Ketua Dharma Wanita Lapas Sarolangun Ny Yuliana Irwan bersama pengurus menggelar kegiatan Bakti Sosial terhadap korban kebakaran di Desa Tendah Kec. Cermin Nan Gedang Kab. Sarolangun , Jum’at (26/11/2021).


Ny Yuliana Irwan bersama pengurus Dharma Wanita sengaja mendatangi langsung lokasi musibah kebakaran yang terjadi pada Selasa (23/11) lalu yang menghanguskan belasan rumah warga dan 1 Masjid di Desa Tendah Kecamatan Cermin Nan Gedang Kabupaten Sarolangun.


Pada kesempatan tersebut, Ny.Yuliana Irwan mengatakan turut merasakan kesusahan dan kesedihan yang mendalam atas musibah yang dialami oleh saudara-saudara kita, kami membawa amanah dari seluruh Ibu Dharma Wanita Lapas Sarolangun untuk berbagi meringankan beban dengan membagikan sembako dan pakaian kepada warga yang terdampak musibah.

Warga yang terdampak musibah merasa terbantu atas kegitan bakti sosial ini dan mengucapkan terimakasih yang sebesarnya atas perhatian dari Ibu Dharma Wanita Lapas Sarolangun , yang hari ini sudah mengunjungi dan memberikan bantuan kepada meraka, semoga mendapat balasan dari Allah SWT.









 


Dharma Wanita Lapas Sarolangun Lakukan Bakti Sosial Bantu Korban Kebakaran

 

Sarolangun, Kamis (18/11) Semua rangkaian kegiatan Pelatihan Dasar CPNS 2021 Kementerian Hukum dan HAM gelombang IV oleh Badiklat Kepulauan Riau telah dilaksanakan oleh ke empat orang CPNS Lapas Sarolangun. Pelatihan yang dibuka pada tanggal 29 Juli 2021 telah sampai pada tahap pengumuman kelulusan.

 

Dengan diumumkannya hasil Pelatihan Dasar CPNS 2021 Kementerian Hukum dan HAM oleh Badiklat Kepulauan Riau, Lapas Sarolangun patut berbangga karena dari ke empat orang CPNS Lapas Sarolangun yang mengikutinya, satu orang CPNS atas nama Muhammad Hidayat mendapat predikat kelulusan memuaskan dengan berhasil meraih peringkat ke-3 dari 40 peserta di gelombang IV angkatan 92 Pelatihan Dasar CPNS 2021.

 

Setelah semua rangkaian kegiatan tersebut, pada tanggal 18 November 2021 seluruh peserta pelatihan dasar CPNS gelombang IV ikuti acara penutupan secara virtual via aplikasi Zoom, dengan demikian berakhirlah semua rangkaian kegiatan Pelatihan Dasar CPNS 2021 Kementerian Hukum dan HAM Gelombang IV oleh Badiklat Kepulauan Riau.









CPNS Kanwil Kemenkumham Jambi UPT Lapas Sarolangun Raih Peringkat 3 Latsar CPNS 2021


Jambi, Rabu (17/11/2021) Jajaran Keimigrasian pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jambi siap menjalankan tusi dan kinerja dengan formasi baru di pertengahan November 2021 ini. Sebanyak 7 orang Pejabat Keimigrasian melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan oleh Kepala Kantor Wilayah Mhd. Jahari Sitepu. Ruang Aula Kantor Wilayah menjadi saksi kesembilan orang termasuk 2 (dua)  Jabatan Fungsional Penyuluh Hukum yang memperoleh Kenaikan Jenjang Jabatan menjadi Penyuluh Hukum Ahli Madya (Burhanuddin) dan Penyuluh Hukum Ahli Muda (Soleman).

