-->

Sarolangun – Kamis (19/03) Wakil Bupati Sarolangun, Hilalatil Badri membuka secara resmi acara Pelatihan Keterampilan Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun. Acara ini dihadiri oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jambi, Farid Junaidi beserta rombongan dan beberapa Kepala Dinas Instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun.

Wakil Bupati Sarolangun Secara Resmi Membuka Kegiatan Pelatihan Keterampilan Bagi WBP Lapas Sarolangun

Sarolangun - Dalam MelaksanaKan tugas dan fungsi sehari - hari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun menyelenggarakan pelayanan Publik, baik kepada Masyarakat : ( Pengunjung/ Keluarga/ Pihak Kepolisian, Kejaksaan, serta Pengadilan ) seluruh pemangku Justice Sistem indonesia, dan yang terpenting pelayanan kepada narapidana dan tahanan yang berada didalam lapas itu sendiri, lembaga pemasyarakatan menjamin semua kebutuhan serta hak - hak narapidana terpenuhi dengan baik sesuai dengan amanat Undang - Undang pemasyarakatan Nomor 12 tahun 1995 Tentang pemasyarakatan : seperti Hak Makan, Minum, Kesehatan, ( Mutlak ) maupun hak – hak reintegrasi : PB,CB,CMB,CMK, asimilasi dan remisi. 

Lapas Sarolangun adakan Survey Indeks Kepuasan Masyarakat dan Indek Persepsi Korupsi


Sarolangun – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun melalui Kasubsi Pembinaan Jonerwan menjalin kerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sarolangun, Rabu (20/11/19). Kerja sama ini dimaksudkan untuk memberikan variasi kegiatan pembinaan kemandirian warga binaan Lapas Sarolangun. Kedatangan petugas Lapas Sarolangun ke Dinas TPHP Kab. Sarolangun disambut hangat oleh seluruh pegawai Dinas TPHP yang saat itu standby di kantor.

“Untuk saat ini, ketersediaan bibit sudah sangat terbatas. Jadi kami akan memberikan berbagai bibitnya ditahun 2020 mendatang, untuk Lapas Sarolangun akan selalu diprioritaskan, awal tahun 2020 inshaa Allah, tolong dipastikan bantuan sudah diterima.” Ujar Sakwan.

Dalam perbincangannya bersama Kadis TPHP, Sakwan, Kasubsi Pembinaan Lapas Sarolangun mengajukan proposal bantuan bibit buah – buahan dan palawija. Proposal tersebut ditanggapi positif oleh Sakwan.

Kepala Subsi Pembinaan sedang menerima bantuan bibit jagung dari Kadis TPHP
Sebagai tanda jadi, Dinas TPHP memberikan bantuan berupa benih bayam, timun, dan jagung hybrida dan meminjamkan alat penanam jagung. “Ini hanya sebatas tanda jadi saja untuk tahun depan. Kalau Lapas perlu traktor nanti ajukan proposal saja biar kami bantu.” Sambung Sakwan.

Kerja sama dengan instansi luar seperti ini sangat sesuai dengan amanat dari Undang - Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dimana tujuan pelaksanaan pembinaan narapidana di lembaga pemasyarakatan yaitu pertama memberikan pengalaman dan keterampilan, kedua mengembalikan kemampuan dan motivasi narapidana.

Disisi lain, Kepala Lapas Sarolangun, Irwan, memberikan apresiasi atas apa yang dilakukan oleh Kasubsi Pembinaan. “Mantap!” ujar Irwan sembari mengacungkan jempol.

"Kita punya banyak lahan kosong baik di luar ornames, terlebih diluar tembok masih sangat luas untuk diolah dan ditanami dengan aneka tanaman yang bernilai ekonomis, harapan kita mudah-mudahan proposal permohonan bantuan traktor untuk Lapas Sarolangun dari Dinas TPHP bisa segera terealisasi tahun depan, dan dengan potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang memadai bisa kita tanami lahan kita ini dengan tanaman dalam skala besar" tutup Irwan.

