengatakan bahwa kita bisa dengan mudah melihat perbedaan antara orang yang memiliki soft skill dan hard skill, umumnya orang yang memiliki soft skill kemampuan adaptasi dan bertahan yang lebih baik ketimbang orang yang hanya memiliki hard skill saja. 

Kalapas Irwan : Soft Skills 85% Mempengaruhi Kesuksesan Dalam Pekerjaan

JAMBI – Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Prof. Eddy Hiariej pada Kamis (22/9) memberikan materi Sosialisasi Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) di Universitas Jambi (Unja).

Sosialisasi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari usaha pemerintah dalam memberikan pencerahan dan penjelasan kepada publik terkait perlunya dilakukan harmonisasi dan modernisasi KUHP yang ada. Pemerintah melalui Kemenkumham telah dan akan melakukan sosialisasi RKHUP ini hingga ke berbagai kampus di Indonesia.


Pembahasan RKUHP sudah menapaki jalan panjang. Tahun 1958 merupakan awal dimulainya pembahasan hingga saat ini. RKUHP sendiri merupakan masterpiece dan legacy dalam proses perubahan dari KUHP peninggalan kolonial menjadi hukum nasional.


Selain itu RKUHP juga mengedepankan demokratisasi dimana setiap pembahasan substansinya yang telah melalui periode 7 Presiden, 15 Menteri, serta 17 profesor dan beberapa ahli hukum pidana yang. RKUHP juga menganut sistem modernisasi sehingga nantinya kejahatan yang ancaman pidananya kurang dari 5 tahun tidak dipenjara namun hanya dikenakan pidana pengawasan atau kerja sosial untuk pidana di bawah 6 (enam) bulan. Hal ini dilakukan dalam rangka mengurangi overcapacity hunian Lembaga Pemasyarakatan yang berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.


Terdapat setidaknya 5 (lima) hal/poin penting dalam RKUHP yang disampaikan oleh Wamenkumham. Pertama, dekolonialisasi atau upaya menghilangkan nuansa kolonial dalam substansi KUHP lama. Kedua, demokratisasi, yaitu pendemokrasian rumusan pasal tindak pidana dalam RKUHP sesuai Konstitusi (Pasal 28 J UUD 1945) dan Pertimbangan Hukum dari Putusan MK atas pengujian pasal-pasal KUHP yang terkait. Ketiga, konsolidasi dimana penyusunan Kembali ketentuan pidana dari KUHP lama dan sebagian UU Pidana di luar KUHP secara menyeluruh dengan Rekodifikasi.


Eddy juga menyebutkan Harmonisasi, sebagai bentuk adaptasi dan keselarasan dalam merespon perkembangan hukum terkini, tanpa mengesampingkan hukum yang hidup (living law) dan terakhir modernisasi yaitu Filosofi pembalasan klasik (Daad-strafrecht) yang berorientasi kepada perbuatan semata-mata dengan filosofi integratif yang memperhatikan aspek perbuatan, pelaku dan korban kejahatan (pemberatan dan peringanan pidana). (red/foto : YE/JA)

Sambangi Unja, Wamenkumham : KUHP Kita Sekarang Peninggalan Kolonial

Sarolangun - Menurut Undang-undang No. 22 Tahun 2022 Pasal 2 disebutkan bahwa salah satu tujuan penyelenggaraan sistem pemasyarakatan adalah meningkatkan kualitas kepribadian dan kemandirian Warga Binaan agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana, sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik, taat hukum, bertanggung jawab, dan dapat aktif berperan dalam pembangunan.

Untuk mencapai tujuan sebagaimana yang disebutkan diatas maka dari itu Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun Kanwil Kemenkumham Jambi melalui Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Sudomo hari ini Jum’at (23/9) menyambangi 2 instansi yakni Dinas Peternakan dan Perikanan dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) kabupaten Sarolangun. 