Ketujuh pejabat Keimigrasian yang dilantik pada hari ini diantaranya Yusup Umardani sebagai Kepala Bidang Perizinan dan Informasi Keimigrasian pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jambi,  Edy Firyan sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kuala Tungkal, serta 3 (tiga) orang pejabat Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jambi dan 2 (dua) orang Pejabat Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kuala Tungkal.

Sebelum pelantikan dilakukan, seperti biasa seluruh pejabat yang akan dilantik harus menjalani tes urine guna memastikan yang bersangkutan negatif narkoba. Sesuai amanat Kakanwil, bahwa beliau tidak menginginkan ada Pejabat ataupun pegawai di lingkungan Kanwil Kemenkumham Jambi yang terlibat dengan narkoba.

Dalam sambutannya Kakanwil menyampaikan bahwa pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat, bukanlah sekedar acara seremonial melainkan mengandung makna sebuah pengukuhan terhadap tugas dan amanat yang telah dipercayakan oleh negara. “ Amanat tersebut haruslah diterima dengan rasa tanggujawab disertai dedikasi, integritas dan sikap profesionalisme” ujarnya. Lebih lanjut beliau menyampaikan kepada seluruh pegawai agar terus mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi SIMPEG dan SUMAKER dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya sehari-hari. Mhd. Jahari Sitepu juga berpesan kepada semua yang hadir untuk bekerja keras, bekerja lebih keras lagi dan bekerja cepat. Untuk itu diperlukan disiplin baik disiplin dalam kehadiran maupun disiplin dalam berpakaian serta pemakaian atribut sesuai dengan aturan atau ketentuan yang telah ditetapkan.

Acara ditutup dengan serah terima jabatan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kuala Tungkal dari Erwin Hariyadi yang bertugas di tempat pada Kantor Imgrasi Kelas II TPI Tanjung Uban kepada Edy Firyan selaku Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kuala Tungkal.







Pelantikan Pejabat Keimigrasian dan JF Penyuluh Hukum pada Kanwil Kemenkumham Jambi

 

Tondano, INFO_PAS – Sebanyak tiga narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano dipindahkan ke Lapas Kelas I Batu (Super Maximum Security), Nusakambangan, Jawa Tengah, Minggu (14/11). Ketiga narapidana tersebut berinisial S (perkara narkotika, masa pidana 9 tahun), K (perkara narkotika, pidana penjara seumur hidup), dan Y (perkara pembunuhan, masa pidana 15 tahun).


“Ketiga narapidana tersebut kami pindahkan semata-mata untuk dilakukan pembinaan dan pembinaan setelah sebelumnya kami lakukan asesmen. Kami juga bekerjasama dengan Satbrimob Polda Sulawesi Utara untuk pengawalan” ungkap Kepala Lapas Tondano, Mulyoko.


Pemindahakan dilakukan pada Minggu dini hari melalui jalur laut dari pelabuhan laut di Bitung menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Ketiga narpaidana tersebut dikawal ketat oleh tim dari Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Utara dan Satbrimob Polda Sulawesi Utara.


“Kami pastikan bahwa pemindahan ketiga narapidana tersebut dipindahkan dengan lancar dan aman dan pemindahan mereka ke Nusakambangan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku serta untuk mendukung program Back to Basic yang dicanangkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan,” ujar Mulyoko. 

Tiga Narapidana Lapas Tondano Dipindahkan ke Lapas Batu Nusakambangan

Sarolangun - Tim Pembangunan Zona Integritas (ZI) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun yang dipimpin oleh Kalapas Irwan, hari ini Senin (15/11) menjalani Desk Evaluasi Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) bertindak sebagai Evaluator Kementerian Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), kegiatan ini dilaksanakan secara Virtual melalui aplikasi Zoom yang mengambil tempat di Aula Utama Lapas Sarolangun.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Evaluasi Pembangunan ZI menuju WBK yang diselenggarakan oleh Tim Penilai Nasional (TPN). Kegiatan dibuka oleh Tim Penilai Nasional (TPN) yang terdiri dari Tim Kemenpan RB RI diwakili oleh Firmansyah serta Pendamping dari Inspektorat Jendral (ITJEN) Kementerian Hukum dan HAM RI.



