
.jpeg)
Kegiatan tausiah dan kajian keagamaan tersebut secara khusus diikuti oleh Warga Binaan Pemasyarakatan perempuan yang berada di Blok Celebes dan berlangsung dengan tertib serta khidmat. Para peserta tampak antusias mengikuti penyampaian materi yang disampaikan oleh pemateri dari Kemenag Sarolangun, dengan pendampingan petugas Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun Ibnu Faizal Ketika dikonfirmasi secara terpisah mengatakan bahwa pendekatan spiritual sangat berperan penting dalam rehabilitasi narapidana dan pencegahan residivisme, karea hal ini membantu narapidana memperdalam keyakinan mereka, menemukan kedamaian batin, dan membimbing perilaku mereka ke arah yang lebih positif serta hal ini juga bisa membantu mereka mengatasi masalah pribadi, rasa bersalah, dan tantangan emosional, serta merumuskan rencana perubahan hidup dan juga diharapkan kegiatan ini bisa menjaga hubungan narapidana dengan dunia luar dan memberikan mereka panutan positif dalam menjalani sisa pidana di Lapas.
.jpeg)
Materi kajian menekankan pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjaga akhlak mulia, serta menjadikan masa pembinaan sebagai sarana introspeksi dan perbaikan diri. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan ketenangan batin sekaligus motivasi spiritual bagi WBP selama menjalani masa pidana.
Perwakilan Kemenag Sarolangun menyampaikan bahwa pelaksanaan kajian keagamaan ini merupakan bagian dari program pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara berkelanjutan melalui sinergi antara Lapas Kelas IIB Sarolangun dan Kemenag. Melalui kegiatan ini, diharapkan WBP, khususnya di Blok Celebes, dapat memperoleh bekal spiritual dan moral yang kuat untuk kehidupan yang lebih baik ke depannya. Kegiatan tausiah dan kajian keagamaan ini ditutup dengan doa bersama dan berlangsung dengan aman serta kondusif hingga selesai.