
Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal di konfirmasi secara terpisah mengatakan bahwa survei ini dilakukan untuk studi tiru agar bisa di terapkan dapur MBG milik Lapas Sarolangun.

“Kita menyambut baik arahan Menteri dan Kakanwil terkait implementasi program MBG di lingkungan pemasyarakatan, Bersama seluruh jajaran nanti kita akan bahu-membahu menerapkan Dapur MBG yang sesuai standar Badan Gizi Nasional,” ujar Faizal.
Program MBG ini bukan sekadar pemenuhan nutrisi, melainkan bagian dari transformasi pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan. Salah satu poin krusial dalam program ini adalah pembangunan dapur sehat di setiap Lapas dan Rutan, di mana pengelolaannya akan memberdayakan Warga Binaan yang telah memiliki sertifikasi keahlian tata boga.
Kalapas Sarolangun dan jajaran menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung sarana dan prasarana untuk menyukseskan percepatan implementasi program nasional ini. Menurutnya, standarisasi dapur dan higienitas makanan menjadi prioritas utama.
“Kami di Lapas Kelas IIB Sarolangun berkomitmen penuh mendukung program utama pemerintah ini. Fokus kami adalah memastikan dapur sehat beroperasi maksimal dengan melibatkan Warga Binaan yang sudah tersertifikasi. Ini adalah bentuk pembinaan kemandirian sekaligus upaya kami mendukung program pemerintah dan pimpinan,” ujar Faizal.
Program ini sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto yang menekankan bahwa fungsi pemasyarakatan harus memberikan dampak positif langsung bagi kualitas hidup manusia, baik dari sisi kesehatan maupun keterampilan.
Pembangunan dapur sehat dan penyediaan Makan Bergizi Gratis adalah salah satu dari 15 program aksi prioritas Menimipas. Untuk memastikan bahwa standar asupan gizi masyarakat terpenuhi dengan baik. Melalui pemberdayaan Warga Binaan yang tersertifikasi, tidak hanya memberikan makanan berkualitas, tetapi juga membekali WBP dengan keahlian nyata untuk bekal saat bebas nanti.
Menyambut instruksi Menteri dan arahan Kakanwil ini Jajaran Petugas Lapas Sarolangun segera melakukan langkah-langkah strategis, mulai dari peningkatan standar fasilitas dapur hingga pemetaan tenaga kerja Warga Binaan tersertifikasi guna memastikan Program Aksi Kemenimipas berjalan efektif dan berkelanjutan.