Pemaparan materi area Zona Integritas disampaikan langsung oleh Kalapas Sarolangun Irwan yang merupakan Pembina Tim Pembangunan Zona Integritas dan didampingi oleh Ketua dan Sekretaris ZI selaku Koordinator Teknikal dan Organisasi serta seluruh ketua dan anggota Kelompok Kerja (POKJA) 6 area perubahan.


Dalam paparannya, Kalapas Irwan memaparkan proses pembangunan Zona Integritas yang meliputi dokumen Komponen pengungkit dan komponen hasil, pada komponen pengungkit terdiri dari dari 6 Area yaitu: (1) Manajemen Perubahan; (2) Penataan Tatalaksana; (3) Penataan Sistem Manajemen Sumberdaya Manusia; (4) Penguatan Akuntabilitas; (5) Penguatan Pengawasan; dan (6) Peningkatan Kualitas pelayanan Publik. 



Dalam paparan tersebut juga dijelaskan mengenai before-after pembangunan zona integritas dan Inovasi Unggulan Lapas Sarolangun antara lain, Pensil Si Nona (Penerapan Sistem Layanan Transaksi Non Tunai), Halte Pengunjung dan Parkir Gratis (Hanjung Park), Sapa Ngopi (Salam Petugas Lapas & Ngobrol Bareng Napi), Yakalam (Yasinan Kamis Malam), Bang Labuh (Bangunkan Sholat Subuh), Ajian Balantek (Pengajian, Belajar dan Praktek), Gadis Bina (Penegakan Disiplin Pegawai Melalui Bimbingan Mental), Pisau Silet (Ngopi Santui Atasi Masalah dan Kepentingan), Bang Salampas (Sambang, Salam Pemasyarakatan), Yan Kaling (Pelayanan Perpustakaan Keliling), Kesing HP (Kesehatan Keliling Hampiri Pasien), Selat Tumilir(Sehabis Sholat Kultum Bergilir).


Kegiatan Desk Evaluasi Pembangunan Zona Intergritas di Lapas Sarolangun diakhiri dengan sesi diskusi, dimana dalam disukusi tersebut digali lebih dalam tentang Evaluasi dan Pembangunan Zona Intergitas di Lapas Sarolangun mulai dari Benturan Kepentingan, Mitigasi Risiko, metode penyampaian informasi kepada masyarakat dan Inovasi Unggulan Lapas Sarolangun. Pertanyaan yang disampaikan oleh Tim Evaluator dapat dijawab dengan baik oleh Seluruh Koordinator Area dalam Desk Evaluasi tersebut. Nampak Ekspresi Tim Evaluator merasa puas dengan jawaban yang disampaikan oleh Tim Pembangunan Zona Integritas Lapas Sarolangun.




Kalapas Sarolangun Irwan ketika dikonfirmasi setelah pelaksanaan Desk Evaluasi mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh petugas Lapas Sarolangun yang telah mendukung pembangunan Zi, "Tanpa dukungan dan peran aktif dari petugas semua sepertinya mustahil Lapas Sarolangun bisa tampil sampai ke Desk Evaluasi tingkat Nasional" ujar Irwan.


Lebih lanjut Kalapas mengatakan masyarakat perlu tahu bahwa goal target dari pembangunan zona integritas ini adalah menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, ketika dua hal ini dapat terwujud dengan baik maka yang akan menikmati manfaatnya adalah masyarakat umum selaku penerima layanan dan Warga Binaan Pemasyarakatan yang menjalani pembinaan di Lapas.



