Sarolangun — Lapas Kelas IIB Sarolangun terus mengembangkan program pertanian produktif melalui kegiatan penanaman bibit jambu madu yang dilaksanakan sekitar satu bulan lalu, tepatnya pada November. Sebanyak 100 bibit jambu madu dari berbagai jenis ditanam di area luar Lapas, hal ini sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).


Bibit jambu madu tersebut didatangkan langsung dari Medan dan terdiri dari tiga jenis warna, yakni jambu madu merah, hijau, dan putih. Seluruh bibit ditanam menggunakan pot berukuran cukup besar dengan tujuan agar tanaman dapat berbuah secara berkelanjutan dan tidak bersifat musiman.



Kegiatan penanaman ini dikoordinir oleh Kasubsi Kegiatan Kerja serta berada di bawah naungan Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik). Proses penanaman dilakukan langsung oleh WBP yang telah melalui pelatihan, sehingga pelaksanaannya berjalan sesuai dengan teknik budidaya tanaman buah yang baik dan benar.


Kasi Binadik Lapas Kelas IIB Sarolangun, Jonerwan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian bagi WBP.

“Penanaman jambu madu ini kami lakukan sebagai bentuk pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Mereka sudah dibekali pelatihan terlebih dahulu, sehingga nantinya memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana,” ujar Jonerwan.


Ia juga menjelaskan bahwa hasil dari kebun jambu madu tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan internal.

“Ke depan, hasil panen jambu madu ini rencananya akan kami olah kembali untuk konsumsi warga binaan maupun kebutuhan di dalam lapas. Kami juga berencana menambah jumlah bibit agar hasil yang diperoleh semakin optimal,” tambahnya.


Melalui program ini, Lapas Kelas IIB Sarolangun terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.

Manfaatkan Lahan Kosong, WBP Lapas Sarolangun Tanam 100 Bibit Jambu Madu Aneka Warna


Sarolangun - Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun dan Jajaran Binadik dan Giatja terus melakukan upaya peningkatan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pengembangan kebun produktif. Program ini dirancang tidak hanya untuk memberikan bekal keterampilan bercocok tanam untuk Warga Binaan, tetapi juga untuk mendukung pemenuhan kebutuhan bahan pangan dapur Lapas.


Sejak awal, konsep pengembangan kebun ini diarahkan agar WBP mendapatkan pelatihan kemandirian yang bermanfaat serta mampu menghasilkan produk pertanian yang bisa digunakan secara langsung dalam operasional dapur. Pembinaan berbasis kegiatan pertanian ini juga menjadi sarana agar WBP lebih disiplin, bertanggung jawab, dan terbiasa bekerja secara terstruktur.


Saat ini terdapat dua kebun aktif yang dikelola. Kebun pertama digunakan untuk budidaya semangka, sementara kebun kedua ditanami kangkung. Kedua kebun tersebut telah berjalan selama satu tahun dan dikelola sepenuhnya oleh WBP yang telah mengikuti pelatihan resmi sebelum ditugaskan.



Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik (Kasibinadik) Lapas Kelas IIB Sarolangun, Jonerwan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan dalam pembinaan. “Kebun ini kami kelola sebagai sarana pembinaan kemandirian. Warga binaan kami latih mulai dari teknik menanam, merawat, hingga memanen. Selain memberikan keterampilan, hasil kebun juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas,” jelasnya.


Sementara itu Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal berharap hasil kebun buah Semangka dan Sayur Kangkung disamping untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas, juga diharapkan dapat menembus pasar lokal, sehingga kegiatan produksi bisa terus berjalan dan berkelanjutan.


“Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi WBP, tetapi juga bagi Lapas dalam mendukung kemandirian penyediaan bahan pangan sendiri dan masyarakat luas,” ujarnya.


Seluruh kegiatan kebun berada di bawah koordinasi Seksi Bimbingan Kerja dan Pembinaan yang terus berupaya menciptakan kegiatan positif serta produktif bagi para WBP.

WBP Lapas Sarolangun Tanam Buah Semangka dan Sayur Kankung, Kalapas : Semoga Bisa Menembus Pasar Lokal

Sarolangun, Jambi — Turnamen Tenis Lapangan Kalapas Sarolangun Cup resmi digelar di Lapangan Tenis milik pemerintah daerah kabupaten Sarolangun di komplek perkantoran Pemda Sarolangun Kembang dan berlangsung meriah sejak hari pembukaan. Ajang olahraga tahunan ini diikuti puluhan atlet tenis dari berbagai instansi pemerintah, klub lokal, serta perwakilan masyarakat umum. (7/12).


