Sarolangun – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun mengikuti kegiatan pengajian rutin yang dilaksanakan pada Kamis (8/1). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan para warga binaan.



Pengajian yang berlangsung di masjid At-taubah Lapas Sarolangun tersebut diikuti oleh puluhan WBP dengan penuh khidmat. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan yang menekankan pentingnya introspeksi diri, kesabaran, serta perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.


Kepala Lapas Sarolangun menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan menjadi salah satu pilar utama dalam proses pembinaan di dalam lapas. Melalui pengajian rutin, diharapkan para WBP dapat memiliki bekal moral dan spiritual yang kuat sebagai modal utama saat kembali ke tengah masyarakat.



“Pembinaan kerohanian ini bertujuan membentuk pribadi WBP yang lebih baik, sadar akan kesalahan, dan memiliki komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum,” ujarnya.


Selain itu, kegiatan pengajian juga menjadi sarana menciptakan suasana lapas yang aman, tertib, dan kondusif. Para WBP tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara hingga selesai.



Salah satu WBP Inisial KA mengaku kegiatan pengajian memberikan ketenangan batin dan motivasi untuk memperbaiki diri. Ia berharap program pembinaan seperti ini terus berlanjut secara konsisten.


Lapas Sarolangun berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan pembinaan, baik keagamaan, pendidikan, maupun keterampilan, sebagai wujud pelaksanaan sistem pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada reintegrasi sosial.

WBP Lapas Sarolangun Ikuti Giat Pengajian Rutin, Kalapas : Salah Satu Langkah Preventif Gangguan Kamtib


Sarolangun – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun mengikuti kegiatan pengajian rutin yang dilaksanakan pada Kamis (8/1). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan para warga binaan.



Pengajian yang berlangsung di masjid At-taubah Lapas Sarolangun tersebut diikuti oleh puluhan WBP dengan penuh khidmat. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan yang menekankan pentingnya introspeksi diri, kesabaran, serta perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.


Kepala Lapas Sarolangun menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan menjadi salah satu pilar utama dalam proses pembinaan di dalam lapas. Melalui pengajian rutin, diharapkan para WBP dapat memiliki bekal moral dan spiritual yang kuat sebagai modal utama saat kembali ke tengah masyarakat.



“Pembinaan kerohanian ini bertujuan membentuk pribadi WBP yang lebih baik, sadar akan kesalahan, dan memiliki komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum,” ujarnya.


Selain itu, kegiatan pengajian juga menjadi sarana menciptakan suasana lapas yang aman, tertib, dan kondusif. Para WBP tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara hingga selesai.



Salah satu WBP Inisial KA mengaku kegiatan pengajian memberikan ketenangan batin dan motivasi untuk memperbaiki diri. Ia berharap program pembinaan seperti ini terus berlanjut secara konsisten.


Lapas Sarolangun berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan pembinaan, baik keagamaan, pendidikan, maupun keterampilan, sebagai wujud pelaksanaan sistem pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada reintegrasi sosial.

Langganan Berita via Email