Jalani Evaluasi ZI Tingkat Nasional, Kalapas : Semoga Ikhtiar Kami Bermanfaat Untuk Masyarakat

Sarolangun - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun Irwan bersama Kepala Urusan Umum, hari ini Kamis (11/11) menyambangi Kantor Sekretaris Daerah Kabupaten Sarolangun hal ini terkait serah terima sertifikat tanah bangunan Lapas Kelas IIB Sarolangun yang telah rampung setelah melewati proses administrasi di Badan Pertanahan Nasional.

Dengan diterimanya sertifikat dari Sekretaris Daerah oleh Kalapas, ini menandai bahwa tanah dan bangunan milik Lapas Sarolangun selama ini berstatus pinjam pakai yang sertifikat induknya dipegang Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun sudah alih status menjadi Sertifikat Hak Pakai (SHP) atas nama Pemerintah Republik Indonesia Casu Quo (CQ) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.



Kalapas Sarolangun Irwan menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi banyak sesuai dengan peran masing-masing sehingga Sertifikat Hak Pakai bisa terbit tanpa kendala yang berarti, "Kami telah melalui proses administrasi panjang sehingga tanah dan bangunan Lapas Sarolangun ini dapat diterbitkan sertifikatnya oleh Badan Pertanahan Nasional" ungkap Irwan.


"Ucapan terima kasih kami kepada Pemerintah Daerah Sarolangun yang merupakan mitra kerjasama telah berbesar hati menghibah tanah untuk Lapas Sarolangun. tidak ketinggalan terima kasih juga kepada orang tua kami Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jambi, Jahari Sitepu dimana beliau secara intens melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah Sarolangun baik via telepon maupun datang langsung ke kantor Bupati Sarolangun sehingga apa yang kami harapkan dapat terwujud" ujar Irwan.


Lebih lanjut Irwan mengatakan bahwa dengan telah diterbitkannya Sertifikat Hak Pakai ini tentu turut mempermudah Lapas Sarolangun dalam penyelesaian administrasi dalam rangka percepatan rekonstruksi tembok belakang Lapas yang roboh beberapa bulan lalu.

Resmi, Tanah dan Bangunan Lapas Sarolangun Akhirnya Kantongi Sertifikat Hak Pakai


Sarolangun - Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas IIB Sarolangun hari ini Rabu (10/11)  menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-76, Upacara ini dipimpin langsung oleh Kalapas Sarolangun Irwan, dengan mengambil tempat di Lapangan dalam Lapas Sarolangun.

Dalam sambutannya Kalapas Sarolangun mengatakan bahwa jangan sekali-kali melupakan sejarah karena jasa-jasa besar pengorbanan para pahlawan kita terdahulu kita bisa menghirup udara kemerdekaan hingga detik ini, "Sikap heroik yang dicontohkan oleh para pahlawan kita dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini harus terpatri dalam sanubari kita kemudian kita implementasikan ke dalam kehidupan kita sehari-hari" ujar Irwan.

Pelaksanaan Upacara berlangsung sukses, khidmad dengan penerapan protokol kesehatan ketat.(DOK/FOTO : HUMAS)








Lapas Sarolangun Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-76


Sebanyak 34 (tiga puluh empat) orang narapidana tindak pidana khusus terorisme berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Selasa (9/11).

Bertempat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, ke-34 narapidana teroris berjanji setia berpegang teguh kepada Pancasila dan UUD 1945 serta turut serta melindungi segenap tanah air Indonesia dari segala tindakan-tindakan aksi terorisme yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Damari, Kepala Lapas Narkotika Gunung Sindur menyatakan bahwa Ikrar Setia NKRI bertujuan sebagai bentuk implementasi hasil akhir program deradikalisasi, yang diucapkan sebagai bentuk kesungguhan serta pengikat tekad dan semangat, untuk menegaskan bersedia kembali membangun kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Adapun tahapan pelaksanaan ikrar NKRI di Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur telah dirumuskan sebagai suatu kegiatan yang utuh, intergratif dan berkesinambungan serta sinergitas antara Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Gunung Sindur dengan BNPT, Densus 88, BIN dan KODIM hingga Kementrian Sosial.

