Undang-undang Pemasyarakatan

Opini - Ada pemikiran-pemikiran baru mengenai fungsi pemidanaan yang tidak lagi sekedar penjaraan, akan tetapi fungsi pemidanaan merupakan suatu usaha rehabilitasi dan reintegrasi sosial pelanggar hukum telah melahirkan suatu sitem perlakuan yang sejak lebih dari empat puluh enam tahun yang lalu dikenal dan dinamakan sistem pemasyarakatan. 

Sistem pemasyarakatan merupakan rangkaian penegakan hukum yang bertujuan agar Warga Binaan Pemasyarakatan dapat menyadari kesalahannnya, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan, dan dapat hidup secara wajar menjadi warga yang baik dan bertanggung jawab. 

Sejalan dengan peran Lembaga Pemasyarakatan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan berdasarkan sistem kepenjaraan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan kebutuhan hukum masyarakat. Oleh karena itu, perlu diadakan perubahan atau diganti dengan dengan ketentuan-ketentuan yang dimiliki lebih sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Mengapa Undang-undang Pemasyarakatan Perlu di Revisi?

Sarolangun – Selasa (21/05), Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun memberikan pelayanan istimewa kepada Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Sarolangun, sebuah momen spesial di bulan Ramadhan yang sangat jarang mereka rasakan karena terpisahkan oleh jeruji besi.

Wajah warga binaan begitu semringah, karena yang biasanya mereka hanya dapat berbuka puasa bersama rekan satu kamarnya, sore ini mereka dapat menikmati buka puasa bersama dengan keluarga mereka masing-masing. Bertempat di gazebo Lapas, mereka duduk bersama dialasi karpet menyantap makanan yang dibawa keluarganya.

Hal tersebut dapat terlaksana berkat inovasi dari Kepala Lapas Sarolangun, Irwan, A.Md.I.P., S.H., M.H. Kunjungan keluarga yang biasanya dilaksanakan pagi, khusus hari ini dibuka juga pada sore hari. Hal ini mengundang antusiasme yang sangat tinggi dari para keluarga. Ratusan pengunjung mendaftar agar bisa menikmati santapan bersama keluarganya yang sedang berada di balik jeruji besi. Tercatat ada 119 orang laki-laki, 232 orang perempuan, dan 39 anak-anak berkunjung ke dalam Lapas Sarolangun.

Kepala Lapas Sarolangun mengaku pihaknya memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk bisa buka puasa bersama keluarga ini merupakan salah satu bentuk program pembinaan bagi warga binaan. Kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh warga binaan untuk instrokpesi dan memotivasi diri, berusaha agar kembali bersama keluarga, menjalani kehidupan dengan baik setelah menyelesaikan binaan. Terutama tidak kembali melakukan hal yang melanggar hukum.

Menurut Beliau, Lapas merasa bertanggungjawab secara moril agar warga binaan bisa dekat dengan keluarganya, termasuk buka puasa bersama yang merupakan kesempatan langka selama berada di dalam Lapas. Mereka bisa melepas rasa rindu terutama di bulan suci ini.

Kepala Lapas juga memberikan apresiasi kepada semua petugas Lapas Sarolangun atas kerja kerasnya demi terselenggaranya kegiatan dengan aman dan lancar.
“Alhamdulillah. Terimakasih Pak Kasubsi Pembinaan dan semua petugas Lapas Sarolangun. Semoga kita diberi kemudahan dan keberkahan, serta selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin.” Ujar Irwan.

Di sisi lain, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Sarolangun, Jonerwan, S.Pd. mengungkapkan bahwa walaupun sempat kewalahan karena jumlah pengunjung yang membeludak, namun berkat kerjasama seluruh petugas, para pengunjung merasa cukup puas dan berharap ada kegiatan buka bersama selanjutnya.
“Tadi kita sempat juga kewalahan dalam menerima kunjungan, karena alur untuk penggeledahan barang dan badan masih kekurangan, terutama yang perempuan. Tapi Alhamdulillah, berkat kerjasama para pegawai dalam mensukseskan kegiatan ini secara maksimal dan penuh tanggung jawab, para pengunjung merasa cukup puas dan berharap ada kegiatan buka bersama selanjutnya.” Ungkap Joner menutup kegiatan.

