Sarolangun - Beberapa Warga Binaan dibawah Pengawasan Staf Keamanan dan Ketertiban Lapas Sarolangun Gotong Royong menimbun jalan utama akses arah Lapas Sarolangun, nyaris sepanjang ±200 meter jalur utama tersebut berseliweran lubang-lubang sebesar kawah, bahkan beberapa lubang masuk dalam kategori membahayakan pengendara.

Warga Binaan sedang memuat sisa pecahan tembok bangunan ke Dump Truck
Agaknya kalau melihat kondisi jalan yang rusak parah ini pantas disematkan "Jalur Goyang Dangdut" buat pengendara, kalau siang hari jalur ini terbilang cukup ramai karena lalu lalang masyarakat yang melintas baik menggunakan sepeda motor atau mobil, tidak bermaksud berlebihan karena ada beberapa objek vital yang akses menujunya melalui jalan tersebut, seperti SD IT Al-Kahfi, SD Negeri No. 209, Lapas Kelas IIB Sarolangun, Gereja HKBP, Gereja Pantekosta, Gereja Katolik, serta pemukiman penduduk RT. 22 Kelurahan Aur Gading Kabupaten Sarolangun.

Warga Binaan sedang meratakan timbunan dengan peralatan manual
Inisiatif penimbunan jalan berlubang ini muncul karena sisa-sisa pecahan tembok renovasi Masjid Lapas Sarolangun lumayan banyak, agar bermanfaat maka dijadikan material untuk timbunan lubang-lubang jalan yang berseliweran disepanjang jalur akses ke Lapas Sarolangun, jika siang hari mungkin tidak begitu membahayakan karena posisi lubang-lubang besar yang menganga tampak jelas, yang dikhawatirkan pas pada malam hari jalur ini gelap rentan terjadi kecelakaan.

Material yang dijadikan timbunan dimuat dan diangkut dari Lapas menggunakan Dump Truck kemudian ditumpahkan pada titik-titik jalan yang berlubang cukup parah selanjutnya diratakan dengan peralatan seadanya oleh Warga Binaan Lapas Sarolangun.

Warga Binaan sedang menghancurkan timbunan jalanan agar merata
Kalapas Sarolangun Irwan berharap agar masyarakat serta perangkat desa setempat bisa saling bahu-membahu untuk memperbaiki jalan umum tersebut, agar bisa dinikmati bersama-sama, "ini jalan adalah akses utama kita terutama masyarakat RT. 22, mari kita sama-sama semampunya memperbaiki dan menutup lubang-lubang jalan ini, kita juga menghimbau untuk perangkat desa yang memiliki kewenangan dan koneksi ke pemerintah daerah agar bisa mengusulkan perbaikan jalan ini" ujar Irwan.

Jalur Utama Akses ke Pemukiman Penduduk dan Lapas Sarolangun Rusak Parah, WBP Goro Timbun Sebisanya


Sarolangun – Bertempat di Masjid At Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun, seluruh warga binaan melaksanakan kegiatan pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441H, Sabtu (09/11).

Tema yang diangkat kali ini adalah “Dengan meneladani akhlak Rasulullah, kita wujudkan masa depan yang lebih baik” yang mana sangat sesuai jika dikaitkan dengan kondisi Warga Binaan Lapas Sarolangun yang saat ini sedang berusaha memperbaiki diri.

Ada yang unik dalam pelaksanaan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hari ini, dimana pasca hari H peringatan Maulid, seluruh warga binaan menyampaikan aspirasi mereka untuk mengadakan berbagai perlombaan, diantaranya Lomba Hafalan Surat Pendek, Lomba Adzan, dan Lomba Kultum. 