Acara dibuka langsung oleh Kepala Lapas Sarolangun, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa turnamen ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarlembaga dan masyarakat.



“Melalui kegiatan ini, kami berharap olahraga dapat menjadi jembatan kebersamaan sekaligus wadah pembinaan mental dan fisik untuk seluruh peserta, silaturahmi untuk prestasi” ujarnya.


Sejak hari pertama, pertandingan berlangsung sengit. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka, membuat para penonton yang memadati area lapangan merasa terhibur. Selain kategori tunggal putra, turnamen ini juga mempertandingkan kategori ganda putra dan ganda campuran.



Beberapa pertandingan menarik terjadi ketika atlet unggulan dari klub-klub besar kabupaten berhadapan dengan pemain muda berbakat dari Sarolangun. Sorak-sorai penonton semakin menambah suasana kompetitif namun tetap sportif.


Turnamen ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, komunitas tenis, dan sponsor lokal. Para peserta menilai penyelenggaraan turnamen berlangsung profesional dengan fasilitas lapangan yang memadai.


“Ini ajang yang sangat positif. Kami berharap Kalapas Sarolangun Cup bisa terus dilaksanakan setiap tahun,” ujar salah satu peserta.


Partai final dijadwalkan digelar pada penutupan turnamen, yang sekaligus akan diisi dengan penyerahan piala, medali, dan hadiah kepada para pemenang. Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang mampu melahirkan bibit atlet tenis baru di Sarolangun.


Wakil Bupati Sarolangun Gerry yang hadir dan ikut bermain pada pertandingan eksebisi saat acara penutupan mengatakan bahwa turnamen tenis ini perlu dilakukan secara berkala dan berkelanjutan, terutama untuk melahirkan atlet-atlet muda dan berbakat, sehingga untuk jangka Panjang bisa mengharumkan nama kabupaten Sarolangun di pentas provinsi maupun nasional. 


Sementara itu Pengurus Cabang Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Sarolangun mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kalapas Sarolangun dan jajaran yang telah berkenan menjadi penyelenggara turnamen tenis termasuk dukungan penuh dari Pemerintah daerah kabupaten Sarolangun. 

Turnamen Tenis Lapangan Kalapas Sarolangun Cup Berlangsung Meriah

Sarolangun — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun berhasil meraih Juara 3 pada Expo Hari Ulang Tahun Kabupaten Sarolangun yang diselenggarakan di Lapangan GOR Sarolangun. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Desember, dan diikuti oleh berbagai instansi pemerintah, sekolah dan komunitas kreatif.


Expo ini dilaksanakan dengan tujuan menampilkan potensi daerah, meningkatkan kreativitas masyarakat, memperkuat hubungan antari nstansi, serta memberikan ruang bagi pelaku usaha dan peserta lain untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada publik.



Stand Lapas Kelas IIB Sarolangun menjadi salah satu yang banyak dikunjungi. Mereka menampilkan berbagai produk hasil pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), seperti kerajinan tangan, meubel, lukisan, serta produk kreatif lainnya. Seluruh proses persiapan dilakukan oleh petugas Lapas bersama warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian.


Panitia Expo HUT Kabupaten Sarolangun berperan penting dalam mengatur alur kegiatan, mulai dari penataan lokasi stand, pengamanan, penjadwalan acara, hingga proses penilaian. 


Kegiatan expo ini memberikan beberapa dampak positif bagi masyarakat yaitu Memberikan hiburan dan edukasi kepada masyarakat, Meningkatkan perekonomian lokal, Mendorong kreativitas warga dan Memperkuat hubungan sosial


Kepala Lapas Sarolangun menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Ia juga menegaskan bahwa Lapas Sarolangun akan terus meningkatkan kualitas pembinaan agar warga binaan dapat menghasilkan karya yang bermanfaat serta diterima oleh masyarakat.


Dengan keberhasilan ini, Lapas Kelas IIB Sarolangun tidak hanya membawa pulang penghargaan, tetapi juga memperkuat peran pembinaan dalam mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan keterampilan dan kepercayaan diri yang lebih baik.

