Sarolangun, Rabu, 14/11/2018 kepala lembaga permasyarakatan Sarolangun, Irwan. Amd.IP. SH.MH menerima kunjungan Tim dari dinas perpustakaan dan arsip daerah kabupaten Sarolangun, sekira pukul : 09.00 wib.tim memasuki lapas yang kemudian disambut langsung oleh kalapas dan juga Kasubsi pembinaan, kunjungan kali ini didampingi langsung oleh ibu kabid dari dinas perpustakaan dan arsip daerah yakni ibu Dian Sri hayati, Sp.M.Si
     
Kunjungan ini merupakan proses dari kegiatan rotasi buku yang dilakukan setiap tiga bulan, yang menjadi rutinitas lembaga permasyarakatan Sarolangun  bekerja sama dengan dinas perpustakaan Sarolangun, dalam penyediaan buku di perpustakaan lapas, sebagai bahan bacaan bagi seluruh warga binaan di lembaga permasyarakatan Sarolangun, tujuan rotasi ini sendiri yaitu untuk memacu warga binaan agar gemar membaca dengan cara mengganti seluruh buku yang lama dengan buku - buku yang baru, sebanyak 150 eksemplar buku dibagikan dengan berbagai jenis mulai dari buku keagamaan, pertanian, sosial, sejarah, novel dll. Diharapkan nanti warga binaan bisa memilih buku sesuai dengan minat dan kegemarannya.

Setelah melakukan perbincangan tim didampingi oleh kalapas dan juga Kasubsi pembinaan selanjutnya menuju perpustakaan, untuk melakukan proses serahterima dan pemandangan berita acara serah terima buku.

Sebelum pulang tim dari dinas perpustakaan menyempatkan sesi poto bersama di taman lapas Sarolangun, ibu Dian juga seraya  memuji keindahan dari taman lapas sarolangun yang merupakan hasil kreasi bersama petugas dan para warga binaan.

Kunjungan tim dari dinas perpustakaan dan arsip daerah ke Lapas Sarolangun

Sarolangun - Petugas Pemasyarakan dan Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Sarolangun  menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-73, Upacara ini dipimpin langsung oleh Kalapas Sarolangun Irwan, A.Md.I.P., S.H., M.H, upacara ini bertempat di Lapangan dalam Lapas Sarolangun [Senin, 12/11/18].

"Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita" pesan tokoh proklamator Indonesia Moh. Hatta, yang diucapkan dengan lantang dalam Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun oleh Kalapas Sarolangun, Upacara yang berlangsung dengan khidmat, tertib, dan lancar.


