SarolangunPetugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun menggelar donor darah serentak pada Kamis (24/3). Kegiatan ini digelar sebagai bagian rangkaian Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) Ke-58, yang puncaknya akan jatuh pada 27 April mendatang.

“Kegiatan Donor Darah ini sebagai bentuk partisipasi kami petugas Lapas Sarolangun untuk kemanusiaan, karena diluar sana banyak saudara kita yang membutuhkan darah hampir setiap harinya, hal ini dalam rangka menyemarakkan Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-58 ” tutur Kepala Lapas Sarolangun, Irwan saat dikonfirmasi.



"Adapun kegiatan donor darah yang diselenggarakan di Lapas Sarolangun bekerjasama dengan RSUD Chatib Quzwain diikuti oleh 61 petugas,  Dharma Wanita Persatuan, namun berdasarkan hasil pemeriksaan petugas medis hanya 12 pendonor yang bisa diambil darahnya sementara yang lain tidak bisa karena hasil screening menjadi alasan petugas medis tidak bisa di donor, seperti HB rendah, tensi rendah/tinggi, dan sebagaian petugas ada yang baru melakukan donor dan waktunya belum 3 bulan" ungkap Irwan.


“Peringatan HBP Ke-58 ini, sesungguhnya merupakan momentum yang tepat untuk menyalurkan rasa kepedulian kita terhadap sesama. Dengan memberikan sedikit darah yang kita miliki, ikut berpartisipasi menyelamatkan nyawa saudara-saudara kita di luar sana,” ujar Irwan.



Lebih lanjut Kalapas Irwan mengatakan bahwa seiring dengan meningkatnya kesadaran akan manfaat dan pentingnya donor darah, diharapkan tidak ada lagi kekurangan kantong-kantong darah untuk kebutuhan kemanusiaan. Ia berpendapat, bukan hanya untuk kegiatan kemanusiaan, kegiatan donor ini juga memberikan manfaat kesehatan bagi para pendonor. Manfaat tersebut di antaranya meningkatkan produksi sel darah, memperlancar peredaran darah, terjaganya kesehatan jantung, hingga mencegah penyakit stroke. Di samping itu, donor darah disebut juga dapat meningkatkan kesehatan mental.



Tak lupa Kalapas menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat. “Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pegawai yang telah bersedia mendonorkan darahnya. Terima kasih juga saya ucapkan kepada petugas Chatib Quzwain yang telah membantu sehingga kegiatan ini bisa terselenggarakan dengan lancar tanpa hambatan yang berarti,” ungkapnya.








Semangat Kemanusiaan Menyemarakkan 58 Tahun Pemasyarakatan, Petugas Lapas Sarolangun Donor Darah

Sarolangun - Sebesar apapun keselahan seorang manusia dimasalalunya, tetap saja pintu tobat untuk berubah menjadi insan yang lebih baik terbuka lebar baginya, begitulah gambaran yang pantas dilekatkan kepada Muhammad Ilham (nama mualaf) seorang WBP Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun, betapa tidak WBP yang satu ini terbilang bandel dan bengal, sudah beberapa kali berkelana pindah dari satu Lapas ke Lapas yang lain karena karakternya yang keras kepala, akhirnya hari ini (23/3) Ilham dengan tanpa paksaan mengikrarkan dua kalimat syahadat bertempat di masjid At-Taubah Lapas Sarolangun. 

Prosesi pembacaan dua kalimah syahadat ini berlangsung singkat penuh khidmat dimulai sekitar pukul 14.45 WIB sebelum pelaksanaan shalat Ashar, disaksikan oleh Kalapas Sarolangun Irwan, Kakan Kemenag kabupaten Sarolangun M. Syatar, penyuluh agama Islam, serta kepala kantor KUA kecamatan Sarolangun serta beberapa petugas Lapas, dan yang WBP bersangkutan berganti nama dari William menjadi Muhammad Ilham.

 


Petualangan Muhammad Ilham berakhir di jeruji besi blok resiko tinggi Lapas Sarolangun berawal dari keputusan tegas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jambi mengirim beberapa WBP yang dianggap "pentolan kelas kakap" yang masih saja bandel dan sulit dibina dari beberapa Lapas dilingkup Kanwil Jambi ke blok resiko tinggi Lapas Sarolangun, setelah beberapa bulan mendekam di sel high risk, Muhammad Ilham pernah beberapa kali mengutarakan niatnya untuk berubah dan ingin belajar shalat kepada petugas blok high risk.