Kasubsi Pembinaan membuka kegiatan perlombaan antar WBP

Dalam peringatan Maulid Nabi 1441H ini, Lapas Sarolangun mengundang Ustadz Pirman, Lc. M.Si. sebagai penceramah. Ustadz Pirman berpesan kepada seluruh warga binaan dan petugas yang hadir agar senantiasa mengikuti dan meneladani perbuatan Nabi sehingga tidak sedikit warga binaan tampak menangis.
Ustadz Pirman menyampaikan tausiyah di depan ratusan WBP

Dalam sambutannya, Kalapas Sarolangun, Irwan, A.Md., I.P., S.H., M.H. juga memberikan motivasi kepada seluruh warga binaan.“Hari ini hari libur, tanggal merah, Pak, Bu. Tapi kami petugas tetap hadir dan menemani Bapak, Ibu sekalian. Karena kami Pak, sudah merasa dekat dengan Bapak, Ibu sampai kami lupa kalau hari ini tanggal merah.” Ujar Irwan disambut gelak tawa warga binaan.
“Semua manusia pernah salah Pak. Kami petugas juga pasti nggak lepas dari dosa. Tapi Pak, Bu, perlu ingat, sebaik – baik manusia adalah mereka yang bertaubat dan tidak mengulang lagi kesalahannya.” Tutup Irwan memotivasi.

Kalapas memberikan hadiah kepada juara lomba Kultum

Kasubsi Pembinaan menyerahkan hadiah kepada juara lomba adzan
 
Kasubsi Kamtib menyerahkan hadiah kepada juara Lomba hafalan surat pendek

Menyambut Maulid Nabi 1441 H, Lapas Sarolangun Gelar Perlombaan Antar WBP

Sarolangun - Seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan terlihat memadati masjid At-Taubah Lapas Sarolangun, dalam kesempatan tersebut hadir juga Kalapas Sarolangun Irwan didamping pejabat struktural, JFT/JFU dan regu pengamanan, Rabu (05/06/19).

Hal ini dalam rangka melaksanakan ibadah shalat Ied secara berjamaah, acara dimulai pada pukul 06.45 WIB, sebelum sholat seluruh jamaah mengumandangkan takbir yang dipimpin oleh imam masjid kemudian diikuti secara serentak oleh semua jamaah.
Suasana Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Masjid At-Taubah Lapas Sarolangun
Shalat Ied dimulai sekira pukul 7.40, ba'da itu dilanjutkan dengan khutbah Idul Fitri oleh ustadz dari Kementerian Agama Kabupaten Sarolangun dalam khotbahnya menyampaikan bahwa semua manusia pasti pernah salah dan khilaf, namun bukan berarti harus berputus asa dari rahmat Allah SWT, karena rahmat-Nya seluas langit dan bumi, sebaik-baik manusia adalah manusia yang terlanjur berbuat dosa kemudian melakukan taubat dengar sebenar-benarnya.

Staf Admisi dan Orientasi sedang membacakan surat keputusan tentang pemberian remisi 
Setelah khutbah selesai, dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan tentang pemberian remisi oleh staf Subsi Admisi dan Orientasi, dengan jumlah WBP penerima Remisi Khusus Idulf Fitri sebanyak 208 orang. 

Kalapas Sarolangun sedang membacakan sambutan Menkumham pada acara Pemberian Remisi Khusus Idul Fitri
Menteri Hukum dan HAM dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kalapas Sarolangun Irwan  mengatakan "Warga Binaan merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang dikaruniai akal sehingga tercipta kehendak bebas atau yang terkadang karena itulah manusia dapat membuat kesalahan dalam mengambil keputusan. Kehidupan selama menjalani pidana jangan diasumsikan sebagai suatu derita, melainkan harus disikapi sebagai sarana introspeksi diri agar menyadari semua kesalahan yang telah dilakukan. Dengan adanya Sistem Pemasyarakatan diharapkan dapat mencapai tujuan untuk mengembalikan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai warga yang baik, untuk melindungi masyarakat terhadap kemungkinan mengulang tindak pidana serta melakukan penerapan dan bagian yang tak terpisahkan dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila" ucap Kalapas.

Kalapas Sarolangun sedang membacakan sambutan Menkumham pada acara Pemberian Remisi Khusus Idul Fitri
"Saat ini, Lapas dan Rutan di Indonesia masih mengalami kelebihan kapasitas. Tercatat pada Bulan Mei 2019, jumlah tahanan dan narapidana rata-rata kurang lebih 258.000 (Dua Ratus Lima Puluh Delapan Ribu) Orang sementara kapasitas yang tersedia hanya 126.804 (Seratus Dua Puluh Enam Ribu Delapan Ratus Empat) Orang. Kondisi ini dinilai sungguh berdampak pada kurang optimalnya pelayanan dan pembinaan terhadap WBP. Kedepan akan dilaksanakan program revitalisasi pemasyarakatan yang bertujuan untuk mengoptimalkan dan menguatkan penyelenggaraan pemasyarakatan guna mencapai tujuan pidana, yaitu melakukan pembinaan agar narapidana tidak mengulang lagi perbuatan yang melanggar hukum, memiliki keterampilan sosial dan berwirausaha, serta dapat kembali ke masyarakat dengan baik" ungkap Kalapas