“Ikrar Setia NKRI ini sebagai bentuk pembuktian pelaku individu dan kelompok untuk bersedia meninggalkan atau melepaskan diri mereka dari aksi dan kegiatan terorisme. Sekaligus menjadi pencerah kepada orang-orang di sekitarnya dan membantu pemerintah dalam menghambat proses penyebaran radikalisme di masyarakat,” ungkap Damari.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian hukum dan HAM Jawa Barat, Sudjonggo menerangkan bahwa dengan telah melaksanakan Ikrar setia ini, narapidana terorisme kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, dan meningkatkan kesadaran Bela Negara untuk menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa ini.



Lebih lanjut, Ia juga mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil Lapas Narkotika Gunung Sindur dalam melaksanakan Pembinaan kepada Narapidana Terorisme, sehingga pada hari ini mampu kembali melaksanakan Upacara Ikrar Setia NKRI kepada 34 (tiga puluh empat) orang Narapidana Terorisme.

“Semoga kedepannya Lapas Narkotika Gunung Sindur tetap menjaga sinergitas dan kolaborasi dengan aparat penegak hukum terkait seperti dengan Polres, Densus, BNPT, BIN, Kodim, dan Stake Holder lainnya dalam melaksanakan Tugas dan Fungsi-nya, terutama dalam membina Napiter,” pesan Soejonggo.

Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Thurman Hutapea mewakili Direktur Jenderal Pemasyarakatan menyatakan bahwa ini merupakan salah satu bentuk keberhasilan pembinaan kepada narapidana yang dilakukan oleh Lapas Kelas IIA Narkotika Gunung Sindur. Dengan pernyataan ikrar setia kepada NKRI ini berarti warga binaan telah siap untuk mencintai NKRI dan bersama-sama menjaga Pancasila dengan menghargai perbedaan yang ada dan memahami bahwa Pancasila bukan hanya berkedudukan sebagai Dasar Negara Republik Indonesia tetapi juga sebagai Ideologi Nasional, Pandangan Hidup Bangsa Indonesia, dan Pemersatu Bangsa.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan pernyataan ikrar setia kepada NKRI ini, kami berharap hal ini mampu menjadi awal bagi saudara-saudara warga binaan untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kesadaran terhadap hak dan kewajiban baik sebagai individu, masyarakat, dan sebagai warga negara. Bersikap dan bertingkah laku sebagai insan hamba Tuhan, yang mampu menggunakan cipta, rasa, dan karsa secara tepat, sehingga dapat bersikap adil, beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,” ujar Thurman.

Salah seorang narapidana terorisme yang berikrar setia kepada NKRI, Amad Fauzan mengaku beruntung mendapat pembinaan deradikalisasi di dalam lapas. Ia berterimakasih karena mendapat perlakuan yang baik dan tidak dikriminatif narapidana walau terbilang berstatus sebagai narapidana kategori ekstra ordinari.
"Terimakasih kepada pihak lapas yang telah sabar memberi pembinaan dengan sangat baik, humanis tanpa kekerasan dan tidak diskriminatif, hal intu sangat menyentuh hati kami hingga proses deradikalisasi dapat diterima dengan baik," tuturnya.

