Sarolangun - Jajaran Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan tidur yang tersedia untuk kegiatan pertanian produktif. Lahan seluas lebih dari satu hektare tersebut direncanakan akan ditanami berbagai komoditas yang sesuai dengan kultur tanah, seperti buah nanas, kelapa sawit, dan pohon kelapa. Hingga saat ini, proses pengolahan lahan telah mencapai sekitar 70 persen dan masih terus berlangsung.


Kegiatan ini terlaksanakan berkat sinergi antara Seksi Bina Narapidana dan Anak Didik (Kasibinadik) dan Kesatuan Pengamanan Lapas dengan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah memenuhi persyaratan dan mengikuti program bimbingan kerja. Selain untuk mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat pengawasan serta pembinaan terhadap WBP yang melaksanakan aktivitas kerja di luar area hunian.



Dalam pelaksanaannya, pengolahan lahan masih menggunakan peralatan bercocok tanam secara manual. Keterbatasan sarana dan prasarana menjadi salah satu kendala yang dihadapi, selain masih terbatasnya jumlah WBP yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Oleh karena itu, pihak Lapas berharap adanya dukungan dari Pemerintah Daerah untuk membantu percepatan pengolahan lahan agar dapat segera dimanfaatkan secara optimal.


Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Sarolangun, Muslihul, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan jangka panjang yang sejalan dengan fungsi pembinaan pemasyarakatan. 


"Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak produktif agar dapat memberikan manfaat yang nyata. Melalui program bimbingan kerja, Warga Binaan Pemasyarakatan dibekali keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka bebas nanti, sekaligus berpotensi menghasilkan premi bagi warga binaan. Kami berharap keberadaan lahan pertanian ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi WBP, tetapi juga bagi masyarakat sekitar serta mendukung citra positif Lapas Kelas IIB Sarolangun sebagai lembaga pembinaan yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.


Melalui program ini, jajaran petugas Lapas Sarolangun berupaya mengoptimalkan potensi lahan yang ada agar memberikan nilai tambah, baik bagi pembinaan WBP maupun bagi lingkungan sekitar, serta menjadi wujud nyata kontribusi pemasyarakatan dalam mendukung pembangunan dan ketahanan pangan daerah.

Dukung Program Ketahanan Pangan, Petugas Lapas Sarolangun Berdayakan WBP Tanam Aneka Buahan, Sayur-mayur dan Sawit


Sarolangun - Jajaran Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan tidur yang tersedia untuk kegiatan pertanian produktif. Lahan seluas lebih dari satu hektare tersebut direncanakan akan ditanami berbagai komoditas yang sesuai dengan kultur tanah, seperti buah nanas, kelapa sawit, dan pohon kelapa. Hingga saat ini, proses pengolahan lahan telah mencapai sekitar 70 persen dan masih terus berlangsung.


Kegiatan ini terlaksanakan berkat sinergi antara Seksi Bina Narapidana dan Anak Didik (Kasibinadik) dan Kesatuan Pengamanan Lapas dengan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah memenuhi persyaratan dan mengikuti program bimbingan kerja. Selain untuk mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat pengawasan serta pembinaan terhadap WBP yang melaksanakan aktivitas kerja di luar area hunian.



Dalam pelaksanaannya, pengolahan lahan masih menggunakan peralatan bercocok tanam secara manual. Keterbatasan sarana dan prasarana menjadi salah satu kendala yang dihadapi, selain masih terbatasnya jumlah WBP yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Oleh karena itu, pihak Lapas berharap adanya dukungan dari Pemerintah Daerah untuk membantu percepatan pengolahan lahan agar dapat segera dimanfaatkan secara optimal.


Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Sarolangun, Muslihul, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan jangka panjang yang sejalan dengan fungsi pembinaan pemasyarakatan. 


"Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak produktif agar dapat memberikan manfaat yang nyata. Melalui program bimbingan kerja, Warga Binaan Pemasyarakatan dibekali keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka bebas nanti, sekaligus berpotensi menghasilkan premi bagi warga binaan. Kami berharap keberadaan lahan pertanian ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi WBP, tetapi juga bagi masyarakat sekitar serta mendukung citra positif Lapas Kelas IIB Sarolangun sebagai lembaga pembinaan yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.


Melalui program ini, jajaran petugas Lapas Sarolangun berupaya mengoptimalkan potensi lahan yang ada agar memberikan nilai tambah, baik bagi pembinaan WBP maupun bagi lingkungan sekitar, serta menjadi wujud nyata kontribusi pemasyarakatan dalam mendukung pembangunan dan ketahanan pangan daerah.

Langganan Berita via Email