Lapor   PPID  
Sarolangun - 112 orang peserta dari berbagai latar belakang pendidikan dan daerah se kabupaten Sarolangun berkumpul di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten Sarolangun, dari 112 alokasi peserta Lapas Sarolangun kebagian 32, dan 5 orang menjadi delegasi WBP hadir di BLK untuk mengikuti acara pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi  (PBK), Rabu (10/04/19).

Acara dimulai pada pukul 09:00, yang dihadiri oleh Kalapas Sarolangun Irwan, Sekretaris Daerah Sarolangun Thabroni Rozali, Asisten Administrasi Hazrian, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Arsyad serta jajaran pejabat struktural dan Aparatur Sipil Negara dilingkungan Disnakertrans kabupaten Sarolangun.

Pengalungan tanda peserta oleh Sekda kabupaten Sarolangun kepada perwakilan peserta pelatihan
Kegiatan Pelatihan terhadap 112 orang peserta terbagi kepada 5 bentuk item pelatihan yakni; menjahit, menata rambut, instalasi listrik, Office Advance, dan Mekanik Sepeda Motor, peserta  akan dilatih hingga akhir Desember 2019 di Balai Latihan Kerja, adapun 32 peserta dari WBP akan mengikuti pelatihan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun.

Kalapas Sarolangun menandatangi MoU dengan Disnakertrans kabupaten Sarolangun
Kegiatan diawali dengan penyampaian laporan oleh Kadis Nakertrans Sarolangun selaku penanggung jawab kegiatan, sambutan dan pembukaan kegiatan secara resmi oleh Sekda, pengalungan dan pemasangan baju tanda peserta oleh Sekda, penandatanganan MoU antara Disnakertrans dan Lapas Sarolangun dan ditutup dengan pembacaan doa.

Sambutan Kadis Nakertrans kabupaten Sarolangun
Kadis Disnakertrans kabupaten Sarolangun selaku penanggung jawab kegiatan dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan pelatihan berbasis kompetensi ini dananya berasal dari DIPA BBPLK Medan tahun anggaran 2019, "Dengan jumlah peserta 112 orang, yang berasal dari berbagai desa yang ada dikabupaten Sarolangun, diantara peserta ini 32 orang berasal dari Warga Binaan Pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun" ujar Kadis.

Peserta pelatihan sedang mengikuti arahan dari Sekda Sarolangun
"Kegiatan Pelatihan ini dapat terselenggara karena adanya dana dari Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Medan dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran tahun 2019" imbuh Kadis.

Sekretaris Daerah Sarolangun Thabroni Rozali dalam sambutannya mengatakan "Melalui kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi ini diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkompeten, punya daya saing, dan mampu menjadi pelopor dan pendorong kebangkitan ekonomi masyarakat melalui keahlian yang diperoleh melalui pelatihan nantinya" tutur Sekda.

Sambutan Sekda kabupaten Sarolangun
"Tadi saya dengar bahwa diantara banyak peserta ada 5 orang menjadi delegasi dari warga binaan Lapas Sarolangun, saya ingin tekankan sekalipun saudara sedang menjalani masa hukuman tidak serta merta terisolasi dari jangkauan program pembinaan, terutama pembinaan kemandirian khususnya keahlian, maka beruntunglah saudara dari warga binaan dapat kesempatan untuk menimba keahlian dimana tidak semua orang dapat kesempatan yang sama atas pelatihan ini" tambah Sekda.

"Untuk kita yang sedang tidak terjerat dengan hukuman apapun, semoga tidak terniat untuk melakukan pelanggaran hukum, jangan sampai kita semua yang ada diruangan ini berpikiran bertobat setelah masuk Lapas, itu jelas sebuah pemahaman yang sangat keliru" tutup Sekda.

Kalapas Sarolangun sedang diwawancarai oleh awak media
Kalapas Sarolangun Irwan, ketika menjawab pertanyaan awak media mengenai kegiatan pelatihan berbasis kompetensi yang melibatkan warga binaan Lapas Sarolangun mengutarakan "ini adalah pelatihan kalau dalam pola pembinaan Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan itu namanya Pembinaan Kemandirian, kita di Lapas jika menyelenggarakan kegiatan secara mandiri anggaran kita terbatas maka perlu menggandeng unsur perangkat daerah dengan cara melakukan MoU dengan Disnakertrans kabupaten Sarolangun melalui Balai Latihan Kerja" tutur Kalapas.

"Alhamdulillah dari 5 item bentuk pelatihan kita Lapas kebagian dua item  pelatihan untuk WBP yakni Mekanik Junior Sepeda Motor dan Pemasangan Listrik Bangunan Sederhana" tutup Kalapas.

