-->
Sarolangun - 30 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas III  Sarolangun mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis  (Bimtek) Pembuatan Kerajinan Kayu, kegiatan ini sudah disiapkan sehari sebelumnya, yang bertempat di Gedung Aula dalam Lapas Sarolangun, Selasa (09/04/19).

Kalapas Sarolangun menyambut Tim Instruktur Bimtek dari Direktorat IKM KSKIA Kemenperin RI
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari MoU (Nota Kesepahaman) Nomor : PAS-17.HH.05.02 TH.2018 dan Nomor : 97/IKM/4/2018 antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM RI dengan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah  dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian RI tentang Peningkatan Pembinaan dan Bimbingan Kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan, kemudian dituangkan kembali melalui perjanjian kerjasama antara Lapas Sarolangun dan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian RI.

Registrasi peserta bimtek yang dilakukan oleh tim dari Direktorat IKM KSKIA Kemenperin RI

WBP Lapas Sarolangun Sedang Mengisi Pretest
Kegiatan ini dimulai Jam 09:30 diawali dengan registrasi peserta dan pemberian soal pretest kepada WBP yang akan mengikuti Kegiatan Bimtek diawasi oleh petugas Lapas Sarolangun dan Tim dari Direktorat IKM KSKIA selesai pada pukul 11:30, Kegiatan ini dijadwal dibuka secara resmi oleh Direktur IKM KSKIA pada pukul 14:00 WIB.

Kalapas Sarolangun menerima para pejabat dari Ditjenpas, Direktorat IKM KSKIA, Kanwil Jambi dan Pemda Sarolangun
Tepat pada pukul 13:00 rombongan dari Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka (IKM KSKIA) Kementerian Perindustrian RI E. Ratna Utarianingrum, Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Kegiatan Kerja Produksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Tuti Nurhayati, Mewakili Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) hadir Kepala Bidang (Kabid) Keamanan, Kesehatan, Perawatan Narapidana/Tahanan dan pengelolaan Basan dan Baran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jambi Junaidi Rison, Asisten Administrasi Setda Kabupaten Sarolangun Hazrian, dan Kholidi  Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sarolangun secara bergantian datang disambut Kalapas Sarolangun diruang kerjanya di Gedung Utama.

Setelah melakukan pembicaraan secara tertutup selama 45 menit, Kalapas Sarolangun beserta para tamu menuju Aula dalam Lapas Sarolangun untuk mengikuti acara pembukaan "Bimbingan Teknis Pembuatan Kerajinan Kayu; Kegiatan Penumbuhan Wirausaha Baru Bagi Warga Binaan Lapas".

Suasana acara pembukaan Kegiatan Bimtek Pembuatan Kerajinan Kayu di Lapas Sarolangun
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur IKM KSKIA Kementerian Perindustrian RI E. Ratna Utarianingrum yang ditandai dengan pemukulan Gong dan pengalungan tanda peserta kepada perwakilan salah satu WBP.

Pemukulan Gong oleh Direktur IKM KSKIA Kemenperin RI
Pengalungan tanda peserta oleh Direktur IKM KSKIA Kemenperin kepada salah satu perwakilan peserta Bimtek
Kalapas Sarolangun Irwan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tinggi kepada Kementerian Perindustrian RI yang telah mengabulkan proposal yang dikirim oleh Lapas Sarolangun melalui Subsi Pembinaan 2 bulan yang lalu, "Alhamdulillah kami keluarga besar Sarolangun bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat secara lansung maupun tidak lansung untuk mewujudkan kegiatan yang produktif ini terutama kepada Ditjen IKMA yang telah mengabulkan proposal kami sehingga kegiatan Bimtek Pembuatan Kerajinan Kayu bagi WBP Lapas Sarolangun dapat terlaksana pada hari ini" tutur Kalapas.

Sambutan oleh Kalapas Sarolangun
"Kegiatan ini akan berlansung selama 6 hari kedepan dimulai pada tanggal 9 April hingga 14 April, dan kita akan terus berupaya semaksimal mungkin berbuat yang terbaik untuk Warga Binaan kita, sehingga ketika tidak lagi berada di Lapas diharapkan mereka memiliki keahlian sebagai bekal untuk mengarungi kehidupan yang lebih baik" ujar Kalapas.

