
.jpeg)
Kegiatan yang dipusatkan di area rumah dinas ini menyasar para
pengunjung yang sedang mengantre untuk menemui kerabat mereka serta warga masyarakat
sekitar Lapas. Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan
darah (tensi), kolesterol, serta konsultasi kesehatan ringan dengan dokter
Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, menyampaikan
bahwa inovasi ini merupakan bentuk bakti sosial sekaligus upaya deteksi dini
kesehatan bagi masyarakat yang datang berkunjung. "Kami ingin memastikan
bahwa pelayanan di Lapas Sarolangun tidak hanya fokus pada warga binaan, tetapi
juga memberikan manfaat nyata bagi keluarga mereka yang datang
berkunjung," ujarnya.
.jpeg)
Antusiasme pengunjung terlihat cukup tinggi. Salah satu
pengunjung, Ibu Riki, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan ini.
"Sambil menunggu giliran masuk, saya bisa cek tensi dan koleterol.
Pelayanannya ramah dan sangat memudahkan kami yang jarang sempat ke
puskesmas," ungkapnya.
Selain pemeriksaan fisik, tim medis juga membagikan
memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat. Kegiatan ini diharapkan dapat
menciptakan lingkungan Lapas Sarolangun yang lebih humanis dan mempererat
hubungan baik antara petugas dengan masyarakat.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini direncanakan akan menjadi agenda rutin di Lapas Sarolangun sebagai bagian dari komitmen mewujudkan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
.jpeg)