Pada penutupan Kalapas juga memberikan arahan tambahan "Dari total seluruh isi Lapas Sarolangun 291 yang dapat remisi sebanyak 208 orang, dimana dibagi kedalam Remisi Khusus 1 sebanyak 206 orang dan Remisi Khusus 2 sebanyak dua orang" ujar Kalapas.

Kalapas Sarolangun sedang memberikan Salinan Remisi Khusus 2 kepada 2 orang WBP
"Pembagian Remisi Khusus kedalam 2 kategori yang dimaksud adalah untuk menerangkan bahwa 2 orang yang menerima Remisi Khusus 2 itu per hari ini selesai menjalani seluruh masa pidana, adapun yang belum mendapatkan remisi karena ada sebagian yang belum memenuhi syarat administrasi dan belum menjalani 6 bulan masa pidana" tutup Kalapas.

Kalapas Sarolangun beserta petugas sedang bersiap-siap melaksanakan syukuran 
Setelah pelaksanaan acara pembacaan remisi para petugas kecuali pengamanan bersama-sama menuju rumah dinas Kalapas untuk memenuhi undangan Kalapas, dalam rangka syukuran telah menyelesai puasa ramadhan 1440 H dan situasi pelaksanaan kegiatan selama bulan ramadhan di Lapas Sarolangun berjalan cukup baik.
Suasana antrian kunjungan yang padat di depan Pintu Utama Lapas Sarolangun
Setelah itu tepat pada pukul 8.45 WIB, mulailah dibuka layanan kunjungan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan dengan pengawalan dan pengamanan ketat oleh petugas piket, dimana setiap pengunjung diwajibkan mematuhi SOP yang telah ditetapkan agar layanan kunjungan berjalan dengan tertib dan lancar.
WBP bertemu dengan keluarga menikmati suasana lebaran Idul Fitri di Gazebo Lapas Sarolangun
Kalapas Sarolangun menuturkan bahwa Layanan Kunjungan Lebaran Idul Fitri ini akan berlansung 4 hari kedepan, dan mengingatkan kepada petugas piket lebaran yang sudah ditunjuk dan ditetapkan agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. 









Selepas Shalat Ied, 208 WBP Lapas Sarolangun terima remisi khusus Idul Fitri 1440 H

Sarolangun – Selasa (21/05), Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun memberikan pelayanan istimewa kepada Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Sarolangun, sebuah momen spesial di bulan Ramadhan yang sangat jarang mereka rasakan karena terpisahkan oleh jeruji besi.

Wajah warga binaan begitu semringah, karena yang biasanya mereka hanya dapat berbuka puasa bersama rekan satu kamarnya, sore ini mereka dapat menikmati buka puasa bersama dengan keluarga mereka masing-masing. Bertempat di gazebo Lapas, mereka duduk bersama dialasi karpet menyantap makanan yang dibawa keluarganya.

Hal tersebut dapat terlaksana berkat inovasi dari Kepala Lapas Sarolangun, Irwan, A.Md.I.P., S.H., M.H. Kunjungan keluarga yang biasanya dilaksanakan pagi, khusus hari ini dibuka juga pada sore hari. Hal ini mengundang antusiasme yang sangat tinggi dari para keluarga. Ratusan pengunjung mendaftar agar bisa menikmati santapan bersama keluarganya yang sedang berada di balik jeruji besi. Tercatat ada 119 orang laki-laki, 232 orang perempuan, dan 39 anak-anak berkunjung ke dalam Lapas Sarolangun.

Kepala Lapas Sarolangun mengaku pihaknya memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk bisa buka puasa bersama keluarga ini merupakan salah satu bentuk program pembinaan bagi warga binaan. Kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh warga binaan untuk instrokpesi dan memotivasi diri, berusaha agar kembali bersama keluarga, menjalani kehidupan dengan baik setelah menyelesaikan binaan. Terutama tidak kembali melakukan hal yang melanggar hukum.