"Sebelumnya kami juga telah membuat kolam ikan yang terletak disamping selatan luar area Blok, ini dapat terwujud atas bantuan dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah Sarolangun" tutur Kalapas.

"Kami ingin menghadirkan wajah lain dari Lembaga Pemasyarakatan, selama ini masyarakat cenderung berpikir bahwa Lapas itu adalah bangunan tempat menampung para pelanggar hukum, stigma negatif itu berkembang luas di masyarakat, dengan dibuatnya kolam ikan dan dihiasi dengan pepohanan serta pondok tempat berteduh, akan memikat masyarakat untuk berkunjung, untuk jangka panjang akan kami jadikan wisata pemancingan" tutup Kalapas.

Kalapas Sarolangun juga menanyakan tentang status tanah Lapas Sarolangun yang masih Hak Guna Pakai, dan juga kondisi jalan utama menuju Lapas Sarolangun yang rusak parah dan berlumpur ketika datang hujan kepada Pemda Sarolangun.

Selaras dengan Kalapas, Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Kegiatan Kerja Produksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Tuti Nurhayati mengatakan pentingnya kegiatan kerja bagi WBP "Salah satu pola pembinaan yang kita kembangkan di Lapas adalah kegiatan kerja dan produksi, sehingga mampu menanamkan nilai-nilai positif kepada WBP, dengan kegiatan kerja besar harapan kita bisa meminimalisir adanya upaya melakukan kejahatan yang sama ketika sudah kembali kemasyarakat nantinya" ujar Kasubdit KKP.

Sambutan oleh direktur IKM KSKIA Kemenperin RI
Direktur IKM KSKIA Kementerian Perindustrian RI E. Ratna Utarianingrum dalam sambutannya mengutarakan penting menumbuhkan wirausaha baru ditengah-tengah masyarakat, "Pelaksanaan Bimtek ini juga dilaksanakan dibeberapa Lapas yang ada didaerah lain dengan berbagai aneka kegiatan, kami berharap  WBP Lapas Sarolangun dapat mengikuti kegiatan ini secara serius dan tekun" ujar Direktur.

Peserta Bimtek dengan semangat mengikuti yel-yel dari Direktur IKM KSKIA Kemenperin RI
"Kegiatan Penumbuhan Wirausaha Baru bagi WBP Lapas ini, diharapkan mampu memberikan efek berantai yang dapat menumbuhkan kembangkan semangat untuk menjadi Wirausaha kepada WBP yang lain, dari beberapa orang yang kita bimbing dan kita latih ini nanti, semoga dapat memberikan dampak positif kepada yang lain" imbuh Direktur.

Kabid Keamanan, Kesehatan, Perawatan Narapidana/Tahanan dan pengelolaan Basan dan Baran Kanwil Kemenkumham Jambi Junaidi Rison menuturkan, "Kami memberi apresiasi yang setinggi-tinggi kepada seluruh keluarga Lapas Sarolangun atas kerja keras, dan sinergi internal maupun eksternal dalam rangka membuat berbagai variasi kegiatan pembinaan bagi WBP, semoga tidak cepat berpuas hati dan terhenti sampai disini" ucap Kabid.

Mewakili Bupati Sarolangun Asisten Administrasi Setda Kabupaten Sarolangun Hazrian dalam sambutannya mengatakan bahwa kemitraan antara Lapas Sarolangun dan Pemda Sarolangun sudah terjalin sejak lama, "Sejak dari pembangunan Lapas ini Pemda Sarolangun sudah memberikan sumbangsih berupa tanah Pemda yang dijadikan tempat pembangunan Lapas Sarolangun, walaupun masih berstatus Hak Guna Pakai, nanti kedepannya kami tunggu respon dari Lapas Sarolangun jika ingin alih status tanah tempat bangunan Lapas dari status Hak Guna Pakai ke hibah" imbuh Asisten.

Sambutan oleh Asisten Administrasi Pemda Sarolangun
"Kedepannya kami Pemda Sarolangun akan terus berupaya semampunya membantu Lapas Sarolangun, mengenai kondisi jalan utama menuju Lapas akan kami teruskan kepada pihak yang terkait" tutup Asisten.

Kegiatan Pembukaan Bimbingan Teknis  (Bimtek) Pembuatan Kerajinan Kayu berjalan lancar ditutup dengan pembacaan doa oleh petugas Lapas Sarolangun.