Kalapas Sarolangun Irwan menceritakan bahwa tidak begitu saja langsung percaya dengan keinginan yang bersangkutan karena berdasarkan informasi dari teman-teman Lapas lain yang bersangkutan memiliki track record jelek, "WBP kita ini awalnya adalah napi resiko tinggi yang ditempatkan diblok high risk. dan beberapa bulan dipantau sepertinya memang serius ingin berubah. akhirnya kami mengumpulkan seluruh petugas blok high risk untuk dimintai pendapat mengenai perkembangan yang bersangkutan selama mendekam diblok resiko tinggi, rata-rata petugas saya berpendapat yang bersangkutan serius menunjukkan sikap ingin berubah bukan sekedar modus ingin seperti napi biasa" ujar Irwan.



"Setelah mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. akhirnya kami menyurati pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas) Muaro Bungo untuk melakukan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) terhadap WBP yang bersangkutan dan berdasarkan hasil assesment yang dilakukan oleh petugas Bapas napi yang bersangkutan masuk dalam kategori resiko minimum dan bisa digabungkan dengan napi yang lain" ujar Irwan.


"Setelah membaur dengan napi biasa, Ilham terus menunjukkan sikap berubah ke arah yang lebih baik, bahkan yang bersangkutan meminta petugas untuk mengajarinya membaca Al-qur'an, belajar shalat dan tata cara berwudhu', akhirnya beberapa bulan tekun ikut belajar dimasjid atas keinginan sendiri, kami berkesimpulan bahwa Ilham serius ingin jadi mualaf" ungkap Irwan.



Sementara itu Kakan Kemenag Sarolangun M. Syatar angkat topi dengan kesabaran petugas dalam membimbing WBP yang bersangkutan, "Ilham inikan dulu boleh dikatakan pentolan sudah berpindah-pindah Lapas, kalau menurut kebiasaan jelas peluang untuk dibina sulit tapi ternyata pihak Lapas bisa meluluhkan hatinya" ujar Syatar.


Lebih lanjut Kakan Kemenag mengatakan nanti 2 kali dalam seminggu petugas penyuluh agama Islam akan datang ke Lapas Sarolangun untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada WBP yang bersangkutan agar semakin paham dengan agama Islam. 




Pernah Jadi Napi Resiko Tinggi, Seorang Napi Lapas Sarolangun Akhirnya Insyaf dan Bersyahadat

Sarolangun - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Sarolangun Irwan pagi ini (23/3),  mengumpulkan seluruh petugas sesuai dengan nota dinas rapat 2 hari sebelumnya disampaikan kepada seluruh petugas, hal ini dalam rangka melakukan Evaluasi Kinerja terhadap seluruh jajarannya, kegiatan ini berlangsung di Aula Utama. 

Kalapas Irwan memimpin langsung jalannya rapat evaluasi ini, dalam arahan dan penguatannya beliau mengatakan bahwa rapat evaluasi kinerja menjadi dasar dalam mengontrol seluruh pelaksanaan kegiatan yang dilakukan seluruh anggota organisasi dilingkup Lapas Sarolangun. Sinergi seluruh anggota organisasi dalam mencapai sasaran kinerja menjadi hal yang utama. 



“Di era revolusi industri 4.0 ini semua serba cepat, distribusi informasi dalam hitungan detik, perubahan bukan lagi hitungan tahun tapi hitungan hari bahkan jam, untuk itu kita semua dituntut harus sigap, tanggap, cepat serta berperan aktif dalam pemajuan organisasi Lapas kita ini, memanfaatkan secara maksimal saluran komunikasi yang ada agar sinergi antar Subsi berjalan optimal" tegas Irwan.


"Jika kita bekerja masih menggunakan cara-cara lama, maka kita akan tertinggal jauh, hal ini tentu bukan sekedar isapan jempol belaka, karena pak Menteri Yasonna Laoly sudah meluncur gerakan Revolusi Digital Kementerian Hukum dan HAM dalam rangka adaptasi perkembangan digital" ungkap Irwan.



"Kita tidak punya banyak waktu, perubahan besar itu harus dimulai dari mereformasi pola pikir atau merubah mind set, sudah saatnya kita berpikir Out of The Box, melakukan inovasi pelayanan berbasis digital sejalan dengan program Revolusi Digital Kemenkumham, kita bisa mengakses internet melihat bagaimana pesatnya perkembangan teknologi di negara-negara maju terutama di Eropa yang berlangsung secara luar biasa, jangan sampai kita terhenyak kebingungan, kita semua mesti sudah berbuat kita banyak orang baru berpikir" tegas Irwan.