Lapas Sarolangun Dapat Bantuan Bibit dan Pinjaman Alat Penanam Jagung oleh Dinas TPHP

Sarolangun - Beberapa bulan terakhir provinsi Jambi dilanda kemarau panjang, Lapas Sarolangun yang berada di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jambi tak pelak juga terkena imbas kemarau panjang tersebut, lahan yang terletak di sekeliling tembok Lapas kering kerontang, hanya ada beberapa tanaman yang dapat bertahan karena terus disiram oleh Warga Binaan, stok air juga terbatas karena terus menerus di tarik menggunakan mesin Sanyo untuk mememuhi kebutuhan air untuk MCK ke kamar-kamar Warga Binaan.

Kini musim hujan telah tiba, tanah yang semula kering kerontang mulai terlihat lembab, rerumputan liar mulai tumbuh dimana-mana, ini menandakan saat yang tepat untuk melakukan penaburan dan penanaman benih aneka tanaman sayuran.

Kalapas Sarolangun melalui Kasubsi Pembinaan memerintah beberapa Warga Binaan untuk menyemai benih sayuran seperti Bayam, Sawi, Terong serta Cabe di lahan yang sebelumnya sudah disiapkan, setiap hasil panen sayuran ini akan ditimbang dan diserahkan ke dapur Lapas untuk diolah menjadi aneka masakan seperti tumis, sayur enak dan lain-lain, Selasa (12/11/19).


Kegiatan berkebun sayur ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan oleh Lapas Sarolangun bagi Warga Binaan, kebun ini terletak di luar ornames.

Kalapas Sarolangun Irwan mengatakan hampir setiap minggu selalu ada panen Sayur dari kebun Lapas Sarolangun dengan jumlah yang bervariasi, "Kebun yang kita kelola alhamdulillah sudah banyak menghasilkan aneka sayuran yang ikut berkontribusi bagi pemenuhan kebutuhan sayur-sayuran dapur Lapas" ujar Irwan.

"Terlebih sekarang musim hujan, ini tentu berkah buat kita, karena bisa kembali menanam aneka sayur-sayuran, lahan-lahan yang semula kering akibat kemarau panjang bisa kita olah kembali" tutup Irwan.

Musim Hujan Tiba, Berkah Bagi Lapas Sarolangun


Sarolangun – Bertempat di Masjid At Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun, seluruh warga binaan melaksanakan kegiatan pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441H, Sabtu (09/11).

Tema yang diangkat kali ini adalah “Dengan meneladani akhlak Rasulullah, kita wujudkan masa depan yang lebih baik” yang mana sangat sesuai jika dikaitkan dengan kondisi Warga Binaan Lapas Sarolangun yang saat ini sedang berusaha memperbaiki diri.

Ada yang unik dalam pelaksanaan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hari ini, dimana pasca hari H peringatan Maulid, seluruh warga binaan menyampaikan aspirasi mereka untuk mengadakan berbagai perlombaan, diantaranya Lomba Hafalan Surat Pendek, Lomba Adzan, dan Lomba Kultum. 

Kasubsi Pembinaan membuka kegiatan perlombaan antar WBP

Dalam peringatan Maulid Nabi 1441H ini, Lapas Sarolangun mengundang Ustadz Pirman, Lc. M.Si. sebagai penceramah. Ustadz Pirman berpesan kepada seluruh warga binaan dan petugas yang hadir agar senantiasa mengikuti dan meneladani perbuatan Nabi sehingga tidak sedikit warga binaan tampak menangis.
Ustadz Pirman menyampaikan tausiyah di depan ratusan WBP

Dalam sambutannya, Kalapas Sarolangun, Irwan, A.Md., I.P., S.H., M.H. juga memberikan motivasi kepada seluruh warga binaan.“Hari ini hari libur, tanggal merah, Pak, Bu. Tapi kami petugas tetap hadir dan menemani Bapak, Ibu sekalian. Karena kami Pak, sudah merasa dekat dengan Bapak, Ibu sampai kami lupa kalau hari ini tanggal merah.” Ujar Irwan disambut gelak tawa warga binaan.
“Semua manusia pernah salah Pak. Kami petugas juga pasti nggak lepas dari dosa. Tapi Pak, Bu, perlu ingat, sebaik – baik manusia adalah mereka yang bertaubat dan tidak mengulang lagi kesalahannya.” Tutup Irwan memotivasi.