Tema Upacara kali ini adalah "Semangat Pahlawan Di Dadaku". Mengapa tanggal 10 November diperingati sebagai hari pahlawan?, berikut petikan sejarahnya :
10 November merupakan peringatan hari pahlawan nasional. Hari pahlawan ini tercetus karena peristiwa yang terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Surabaya. Surabaya mendapatkan julukan sebagai pahlawan karena pertempuran dahsyat terjadi di kota ini. Loopers, kalau kamu belum tahu apa yang terjadi sebenarnya di dalam peristiwa bersejarah ini? Yuk belajar sejarah sama Loop dibawah ini.
Awal kembalinya Inggris dan Belanda ke Indonesia
Peristiwa 10 November 1945 di kota Surabaya adalah perang pertama melawan Sekutu, Belanda dan Inggris. Peristiwa ini diawali dengan menyerahnya tentara Jepang kepada Amerika karena setelah peristiwa pengeboman kota Hiroshima dan Nagasaki. Mendengar adanya hal itu, Jepang langsung menyerahkan diri dan tentara Jepang yang ada di Indonesia pulang ke negeranya. Pemuda Indonesia berhasil merampas senjata tentara Jepang sebelum mereka kembali ke negaranya. Nah, adanya kekosongan di Indonesia memicu Belanda dan Inggris untuk kembali menduduki Indonesia.
Penjajah ingkar janji, bikin rakyat Indonesia geram dan marah
Saat itu, Indonesia sudah merdeka. Namun, Inggris dan Belanda kembali di Indonesia dan ingin mengibarkan kembali bendera Belanda. 25 Oktober 1945, pemerintah RI dengan Jendral A.W.S Mallaby membuat kesepakatan adanya ketentraman dan keamanan bagi rakyat Indonesia. Namun sayangnya, Inggris ingkar janji sampai mereka berhasil menduduki Pangkalan udara Morokrembangan, Pelabuhan Tanjung Perak, Kantor Pos Besar, Gedung Bank Internasional dan objek vital lainnya yang ada di Surabaya.
Pertempuran di Surabaya tak dapat dihindari
Pemuda di Surabaya melakukan pemberontakan lalu tercetuslah hari sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1945. Pertempuran semakin meluas hingga tewasnya Jendral A.W.S Mallaby ditangan pemuda Surabaya. Kabar itu didengar oleh Bung Karno, lalu Beliau bergegas untuk menuju Surabaya dan menyelesaikan perselisihan tersebut. Perselisihan meredam dengan kedatangan Bung Karno. Namun, setelah Bung Karno kembali ke Jakarta, peristwa kembali menghitam.
Pecahnya pertempuran maha dahsyat dimulai sejak tanggal 10 November 1945
Loopers, pihak Inggris ini semakin menjadi-jadi. Tanggal 9 November 1945 Inggris menyebarkan pamphlet lewat udara kalau rakyat Surabaya harus menuruti dan tunduk kepada Inggris. Kalau tidak, mereka akan menggempur Surabaya habis-habisan dari darat, laut dan udara. Mereka juga memerintahkan pemimpin bangsa Indonesia dan para pemuda datang menemui Inggris pada tanggal 10 November 1945 pukul 6 pagi. Teganya, mereka menyuruh datang dengan tangan diatas kepala.
Karena rakyat Indonesia tidak mau menyerah begitu saja, terjadilah pertempuran yang maha dahsyat di Surabaya antara tentara Inggris dan para pemuda Surabaya. Dengan semangat dari pemimpin pasukan Bung Tomo, pemuda Surabaya rela mengorbankan nyawanya demi kota Surabaya. Sebanyak 6000 sampai 16.000 pejuang Surabaya gugur, namun tetap saja Surabaya jatuh ke tangan Inggris. Karena banyaknya pejuang yang gugur menjadi korban, maka 10 November dikenal sebagai hari Pahlawan bagi Indonesia.

Lapas Sarolangun Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-73

Sarolangun - Sebanyak 42 orang Pegawai Lapas Sarolangun terdiri atas 4 orang Perwira, 38 orang PNS dan CPNS secara khidmat mengikuti Sosialisasi Permenkumham No. 33 tahun 2015 tentang pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan sekaligus rapat evaluasi kinerja  petugas Keamanan dan Ketertiban, Sosialisasi dan rapat ini bertempat di Aula Gedung I Lapas Sarolangun (Senin/12/11/18).

Kalapas Sarolangun Irwan, A.md.IP,SH,MH dalam sambutannya menekankan pentingnya semua petugas pemasyarakatan Lapas Sarolangun memahami tugas dan fungsi masing-masing, "Saya sudah siapkan buku saku Petugas Pemasyarakatan juga panduan bagi petugas P2U" ujarnya sembari menunjukkan buku yang dimaksud.

Download dan Baca : Buku Saku P2U / Protap P2U / Petugas Pintu Utama

Kalapas juga menjelaskan bahwa ujung tombak Lembaga Pemasyarakatan adalah keamanan, maka dari itu dituntut komitmen dan soliditas bagi semua petugas pemasyarakatan.

Kasubsi Kamtib Hidayat, S.Sy menambahkan akan mengambil langkah tegas jika masih ditemukan petugas yang tidak disiplin dalam bertugas, "Pada rapat sebelumnya kita petugas pengamanan sudah sepakat dengan beberapa poin penting berkenaan dengan pengamanan, maka jika kemudian ada yang menyeleweng kita beri tindakan tegas" ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Kalapas dan Kasubsi kamtib menekankan pentingnya petugas P2U untuk waspada jangan-jangan, karena arus keluar masuknya petugas, pengunjung dan warga binaan adalah portir, "Setiap yang melewati pintu utama wajib digeledah" ujar Kalapas, Kasubsi Kamtib menambahkan jangan ada petugas P2U yang meninggalkan pos Portir karena itu sangat fatal bagi keamanan Lapas.

