Sarolangun - Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun terus mencoba memberikan pelayanan secara maksimal kepada warga binaan, salah satunya melalui perpustakaan Gemar Membaca yang sejak lama terdapat di dalam Lapas Sarolangun, perpustakaan ini sendiri merupakan wujud dari amanat UU 12 tahun 1995 tentang pemasyarakatan dimana lembaga pemasyarakatan wajib memberikan pelayanan berupa pendidikan dan pengetahuan serta menyediakan perpustakaan bagi warga binaan.


Berdasarkan buku catatan harian kunjungan yang dikelola oleh pembinaan cukup banyak warga yang meminjam buku, setiap jam pembukaan pustaka setiap harinya terjadi antrian yang cukup padat untuk meminjam atau sekedar membaca, seperti yang terlihat hari ini ( 24/06/19 ) sejak dibuka pada pukul 08.00 WIB pagi puluhan warga binaan berdatangan untuk sekedar membaca atau meminjam.

Kasubsi pembinaan Jonerwan mengatakan bahwa perpustakaan sebagai salah satu sumber informasi dan pengetahuan untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan serta wawasan bagi mereka yang sekarang menjalani masa pidana Lapas Sarolangun, semoga bermanfaat bagi mereka setelah menjalani masa pidana.


Menyikapi sadar akan keterbatasan stok buku yang tersedia Jonerwan mengatakan telah melakukan langkah - langkah seperti rotasi buku, seperti kemarin Lapas Sarolangun melakukan kegiatan rotasi buku dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Sarolangun, mengganti buku yang lama dengan mengganti buku baru, kegiatan ini merupakan hasil dari kerjasama dengan dinas terkait dalam penyediaan buku.

Kalapas Sarolangun Irwan, dikonfirmasi secara terpisah mengatakan bahwa fungsi perpustakaan bagi warga binaan sangat berperan penting bagi pembentukan karakter, "Kita itu seperti apa yang kita baca, Warga Binaan kita punya daya baca yang tinggi, maka dari itu berbagai upaya sudah kita lakukan demi adanya penyegaran terhadap buku-buku yang ada" ucap Kalapas.



"Ketersediaan buku pengetahuan tentang agama terus kita upayakan menjalin kerjasama dengan berbagai instansi tekait, karena buku merupakan sumber ilmu dan informasi, momentum dalam masa menghabiskan masa pidana sangat tepat bagi WBP menggali pengetahuan dan informasi sehingga berdaya guna ketika mereka sudah kembali ke masyarakat nantinya" ujar Kalapas.

"Suasana perpustakaan yang bersih, kondusif dan nyaman juga menjadi perhatian kita, agar para pembaca merasa nyaman ketika membaca disana, kita akan terus mendorong Subsi Pembinaan untuk membuat terobosan dan jalinan kerjasama dengan berbagai instansi agar peningkatan pelayanan bagi warga binaan benar-benar bisa terealisasi" tutup Kalapas.

Perpustakaan Lapas Sarolangun Ramai Pengunjung

Sarolangun - Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun terus mencoba memberikan pelayanan secara maksimal kepada warga binaan, salah satunya melalui perpustakaan Gemar Membaca yang sejak lama terdapat di dalam Lapas Sarolangun, perpustakaan ini sendiri merupakan wujud dari amanat UU 12 tahun 1995 tentang pemasyarakatan dimana lembaga pemasyarakatan wajib memberikan pelayanan berupa pendidikan dan pengetahuan serta menyediakan perpustakaan bagi warga binaan.


Berdasarkan buku catatan harian kunjungan yang dikelola oleh pembinaan cukup banyak warga yang meminjam buku, setiap jam pembukaan pustaka setiap harinya terjadi antrian yang cukup padat untuk meminjam atau sekedar membaca, seperti yang terlihat hari ini ( 24/06/19 ) sejak dibuka pada pukul 08.00 WIB pagi puluhan warga binaan berdatangan untuk sekedar membaca atau meminjam.

Kasubsi pembinaan Jonerwan mengatakan bahwa perpustakaan sebagai salah satu sumber informasi dan pengetahuan untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan serta wawasan bagi mereka yang sekarang menjalani masa pidana Lapas Sarolangun, semoga bermanfaat bagi mereka setelah menjalani masa pidana.


Menyikapi sadar akan keterbatasan stok buku yang tersedia Jonerwan mengatakan telah melakukan langkah - langkah seperti rotasi buku, seperti kemarin Lapas Sarolangun melakukan kegiatan rotasi buku dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Sarolangun, mengganti buku yang lama dengan mengganti buku baru, kegiatan ini merupakan hasil dari kerjasama dengan dinas terkait dalam penyediaan buku.

Kalapas Sarolangun Irwan, dikonfirmasi secara terpisah mengatakan bahwa fungsi perpustakaan bagi warga binaan sangat berperan penting bagi pembentukan karakter, "Kita itu seperti apa yang kita baca, Warga Binaan kita punya daya baca yang tinggi, maka dari itu berbagai upaya sudah kita lakukan demi adanya penyegaran terhadap buku-buku yang ada" ucap Kalapas.



"Ketersediaan buku pengetahuan tentang agama terus kita upayakan menjalin kerjasama dengan berbagai instansi tekait, karena buku merupakan sumber ilmu dan informasi, momentum dalam masa menghabiskan masa pidana sangat tepat bagi WBP menggali pengetahuan dan informasi sehingga berdaya guna ketika mereka sudah kembali ke masyarakat nantinya" ujar Kalapas.

"Suasana perpustakaan yang bersih, kondusif dan nyaman juga menjadi perhatian kita, agar para pembaca merasa nyaman ketika membaca disana, kita akan terus mendorong Subsi Pembinaan untuk membuat terobosan dan jalinan kerjasama dengan berbagai instansi agar peningkatan pelayanan bagi warga binaan benar-benar bisa terealisasi" tutup Kalapas.

Langganan Berita via Email