Ia berjanji akan setia dan patuh kepada NKRI dan ikut serta menjaga masyarakat bangsa dan negara dari segala aksi terorisme yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.
Berikut nama2 ke 34 narapidana terorisme Lapas Gunung Sindur yang Berikrar setia NKRI ;
Abdur Rochim Bin Warno, Achmad Fauzan , Al Anshory Bin Hamsanin, Afan Nafa Bin Khuzaini, Aldi Oktavery Bin Frisman, Ali Muhammad Amin Bin As’ad, Ali Ragusman Bin Suyamto, Asep Zurochman Bin Aweh, Budi Trikaryanto Bin Panut Cipto Mulyono (Alm), Cepi Kurniawan Bin Jupri, Dedi Kusnadi Bin Totok Darmojo (Alm), Dindin Arifien Se.I Bin H Abar Sobari, Drs.Muhammad Hambali Bin Abdul Rohman (Alm), Fahmin Bin Ahmad Meno Hamid, Hadi Masykur Bin Djarwadi (Alm), Hasanudin Bin As’adi, Hari Setiawan Bin Siswo Utomo, Imarudin,Ap Bin As’adi (Alm), Ismarwan Bin M Yusuf (Alm), Jamaluddin Musthofa Bin As’adi, Joan Puji Santosa Bin Oesman (Alm), Juher Bin Sarno, Juju Juharyadi Bin Abdul Latif (Alm), Moh.Taufik Bin Bulloh Abdulloh (Alm), Muh. Jamaluddin Bin Kromo Semito (Alm), Mulyani Bin Ahim, Rochis Bin Sukairi, Syuhada Bin Jenab, Wardi Alias Akhy Wardi, Wasim Bin Jupri, Wawan Wicaksono Bin Widaggi Setyo Wardono, Wedi Nopriadi Bin H.Muhtar Ismail (Alm), Yanto Bin Jaka Daron, Yunus Trianto Bin Salam dan Iksan Onoly Bin Buhary Onoly.






34 Narapidana Teroris Lapas Narkotika Gunung Sindur Ikrar Setia NKRI

Sarolangun, Rabu (03/11) Kalapas Sarolangun Irwan ikuti Rapat Koordinasi Pengawasan Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia Dalam Rangka Mengawal Kinerja Semakin BerAKHLAK Tahun 2021, secara virtual via Aplikasi Zoom diruang kerjanya.


Rapat Koordinasi ini dibuka langsung Inspektur Jenderal Kemenkumham RI Ir Razilu, M.Si dan  dihadiri langsung  oleh Menteri Hukum dan HAM, bersama Wakil Menteri Hukum dan HAM. Kegiatan ini diawali dengan memperdengarkan lagu Indonesia Raya. 


Dalam sambutannya Menteri Hukum dan HAM berpesan bahwa Inspektorat Jenderal diharapkan mampu memberikan kontribusi dan nilai tambah yang lebih terhadap kementerian Hukum dan HAM.Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Materi Evaluasi ZI menuju WBK dan WBBM oleh Kementerian Keuangan,Kemudian acara ditutup doa bersama. 










Kalapas Sarolangun Ikuti Rapat Koordinasi Bersama Inspektorat Jenderal Kemenkumham RI Secara Virtual

     

Sarolangun, Selasa (02/11) Kalapas Sarolangun pimpin apel pagi pegawai staf Lapas Kelas IIB Sarolangun. Dalam apel pagi ini juga dilaksanakan  penyematan kenaikan pangkat secara berkala kepada 3 orang pegawai dan pemberian penghargaan kepada pegawai teladan bulan Oktober 2021.

Kalapas Sarolangun Irwan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kenaikan pangkat ini merupakan anugerah yang patut disyukuri, "Dengan kenaikan pangkat ini semoga bapak-bapak semua dapat bekerja lebih baik dan lebih baik lagi sehingga tugas-tugas dapat berjalan lebih maksimal. Semakin tinggi pangkat, maka tanggung jawab dan kinerja dituntut semakin besar pula" Ujar Irwan.

Lebih lanjut Kalapas menyampaikan bahwa untuk penilaian pada kriteria Pegawai Teladan akan berkelanjutan tiap bulannya, beliau juga berpesan agar penerima penghargaan jangan cepat berpuas diri atau bersikap jumawa, karena penghargaan itu adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata. (DOK/FOTO: HUMAS)





Kalapas Sarolangun Sematkan Kenaikan Pangkat dan Serahkan Penghargaan Pegawai Teladan

Langganan Berita via Email