Menurut Beliau, Lapas merasa bertanggungjawab secara moril agar warga binaan bisa dekat dengan keluarganya, termasuk buka puasa bersama yang merupakan kesempatan langka selama berada di dalam Lapas. Mereka bisa melepas rasa rindu terutama di bulan suci ini.

Kepala Lapas juga memberikan apresiasi kepada semua petugas Lapas Sarolangun atas kerja kerasnya demi terselenggaranya kegiatan dengan aman dan lancar.
“Alhamdulillah. Terimakasih Pak Kasubsi Pembinaan dan semua petugas Lapas Sarolangun. Semoga kita diberi kemudahan dan keberkahan, serta selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin.” Ujar Irwan.

Di sisi lain, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Sarolangun, Jonerwan, S.Pd. mengungkapkan bahwa walaupun sempat kewalahan karena jumlah pengunjung yang membeludak, namun berkat kerjasama seluruh petugas, para pengunjung merasa cukup puas dan berharap ada kegiatan buka bersama selanjutnya.
“Tadi kita sempat juga kewalahan dalam menerima kunjungan, karena alur untuk penggeledahan barang dan badan masih kekurangan, terutama yang perempuan. Tapi Alhamdulillah, berkat kerjasama para pegawai dalam mensukseskan kegiatan ini secara maksimal dan penuh tanggung jawab, para pengunjung merasa cukup puas dan berharap ada kegiatan buka bersama selanjutnya.” Ungkap Joner menutup kegiatan.

Suasana antrian pendaftaran kunjungan
Pemeriksaan barang pengunjung

Buka Bersama Warga Binaan dan Keluarga, Lapas Sarolangun Tuai Pujian dari Pengunjung

Kegiatan Sholat Subuh Berjamaah Keliling (Subling)
Sarolangun - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun Irwan.,A.md,.IP,SH.MH bersama puluhan Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan serta hadir juga Bupati Sarolangun dan puluhan para pimpinan SKPD dilingkungan  Pemerintah kabupaten Sarolangun  melaksanakan sholat subuh berjamaah di Masjid At-Taubah Lapas Sarolangun, ini merupakan agenda rutin dua kali seminggu dari Pemerintah Daerah berkeliling diseluruh wilayah Kabupaten Sarolangun. (Selasa, 15/01/2019).
Para jamaah dari kalangan ibu-ibu pun tidak ketinggalan mengikuti kegiatan Subling
Kalapas Sarolangun Irwan.,A.md,.IP,SH.MH dalam kesempatan yang sama secara lansung menyambut kedatangan Bupati Sarolangun bersama para jamaah yang melakukan Kegiatan Sholat Subuh Berjamaah Keliling (Subling) tersebut, "bersyukur kita ke hadirat Allah SWT, pada subuh pagi ini kita bisa melakukan subuh berjamaah bersama pemerintah daerah Sarolangun tanpa halangan yang berarti", tutur Kalapas.
Kegiatan Sholat Subuh Berjamaah Keliling (Subling)
Suasana kegiatan Ibadah Subuh Berjamaah Keliling di Lapas Sarolangun
"Kita menyambut baik kegiatan rutin Subling oleh Pemda Sarolangun ini, semoga memberi dampak positif bagi masyarakat kita, terutama bagi keluarga besar Lapas Sarolangun" ujar Kalapas, lebih lanjut Kalapas mengatakan bahwa di Lapas Sarolangun kegiatan Subuh berjamaah dan ibadah lainnya termasuk kegiatan kerohanian di Gereja sudah sejak lama diinstruksikan untuk dilaksanakan baik itu kepada Warga Binaan maupun petugas.


Selesai pelaksanaan sholat subuh berjamaah, dilanjutkan dengan pengarahan oleh Bupati Sarolangun kepada seluruh jamaah terkhusus buat para pimpinan SKPD, kemudian dilanjutkan dengan tausiah oleh Ustad H. Muhammad, M.Si., dalam kesempatan itu pula Bupati memberikan santunan kepada 2 orang Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Sarolangun yang mualaf.