Kalapas memberikan hadiah kepada juara lomba Kultum

Kasubsi Pembinaan menyerahkan hadiah kepada juara lomba adzan
 
Kasubsi Kamtib menyerahkan hadiah kepada juara Lomba hafalan surat pendek

Menyambut Maulid Nabi 1441 H, Lapas Sarolangun Gelar Perlombaan Antar WBP

Sarolangun - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun kembali mengadakan pelatihan menulis bagi Warga Binaan, kegiatan menulis ini dapat terselenggara berkat kerjasama  antara Lapas Sarolangun dengan Forum Lingkar Pena ( FLP ) Jambi, Sabtu (31/08/31).

Jalin Kerjasama dengan FLP, Lapas Sarolangun Adakan Pelatihan Menulis untuk Warga Binaan

Sarolangun - Bertempat diruang Galeri Bimker (Bimbingan Kerja) Lapas Sarolangun Kasubsi pembinaan Jonerwan, memamerkan hasil kerajinan kayu karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Sarolangun, (27/06/19).

Hasil Kerajinan Tangan WBP Lapas Sarolangun Bernilai Ekonomis

Sarolangun - Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun terus mencoba memberikan pelayanan secara maksimal kepada warga binaan, salah satunya melalui perpustakaan Gemar Membaca yang sejak lama terdapat di dalam Lapas Sarolangun, perpustakaan ini sendiri merupakan wujud dari amanat UU 12 tahun 1995 tentang pemasyarakatan dimana lembaga pemasyarakatan wajib memberikan pelayanan berupa pendidikan dan pengetahuan serta menyediakan perpustakaan bagi warga binaan.

Perpustakaan Lapas Sarolangun Ramai Pengunjung

Sarolangun – Selasa (21/05), Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun memberikan pelayanan istimewa kepada Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Sarolangun, sebuah momen spesial di bulan Ramadhan yang sangat jarang mereka rasakan karena terpisahkan oleh jeruji besi.

Wajah warga binaan begitu semringah, karena yang biasanya mereka hanya dapat berbuka puasa bersama rekan satu kamarnya, sore ini mereka dapat menikmati buka puasa bersama dengan keluarga mereka masing-masing. Bertempat di gazebo Lapas, mereka duduk bersama dialasi karpet menyantap makanan yang dibawa keluarganya.

Hal tersebut dapat terlaksana berkat inovasi dari Kepala Lapas Sarolangun, Irwan, A.Md.I.P., S.H., M.H. Kunjungan keluarga yang biasanya dilaksanakan pagi, khusus hari ini dibuka juga pada sore hari. Hal ini mengundang antusiasme yang sangat tinggi dari para keluarga. Ratusan pengunjung mendaftar agar bisa menikmati santapan bersama keluarganya yang sedang berada di balik jeruji besi. Tercatat ada 119 orang laki-laki, 232 orang perempuan, dan 39 anak-anak berkunjung ke dalam Lapas Sarolangun.

Kepala Lapas Sarolangun mengaku pihaknya memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk bisa buka puasa bersama keluarga ini merupakan salah satu bentuk program pembinaan bagi warga binaan. Kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh warga binaan untuk instrokpesi dan memotivasi diri, berusaha agar kembali bersama keluarga, menjalani kehidupan dengan baik setelah menyelesaikan binaan. Terutama tidak kembali melakukan hal yang melanggar hukum.

Menurut Beliau, Lapas merasa bertanggungjawab secara moril agar warga binaan bisa dekat dengan keluarganya, termasuk buka puasa bersama yang merupakan kesempatan langka selama berada di dalam Lapas. Mereka bisa melepas rasa rindu terutama di bulan suci ini.