Pada sesi selanjutnya masing-masing Komandan jaga diberikan kesempatan untuk bertanya dan memberi tanggapan mengenai situasi Pengamanan beberapa bulan terakhir.

Sosialisasi Permenkumham No. 33 dan rapat evaluasi pengamanan Lapas Sarolangun

Kunjungan dan koordinasi tim BINMAS Polres ke Lapas Sarolangun

Lapas Sarolangun - 3 orang anggota SAT Binmas Polres Sarolangun berkunjungan ke Lapas Sarolangun (Rabu/7/11/18), Kunjungan ini diterima lansung oleh Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Sarolangun Hidayat, S.Sy bertempat diruang Kamtib.

Kunjungan Binmas Polres Sarolangun ini dalam rangka Sosialisasi Pembinaan Masyarakat, dalam kesempatan yang sama SAT Binmas Polres Sarolangun menyampaikan bahwa Polres siap diundang kapan saja buat pengarahan untuk warga binaan atau petugas terkait keamanan dan ketertiban.

Kunjungan tersebut ditutup dengan penyerahan jam dinding dari Binmas Polres ke Lapas Sarolangun melalui Kasubsi Kamtib.

Hidayat, S.Sy selaku Kasubsi Kamtib menyampaikan bahwa kunjungan ini berarti sekali bagi Lapas Sarolangun, selain untuk menjalin silaturahmi antar sesama petugas keamanan, juga untuk mempererat hubungan kerja sama dalam hal keamanan dan ketertiban masyarakat terutama di Lembaga Pemasyarakatan.

Kunjungan dan koordinasi Satuan BINMAS Polres ke Lapas Sarolangun


Lapas SarolangunSabtu 3/11/2018 Diawali sholat subuh berjamaah yang merupakan program yang telah berjalan dengan baik sejak pertama kali kepala lembaga permasyarakatan sarolangun membuat wacana, program ini rutin dilaksanakan dan telah berjalan kurang lebih dua bulan sejak kedatangan pak irwan AMd.Ip SH, MH yang baru menjabat sebagai kepala lembaga permasyarakatan sarolangun.
senam pagi seluruh wbp
Selanjutnya pada pukul 08.00 dilanjutkan dengan kegiatan senam, kegitan ini juga merupakan kegitan yang menjadi rutinitas, untuk menjaga kesegaran serta kesehatan tubuh.


wbp mendapatkan teguran dari kalapas serta kasubsi pembinaan

Kegiatan selanjutnya penindakan terhadap para warga binaan yang tidak melaksanakan kegiatan sholat jumat berjamah, kepala lembaga permasyarakatan didampingi kasubsi pembinaan serta komandan jaga memberikan teguran lisan serta hukuman disiplin kepada para warga binaan yang tidak  megikuti kegiatan sholat jumat tanpa keterangan kemarin.


wbp meminjam buku diperpustakaan
Selain itu Kegiatan di perpustakaan lembaga permasyarakatan sarolangun juga berlangsung seperti biasa melayani seluruh warga binaan yang ingin membaca serta meminjam buku dengan syarat membawa kartu kunjungan dan mengisi buku laporan peminjaman.

sholat dzuhur berjamaah
Selanjutnya pada pukul 12.00 seluruh warga binaan melaksanakan kegiatan sholat  zuhur berjamaah di masjid annur lapas sarolangun.

Rangkaian kegiatan sabtu pagi di lembaga permasyarakatan sarolangun

Lapassarolangun.com -  Lapas Kelas III Sarolangun menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kementerian Hukum dan HAM RI, atau yang biasa disebut Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) yang ke-73, Selasa(30/10).

Dalam sambutannya Menteri Hukum dan HAM, Yassona H Laoly yang dibacakan langsung Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun, Irwan, Amd.IP, SH, MH selaku Inspektur Upacara disampaikan, Tahun 2018 sudah berada di ujung penghabisan, saatnya kita perkuat sinergitas untuk menyelesaikan persoalan-persoalan dengan solusi yang berkualitas. Hal ini sejalan dengan tema kita yang kita usung tahun ini yaitu “Sinergitas – Kami Pasti.” Tema ini benar-benar diimplementasikan pada semua aspek kehidupan birokrasi kita di Kemenkumham.
Penyerahan Hadiah oleh Kalapas Sarolangun
Penyerahan Hadiah oleh Kalapas Sarolangun

Penyerahan Hadiah oleh Kaur TU

Penyerahan Hadiah oleh Kasubsi Pembinaan

Penyerahan Hadiah oleh Kasubsi Kamtib
Penyerahan Hadiah oleh Kasubsi Kamtib
Pelaksanaan kegiatan upacara Hari Dharma Karya Dhika Tahun 2018 yang diikuti oleh seluruh petugas, CPNS, Ibu-ibu Dharma Wanita, serta warga binaan Lapas Kelas III Sarolangun. 