Pemberian santunan kepada WBP mualaf oleh Wakil Bupati Sarolangun

Kalapas Sarolangun Bersama Wakil Bupati Sarolangun
Diakhir kegiatan Kalapas Sarolangun mempersilakan Bupati bersama jamaah melakukan ramah tamah dengan seluruh petugas Lapas Sarolangun di Gazebo sambil mencicipi hidangan pagi yang menghangatkan tubuh, kegiatan sholat subuh berjamaah berjalan dengan aman dan lancar.

Kalapas dan Wakil Bupati Sarolangun mencicipi hidangan yang sudah disediakan
Para jamaah tidak ketinggalan mencicipi hidangan yang disediakan oleh Lapas Sarolangun


Kalapas Sambut Pemda yang adakan Subling di Lapas Sarolangun

Futsal spektakuler lansia 60+ Lapas Sarolangun
Sarolangun - Meriahkan kegiatan olahraga sore Kalapas Sarolangun melalui Kasubsi Kamtib Hidayat, S.Sy adakan pertandingan futsal persahabatan antar blok Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Sarolangun, yang bertempat dilapangan Futsal dalam Lapas Sarolangun (Sabtu/29/12/18).

Yang membuat pertandingan menjadi seru adalah para pemain yang turun ke lapangan rata-rata berumur 60 tahun keatas, "Sore ini yang turun main datuk-datuk, yang muda-muda jadi suporter be" kata Kasubsi Kamtib.

Futsal spektakuler lansia 60+ Lapas Sarolangun

Hadir juga Kasubsi Admisi dan Orientasi Hermansyah, Komandan Jaga Arsyad Junaidi dan beberapa orang petugas jaga yang ikut menyaksikan keseruan jalanya pertandingan futsal spektakuler tersebut. awalnya permainan terlihat kaku dan beberapa pemain terlihat gugup, namun karena sorak sorai bergemuruh dari suporter disisi lapangan membuat pertandingan menjadi hidup dan bersemangat.

Futsal spektakuler lansia 60+ Lapas Sarolangun

Memasuki pertengahan waktu babak pertama, jual beli serangan antar tim Blok Borneo 60+ dan Andalas 60+ mulai terlihat, namun hingga turun minum skor masih kacamata, memasuki babak ke dua tim 60+ Andalas berhasil menciptakan peluang emas, lewat akselarasi pemain belakang dengan skill individunya berhasil merengsek masuk ke pertahanan Borneo 60+ namun tendangannya masih membentur mistar gawang, selamatlah gawang tim borneo 60+ dari kebobolan.


Selang beberapa menit setelah itu wasit menunjuk titik putih, karena bola menyentuh pemain bertahan Borneo 60+ didepan gawang, maju sebagai eksekutor penalti pemain bertahan sekaligus penyerang dari blok Andalas 60+ berhasil menuntaskan tugasnya dengan sempurna, tendangan Kepo (Kepojok) kanan gawang gagal ditepis oleh kiper Borneo 60+. dan Jebreeet gol disambut histeria semua penonton yang tidak lain adalah Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Sarolangun.
Futsal spektakuler lansia 60+ Lapas Sarolangun

Seru, Futsal spektakuler lansia 60+ Lapas Sarolangun

Sarolangun - untuk memenuhi kebutuhan sayuran bagi warga binaan pemasyarakatan Lapas Sarolangun, berbagai upaya telah dilakukan oleh petugas, diantaranya adalah melakukan penanam sayur sendiri diarea belakang blok Lapas.

Hal ini dilakukan juga untuk pemanfaatan lahan tidur yang tidak terkelola sebelumnya, beberapa WBP pekerja diarahkan untuk kegiatan penanaman ini. 

Kalapas Sarolangun Irwan memberikan apresiasi bagi petugas yang senantiasa melakukan kegiatan kreatif bagi WBP, "Mantap, selalu lakukan inovasi dan kreatifitas untuk kemajuan Lembaga kita" ujarnya.

"Semua petugas harus saling bersinergi untuk mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang maju dan berorientasi pada pelayanan prima" tambahnya.