Lapas Sarolangun Sabet Juara 3 pada ajang Sarolangun Festival 2025


Sarolangun — Rabu, 3 Desember 2025, Bupati Sarolangun Hj. Hurmin, melakukan kunjungan resmi ke stand Bazar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun dalam rangkaian Sarolangun Festival 2025 yang digelar di GOR Sarolangun. Kunjungan ini menjadi momen penting bagi Lapas Sarolangun untuk memperkenalkan berbagai hasil karya warga binaan pemasyarakatan (WBP) kepada masyarakat luas.


Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sarolangun didampingi jajaran pejabat daerah dan disambut langsung oleh Kepala Lapas beserta jajaran pegawai. Beliau mengapresiasi berbagai produk hasil pembinaan kemandirian WBP yang dipamerkan, mulai dari kerajinan kayu seperti meja, kursi, ulekan, papan iris, hingga kerajinan tangan berupa kotak tisu, wadah pensil, gantungan kunci, serta aneka produk kreatif lain yang diproduksi melalui program pembinaan di Lapas.


Bupati Sarolangun menyampaikan bahwa karya-karya WBP menunjukkan kualitas, kreativitas, dan potensi besar yang patut diapresiasi. Beliau juga menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam proses reintegrasi sosial bagi warga binaan.



Stand bazar Lapas Sarolangun turut menjadi salah satu daya tarik pada gelaran Sarolangun Festival 2025, karena menampilkan produk dengan nilai seni serta manfaat yang tinggi. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat melihat secara langsung proses pembinaan positif yang dilakukan Lapas dalam membekali WBP dengan keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan.

Pameran Produk Karya WBP Lapas Sarolangun Dapat Apresiasi Dari Bupati Hurmin


Sarolangun — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan Sarolangun Festival 2025, sebuah ajang budaya dan ekonomi kreatif yang menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Sarolangun. Keikutsertaan ini menjadi wujud komitmen Lapas dalam mendukung pembinaan kemandirian serta memperkenalkan hasil karya warga binaan kepada masyarakat luas.


Kalapas Sarolangun dan jajaran memanfaatkan momentum manis ini untuk mempromosikan aneka produk hasil karya Narapidana di stand Lapas Sarolangun, Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun Ibnu Faizal menyampaikan bahwa partisipasi pada festival ini merupakan kesempatan penting untuk menunjukkan bahwa proses pembinaan di dalam lapas mampu menghasilkan karya positif dan bernilai ekonomi.


“Lewat Sarolangun Festival 2025, kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa warga binaan punya potensi dan kreativitas yang patut diapresiasi. Ini juga bagian dari reintegrasi sosial agar mereka semakin percaya diri saat kembali ke masyarakat,” ujar Faizal.



Dalam festival tersebut, Lapas Sarolangun menampilkan berbagai produk hasil pembinaan, mulai dari kerajinan tangan, lukisan, produk kayu, hingga hasil olahan pangan. Stand pameran Lapas menjadi salah satu yang menarik perhatian pengunjung karena menyajikan karya-karya unik dengan kualitas yang tidak kalah dari produk UMKM lokal.


Pemerintah Kabupaten Sarolangun mengapresiasi keterlibatan Lapas dalam kegiatan tahunan ini. Menurut panitia festival, kehadiran Lapas Sarolangun memberikan warna berbeda sekaligus menguatkan pesan bahwa festival bukan hanya ruang hiburan, tetapi juga wadah pemberdayaan.



Partisipasi Lapas Kelas IIB Sarolangun dalam Sarolangun Festival 2025 diharapkan dapat memperluas pemasaran produk warga binaan serta membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha dan komunitas kreatif setempat. Lapas juga berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus berkarya dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. - dok. Ferdiansyah Dkk

Aneka Produk Karya Napi Lapas Sarolangun Ramaikan Stand Sarolangun Festival, Yuk Intip !


Sarolangun - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun Ibnu Faizal, bersama jajaran petugas mengikuti kegiatan Penandatanganan Komitmen Bersama Petugas Pemasyarakatan dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba, handphone, dan barang-barang terlarang di lingkungan Lapas, Rutan, LPKA, dan Bapas seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak dan daring via Zoom Meeting, Senin (20/10/25)


Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi pimpin langsung jalannya acara penandatanganan Komitmen Bersama ini. Dalam arahannya, Dirjen Pemasyarakatan, Mashudi menegaskan pentingnya komitmen seluruh petugas untuk menjaga integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab moral dalam melaksanakan tugas pemasyarakatan, terutama dalam upaya mencegah dan memberantas peredaran barang-barang terlarang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas maupun Rutan.


