
.jpeg)
Tim Dinas PU Sarolangun dipimpin oleh Sonny Aryanto bersama dua orang staf teknis. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Kelas IIB Sarolangun, Bintang Putra Sianturi, di ruang kerjanya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Urusan Umum Rudi Wijaya serta operator Barang Milik Negara (BMN) Lapas Sarolangun.
Pertemuan diawali dengan koordinasi dan diskusi mengenai kondisi fisik bangunan yang menjadi objek peninjauan. Dalam pembahasan tersebut, tim Dinas PU memperoleh informasi mengenai kondisi eksisting beberapa fasilitas, khususnya tembok pengamanan dan menara (tower) pengawasan yang memerlukan penilaian teknis untuk mengetahui tingkat kelayakan serta ambang batas kerusakannya.
Usai melaksanakan koordinasi, Kasubbag Tata Usaha bersama Kaur Umum, operator BMN, dan tim teknis Dinas PU langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan analisis visual di lapangan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap struktur bangunan, meliputi kondisi tembok keliling, tower pengawasan, serta bagian-bagian bangunan lainnya yang dinilai memerlukan evaluasi teknis.
Kasubbag Tata Usaha Lapas Sarolangun, Bintang Putra Sianturi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh bangunan di lingkungan Lapas tetap memenuhi aspek keamanan dan keselamatan.
"Kami menyambut baik koordinasi dan pendampingan dari Dinas PU Sarolangun. Analisis teknis ini sangat penting sebagai dasar dalam menentukan tingkat kelayakan bangunan serta menjadi acuan apabila diperlukan perbaikan maupun rehabilitasi ke depan. Dengan kondisi bangunan yang aman dan layak, pelaksanaan tugas pemasyarakatan dapat berjalan secara optimal," ujar Bintang.
Sementara itu, Ketua Tim Dinas PU Sarolangun, Sonny Aryanto, menjelaskan bahwa hasil analisis lapangan akan menjadi bahan evaluasi teknis untuk menentukan kondisi struktur bangunan berdasarkan tingkat kerusakan yang ditemukan.
Kegiatan koordinasi dan peninjauan lapangan ini merupakan bentuk sinergi antara Lapas Kelas IIB Sarolangun dengan Pemerintah Kabupaten Sarolangun dalam mendukung pengelolaan aset negara yang baik, sekaligus memastikan seluruh fasilitas pendukung operasional pemasyarakatan tetap berada dalam kondisi yang aman, andal, dan sesuai dengan standar teknis yang berlaku.
Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sarolangun dalam mendukung upaya pemeliharaan aset negara dan peningkatan keamanan di lingkungan Lapas.
"Keamanan dan keselamatan merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Oleh karena itu, kami secara proaktif menggandeng Dinas PU Sarolangun untuk melakukan analisis teknis terhadap kondisi gedung, tembok pengamanan, dan tower. Hasil penilaian ini akan menjadi dasar bagi kami dalam menentukan langkah-langkah pemeliharaan maupun rehabilitasi sesuai dengan tingkat kerusakan yang ada. Kami ingin memastikan seluruh sarana dan prasarana Lapas tetap dalam kondisi layak, aman, dan mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan secara optimal," ujar Ibnu Faizal.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi dengan instansi teknis merupakan wujud komitmen Lapas Sarolangun dalam menerapkan tata kelola Barang Milik Negara (BMN) yang akuntabel serta menjaga keandalan infrastruktur sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik dan keamanan di lingkungan pemasyarakatan.