Kegiatan penanaman sayuran di Lapas Sarolangun

Kunjungan dan koordinasi tim BINMAS Polres ke Lapas Sarolangun

Lapas Sarolangun - 3 orang anggota SAT Binmas Polres Sarolangun berkunjungan ke Lapas Sarolangun (Rabu/7/11/18), Kunjungan ini diterima lansung oleh Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Sarolangun Hidayat, S.Sy bertempat diruang Kamtib.

Kunjungan Binmas Polres Sarolangun ini dalam rangka Sosialisasi Pembinaan Masyarakat, dalam kesempatan yang sama SAT Binmas Polres Sarolangun menyampaikan bahwa Polres siap diundang kapan saja buat pengarahan untuk warga binaan atau petugas terkait keamanan dan ketertiban.

Kunjungan tersebut ditutup dengan penyerahan jam dinding dari Binmas Polres ke Lapas Sarolangun melalui Kasubsi Kamtib.

Hidayat, S.Sy selaku Kasubsi Kamtib menyampaikan bahwa kunjungan ini berarti sekali bagi Lapas Sarolangun, selain untuk menjalin silaturahmi antar sesama petugas keamanan, juga untuk mempererat hubungan kerja sama dalam hal keamanan dan ketertiban masyarakat terutama di Lembaga Pemasyarakatan.

Kunjungan dan koordinasi Satuan BINMAS Polres ke Lapas Sarolangun

Karena adanya Perbedaan dalam pembinaan maka perlu adanya penggolongan narapidana. Penggolongan narapidana mempermudah proses pembinaan karena seringkali pembinaan bukan dari Pembina tetapi narapidana sendiri atau sekelompok narapidana.

Lapas Sarolangun adalah lembaga pemasyarakatan umum, yang dapat menampung narapidana dengan berbagai latar belakang kasus, termasuk Narapidana Tipikor, Narkoba, Anak-anak dan Perempuan.

Di provinsi Jambi sudah ada beberapa Lapas khusus seperti Lapas Narkotika di Muara Sabak, Lapas Khusus Anak (LPKA) dan Lapas Perempuan (LPP) di Sungai Buluh, Muara Bulian.

5 orang Narapidana Narkoba dipindahkan
5 orang Narapidana Dewasa Kasus Narkoba dipindahkan ke Lapas Narkotika Muara Sabak
Untuk lebih maksimalnya program pembinaan maka kebijakan re-distribusi narapidana ke Lapas khusus dilakukan di Lapas Sarolangun, seperti baru-baru ini dilakukan pemindahan 5 orang narapidana perempuan dan 6 orang Anak didik pemayarakatan ke LPKA dan LPP Muara Bulian, serta 5 orang narapidana dewasa kasus narkoba ke Lapas Narkotika Muara Sabak.

6 orang anak didik pemasyarakatan dipindakan ke LPKA Muara Bulian
6 orang anak didik pemasyarakatan dipindakan ke LPKA Muara Bulian
Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 12 Undang-undang Nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, menentukan bahwa dalam rangka pembinaan terhadap narapidana di Lembaga Pemasyarakatan dilakukan penggolongan atas dasar:
  1. Umur
  2. Jenis kelamin
  3. Lama pidana yang dijatuhkan
  4. Jenis kejahatan dan 
  5. Kriteria lainnya sesuai dengan kebutuhan atau perkembangan pembinaan
5 orang Narapidana Perempuan dipindahkan ke LPP Muara Bulian
5 orang Narapidana Perempuan dipindahkan ke LPP Muara Bulian
Hidayat, S.Sy Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Sarolangun mengatakan bahwa pemindahan narapidana dan anak didik pemasyarakatan ini dilakukan sesuai dengan aturan dan menjalankan perintah Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jambi.

Lapas Sarolangun lakukan pemindahan narapidana dan anak didik ke Lapas Khusus

Kasubsi Kamtib, Staff dan anggota jaga setelah melakukan rahazia
Lapas Sarolangun - Keamanan dan ketertiban merupakan hal yang sangat penting di Lembaga Pemasyarakatan, sama pentingnya dengan kegiatan Pembinaan, jika pembinaan tanpa diiringi rasa aman dan tertib juga dianggap gagal sebuah proses pemasyarakatan, begitupun juga sebaliknya.

