Lapor   PPID  

Sarolangun - Sebanyak 30 orang hadir diruang rapat gedung 1 Lapas Sarolangun, terdiri CPNS dan PNS yang bertugas di staf  hadir juga 4 orang perwira, adapun tujuan berkumpulnya para pegawai kali ini dalam rangka rapat evaluasi kinerja tahun 2018 serta rencana kerja untuk tahun 2019, rapat ini bertempat di gedung 1 Lapas Sarolangun.

Rapat ini lansung dibuka oleh Kalapas Sarolangun Irwan, Amd.IP,SH,MH, pada sambutannya Kalapas kembali menekankan pentingnya disiplin waktu, "jika kita tidak mampu untuk mendisiplin diri sendiri mana mungkin kita dapat menyelesaikan tugas secara maksimal", Kalapas juga menyampaikan bahwa bahwa disiplin adalah pondasi kesuksesan, tanpa disiplin maka berantakanlah jalannya sebuah organisasi.

Lapas Sarolangun Laksanakan Rapat Evaluasi kinerja

Pada sesi selanjutnya masing-masing Kasubsi diminta Kalapas untuk menyampaikan capaian kinerja selama tahun 2018, dan tidak ketinggalan menyampaikan segala kendala dilapangan, dan rencana kerja untuk tahun 2019.

Setelah itu Kalapas menanggapi kendala-kendala yang dialami oleh masing-masing subsi dilapangan, satu hal yang menjadi catatan penting bagi Kalapas bahwa rencana  pos-pos alokasi anggaran untuk masing-masing subsi akan diberikan salinannya kepada masing-masing kasubsi, "kami selaku Kalapas akan berkomitmen mengedepankan asas keterbukaan berkaitan dengan persoalan anggaran" ujar Kalapas. "Tidak ada yang kami tutup-tutupi, dan kita akan konsisten dengan transparansi ini" lanjut Kalapas.

Dalam kesempatan yang sama KAUR TU Hariyadi, SH, menyampaikan bahwa untuk tahun 2018 realisasi anggaran di Lapas Sarolangun sebanyak 96,36%, dan rencana kerja Lapas Sarolangun 2019 menuju Lapas WBK/WBBK. tidak ketinggalan Kasubsi Pembinaan Nasrul, S.Pd menyampaikan bahwa dengan banyaknya kegiatan di program pembinaan dengan anggaran yang terbatas membuat jalannya program sedikit terhambat, namun demikian Subsi Pembinaan tetap berusaha semaksimal mungkin dengan keterbatasan sarana dan prasarana realisasi program bisa berjalan maksimal dengan cara menjalin MoU dengan berbagai lembaga dan Instansi pemerintah.

Senada dengan Subsi Pembinaan, Kasubsi Kamtib Hidayat, S.Sy menyampaikan bahwa sarana dan prasarana penunjang kerja petugas di Subsi Kamtib masih terbatas, namun kita tetap berusaha maksimal memenuhi hak-hak warga binaan, Kasubsi AO Hermansyah juga menyampaikan bahwa layanan kunjungan berbasis IT belum diterapkan di Lapas Sarolangun lantaran masih terkendala soal anggaran.

Pada closing statement Kalapas menekankan betapa pentingnya loyalitas kepada atasan, karena loyalitas ikut menentukan sukses atau tidaknya realisasi program yang sudah diplanningkan sebelumnya.

Lapas Sarolangun Laksanakan Rapat Evaluasi kinerja


Sarolangun - Sebanyak 30 orang hadir diruang rapat gedung 1 Lapas Sarolangun, terdiri CPNS dan PNS yang bertugas di staf  hadir juga 4 orang perwira, adapun tujuan berkumpulnya para pegawai kali ini dalam rangka rapat evaluasi kinerja tahun 2018 serta rencana kerja untuk tahun 2019, rapat ini bertempat di gedung 1 Lapas Sarolangun.

Rapat ini lansung dibuka oleh Kalapas Sarolangun Irwan, Amd.IP,SH,MH, pada sambutannya Kalapas kembali menekankan pentingnya disiplin waktu, "jika kita tidak mampu untuk mendisiplin diri sendiri mana mungkin kita dapat menyelesaikan tugas secara maksimal", Kalapas juga menyampaikan bahwa bahwa disiplin adalah pondasi kesuksesan, tanpa disiplin maka berantakanlah jalannya sebuah organisasi.

Lapas Sarolangun Laksanakan Rapat Evaluasi kinerja

Pada sesi selanjutnya masing-masing Kasubsi diminta Kalapas untuk menyampaikan capaian kinerja selama tahun 2018, dan tidak ketinggalan menyampaikan segala kendala dilapangan, dan rencana kerja untuk tahun 2019.

Setelah itu Kalapas menanggapi kendala-kendala yang dialami oleh masing-masing subsi dilapangan, satu hal yang menjadi catatan penting bagi Kalapas bahwa rencana  pos-pos alokasi anggaran untuk masing-masing subsi akan diberikan salinannya kepada masing-masing kasubsi, "kami selaku Kalapas akan berkomitmen mengedepankan asas keterbukaan berkaitan dengan persoalan anggaran" ujar Kalapas. "Tidak ada yang kami tutup-tutupi, dan kita akan konsisten dengan transparansi ini" lanjut Kalapas.

Dalam kesempatan yang sama KAUR TU Hariyadi, SH, menyampaikan bahwa untuk tahun 2018 realisasi anggaran di Lapas Sarolangun sebanyak 96,36%, dan rencana kerja Lapas Sarolangun 2019 menuju Lapas WBK/WBBK. tidak ketinggalan Kasubsi Pembinaan Nasrul, S.Pd menyampaikan bahwa dengan banyaknya kegiatan di program pembinaan dengan anggaran yang terbatas membuat jalannya program sedikit terhambat, namun demikian Subsi Pembinaan tetap berusaha semaksimal mungkin dengan keterbatasan sarana dan prasarana realisasi program bisa berjalan maksimal dengan cara menjalin MoU dengan berbagai lembaga dan Instansi pemerintah.

Senada dengan Subsi Pembinaan, Kasubsi Kamtib Hidayat, S.Sy menyampaikan bahwa sarana dan prasarana penunjang kerja petugas di Subsi Kamtib masih terbatas, namun kita tetap berusaha maksimal memenuhi hak-hak warga binaan, Kasubsi AO Hermansyah juga menyampaikan bahwa layanan kunjungan berbasis IT belum diterapkan di Lapas Sarolangun lantaran masih terkendala soal anggaran.

Pada closing statement Kalapas menekankan betapa pentingnya loyalitas kepada atasan, karena loyalitas ikut menentukan sukses atau tidaknya realisasi program yang sudah diplanningkan sebelumnya.

Langganan Berita via Email