Lebih lanjut Kalapas mengatakan bahwa penting menjaga integritas, loyalitas dan saling bersinergi satu sama lain, karena antara Subsi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, jika itu semua sudah berjalan dengan baik maka target Lapas Sarolangun maju tentu dapat dicapai secara maksimal.



Disamping itu Kalapas juga menegaskan bahwa pembangunan zona integritas di Lapas Sarolangun akan terus digalakkan karena itu adalah amanat undang-undang demi mewujudkan tata kepemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintahan yang bersih dan berwibawa (Clean goverment) khususnya dilingkup Lapas Sarolangun.


Pada rapat tersebut masing-masing pejabat pengawas, pelaksana, JFU dan JFT  diberikan kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan pendapat terkait permasalahan yang ditemukan dilapangan ketika berdinas, kemudian Kalapas memberikan tanggapan.



Pada rapat kali ini juga dibahas langkah-langkah deteksi dini  kerawanan gangguan keamanan dan ketertiban, persiapan menyambut bulan suci Ramadhan 1443 H, serta penyusunan program pembinaan kepada warga binaan selama bulan suci Ramadhan, pengelolaan anggaran program kemandirian, serta penjelasan tentang barang-barang inventaris milik negara yang dimiliki oleh Lapas Sarolangun.






Evaluasi Kinerja Jajaran, Kalapas Sarolangun : Kita Harus Berbuat Ketika Orang Baru Berpikir

Sarolangun – Sejumlah warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun keluar dari kamar hunian menuju Masjid At Taubah Lapas Sarolangun guna melaksanakan Shalat Magrib berjamaah dan menggelar pembacaan Surat Yasin dalam rangka menyambut malam Nisfu Sya’ban, Kamis (17/03/2022).

 

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun yang merupakan Unit Pelaksana Teknis di Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jambi memiliki inovasi berupa Program "Ya Kalam (Yasinan Kamis Malam)" yang bertepatan dengan Malam Nisfu Sya'ban 1443 H.  Dalam kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Sarolangun, Irwan bersama pejabat dan petugas pemasyarakatan Lapas Sarolangun. Suasana khusyuk dan khidmat terasa di sela-sela keharuan dan kebahagiaan warga binaan menyambut malam Nisfu Sya’ban.


Nisfu artinya pertengahan, maka malam Nisfu Sya’ban adalah malam pertengahan bulan Sya’ban. Malam Nisfu Sya'ban juga dinamakan malam pengampunan atau malam maghfirah. Imam Al Gozhali RA mengistilahkan malam Nisfu Sya'ban sebagai malam yang penuh dengan syafaat atau pertolongan.
 

Selain itu, malam Nisfu Sya’ban juga menandakan bahwa sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan. Dalam pengarahannya, Kalapas berharap agar warga binaan menjadikan momentum ini untuk senantiasa menambah keimanan kepada Allah. “Kami berharap kegiatan keagamaan di Lapas Sarolangun yang seperti ini dapat menjadi sarana meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah, bagi warga binaan bahkan petugas. Sekaligus sebagai sarana mensucikan diri dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.” Tutup Kalapas.
 

Kegiatan ini dilanjutkan dengan Shalat Isya berjamaah dan makan bersama.






Sambut malam Nisfu Sya’ban, Lapas Sarolangun adakan yasinan dan doa bersama

Sarolangun - Terobosan baru dan terbilang nekad yang dilakukan anggota koperasi Lapas Sarolangun melalui Rapat Anggota Tahunan setahun yang lalu akhirnya mulai terasa manfaatnya, betapa tidak koperasi Pengayoman yang didirikan oleh petugas Lapas Sarolangun secara swadaya ini tidak membebankan bunga kepada anggota yang meminjam alias bunga 0 persen.


Mayoritas anggota koperasi Pengayoman Lapas Sarolangun saat sesi dialog pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2021 di Gazebo, Kamis (17/03), mengaku sangat terbantu dengan keputusan bunga pinjaman 0 persen tersebut, dan 99% anggota setuju untuk mempertahankan "Pinjaman Tanpa Bunga" kepada anggota yang meminjam dan masuk pada program kerja Pengurus Koperasi Tahun Buku 2022.