Potensi gangguan keamanan dan ketertiban di Lembaga Pemasyarakatan sudah pasti ada, kita sudah sering mendengar headline berita yang menyorot tentang kerusuhan di Lapas, bahkan terkadang tidak jarang sering jatuh korban jiwa baik dipihak petugas penjagaan atau Warga Binaan.

Dalam upaya pencegahan dini terjadinya gangguan Keamanan dan Ketertiban di Lapas Sarolangun, Kasubsi Kamtib bersama Staf dan Anggota Jaga melakukan tindakan preventif yakni dengan melakukan rahazia rutin setiap minggunya terhadap kamar hunian WBP.

Kasubsi Kamtib Lapas Sarolangun Hidayat, S.Sy ketika diminta komentarnya menjelaskan bahwa tindakan preventif yang dilakukan ini bukan untuk mengusik ketenangan Warga Binaan akan tetapi ini demi kenyamanan dan ketertiban Warga Binaan itu sendiri.
Kasubsi Kamtib ikut turun tangan dalam kegiatan rahazia
Kasubsi Kamtib ikut turun tangan dalam kegiatan rahazia
"Sejauh ini warga binaan bersikap koperatif ketika diminta untuk menyerahkan barang-barang yang dilarang di Lapas", tegasnya.

Dalam melakukan rahazia rutin Kasubsi Kamtib memerintahkan kepada Staff dan anggota jaga untuk menggeledah secara menyeluruh dan mendetail, "ini warga binaan terkadang menyembunyikan barang-barang terlarang ditempat-tempat yang tidak lazim, seperti di Lubang Toilet, disela-sela kasur", tambahnya.

Bila didapati warga binaan yang tidak koperatif dalam kegiatan rahazia, maka Kasubsi Kamtib tidak segan-segan mengambil tindakan tegas tanpa pandang bulu. "Penghuni blok Lapas kita ada ratusan orang, kita juga mencegah pencurian arus oleh warga binaan, karena ini sangat membahayakan bagi keselamatan dirinya dan orang lain" pungkas Kasubsi Kamtib.
Penggeledahan WBP oleh petugas Lapas Sarolangun
Penggeledahan WBP oleh petugas
"Kita perintahkan agar Pengamanan dan Penggeledahan di P2U diperketat, dan juga kepada para petugas diminta untuk kontrol keliling secara rutin ke kamar hunian WBP", tutupnya menyudahi pembicaraan.

Cegah Gangguan Keamanan dan Ketertiban, Kasubsi Kamtib lakukan rahazia rutin kamar WBP

Kasubsi Kamtib Lapas Sarolangun memimpin Apel Tamping pekerja
Lapas Sarolangun - Untuk mendukung tercapainya program Pembinaan maka perlu dibentuk sikap disiplin pada masing-masing pribadi warga binaan dilembaga pemasyarakatan.
Hidayat, S.Sy selaku Kasubsi Kamtib bertanggung jawab kepada Kalapas terhadap Keamanan dan Ketertiban Lapas Sarolangun menekankan perlunya membentuk perlilaku Disiplin terhadap Pegawai maupun warga binaan Lapas Sarolangun.

Disiplin bagi Pegawai Pemasyarakatan sudah tentu menjadi hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi karena ini menyangkut keamanan negara secara umum, dan keamanan masyarakat Sarolangun tentunya.

Salah satu langkah jitu yang dijalankan oleh Kasubsi Kamtib untuk membentuk perilaku Disiplin Warga Binaan adalah melakukan Apel Tamping disetiap paginya, dimana WBP masing-masing Tamping akan dibariskan, diabsen dan diberi arahan. 

Setiap pagi akan didapati tamping-tamping  pekerja berjejer rapi baris dilapangan dalam Lapas Sarolangun, Kasubsi Kamtib mengatakan "jika hal ini konsisten dilaksanakan, maka dalam jangka panjang perlahan tapi pasti akan memberi dampak bagi perilaku disiplin Warga Binaan Lapas Sarolangun" ujarnya.

"Jika perlaku disiplin ini sudah menjadi kebiasaan maka tujuan proses pemasyarakatan bagi warga binaan akan berjalan sebagaimana mestinya" lanjutnya menutup pembicaraan.



Bentuk perilaku Disiplin terhadap WBP ini yang dilakukan Kasubsi Kamtib

Langganan Berita via Email