Kepala Lapas juga memberikan apresiasi kepada semua petugas Lapas Sarolangun atas kerja kerasnya demi terselenggaranya kegiatan dengan aman dan lancar.
“Alhamdulillah. Terimakasih Pak Kasubsi Pembinaan dan semua petugas Lapas Sarolangun. Semoga kita diberi kemudahan dan keberkahan, serta selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin.” Ujar Irwan.

Di sisi lain, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Sarolangun, Jonerwan, S.Pd. mengungkapkan bahwa walaupun sempat kewalahan karena jumlah pengunjung yang membeludak, namun berkat kerjasama seluruh petugas, para pengunjung merasa cukup puas dan berharap ada kegiatan buka bersama selanjutnya.
“Tadi kita sempat juga kewalahan dalam menerima kunjungan, karena alur untuk penggeledahan barang dan badan masih kekurangan, terutama yang perempuan. Tapi Alhamdulillah, berkat kerjasama para pegawai dalam mensukseskan kegiatan ini secara maksimal dan penuh tanggung jawab, para pengunjung merasa cukup puas dan berharap ada kegiatan buka bersama selanjutnya.” Ungkap Joner menutup kegiatan.

Suasana antrian pendaftaran kunjungan
Pemeriksaan barang pengunjung

Buka Bersama Warga Binaan dan Keluarga, Lapas Sarolangun Tuai Pujian dari Pengunjung


Sarolangun -  Dalam rangka meningkatkan ketaqwaan dalam bulan suci Ramadhan 1440 H, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Sarolangun dan Jamaah Tabligh mengadakan kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan. Kegiatan tersebut berlangsung sejak tanggal 06 sampai dengan 16 Mei 2019 yang diikuti oleh seluruh warga binaan pemasyarakatan Lapas Sarolangun. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 11 hari tersebut diisi dengan kegiatan pengajian dan tausiah, yang semuanya dilaksanakan terpusat di Masjid At Taubah Lapas Sarolangun.
Sambutan dari Kemenag Sarolangun
Kegiatan pesantren kilat ramadhan ini merupakan bagian dari implementasi MOU yang telah dibuat bersama pihak Lapas Sarolangun, Kementerian Agama Kab. Sarolangun, dan Pemerintah Daerah Kab. Sarolangun. Kegiatan ini pun ditutup secara resmi oleh Kalapas Sarolangun yang diwakili oleh Kasubsi Pembinaan Lapas Sarolangun, Kamis(16/05).
Sambutan Kasubsi Pembinaan
Penutupan pesantren kilat ramadhan dihadiri oleh para pejabat struktural Lapas Sarolangun, ustadz pembimbing penyuluh agama utusan Kemenag Sarolangun, serta para Warga Binaan Lapas Sarolangun. Pada kegiatan penutupan ini dilaksanakan juga penyerahan Piagam Penghargaan sebagai bentuk apresiasi pihak Lapas kepada para penyuluh agama.

Penyerahan Piagam Penghargaan oleh Kasubsi Pembinaan
Dalam sambutan Kepala Subseksi Pembinaan, Jonerwan, S.Pd. mengucapkan terima kasih kepada seluruh penyuluh agama, petugas Lapas, dan warga binaan yang telah membantu dalam suksesnya kegiatan pesantren kilat tersebut. Jonerwan juga berharap kegiatan pengajian seperti pesantren kilat ini dapat berlangsung hingga akhir bulan ramadhan dan dapat dilaksanakan setiap tahunnya, karena menurut Jonerwan  momentum ini bertujuan untuk memperkuat persaudaraan dan dapat menjalin tali silaturahmi diantara seluruh pegawai Lapas Sarolangun, Warga Binaan, Kemenag Sarolangun, dan juga Jamaah Tabligh.

