Sarolangun – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi Irwan Rahmat Gumilar bersama rombongan melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun sekira pukul 03.00 dini hari, Rabu (7/1/2026), dan langsung bergerak ke blok hunian WBP secara acak untuk melakukan razia insidentil. Sebelum melakukan razia insidentil seluruh alat komunikasi petugas telah dilakukan penyitaan terlebih dahulu, dalam razia tersebut tidak ditemukan alat komunikasi ilegal dan Narkoba di kamar hunian WBP.




Disamping itu Kakanwil Jambi juga berkesempatan menjadi pembina apel pagi yang diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Lapas Kelas IIB Sarolangun, di Halaman Gedung Utama. Apel pagi ini menjadi momentum penguatan komitmen seluruh petugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban (kamtib), serta mewujudkan Lapas yang bersih dari peredaran narkoba, penggunaan handphone ilegal, dan praktik pungutan liar (pungli).


Dalam amanatnya, Kakanwil Jambi menegaskan bahwa integritas petugas merupakan kunci utama keberhasilan penyelenggaraan pemasyarakatan. Ia mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.




“Keamanan dan ketertiban adalah pondasi utama dalam pemasyarakatan. Saya tegaskan tidak ada ruang bagi narkoba, handphone ilegal, maupun pungli di dalam lapas. Seluruh petugas harus menjaga integritas dan menjadi contoh yang baik,” tegas Irwan.


Selain memimpin apel pagi, Kakanwil Jambi juga melaksanakan sejumlah kegiatan selama kunjungan kerja di Lapas Kelas IIB Sarolangun. Di antaranya mengikuti kegiatan zoom meeting terkait kesiapan implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Tahun 2023 dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, melakukan kontrol keliling tembok dan area pengamanan Lapas guna memastikan kondisi fisik bangunan dan sistem pengamanan dalam keadaan baik dan aman.



    


Kakanwil Jambi turut meninjau langsung sentra ketahanan pangan yang dikelola oleh Lapas Kelas IIB Sarolangun. Ia mengapresiasi upaya pembinaan kemandirian warga binaan melalui pengelolaan sektor pertanian dan pangan yang dinilai mampu mendukung program ketahanan pangan nasional.


“Program ketahanan pangan di Lapas Sarolangun harus terus dikembangkan. Selain memberikan manfaat ekonomi, ini juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal saat kembali ke masyarakat,” ujar Irwan.


Sebagai bentuk komitmen mewujudkan Lapas bersih dari narkoba, Kakanwil Jambi juga memantau pelaksanaan tes urine terhadap seluruh pegawai Lapas Kelas IIB Sarolangun. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh petugas bebas dari penyalahgunaan narkotika dan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan berintegritas.



Tes urine ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini potensi penyalahgunaan narkoba sekaligus menjadi langkah preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Sarolangun. Proses pemeriksaan berlangsung dengan pengawasan ketat, sesuai dengan prosedur yang berlaku, serta tetap mengedepankan prinsip humanis dan profesional.


Sementara itu Kalapas Sarolangun berharap melalui serangkaian kegiatan Inspeksi mendadak Kakanwil Ditjenpas Jambi ini dapat merubah persepsi negatif masyarakat terhadap Lapas Sarolangun. 


"Selaku Pimpinan di Lapas Sarolangun kami terus melakukan upaya tepat dan terukur memulihkan dan meningkatkan kepercayaan publik serta memperkuat peran pemasyarakatan sebagai institusi pembinaan yang berintegritas, aman, dan bebas dari narkoba.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kakanwil Jambi berharap Lapas Kelas IIB Sarolangun dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan, menjaga Integritas dan stabilitas keamanan dan ketertiban, serta konsisten mendukung program pembinaan dan ketahanan pangan.