Suasana antrian pendaftaran kunjungan
Pemeriksaan barang pengunjung

Buka Bersama Warga Binaan dan Keluarga, Lapas Sarolangun Tuai Pujian dari Pengunjung

Sarolangun - Website Lapas Sarolangun yang beralamat di www.lapassarolangun.com baru online pada bulan September 2018, awalnya website Lapas Sarolangun ini merupakan pengembangan lebih lanjut oleh salah satu ASN angkatan 2017 sebagai sarana dan bukti habituasi pada kegiatan Latihan Dasar (Latsar) CPNS Kemenkumham 2018 di Lapas Sarolangun.

Jauh sebelumnya juga sudah dibuatkan website hanya saja pengelolaannya masih individu dan tidak resmi serta masih menggunakan subdomain default milik blogger, sebenarnya ada pertemuan momentum, dimana disaat pelaksanaan habituasi pembuatan website informasi Lapas Sarolangun ini, ada Surat Edaran (SE) dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang ditanda tangani lansung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami tanggal 1 Oktober 2018 tentang Pembentukan Tim Humas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan seluruh Indonesia, salah satu poin dari Edaran tersebut adalah Tim Humas bertugas mengelola seluruh saluran informasi dan komunikasi seperti website, sosmed dan lain-lain.

Dan tidak menunggu lama Kalapas Sarolangun Irwan memanggil beberapa orang ASN angkatan 2017 ditunjuk menjadi pengelola saluran informasi, komunikasi dan dokumentasi ke masyarakat luas, dari pertemuan tersebut dihasilkan keputusan Kalapas Sarolangun Nomor : W.5 PAS.13-1018.HH.01.05 TAHUN 2018 tentang Pembentukan Tim Humas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun.


Persaingan Perebutan Posisi di 10 besar Mesin Pencari Google


Pada 60 hari website Lapas Sarolangun online, posisinya tidak masuk dalam rank top 20 besar Google, karena harus bersaing dengan website Portal Berita besar seperti Okezone.com, Tribunnews.com, Kompas.com, Sindonews.com, Liputan6.com dan beberapa situs portal berita lokal yang memang sudah memiliki posisi bagus di Search Engine Google.

Memasuki 120 hari website Lapas Sarolangun mulai nongol pada rank 10 besar Google, namun masih saling menggeser posisi dengan beberapa website portal berita terutama Jambi tribunnews.

Screenshot hasil pencarian Google dengan kata kunci 'Lapas Sarolangun', website Lapas Sarolangun Ranking 1
Hingga saat ini website Lapas Sarolangun sudah berumur ± 8 bulan, dengan total 101 artikel yang sudah dipublikasi, dan Alhamdulillah mampu bertengger diposisi 1 hasil pencarian Google mampu mengalahkan website portal berita seperti Jambi Tribunnews, Okezone, Liputan6, Okezone, Kompas dan beberapa website portal berita Lokal dengan kata kunci "Lapas Sarolangun".

Screenshoot Google Sitelink dengan kata kunci 'Kemenkumham' 
Mudah-mudahan posisi ini bisa konsisten dan stabil, karena seiring dengan meningkatnya akses informasi melalui mesin pencari Google menggunakan smartphone serta kebutuhan informasi dan pemberitaan yang berimbang ditengah-tengah masyarakat luas terutama masyarakat kabupaten Sarolangun, posisi top 1 hasil pencarian Google tentu sangat menguntungkan bagi Lapas Sarolangun terutama dalam membentuk citra positif ditengah-tengah masyarakat.

Screenshoot Google Sitelink dengan kata kunci 'Ditjenpas' 
Tidak mudah meraih posisi strategis di top 10 besar Google, jika perusahaan-perusahaan butuh waktu bertahun-tahun, bahkan dengan menggelontorkan biaya jutaan rupiah untuk menyewa jasa "search engine optimization".

Screenshoot Google Sitelink dengan kata kunci 'Kemenkumham Jambi' 
Kedepannya mudah-mudahan posisi website Lapas Sarolangun bisa mengikuti jejak website jambi.kemenkumham.go.id, ditjenpas.go.id dan kemenkumham.go.id yang telah mendapatkan sitelink spesial dari Google dengan kata kunci tetap, seperti "Kemenkumham, Ditjenpas, Kemenkumham Jambi". 

Baru berumur 8 bulan, Website Lapas Sarolangun Rangking 1 Google

Langganan Berita via Email