Setelah pelaksanaan upacara WBP dan petugas berkumpul di Gazebo, dilanjutkan dengan kegiatan pembagian hadiah kepada pemenang turnamen yang diadakan bagi petugas dan warga binaan Lapas Sarolangun, Kalapas Sarolangun dalam sambutannya dihadapan Warga Binaan menyampaikan bahwa peringatan hari HDKD harus diperingati secara meriah, "Lomba-lomba, turnamen itu finalnya H-1 sebelum pelaksanaan upacara puncak peringatan HDKD, agar wah dan meriah", pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Kalapas Sarolangun berpesan kepada petugas Lapas Kelas III Sarolangun agar tetap bekerja dengan keras, cerdas dan tuntas sehingga mampu menyelesaikan persoalan secara berkualitas.

Hari Dharma Karya Dhika ke 73, Lapas Sarolangun Gelar Upacara dan berbagai Perlombaan

Sarolangun – Peringati Hari Sumpah Pemuda, Kepala Lapas Kelas III Sarolangun beserta rombongan menghadiri upacara Gabungan di Lapangan Sepak Bola Gedung Olahraga Kabupaten Sarolangun (Senin, 29/10).

Peringatan Sumpah Pemuda yang ke 90 tahun ini mengangkat tema “Bangun Pemuda Satukan Indonesia” dipimpin oleh Wakil Bupati Sarolangun, H. Hilalatil Badri. Tema ini diambil atas dasar pentingnya kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang beriman dan bertaqwa pada Tuhan, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahan, kepeloporan, berkebangsaan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam kerangka RI.

Dalam sambutannya, Hilal mengatakan bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau.

“Satu sisi dapat memberikan jaminan kecepatan informasi, sehingga memungkinkan para pemuda meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam peningkatan sumber daya serta daya saing. 

Namun pada posisi lain, perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari hoaks, hate speech (ujaran kebencian), pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudah. Hal tersebut akan masuk dengan mudah jika para pemuda tidak membendung dengan ilmu pengetahuan serta kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara.”
Seusai upacara, Kalapas dan para pejabat pemerintah lainnya di kabupaten Sarolangun bersalaman dengan para peserta upacara. Selamat hari sumpah pemuda, ujar beliau sembari tersenyum.


Bangun Pemuda Satukan Indonesia, Kalapas Hadiri Upacara Gabungan Peringatan Sumpah Pemuda

Karena adanya Perbedaan dalam pembinaan maka perlu adanya penggolongan narapidana. Penggolongan narapidana mempermudah proses pembinaan karena seringkali pembinaan bukan dari Pembina tetapi narapidana sendiri atau sekelompok narapidana.

Lapas Sarolangun adalah lembaga pemasyarakatan umum, yang dapat menampung narapidana dengan berbagai latar belakang kasus, termasuk Narapidana Tipikor, Narkoba, Anak-anak dan Perempuan.

Di provinsi Jambi sudah ada beberapa Lapas khusus seperti Lapas Narkotika di Muara Sabak, Lapas Khusus Anak (LPKA) dan Lapas Perempuan (LPP) di Sungai Buluh, Muara Bulian.

5 orang Narapidana Narkoba dipindahkan
5 orang Narapidana Dewasa Kasus Narkoba dipindahkan ke Lapas Narkotika Muara Sabak
Untuk lebih maksimalnya program pembinaan maka kebijakan re-distribusi narapidana ke Lapas khusus dilakukan di Lapas Sarolangun, seperti baru-baru ini dilakukan pemindahan 5 orang narapidana perempuan dan 6 orang Anak didik pemayarakatan ke LPKA dan LPP Muara Bulian, serta 5 orang narapidana dewasa kasus narkoba ke Lapas Narkotika Muara Sabak.