Tumbuhkan semangat wirausaha WBP, Lapas Sarolangun Gandeng Kementerian Perindustrian

Sarolangun - 30 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas III  Sarolangun mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis  (Bimtek) Pembuatan Kerajinan Kayu, kegiatan ini sudah disiapkan sehari sebelumnya, yang bertempat di Gedung Aula dalam Lapas Sarolangun, Selasa (09/04/19).

Kalapas Sarolangun menyambut Tim Instruktur Bimtek dari Direktorat IKM KSKIA Kemenperin RI
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari MoU (Nota Kesepahaman) Nomor : PAS-17.HH.05.02 TH.2018 dan Nomor : 97/IKM/4/2018 antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM RI dengan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah  dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian RI tentang Peningkatan Pembinaan dan Bimbingan Kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan, kemudian dituangkan kembali melalui perjanjian kerjasama antara Lapas Sarolangun dan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian RI.

Registrasi peserta bimtek yang dilakukan oleh tim dari Direktorat IKM KSKIA Kemenperin RI

WBP Lapas Sarolangun Sedang Mengisi Pretest
Kegiatan ini dimulai Jam 09:30 diawali dengan registrasi peserta dan pemberian soal pretest kepada WBP yang akan mengikuti Kegiatan Bimtek diawasi oleh petugas Lapas Sarolangun dan Tim dari Direktorat IKM KSKIA selesai pada pukul 11:30, Kegiatan ini dijadwal dibuka secara resmi oleh Direktur IKM KSKIA pada pukul 14:00 WIB.

Kalapas Sarolangun menerima para pejabat dari Ditjenpas, Direktorat IKM KSKIA, Kanwil Jambi dan Pemda Sarolangun
Tepat pada pukul 13:00 rombongan dari Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka (IKM KSKIA) Kementerian Perindustrian RI E. Ratna Utarianingrum, Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Kegiatan Kerja Produksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Tuti Nurhayati, Mewakili Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) hadir Kepala Bidang (Kabid) Keamanan, Kesehatan, Perawatan Narapidana/Tahanan dan pengelolaan Basan dan Baran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jambi Junaidi Rison, Asisten Administrasi Setda Kabupaten Sarolangun Hazrian, dan Kholidi  Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sarolangun secara bergantian datang disambut Kalapas Sarolangun diruang kerjanya di Gedung Utama.

Setelah melakukan pembicaraan secara tertutup selama 45 menit, Kalapas Sarolangun beserta para tamu menuju Aula dalam Lapas Sarolangun untuk mengikuti acara pembukaan "Bimbingan Teknis Pembuatan Kerajinan Kayu; Kegiatan Penumbuhan Wirausaha Baru Bagi Warga Binaan Lapas".

Suasana acara pembukaan Kegiatan Bimtek Pembuatan Kerajinan Kayu di Lapas Sarolangun
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur IKM KSKIA Kementerian Perindustrian RI E. Ratna Utarianingrum yang ditandai dengan pemukulan Gong dan pengalungan tanda peserta kepada perwakilan salah satu WBP.

Pemukulan Gong oleh Direktur IKM KSKIA Kemenperin RI
Pengalungan tanda peserta oleh Direktur IKM KSKIA Kemenperin kepada salah satu perwakilan peserta Bimtek
Kalapas Sarolangun Irwan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tinggi kepada Kementerian Perindustrian RI yang telah mengabulkan proposal yang dikirim oleh Lapas Sarolangun melalui Subsi Pembinaan 2 bulan yang lalu, "Alhamdulillah kami keluarga besar Sarolangun bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat secara lansung maupun tidak lansung untuk mewujudkan kegiatan yang produktif ini terutama kepada Ditjen IKMA yang telah mengabulkan proposal kami sehingga kegiatan Bimtek Pembuatan Kerajinan Kayu bagi WBP Lapas Sarolangun dapat terlaksana pada hari ini" tutur Kalapas.

Sambutan oleh Kalapas Sarolangun
"Kegiatan ini akan berlansung selama 6 hari kedepan dimulai pada tanggal 9 April hingga 14 April, dan kita akan terus berupaya semaksimal mungkin berbuat yang terbaik untuk Warga Binaan kita, sehingga ketika tidak lagi berada di Lapas diharapkan mereka memiliki keahlian sebagai bekal untuk mengarungi kehidupan yang lebih baik" ujar Kalapas.

