
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” yang ditetapkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Tema tersebut menegaskan pentingnya peran Pancasila dalam menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman serta menjadi landasan dalam membangun kehidupan yang harmonis dan berkeadilan.
Dalam amanat upacara, disampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi simbol atau dasar negara semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Semangat gotong royong, integritas, profesionalisme, serta tanggung jawab merupakan wujud implementasi nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan kerja.
Momentum Hari Lahir Pancasila juga menjadi pengingat bagi seluruh insan pemasyarakatan untuk terus meningkatkan kualitas kinerja, memperkuat komitmen pelayanan publik, serta menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan moral dan etika kerja, seluruh pegawai Lapas Sarolangun diharapkan mampu memberikan pelayanan yang humanis, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat.
Kepala Lapas Sarolangun Ibnu Faizal menegaskan bahwa semangat Pancasila harus menjadi energi positif dalam membangun budaya kerja yang unggul dan berorientasi pada hasil. Melalui kolaborasi, disiplin, serta dedikasi yang tinggi, Lapas Sarolangun terus berkomitmen mendukung program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta mewujudkan pemasyarakatan yang pasti bermanfaat bagi masyarakat.
Peringatan Hari Lahir Pancasila ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum refleksi bagi seluruh pegawai untuk memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, Lapas Sarolangun siap melangkah lebih maju, meningkatkan kinerja, dan memberikan kontribusi terbaik dalam mewujudkan Indonesia yang aman, tertib, dan berkeadilan.