Hal ini diamini Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun, Irwan, A.Md.I.P., S.H., M.H.
“Kegiatan semacam ini akan terus dilaksanakan dan ditingkatkan serta bekerja sama dengan berbagai pihak. Kegiatan ini penting untuk meningkatkan iman dan taqwa serta pengetahuan agama Warga Binaan Lapas Sarolangun, termasuk petugasnya. Besar harapan kami Warga Binaan dapat mengaplikasi pengetahuan agama yang mereka dapat dari kegiatan ini, bukan hanya pada bulan Ramadhan tetapi juga pada keseharian mereka. Bukan hanya di dalam Lapas, tapi ketika mereka sudah bebas nanti.” Tutup Kalapas penuh harap. 
Pembacaan ayat suci Al Quran oleh salah seorang warga binaan
Pemberian Materi Pesantren Kilat oleh salah seorang Ustadz Pembimbing

Lapas Sarolangun Gandeng Kemenag Sarolangun Adakan Pesantren Kilat Dalam Lapas

Sarolangun - Minggu (14/04) Kepala Bidang Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Eripson Mangasi H. Sinaga, S.ST., M.M. menutup dengan resmi acara Bimbingan Teknis Pembuatan Kerajinan Kayu di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun. Acara ini dihadiri oleh pejabat dan petugas Lapas Sarolangun dan Pemerintah Daerah Sarolangun. Turut hadir dalam acara ini Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sarolangun, Drs. Kholidi.
Mewakili Kalapas Sarolangun Sambutan oleh Kasubsi Pembinaan
Dalam sambutan Kepala Lembaga Pemsyarakatan Kelas III Sarolangun, yang diwakili oleh Kasubsi Pembinaan, Nasrul. S.Pd. menyampaikan rasa terimakasih kepada Kementerian Perindustrian dan Pemda Sarolangun. "Terimakasih kepada Kementerian Perindustrian atas kerjasamanya dalam membimbing dan memberikan pembinaan kepada Warga Binaan selama kurang lebih 6 bhari ini. Smoga untuk ke depan bisa bermanfaat dan dapat diestafetkan oleh yang sudah dilatih kepada Warga Binaan yang lain. Dan juga terimkasih atas kebaikan Pemda Sarolangun yang sigap merespon segala permintaan dari Lapas." Tutur Nasrul.

Sambutan Kadis Disperindag Kabupaten Sarolangun
Apresiasi kepada Lapas diberikan oleh Kadis Koperindag. Kholidi menuturkan pentingnya peran dan fungsi Lapas yang telah membantu membina masyarakat Sarolangun, khususnya warga binaan. Beliau juga kagum dengan usaha Lapas yang mendatangkan orang dari Kementerian Perindustrian untuk mengembangkan potensi WBP. "Saya sangat mengapresiasi Lapas yang sangat perduli kepada Warga Binaan. Dan saya juga berterimakasih kepada Kementerian Perindustrian atas kedatangannya. Saya harap kegiatan dapat terus berjalan tidak hanya sebatas pelatihan namun juga pemasarannya. Semoga kerjasama dapat terus berjalan, tidak hanya untuk Lapas tapi masyarakat Sarolangun secara luas." Harap Kholidi dalam sambutannya.

Suasana Penutupan kegiatan Bimtek Kerajinan Kayu
Harapan yang sama juga disampaikan oleh Kabid IKMA Kemenperin. Eripson menjelaskan bahwa Kementerian menyediakan sarana pemasaran untuk industri kerajinan seperti ini. Beliau juga berpesan agar warga binaan dapat terus mengembangkan kemampuan dan berharap agar Pemda membantu memfasilitasi pembukaan usaha untuk industri ini. "Pelaksanaan Bimtek Pembuatan Kerajinan Kayu ini adalah untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia di Lapas Sarolangun. Terus kembangkan kemampuan kalian! Dan saya harap, Pemda Sarolangun ketika mereka selesai menjalani masa hukuman dan bebas, mungkin ada yang ingin membuka usaha kerajinan kayu seperti ini, tolong dibantu dan diberi fasilitas." Ujar Eripson dalam arahan sekaligus penutupan secara resmi Bimtek Pembuatan Kerajinan Kayu di Lapas Sarolangun.