Hal ini merupakan tindak lanjut dan pemantapan dari koordinasi sebelumnya terkait pelaksanaan pelatihan kemandirian bagi warga binaan tentang cara bercocok tanam secara hidroponik dan cara budidaya ikan air tawar Lele dan Nila bagi warga binaan di Lapas Sarolangun. Di Dinas Peternakan dan Perikanan Kasubsi Bimker disambut oleh Kadis Dulmuin dan Kabid Perikanan Asnawi, sementara itu di Dinas TPHP Kasubsi Bimker bertemu Kadis Dedi Hendri, kedua pertemuan tersebut berlangsung di komplek perkantoran pemda Sarolangun Kembang. 


Kasubsi Bimker dikonfirmasi mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan pemantapan tindak lanjut dari koordinasi sebelumnya serta pembicaraan hal-hal teknis. "Untuk kepastian tadi kami sudah memberikan surat permohonan mengirim instruktur sekaligus studi tiru terkait bahan bahan apa saja yang perlu di siapkan dalam pelatihan hidroponik nanti. begitu juga dengan Diskanak tadi kami mendapat banyak masukan terkait bahan-bahan apa saja yang di perlukan dalam proses pembuatan pakan pada saat pelatihan nanti," tutur Domo.


Kalapas Sarolangun Irwan dikonfirmasi secara terpisah mengatakan bahwa pelaksanaan pelatihan kemandirian ini merupakan implementasi dari tugas dan fungsi pemasyarakatan. "Untuk meningkatkan kualitas kepribadian dan kemandirian warga binaan Lapas Sarolangun maka harus diberikan pelatihan kemandirian cara bercocok tanam hidroponik dan budidaya ikan air tawar. hal ini sesuai dengan kultur dan kondisi geografis kabupaten Sarolangun secara umum," pungkas Irwan.


Lebih lanjut Kalapas mengatakan bahwa jika tidak ada kendala yang berarti pelatihan ini akan segera dilaksanakan dengan mengikutsertakan sekitar 80 orang warga binaan yang sudah dijaring melalui sidang tim pengamat pemasyarakatan dan tentunya sudah memenuhi syarat dan ketentuan administrasi yang berlaku.







80 Warga Binaan Lapas Sarolangun Segera di Latih Cara Bercocok Tanam Hidroponik dan Budidaya Ikan Air Tawar

SarolangunKepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun Irwan pada Kamis (22/9) ikut serta menyambut kedatangannya Wakil Menteri Hukum dan  HAM RI Edward Omar Sharif Hiariej di VIP Bandara Sultan Thaha Jambi, setelah itu langsung bertolak ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jambi. Wamenkumham Disambut dengan teriakan yel-yel khas Kemenkumham Jambi oleh seluruh pegawai, Wamenkumham juga didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jambi Tholib beserta seluruh Pimpinan Tinggi Pratama beserta Pejabat Administrator dan Pengawas serta Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka UPT) di Lingkungan Kanwil Kemenkumham Jambi.

Kedatangan Eddy, sapaan akrabnya di Kanwil Jambi,  guna melakukan silaturahmi bersama seluruh Pegawai. Sebelumnya, beliau melangsungkan kegiatan zoom meeting kegiatan Rakernis Bidang Tindak Pidana Umum bersama  Kejaksaan Republik Indonesia. Agenda beliau di Kanwil Kemenkumham Jambi selanjutnya melakukan istirahat Sholat Zuhur dan makan siang bersama  di Aula Pengayoman Kanwil Kemenkumham Jambi, sebelum bertolak menuju Universitas Jambi di Mendalo Darat guna melakukan sosialisasi RUU KUHP. Diakhir kunjungannya, beliau menyempatkan melakukan foto bersama seluruh Pegawai Kanwil Kemenkumham Jambi.








