Sarolangun — Lapas Kelas IIB Sarolangun terus mengembangkan program pertanian produktif melalui kegiatan penanaman bibit jambu madu yang dilaksanakan sekitar satu bulan lalu, tepatnya pada November. Sebanyak 100 bibit jambu madu dari berbagai jenis ditanam di area luar Lapas, hal ini sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).


Bibit jambu madu tersebut didatangkan langsung dari Medan dan terdiri dari tiga jenis warna, yakni jambu madu merah, hijau, dan putih. Seluruh bibit ditanam menggunakan pot berukuran cukup besar dengan tujuan agar tanaman dapat berbuah secara berkelanjutan dan tidak bersifat musiman.



Kegiatan penanaman ini dikoordinir oleh Kasubsi Kegiatan Kerja serta berada di bawah naungan Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik). Proses penanaman dilakukan langsung oleh WBP yang telah melalui pelatihan, sehingga pelaksanaannya berjalan sesuai dengan teknik budidaya tanaman buah yang baik dan benar.


Kasi Binadik Lapas Kelas IIB Sarolangun, Jonerwan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian bagi WBP.

“Penanaman jambu madu ini kami lakukan sebagai bentuk pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Mereka sudah dibekali pelatihan terlebih dahulu, sehingga nantinya memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana,” ujar Jonerwan.


Ia juga menjelaskan bahwa hasil dari kebun jambu madu tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan internal.

“Ke depan, hasil panen jambu madu ini rencananya akan kami olah kembali untuk konsumsi warga binaan maupun kebutuhan di dalam lapas. Kami juga berencana menambah jumlah bibit agar hasil yang diperoleh semakin optimal,” tambahnya.


Melalui program ini, Lapas Kelas IIB Sarolangun terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.

Manfaatkan Lahan Kosong, WBP Lapas Sarolangun Tanam 100 Bibit Jambu Madu Aneka Warna

Sarolangun — Lapas Kelas IIB Sarolangun terus mengembangkan program pertanian produktif melalui kegiatan penanaman bibit jambu madu yang dilaksanakan sekitar satu bulan lalu, tepatnya pada November. Sebanyak 100 bibit jambu madu dari berbagai jenis ditanam di area luar Lapas, hal ini sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).


Bibit jambu madu tersebut didatangkan langsung dari Medan dan terdiri dari tiga jenis warna, yakni jambu madu merah, hijau, dan putih. Seluruh bibit ditanam menggunakan pot berukuran cukup besar dengan tujuan agar tanaman dapat berbuah secara berkelanjutan dan tidak bersifat musiman.



Kegiatan penanaman ini dikoordinir oleh Kasubsi Kegiatan Kerja serta berada di bawah naungan Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik). Proses penanaman dilakukan langsung oleh WBP yang telah melalui pelatihan, sehingga pelaksanaannya berjalan sesuai dengan teknik budidaya tanaman buah yang baik dan benar.


Kasi Binadik Lapas Kelas IIB Sarolangun, Jonerwan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian bagi WBP.

“Penanaman jambu madu ini kami lakukan sebagai bentuk pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Mereka sudah dibekali pelatihan terlebih dahulu, sehingga nantinya memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana,” ujar Jonerwan.


Ia juga menjelaskan bahwa hasil dari kebun jambu madu tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan internal.

“Ke depan, hasil panen jambu madu ini rencananya akan kami olah kembali untuk konsumsi warga binaan maupun kebutuhan di dalam lapas. Kami juga berencana menambah jumlah bibit agar hasil yang diperoleh semakin optimal,” tambahnya.


Melalui program ini, Lapas Kelas IIB Sarolangun terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.

Langganan Berita via Email