"Sebelumnya kami juga telah membuat kolam ikan yang terletak disamping selatan luar area Blok, ini dapat terwujud atas bantuan dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah Sarolangun" tutur Kalapas.

"Kami ingin menghadirkan wajah lain dari Lembaga Pemasyarakatan, selama ini masyarakat cenderung berpikir bahwa Lapas itu adalah bangunan tempat menampung para pelanggar hukum, stigma negatif itu berkembang luas di masyarakat, dengan dibuatnya kolam ikan dan dihiasi dengan pepohanan serta pondok tempat berteduh, akan memikat masyarakat untuk berkunjung, untuk jangka panjang akan kami jadikan wisata pemancingan" tutup Kalapas.

Kalapas Sarolangun juga menanyakan tentang status tanah Lapas Sarolangun yang masih Hak Guna Pakai, dan juga kondisi jalan utama menuju Lapas Sarolangun yang rusak parah dan berlumpur ketika datang hujan kepada Pemda Sarolangun.

Selaras dengan Kalapas, Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Kegiatan Kerja Produksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Tuti Nurhayati mengatakan pentingnya kegiatan kerja bagi WBP "Salah satu pola pembinaan yang kita kembangkan di Lapas adalah kegiatan kerja dan produksi, sehingga mampu menanamkan nilai-nilai positif kepada WBP, dengan kegiatan kerja besar harapan kita bisa meminimalisir adanya upaya melakukan kejahatan yang sama ketika sudah kembali kemasyarakat nantinya" ujar Kasubdit KKP.

Sambutan oleh direktur IKM KSKIA Kemenperin RI
Direktur IKM KSKIA Kementerian Perindustrian RI E. Ratna Utarianingrum dalam sambutannya mengutarakan penting menumbuhkan wirausaha baru ditengah-tengah masyarakat, "Pelaksanaan Bimtek ini juga dilaksanakan dibeberapa Lapas yang ada didaerah lain dengan berbagai aneka kegiatan, kami berharap  WBP Lapas Sarolangun dapat mengikuti kegiatan ini secara serius dan tekun" ujar Direktur.

Peserta Bimtek dengan semangat mengikuti yel-yel dari Direktur IKM KSKIA Kemenperin RI
"Kegiatan Penumbuhan Wirausaha Baru bagi WBP Lapas ini, diharapkan mampu memberikan efek berantai yang dapat menumbuhkan kembangkan semangat untuk menjadi Wirausaha kepada WBP yang lain, dari beberapa orang yang kita bimbing dan kita latih ini nanti, semoga dapat memberikan dampak positif kepada yang lain" imbuh Direktur.

Kabid Keamanan, Kesehatan, Perawatan Narapidana/Tahanan dan pengelolaan Basan dan Baran Kanwil Kemenkumham Jambi Junaidi Rison menuturkan, "Kami memberi apresiasi yang setinggi-tinggi kepada seluruh keluarga Lapas Sarolangun atas kerja keras, dan sinergi internal maupun eksternal dalam rangka membuat berbagai variasi kegiatan pembinaan bagi WBP, semoga tidak cepat berpuas hati dan terhenti sampai disini" ucap Kabid.

Mewakili Bupati Sarolangun Asisten Administrasi Setda Kabupaten Sarolangun Hazrian dalam sambutannya mengatakan bahwa kemitraan antara Lapas Sarolangun dan Pemda Sarolangun sudah terjalin sejak lama, "Sejak dari pembangunan Lapas ini Pemda Sarolangun sudah memberikan sumbangsih berupa tanah Pemda yang dijadikan tempat pembangunan Lapas Sarolangun, walaupun masih berstatus Hak Guna Pakai, nanti kedepannya kami tunggu respon dari Lapas Sarolangun jika ingin alih status tanah tempat bangunan Lapas dari status Hak Guna Pakai ke hibah" imbuh Asisten.

Sambutan oleh Asisten Administrasi Pemda Sarolangun
"Kedepannya kami Pemda Sarolangun akan terus berupaya semampunya membantu Lapas Sarolangun, mengenai kondisi jalan utama menuju Lapas akan kami teruskan kepada pihak yang terkait" tutup Asisten.

Kegiatan Pembukaan Bimbingan Teknis  (Bimtek) Pembuatan Kerajinan Kayu berjalan lancar ditutup dengan pembacaan doa oleh petugas Lapas Sarolangun.


Langganan Berita via Email