"Petugas Pemasyarakatan harus menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah institusi. Jangan sampai ada ruang bagi penyalahgunaan narkoba, peredaran HP ilegal, maupun masuknya barang-barang terlarang di lingkungan kerja kita," tegas Mashudi dalam sambutannya.


Sementara itu, Kalapas Sarolangun menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kesadaran seluruh jajaran pemasyarakatan lingkup Lapas Sarolangun agar terus menjunjung tinggi nilai bersih, berintegritas, dan bebas dari penyimpangan.


"Komitmen ini bukan hanya seremonial, tetapi wujud nyata dari tekad bersama kami untuk menciptakan lingkungan Lapas Sarolangun yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba serta barang terlarang yang tidak seharusnya berada di dalam Lapas," ungkap Faizal.


Faizal menambahkan kegiatan ini merupakan suatu polesan reformasi batin dan komitmen kebersamaan dalam rangka pelaksanaan penguatan tugas dan fungsi pemasyarakatan Lapas Sarolangun.


"Mari kita sama-sama kolaboratif untuk saling menguatkan dan mengingatkan dalam melanjutkan pemasyarakatan yang Prima supaya tusi Lapas Sarolangun dalam mengimplementasikan kebijakan Kementerian sesuai visi misi yang telah diikrarkan," tutupnya.

Teken Komitmen Bersama, Jajaran Petugas Lapas Sarolangun Nyatakan Perang Terhadap Halinar

 

Sarolangun - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Hidayat, menghadiri sekaligus memimpin kegiatan Panen Raya bidang Perkebunan dan Perikanan yang diselenggarakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun. (02/10/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan yang dikelola oleh Lapas Sarolangun melalui kerja sama dengan pihak ketiga serta dukungan penuh dari Kanwil Ditjenpas Jambi.
 

Dalam kesempatan ini, panen dilakukan terhadap hasil budidaya ikan lele dan nila, serta hasil kebun sayuran dan tanaman hortikultura, seperti timun, terong, kangkung, dan jagung manis.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Sarolangun, Waka Ketua I DPRD Kabupaten Sarolangun beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sarolangun, mitra kerja lapas, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan Forkopimda ini menunjukkan dukungan nyata terhadap program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan serta sinergi antara instansi pusat dan daerah dalam mendorong reintegrasi sosial bagi Warga Binaan.



Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan apresiasi atas upaya Lapas Sarolangun dalam mengoptimalkan lahan yang ada menjadi sarana pembinaan yang produktif. Ia menekankan pentingnya kegiatan pembinaan seperti ini untuk memberikan keterampilan dan bekal hidup bagi WBP saat kembali ke masyarakat.

“Panen raya ini bukan hanya hasil dari kerja keras, tetapi juga simbol dari harapan dan perubahan. Kegiatan seperti ini membuktikan bahwa pemasyarakatan sejatinya adalah proses pembinaan menuju pemulihan, bukan semata-mata penghukuman,” ujar Hidayat.



Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sarolangun mengapresiasi program pembinaan yang dilakukan oleh Lapas Sarolangun dibawah bimbingan Kakanwil Ditjenpas Jambi. “Kami Pemerintah Kabupaten Sarolangun sangat mengapresiasi program pembinaan ini. Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga tempat memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan". Ujar Hurmin.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pembinaan pemasyarakatan tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, mitra kerja, dan masyarakat, sehingga tujuan reintegrasi sosial dapat tercapai secara optimal.

Sementara itu Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal mengatakan bahwa panen raya ini diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan dapur umum Lapas Sarolangun, dan juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sarolangun dimana hasil panen sebagian juga dijual dipasar, sehingga diharapkan hasil penjualan dapat diputar kembali untuk kelanjutan program ketahanan pangan yang sudah berjalan. 

Lapas Sarolangun Gelar Panen Raya Sayur dan Ikan, Serta Tabur 10 Ribu Benih Ikan Nila

 


Sarolangun – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun secara resmi meluncurkan Sentra Ketahanan Pangan Berbasis Pentahelix, Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kakanwil Ditjenpas Jambi. Bapak Hidayat dan Bupati Sarolangun H. Hurmin, peluncuran Sentra Ketahanan Pangan di Lapas Sarolangun ini sebagai wujud komitmen pemasyarakatan dalam meningkatkan kemandirian Warga Binaan.


Peresmian ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Sarolangun, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mitra kerja Lapas, Sarolangun serta tokoh masyarakat setempat. Kamis (02/10).