Tingkatkan Kompetensi WBP, Lapas Sarolangun Jalin Kerjasama Dengan Disnakertrans Kabupaten Sarolangun

Sarolangun - 112 orang peserta dari berbagai latar belakang pendidikan dan daerah se kabupaten Sarolangun berkumpul di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten Sarolangun, dari 112 alokasi peserta Lapas Sarolangun kebagian 32, dan 5 orang menjadi delegasi WBP hadir di BLK untuk mengikuti acara pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi  (PBK), Rabu (10/04/19).

Acara dimulai pada pukul 09:00, yang dihadiri oleh Kalapas Sarolangun Irwan, Sekretaris Daerah Sarolangun Thabroni Rozali, Asisten Administrasi Hazrian, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Arsyad serta jajaran pejabat struktural dan Aparatur Sipil Negara dilingkungan Disnakertrans kabupaten Sarolangun.

Pengalungan tanda peserta oleh Sekda kabupaten Sarolangun kepada perwakilan peserta pelatihan
Kegiatan Pelatihan terhadap 112 orang peserta terbagi kepada 5 bentuk item pelatihan yakni; menjahit, menata rambut, instalasi listrik, Office Advance, dan Mekanik Sepeda Motor, peserta  akan dilatih hingga akhir Desember 2019 di Balai Latihan Kerja, adapun 32 peserta dari WBP akan mengikuti pelatihan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun.

Kalapas Sarolangun menandatangi MoU dengan Disnakertrans kabupaten Sarolangun
Kegiatan diawali dengan penyampaian laporan oleh Kadis Nakertrans Sarolangun selaku penanggung jawab kegiatan, sambutan dan pembukaan kegiatan secara resmi oleh Sekda, pengalungan dan pemasangan baju tanda peserta oleh Sekda, penandatanganan MoU antara Disnakertrans dan Lapas Sarolangun dan ditutup dengan pembacaan doa.

Sambutan Kadis Nakertrans kabupaten Sarolangun
Kadis Disnakertrans kabupaten Sarolangun selaku penanggung jawab kegiatan dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan pelatihan berbasis kompetensi ini dananya berasal dari DIPA BBPLK Medan tahun anggaran 2019, "Dengan jumlah peserta 112 orang, yang berasal dari berbagai desa yang ada dikabupaten Sarolangun, diantara peserta ini 32 orang berasal dari Warga Binaan Pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun" ujar Kadis.

Peserta pelatihan sedang mengikuti arahan dari Sekda Sarolangun
"Kegiatan Pelatihan ini dapat terselenggara karena adanya dana dari Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Medan dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran tahun 2019" imbuh Kadis.

Sekretaris Daerah Sarolangun Thabroni Rozali dalam sambutannya mengatakan "Melalui kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi ini diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkompeten, punya daya saing, dan mampu menjadi pelopor dan pendorong kebangkitan ekonomi masyarakat melalui keahlian yang diperoleh melalui pelatihan nantinya" tutur Sekda.

Sambutan Sekda kabupaten Sarolangun
"Tadi saya dengar bahwa diantara banyak peserta ada 5 orang menjadi delegasi dari warga binaan Lapas Sarolangun, saya ingin tekankan sekalipun saudara sedang menjalani masa hukuman tidak serta merta terisolasi dari jangkauan program pembinaan, terutama pembinaan kemandirian khususnya keahlian, maka beruntunglah saudara dari warga binaan dapat kesempatan untuk menimba keahlian dimana tidak semua orang dapat kesempatan yang sama atas pelatihan ini" tambah Sekda.

"Untuk kita yang sedang tidak terjerat dengan hukuman apapun, semoga tidak terniat untuk melakukan pelanggaran hukum, jangan sampai kita semua yang ada diruangan ini berpikiran bertobat setelah masuk Lapas, itu jelas sebuah pemahaman yang sangat keliru" tutup Sekda.

Kalapas Sarolangun sedang diwawancarai oleh awak media
Kalapas Sarolangun Irwan, ketika menjawab pertanyaan awak media mengenai kegiatan pelatihan berbasis kompetensi yang melibatkan warga binaan Lapas Sarolangun mengutarakan "ini adalah pelatihan kalau dalam pola pembinaan Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan itu namanya Pembinaan Kemandirian, kita di Lapas jika menyelenggarakan kegiatan secara mandiri anggaran kita terbatas maka perlu menggandeng unsur perangkat daerah dengan cara melakukan MoU dengan Disnakertrans kabupaten Sarolangun melalui Balai Latihan Kerja" tutur Kalapas.

"Alhamdulillah dari 5 item bentuk pelatihan kita Lapas kebagian dua item  pelatihan untuk WBP yakni Mekanik Junior Sepeda Motor dan Pemasangan Listrik Bangunan Sederhana" tutup Kalapas.

Langganan Berita via Email