Kalapas Sarolangun Ikut Serta Dalam Silaturahmi Wamenkumham RI bersama Seluruh Pegawai Kanwil Kemenkumham Jambi

Sarolangun - Pandemi Covid-19 belum berakhir, meskipun dalam keterbatasan situasi dan kondisi, tidak menghalangi semangat Petugas dan warga binaan Lapas Kelas IIB Sarolangun bangkit dari keterpurukan tersebut. Semuanya tetap produktif dan meningkatkan herd imunity dengan mengikuti kegiatan-kegiatan positif dan membugarkan jasmani, seperti rekreasi dan atau berolahraga bersama. Terlebih ditengah musim pancaroba ini kekebalan tubuh sangat diperlukan, karena tubuh yang tidak sehat sangat rentan imunitasnya menurun akibat diserang berbagai virus.

Oleh karena itu hari ini Sabtu (17/9) Kalapas beserta Petugas serta warga binaan Kelas IIB Sarolangun melaksanakan kegiatan senam kebugaran jasmani bersama secara tatap muka bertempat di lapangan serbaguna Lapas. Antusiasme petugas dan WBP sangat luar biasa terlihat sangat bersemangat mengikuti kegiatan senam bersama.


Seusai senam bersama, Kalapas Irwan dihadapan WBP mengatakan bahwa senam ini merupakan wahana refreshing bagi Petugas dan warga binaan. "Terima kasih kepada suluruh jajaran dan warga binaan atas partisipasinya mengikuti kegiatan senam bersama ini. kita semua perlu refreshing atau penyegaran setelah seminggu menunaikan amanah sesuai dengan peran kita masing-masing. maka senam bersama ini merupakan wahana tepat bagi kita semua untuk bergembira melepaskan stress dan ketegangan sehingga kekebalan komunitas atau herd immunity bisa kita capai dan tentunya berdampak pada peningkatan produktifitas kerja". tutup Irwan.

Petugas dan Warga Binaan Lapas Sarolangun Refreshing Bersama Lewat Senam Kebugaran Jasmani

Sarolangun – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun Kanwil Kemenkumham Jambi melalui Kepala Subseksi Pelaporan dan Tata Tertib Aris Setiawan hari ini Jum’at (16/9) menyambangi dua instansi yakni Komando Rayon Militer 420-04/Sarolangun dan Dinas Pemadam Kebakaran kabupaten Sarolangun. 

Hal ini dalam rangka silaturahmi sekaligus koordinasi terkait tindak lanjut kerjasama antar instansi, kunjungan ke Koramil 420-04/Sarolangun Kasubsi Portatib disambut langsung oleh Danramil Mayor Inf. Abdul Azis Efendi, sedangkan dikantor Damkar disambut oleh Kepala Dinas Damkar Arsyad.


Aris menjelaskan bahwa tujuan kunjungan kali ini adalah untuk mempererat hubungan silaturahmi dengan instansi terkait dan juga follow-up MoU yang sudah dan yang akan ditandatangi bersama. "Ke koramil kita koordinasi terkait pelaksanaan pelatihan penguatan dan pengayaan wawasan kebangsaan bagi petugas dan narapidana. Sedangkan dengan Dinas Damkar kita koordinasi terkait rencana pelatihan bagi petugas tentang simulasi pencegahan kebakaran sekaligus penandatangan MoU." ungkap Aris.


Sementara itu secara terpisah Kalapas Sarolangun Irwan mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada instansi terkait yang dengan tangan terbuka bersedia memfasilitasi dan membantu Lapas Sarolangun dalam melaksanakan tugas dan fungsi pemasyarakatan. "Petugas-petugas kami di Lapas Sarolangun pada situasi dan kondisi tertentu sering menghadapi peristiwa diluar prediksi seperti kebakaran maka dari itu perlu dibekali keterampilan khusus cara menangani hal-hal tersebut. Tentunya dalam hal ini Dinas Damkar Sarolangun adalah instansi yang berkompeten melatih petugas kami," ujar Irwan.


"Disamping itu untuk menumbuhkan semangat cinta tanah air dan memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan diantara petugas dan warga binaan kita juga menggandeng Kodim 0420/Sarko melalui Koramil 420-04/Sarolangun untuk memberikan pengayaan serta pengetahuan melalui semiloka wawasan kebangsaan nantinya." tutup Irwan.