Kehadiran unsur pemerintah daerah, Forkopimda, hingga tokoh masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata dukungan terhadap program pembinaan pemasyarakatan, sekaligus memperkuat sinergi antara instansi pusat dan daerah dalam mendorong reintegrasi sosial bagi Warga Binaan.


Dalam sambutannya, Hidayat menegaskan bahwa Sentra Ketahanan Pangan bukan hanya menjadi sarana pembinaan, tetapi juga media pemberdayaan.


“Program ini kami rancang agar Warga Binaan memiliki keterampilan, rasa tanggung jawab, dan kemandirian. Lebih dari itu, ketahanan pangan menjadi salah satu kontribusi nyata pemasyarakatan dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang pertanian dan ketersediaan pangan,” ungkap Hidayat.


Sementara itu, Bupati Sarolangun, memberikan apresiasi atas langkah sinergis antara Kanwil Ditjenpas Jambi dengan pemerintah daerah.


“Kami menyambut baik hadirnya Sentra Ketahanan Pangan ini. Selain membantu pembinaan Warga Binaan, program ini juga dapat memberi manfaat bagi masyarakat luas. Kami di daerah siap mendukung agar kegiatan positif ini terus berkembang,” ujar Hurmin.


Sementara itu Kalapas Sarolangun Ibnu Fazal berharap Program ini dapat menopang ketahanan pangan Lapas Sarolangun sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Prabowo. program ini merupakan upaya konkret dan langkah nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial belaka.

Lebih lanjut Kalapas Sarolangun mengatakan bahwa Program ini adalah investasi jangka panjang untuk mendukung terobosan kebijakan Nasional Kabinet Merah Putih, juga keterpanggilan jiwa dan berkewajiban ikut ambil bagian dalam menyukseskan program tersebut.



Lapas Sarolangun Launching Sentra Ketahanan Pangan Berbasis Pentahelix


Sarolangun
– Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi, Hidayat, menandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun dalam rangka Optimalisasi Fungsi Pemasyarakatan di bidang pembinaan, pembimbingan, serta pemberdayaan Warga Binaan, Kamis (02/10). Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ini.


Penandatanganan Nota Kesepahaman ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara Ditjenpas dan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung program pembinaan berbasis masyarakat serta meningkatkan peran pemasyarakatan sebagai bagian dari pembangunan daerah.




Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Sarolangun, H. Hurmin, Sekretaris Daerah Kabupaten Sarolangun, Perwakilan Waka I DPRD, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dandim, Danramil, Kapolsek, Kemenag, Kejari, Ketua Pengadilan, Dan Kepala DLH Kabupaten Sarolangun, Dinsos, Dinas Pendidikan, Kelapa Bappeda, Dinas Perikanan dan Peternakan.


Dalam sambutannya, Hidayat menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun terhadap pemasyarakatan.


“Nota Kesepahaman ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara pusat dan daerah. Harapan kami, kerja sama ini dapat meningkatkan kualitas pembinaan dan pemberdayaan Warga Binaan, sehingga mereka mampu mandiri dan berkontribusi positif ketika kembali ke masyarakat,” ujar Hidayat.


Sementara itu, Bupati Sarolangun, Hurmin, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program ini.


“Kami menyambut baik langkah Kanwil Ditjenpas Jambi. Kerja sama ini bukan hanya penting untuk pemasyarakatan, tetapi juga bagi pembangunan daerah, karena Warga Binaan yang terampil dan mandiri akan menjadi bagian dari masyarakat yang produktif,” tegas H. Hurmin.


Kehadiran berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, Forkopimda, mitra kerja Lapas, hingga tokoh masyarakat, menunjukkan dukungan luas terhadap pemasyarakatan. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat fungsi pemasyarakatan sekaligus mendorong tercapainya tujuan reintegrasi sosial di Kabupaten Sarolangun.

Di kesempatan yang sama Kepala Lapas Sarolangun Ibnu Faizal mengatakan bahwa siap memfollow-up MoU Kakanwil dan Bupati Sarolangun yang tertuang lebih rinci dalam perjanjian kerjasama yang telah ditandatangani oleh Kalapas dengan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Pemkab Sarolangun, termasuk juga PKS dengan beberapa Organisasi seperti Kwarcab Gerakan Pramuka Sarolangun, Ponpes Pondok Pesantren Ihya' As-Sunnah.

Lapas Sarolangun Jadi Tuan Rumah Pelaksanaan MoU antara Kakanwil Ditjepas Jambi dan Bupati Sarolangun

Langganan Berita via Email