6 orang anak didik pemasyarakatan dipindakan ke LPKA Muara Bulian
6 orang anak didik pemasyarakatan dipindakan ke LPKA Muara Bulian
Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 12 Undang-undang Nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, menentukan bahwa dalam rangka pembinaan terhadap narapidana di Lembaga Pemasyarakatan dilakukan penggolongan atas dasar:
  1. Umur
  2. Jenis kelamin
  3. Lama pidana yang dijatuhkan
  4. Jenis kejahatan dan 
  5. Kriteria lainnya sesuai dengan kebutuhan atau perkembangan pembinaan
5 orang Narapidana Perempuan dipindahkan ke LPP Muara Bulian
5 orang Narapidana Perempuan dipindahkan ke LPP Muara Bulian
Hidayat, S.Sy Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Sarolangun mengatakan bahwa pemindahan narapidana dan anak didik pemasyarakatan ini dilakukan sesuai dengan aturan dan menjalankan perintah Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jambi.

Lapas Sarolangun lakukan pemindahan narapidana dan anak didik ke Lapas Khusus

Pasukan merah Putih Lapas Sarolangun

Lapas Sarolangun - Kegiatan rutin Bhakti Sosial petugas dan Warga Binaan Lapas Kelas III Sarolangun sebagai program Bhakti kepada Negeri Merah Putih di lingkungan masyarakat dan pemerintah daerah Kab. Sarolangun, (Jum'at/26/10/2018)
Kasubsi Pembinaan dan Pasukan merah Putih Lapas Sarolangun
Kegiatan diikuti oleh petugas dan warga binaan asimilasi serta pegawai pada SKPD Kab. Sarolangun. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasubsi Kamtib, Kasubsi Pembinaan, dan Kasubsi Admisi dan Orientasi. 
Kasubsi AO dan Pasukan merah Putih Lapas Sarolangun
Pengawas kegiatan langsung oleh Kepala Lapas Kelas III Sarolangun. Kegiatan Bhakti Sosial berlangsung lancar, tertib, aman, dan terkendali.

Kasubsi Kamtib dan Pasukan merah Putih Lapas Sarolangun

Wujudkan Program Bhakti Padamu Negeri, Lapas Sarolangun adakan kegiatan bersih-bersih fasilitas umum

Sebanyak 402 orang peserta Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jambi telah selesai mengikuti kegiatan Pelatihan Dasar CPNS, bertempat ruang Aula BPSDM, kegiatan LATSAR ini secara resmi ditutup oleh Plt Kakanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jambi, Sorta Delima Lumban Tobing, S.H.,M.Si (Kamis, 25/10/2018).

suasana penutupan kegiatan Latsar Kanwil Kemenkumham Jambi

Kegiatan ini adalah Pola Kemitraan dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jambi, Plt Kakanwil Kemenkumham Jambi dalam sambutannya mengatakan bahwa CPNS Kemenkumham tahun 2018 ini adalah tunas pengayoman dengan segudang ide-ide segar, "Inovasi yang saudara lakukan jangan hanya terhenti sampai disini, harus tetap konsisten dilakukan, demi peningkatan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat" pungkasnya.


Tak lupa Plt Kakanwil menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPSDM Provinsi Jambi, Widya Iswara atas dukungan fasilitas penginapan dan media pembelajaran, dan materi pelatihan yang cukup memadai sehingga kegiatan  pelatihan dapat terselenggara sebagaimana mestinya.

Lapas Sarolangun sendiri mengirim 28 orang CPNS untuk mengikuti kegiatan ini, dan kesemuanya lulus evaluasi habituasi dengan predikat sangat memuaskan.

Hariyadi, SH selaku Kaur TU sekaligus Mentor bagi CPNS Lapas Sarolangun menuturkan bahwa inovasi dan aktulisasi yang dilakukan CPNS Lapas Sarolangun selama masa Habituasi ini berdampak positif bagi peningkatan kinerja organisasi.

"Kita berharap kepada para CPNS ini bisa melahirkan inovasi-inovasi baru bermanfaat bagi masyarakat luas terutama Warga Binaan Lapas Sarolangun", tutupnya.

Kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Kanwil Kemenkumham Jambi resmi ditutup

Langganan Berita via Email