Petugas Lapas Sarolangun Bakal di Latih Cara Mencegah Kebakaran Hingga Pengayaan Wawasan Kebangsaan

SarolangunKepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun Kanwil Kemenkumham Jambi melalui Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Sudomo hari ini Jum’at (16/9) menyambangi Dinas Peternakan dan Perikanan kabupaten Sarolangun.

Hal ini dalam rangka melakukan koordinasi terkait rencana pelaksanaan pelatihan kemandirian bagi warga binaan khususnya bidang budidaya ikan airtawar di Lapas Sarolangun.


Kasubsi Bimker dalam kunjungan tersebut disambut oleh Kepala Bidang Perikanan Asnawi diruang kerjanya komplek perkantoran pemda Sarolangun Kembang. Adapun hal yang menjadi pokok perbincangan dalam koordinasi tersebut adalah terkait bantuan tenaga instruktur yang akan menjadi pelatih pada pelatihan kemandirian nantinya dari Dinas Perikanan.


Kabid Perikanan menyatakan siap memfasilitasi dan membantu Lapas dalam memberikan program pembinaan bagi Napi.  “Kami siap mensupport Lapas dalam mengasah dan melatih keterampilan warga binaan supaya kelak bebas dari Lapas dapat menjadi manusia yang mandiri dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum lagi” ujar Asnawi.


Sementara itu Kalapas Irwan mengatakan bahwa pelatihan kemandirian ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya. “Pelatihan kemandirian ini merupakan program yang berkesinambungan kita laksanakan untuk warga binaan hal tentu sejalan dengan amanat Menkumham Yasonna Laoly agar Lapas melakukan pemberdayaan kepada WBP sehingga fungsi pemasyarakatan sebagaimana amanat undang-undang dapat dicapai.” ujar Irwan.

Gandeng Dinas Perikanan, Lapas Sarolangun Segera Latih Napi Cara Budidaya Ikan Air Tawar

SarolangunKepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun Kanwil Kemenkumham Jambi hari ini Jum’at (16/9) melangsungkan kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan PT. Bank Syariah Indonesia kantor cabang Sarolangun.

Bertempat di aula utama Lapas Sarolangun, Kepala Urusan Kepegawaian dan Keuangan beserta staf ikut mendampingi Kalapas dalam kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama yang dilakukan secara tatap muka ini.


Kalapas Sarolangun Irwan dikonfirmasi secara terpisah mengucapkan berterima kasih atas peran semua pihak sehingga jalinan kerjasama ini bisa terlaksana dengan baik. "Bank syariah merupakan bank mitra utama Lapas Sarolangun yang selama secara konsisten hadir memberikan support untuk kegiatan internal petugas diberbagai event," ujar Kalapas Irwan.


“Pada kesempatan hari ini, kita juga menandatangi perjanjian kerjasama terkait penerapan transaksi non tunai atau cashless di Lapas Sarolangun. Semoga bisa segera kita terapkan dalam waktu dekat ini,” ujar Irwan.


Lebih lanjut Irwan mengatakan bahwa penerapan sistem transaksi non tunai di Lapas Sarolangun merupakan bagian yang tidak terpisah dari upaya preventif dari Lapas terhadap potensi timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban akibat dari peredaran uang tunai di dalam blok hunian yang disalahgunakan oleh petugas dan warga binaan. 


Dengan adanya perjanjian  kerja sama dengan PT. Bank Syariah Indonesia ini diharapkan dapat membantu Kemenkumham Jambi khususnya Lapas Sarolangun dalam meningkatkan Pelayanan Publik dan membantu Pegawai serta Masyarakat sekitar serta mencegah terjadinya gangguan Kamtib yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan uang tunai di dalam Lapas.





Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Sarolangun Jalin Kerjasama Dengan BSI Terapkan Transaksi Non Tunai

Langganan Berita via Email