Kalapas Sarolangun Irwan yang juga selaku pembina koperasi pada saat pengarahannya mengapresiasi keputusan rapat anggota untuk mempertahankan program kerja bunga pinjaman nol persen bagi anggota, "Kita disini tidak sedang bermimpi punya koperasi berbasis syariah, tetapi sudah menerapkan konsep syariah tersebut" ujar Irwan.


"Jika kita semua ingin koperasi ini berkembang maka perlu ada terobosan baru dalam pengembangan bidang usaha milik koperasi. jadi untuk sektor simpan pinjam murni untuk membantu anggota" ungkap Irwan.



Lebih lanjut pembina koperasi menyampaikan amanat agar semua anggota dapat berkontribusi dalam bentuk ide dan gagasan bagi pengembangan koperasi ke arah yang lebih baik sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh anggota.


Adapun usulan-usulan brilian yang dihasilkan oleh RAT ini diantaranya; pemberian reward bagi pegawai teladan, pemberian reward bagi anak-anak anggota yang berprestasi, koperasi harus berkontribusi bagi organisasi misalnya menjadi sponsor dalam lomba-lomba bagi petugas yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja.


Pada penghujung acara diadakan pengundian Door Prize, adapun paket Doorprize ini sebagian disponsori oleh Bank Syariah Indonesia Cabang Sarolangun dan sebagian dialokasikan dari Kas koperasi.







Bunga Pinjaman 0 Persen di Pertahankan, Kalapas : Koperasi Lapas Sarolangun Sesuai Syariah

Sarolangun - Sebagai bentuk implementasi nyata dalam mewujudkan Zona Integritas di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun, Kalapas Sarolangun melalui Kaur Kepegawaian dan Keuangan kembali mengadakan penilaian atas seluruh JFU dan JFT dalam rangka memilih 1 orang pegawai yang dianggap memenuhi kriteria sebagai pegawai teladan, penentuan nominasi didasarkan rekam jejak disiplin kehadiran di aplikasi Simpeg, penilaian ini melibatkan Kalapas serta pejabat pengawas dan pelaksana dengan mempertimbangkan beberapa aspek antara lain; Integritas, Komitmen, Kedisiplinan, Kerjasama dan Etika Kedinasan.

Setelah melalui serangkaian penilaian, pegawai atas nama Deddy Kurniawan terpilih menjadi pegawai teladan Periode Maret 2022, pegawai yang bersangkutan berhasil meraih nilai tertinggi mengungguli 12 nama lainnya, penyerahan penghargaan dipimpin langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun Irwan bertempat di Gazebo, Senin (14/03).



Kalapas Sarolangun dalam amanatnya mengatakan bahwa pemberian penghargaan berupa Piagam dengan harapan agar pegawai yang terpilih terus mempertahankan dan memberikan kinerja terbaik serta terus menambah pengetahuan tentang aturan-aturan terkait pemasyarakatan agar dapat menjadi teladan bagi rekan-rekan yang lain.


"Proses penilaian kita laksanakan secara online dan objektif melibatkan seluruh pejabat pengawas dan pelaksana. nominasi yang dinilai ada 20 orang nama yang diambil berdasarkan penelusuran rekan jejak kedisiplinan dari absensi simpeg" ungkap Irwan. 



"Penghargaan terhadap Pegawai Teladan ini akan terus berlanjut setiap bulannya. sebagai bentuk apresiasi atas kinerja, loyalitas serta integritas terhadap pegawai yang berhasil meraih skor tertinggi dalam proses penilaian" ujar Irwan. 


"Secara keseluruhan ada perubahan yang signifikan terhadap kedisiplinan petugas. budaya kerja yang sehat seperti ini tentu perlu kita pertahankan demi pelayanan yang maksimal kepada masyarakat" tegas Irwan.

Serahkan Penghargaan Pegawai Teladan, Kalapas: Semoga Menjadi Motivasi Untuk Yang Lain

Sarolangun - Tahanan titipan Pengadilan di Lapas Sarolangun yang kabur dengan cara memanjat tembok ornames blok pada saat hendak mengikuti shalat zuhur akhirnya berhasil dibujuk pulang kembali ke Lapas dengan cara menyerahkan diri secara baik-baik kepada petugas, Kalapas Sarolangun Irwan turun langsung ke lapangan memimpin jalannya penjemputan tahanan yang kabur tersebut, Kamis (10/03).