   



     

Sidak Lapas Sarolangun Dini Hari, Kakanwil Ditjenpas Jambi Tes Urine Petugas dan Razia Blok Hunian Serta Apresiasi Sentra Ketahanan Pangan Lapas


Sarolangun – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi Irwan Rahmat Gumilar bersama rombongan melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun sekira pukul 03.00 dini hari, Rabu (7/1/2026), dan langsung bergerak ke blok hunian WBP secara acak untuk melakukan razia insidentil. Sebelum melakukan razia insidentil seluruh alat komunikasi petugas telah dilakukan penyitaan terlebih dahulu, dalam razia tersebut tidak ditemukan alat komunikasi ilegal dan Narkoba di kamar hunian WBP.




Disamping itu Kakanwil Jambi juga berkesempatan menjadi pembina apel pagi yang diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Lapas Kelas IIB Sarolangun, di Halaman Gedung Utama. Apel pagi ini menjadi momentum penguatan komitmen seluruh petugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban (kamtib), serta mewujudkan Lapas yang bersih dari peredaran narkoba, penggunaan handphone ilegal, dan praktik pungutan liar (pungli).


Dalam amanatnya, Kakanwil Jambi menegaskan bahwa integritas petugas merupakan kunci utama keberhasilan penyelenggaraan pemasyarakatan. Ia mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.




“Keamanan dan ketertiban adalah pondasi utama dalam pemasyarakatan. Saya tegaskan tidak ada ruang bagi narkoba, handphone ilegal, maupun pungli di dalam lapas. Seluruh petugas harus menjaga integritas dan menjadi contoh yang baik,” tegas Irwan.


Selain memimpin apel pagi, Kakanwil Jambi juga melaksanakan sejumlah kegiatan selama kunjungan kerja di Lapas Kelas IIB Sarolangun. Di antaranya mengikuti kegiatan zoom meeting terkait kesiapan implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Tahun 2023 dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, melakukan kontrol keliling tembok dan area pengamanan Lapas guna memastikan kondisi fisik bangunan dan sistem pengamanan dalam keadaan baik dan aman.



    


Kakanwil Jambi turut meninjau langsung sentra ketahanan pangan yang dikelola oleh Lapas Kelas IIB Sarolangun. Ia mengapresiasi upaya pembinaan kemandirian warga binaan melalui pengelolaan sektor pertanian dan pangan yang dinilai mampu mendukung program ketahanan pangan nasional.


“Program ketahanan pangan di Lapas Sarolangun harus terus dikembangkan. Selain memberikan manfaat ekonomi, ini juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal saat kembali ke masyarakat,” ujar Irwan.


Sebagai bentuk komitmen mewujudkan Lapas bersih dari narkoba, Kakanwil Jambi juga memantau pelaksanaan tes urine terhadap seluruh pegawai Lapas Kelas IIB Sarolangun. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh petugas bebas dari penyalahgunaan narkotika dan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan berintegritas.



Tes urine ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini potensi penyalahgunaan narkoba sekaligus menjadi langkah preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Sarolangun. Proses pemeriksaan berlangsung dengan pengawasan ketat, sesuai dengan prosedur yang berlaku, serta tetap mengedepankan prinsip humanis dan profesional.


Sementara itu Kalapas Sarolangun berharap melalui serangkaian kegiatan Inspeksi mendadak Kakanwil Ditjenpas Jambi ini dapat merubah persepsi negatif masyarakat terhadap Lapas Sarolangun. 


"Selaku Pimpinan di Lapas Sarolangun kami terus melakukan upaya tepat dan terukur memulihkan dan meningkatkan kepercayaan publik serta memperkuat peran pemasyarakatan sebagai institusi pembinaan yang berintegritas, aman, dan bebas dari narkoba.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kakanwil Jambi berharap Lapas Kelas IIB Sarolangun dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan, menjaga Integritas dan stabilitas keamanan dan ketertiban, serta konsisten mendukung program pembinaan dan ketahanan pangan.



   



     

Langganan Berita via Email