Penutupan Bimbingan Teknis Pembuatan Kerajinan Kayu di Lapas Sarolangun

Sarolangun - Mewakili Kasubsi Pembinaan atas perintah Kalapas Sarolangun dua orang pegawai Lapas Sarolangun Lidya Andriyani staf Kasubsi Pembinaan dan Redyta Lisma dari staf Keamanan dan Ketertiban mendatangi Puskesmas Sarolangun, Rabu (13/03/19).

Kedatangan mereka disambut hangat oleh beberapa orang petugas kesehatan Puskesmas diruang Apotik, kedatangan mereka ini dalam rangka menjemput bantuan obat-obatan dari pihak Puskesmas untuk keperluan melengkapi obat-obatan di Lapas Sarolangun.

Petugas Lapas Sarolangun menjemput bantuan obat-obatan di Puskesmas Sarolangun
Kalapas Sarolangun Irwan mengatakan bahwa kerjasama bidang kesehatan dengan Puskesmas Sarolangun ini sudah berlansung sejak lama, "Bantuan obat-obatan ini sangat membantu menunjang bagi pelayanan kesehatan untuk Warga Binaan kita, bantuan ini merupakan kelanjutan dari bantuan-bantuan kesehatan sebelumnya yang juga diberikan oleh Puskesmas Sarolangun" ujar Kalapas.

Kasubsi Pembinaan/Plt. Kasubsi Kamtib Nasrul dalam kesempatan yang sama mengatakan "Di internal kita stok obat-obatan masih sangat-sangat terbatas, tidak jarang ada Warga Binaan kita yang komplain ketika membutuhkan obat-obatan dengan penyakit berbeda diberikan obat yang sama oleh petugas kesehatan Lapas, bukan unsur kesengajaan akan tetapi lebih kepada penanganan darurat dan kondisi stok obat yang minim" tuturnya.

Lidia Andriyani Pengelola Data Kesehatan Lapas Sarolangun
Lidya Andriani selaku Pengelola Data Kesehatan Lapas Sarolangun menuturkan Bantuan kerjasama dari pihak puskesmas sangat bermanfaat sekali dalam proses pengobatan bagi Warga Binaan dan tahanan Lapas Sarolangun.

Petugas Apotik Puskesmas Sarolangun mengatakan bahwa sejauh ini Puskesmas hanya bisa membantu obat seadanya seperti obat-obatan UKS karena obat-obat kimia tidak bisa diberikan sembarangan dikeluarkan harus dengan resep dokter.

Adapun bantuan obat yang diberikan oleh Puskesmas diantaranya; Paracetamol 250 tab, Antasidone 250 tab, Prester 6 kotak, Oralit 1 kotak, Kasa 2 plastik besar, Betadine 3 botol, Revanol 3 botol, Kapas 3 buah dan Handscone 2 kotak.

Lapas Sarolangun Dapat Bantuan Obat-obatan Dari Puskesmas Sarolangun

Sarolangun - Ratusan Warga Binaan berkumpul di masjid At-taubah Lapas Sarolangun, mewakili Kalapas hadir juga Kasubsi Pembinaan Nasrul, S.Pd serta beberapa orang petugas, hal ini dalam rangka Do'a bersama dan Zikir akbar (24/12/18).
Suasana Pengajian dan Doa bersama WBP Lapas Sarolangun
Acara diawali dengan Zikir bersama yang di pimpin oleh ustazd M. Nurdin, Kalapas yang diwakili oleh Nasrul, S.Pd dalam sambutannya mengatakan "Alhamdulillah, Kegiatan ini perlu kita tingkatkan, dalam berbagai bentuk dan variasi, sehingga WBP tidak jenuh dan cepat bosan dalam beribadah" ujarnya.

"Kita ikut berduka atas musibah tsunami yang menimpa saudara-saudara kita di Banten, semoga diberikan ketabahan dan kesabaran, mudah-mudahan doa yang kita munajatkan diijabah oleh Allah SWT", tutup Kasubsi Pembinaan.

Lapas Sarolangun adakan zikir akbar dan doa bersama untuk korban tsunami Banten

Langganan Berita via Email