Kalapas mengatakan bahwa proses penjemputan tanpa kekerasan ini berkat gerak cepat seluruh petugas serta koordinasi yang baik dengan dengan segala lini baik itu aparat keamanan maupun dengan kepala desa dimana tahanan yang bersangkutan berdomisili, "Kami bersyukur warga desa Batu Ampar sangat kooperatif tidak ada kesan menghalang-halangi petugas. aparat desa juga menerima kami dengan baik mengedepankan dialog dan cara penyelesaian yang sangat-sangat dewasa" ungkap Irwan. 



"Selaku pimpinan pertama kami ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas Lapas Sarolangun yang telah melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait, sehingga keberadaan tahanan yang kabur dapat dideteksi kurang dari 12 jam, dan yang terpenting dari semua proses ini adalah tahanan yang bersangkutan dapat dibujuk secara persuasif agar mau menyerahkan diri secara baik-baik dan kembali ke Lapas dengan jaminan keamanan langsung dari Kalapas" ujar Irwan.



"Tekait jaminan keamanan agar tahanan yang bersangkutan tidak mengalami tindak kekerasan setelah sampai di lapas kami sudah instruksikan semua petugas agar menahan diri dan menjadikan pelajaran serta mengambil hikmah atas kejadian ini. namun jika masih ada yang kebablasan kami akan tindak tegas" ujar Irwan.



Lebih lanjut Kalapas mengatakan secepatnya akan melaporkan peristiwa tersebut ke pimpinan dan segera melakukan stabilisasi kondisi dengan tidak bosan-bosannya memberikan penguatan kepada petugas. 




Kurang Dari 12 Jam, Kalapas Berhasil Bujuk Tahanan Kabur Kembali Ke Lapas

Sarolangun - Seorang guru memiliki andil dalam kesuksesan para muridnya, mungkin demikian kata yang dapat mewakilkan ikhtiar para petugas Lapas Sarolangun yang secara konsisten melakukan pembinaan kepada para "Santri", apalagi warga binaan yang sebelumnya belajar ngaji akhirnya beranjak jadi guru ngaji.

Adalah bang Maman (samaran) dan kawan-kawan Napi Lapas Sarolangun yang terpantau sedang berbagi pengetahuan mengajar tentang aksara latin dan aksara arab ke beberapa santri lainnya di Masjid At-Taubah Lapas Sarolangun (09/03), bang Maman ini sebelumnya merupakan warga binaan didikan petugas yang telah belajar mengaji secara tekun sejak 1 tahun yang lalu.



Ketika ditanya petugas bang Maman mengaku bersyukur berkat didikan petugas akhirnya dia bisa baca Al-qur'an paham tentang tata cara ibadah dan sekarang bisa berbagi ilmu kepada warga binaan yang lain, "Biasanya kami belajar ngaji dengan bapak petugas yang biasa menjadi guru kami di Lapas ini secara rutin selepas shalat Subuh dan Isya, kalau kegiatan yang terjadwal pagi hingga menjelang shalat Zuhur" ujarnya.


Kalapas Sarolangun Irwan membenarkan hal itu, beliau mengakui sangat terbantu dengan sinergi para petugas pengamanan dalam pengawasan aktivitas belajar beberapa warga binaan, "Aktivitas shalat berjamaah di masjid At-Taubah Lapas Sarolangun sekarang sudah 5 waktu, hanya dalam kondisi tertentu tidak dilaksanakan seperti hujan lebat atau kondisi emergency lainnya" ujar Irwan.



"Memang perlu waktu dan proses, tentunya harus dimulai dari pimpinan dan petugas menjadi teladan dalam hal ibadah, awalnya wrga binaan kita ajak dan arahkan mengikuti shalat berjamaah di masjid bersama petugas, mendengarkan kultum. kemudian beberapa warga binaan kita assesment dan pilih untuk mengikuti kegiatan ngaji rutin selepas Isya dan Subuh di masjid dibawah bimbingan dan pengawasan petugas, akhirnya dari belajar ngaji ke petugas sekarang sudah bisa jadi guru ngaji bagi Warga Binaan lainnya baik itu di masjid maupun di kamar hunian" ungkap Irwan.


"Harapan kami tentunya Warga Binaan yang sudah memperoleh pengetahuan dari petugas bisa menjadi guru untuk warga binaan lainnya karena mereka dikamar bercengkrama hampir 24 jam, tentunya diarahkan oleh petugas sehingga bisa meminimalisir aktivitas yang tidak penting atau bahkan aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtib" lanjut Irwan.

Maman Napi Lapas Sarolangun, Dari Belajar Ngaji Akhirnya Jadi Guru Ngaji

Langganan Berita via Email