Sarolangun — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun berhasil meraih Juara 3 pada Expo Hari Ulang Tahun Kabupaten Sarolangun yang diselenggarakan di Lapangan GOR Sarolangun. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Desember, dan diikuti oleh berbagai instansi pemerintah, sekolah dan komunitas kreatif.


Expo ini dilaksanakan dengan tujuan menampilkan potensi daerah, meningkatkan kreativitas masyarakat, memperkuat hubungan antari nstansi, serta memberikan ruang bagi pelaku usaha dan peserta lain untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada publik.



Stand Lapas Kelas IIB Sarolangun menjadi salah satu yang banyak dikunjungi. Mereka menampilkan berbagai produk hasil pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), seperti kerajinan tangan, meubel, lukisan, serta produk kreatif lainnya. Seluruh proses persiapan dilakukan oleh petugas Lapas bersama warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian.


Panitia Expo HUT Kabupaten Sarolangun berperan penting dalam mengatur alur kegiatan, mulai dari penataan lokasi stand, pengamanan, penjadwalan acara, hingga proses penilaian. 


Kegiatan expo ini memberikan beberapa dampak positif bagi masyarakat yaitu Memberikan hiburan dan edukasi kepada masyarakat, Meningkatkan perekonomian lokal, Mendorong kreativitas warga dan Memperkuat hubungan sosial


Kepala Lapas Sarolangun menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Ia juga menegaskan bahwa Lapas Sarolangun akan terus meningkatkan kualitas pembinaan agar warga binaan dapat menghasilkan karya yang bermanfaat serta diterima oleh masyarakat.


Dengan keberhasilan ini, Lapas Kelas IIB Sarolangun tidak hanya membawa pulang penghargaan, tetapi juga memperkuat peran pembinaan dalam mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan keterampilan dan kepercayaan diri yang lebih baik.

Lapas Sarolangun Sabet Juara 3 pada ajang Sarolangun Festival 2025


Sarolangun — Rabu, 3 Desember 2025, Bupati Sarolangun Hj. Hurmin, melakukan kunjungan resmi ke stand Bazar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun dalam rangkaian Sarolangun Festival 2025 yang digelar di GOR Sarolangun. Kunjungan ini menjadi momen penting bagi Lapas Sarolangun untuk memperkenalkan berbagai hasil karya warga binaan pemasyarakatan (WBP) kepada masyarakat luas.


Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sarolangun didampingi jajaran pejabat daerah dan disambut langsung oleh Kepala Lapas beserta jajaran pegawai. Beliau mengapresiasi berbagai produk hasil pembinaan kemandirian WBP yang dipamerkan, mulai dari kerajinan kayu seperti meja, kursi, ulekan, papan iris, hingga kerajinan tangan berupa kotak tisu, wadah pensil, gantungan kunci, serta aneka produk kreatif lain yang diproduksi melalui program pembinaan di Lapas.


Bupati Sarolangun menyampaikan bahwa karya-karya WBP menunjukkan kualitas, kreativitas, dan potensi besar yang patut diapresiasi. Beliau juga menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam proses reintegrasi sosial bagi warga binaan.



Stand bazar Lapas Sarolangun turut menjadi salah satu daya tarik pada gelaran Sarolangun Festival 2025, karena menampilkan produk dengan nilai seni serta manfaat yang tinggi. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat melihat secara langsung proses pembinaan positif yang dilakukan Lapas dalam membekali WBP dengan keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan.

Pameran Produk Karya WBP Lapas Sarolangun Dapat Apresiasi Dari Bupati Hurmin


Sarolangun — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan Sarolangun Festival 2025, sebuah ajang budaya dan ekonomi kreatif yang menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Sarolangun. Keikutsertaan ini menjadi wujud komitmen Lapas dalam mendukung pembinaan kemandirian serta memperkenalkan hasil karya warga binaan kepada masyarakat luas.


Kalapas Sarolangun dan jajaran memanfaatkan momentum manis ini untuk mempromosikan aneka produk hasil karya Narapidana di stand Lapas Sarolangun, Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun Ibnu Faizal menyampaikan bahwa partisipasi pada festival ini merupakan kesempatan penting untuk menunjukkan bahwa proses pembinaan di dalam lapas mampu menghasilkan karya positif dan bernilai ekonomi.


“Lewat Sarolangun Festival 2025, kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa warga binaan punya potensi dan kreativitas yang patut diapresiasi. Ini juga bagian dari reintegrasi sosial agar mereka semakin percaya diri saat kembali ke masyarakat,” ujar Faizal.



Dalam festival tersebut, Lapas Sarolangun menampilkan berbagai produk hasil pembinaan, mulai dari kerajinan tangan, lukisan, produk kayu, hingga hasil olahan pangan. Stand pameran Lapas menjadi salah satu yang menarik perhatian pengunjung karena menyajikan karya-karya unik dengan kualitas yang tidak kalah dari produk UMKM lokal.


Pemerintah Kabupaten Sarolangun mengapresiasi keterlibatan Lapas dalam kegiatan tahunan ini. Menurut panitia festival, kehadiran Lapas Sarolangun memberikan warna berbeda sekaligus menguatkan pesan bahwa festival bukan hanya ruang hiburan, tetapi juga wadah pemberdayaan.



Partisipasi Lapas Kelas IIB Sarolangun dalam Sarolangun Festival 2025 diharapkan dapat memperluas pemasaran produk warga binaan serta membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha dan komunitas kreatif setempat. Lapas juga berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus berkarya dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. - dok. Ferdiansyah Dkk

Aneka Produk Karya Napi Lapas Sarolangun Ramaikan Stand Sarolangun Festival, Yuk Intip !


Sarolangun - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun Ibnu Faizal, bersama jajaran petugas mengikuti kegiatan Penandatanganan Komitmen Bersama Petugas Pemasyarakatan dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba, handphone, dan barang-barang terlarang di lingkungan Lapas, Rutan, LPKA, dan Bapas seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak dan daring via Zoom Meeting, Senin (20/10/25)


Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi pimpin langsung jalannya acara penandatanganan Komitmen Bersama ini. Dalam arahannya, Dirjen Pemasyarakatan, Mashudi menegaskan pentingnya komitmen seluruh petugas untuk menjaga integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab moral dalam melaksanakan tugas pemasyarakatan, terutama dalam upaya mencegah dan memberantas peredaran barang-barang terlarang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas maupun Rutan.


"Petugas Pemasyarakatan harus menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah institusi. Jangan sampai ada ruang bagi penyalahgunaan narkoba, peredaran HP ilegal, maupun masuknya barang-barang terlarang di lingkungan kerja kita," tegas Mashudi dalam sambutannya.


Sementara itu, Kalapas Sarolangun menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kesadaran seluruh jajaran pemasyarakatan lingkup Lapas Sarolangun agar terus menjunjung tinggi nilai bersih, berintegritas, dan bebas dari penyimpangan.


"Komitmen ini bukan hanya seremonial, tetapi wujud nyata dari tekad bersama kami untuk menciptakan lingkungan Lapas Sarolangun yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba serta barang terlarang yang tidak seharusnya berada di dalam Lapas," ungkap Faizal.


Faizal menambahkan kegiatan ini merupakan suatu polesan reformasi batin dan komitmen kebersamaan dalam rangka pelaksanaan penguatan tugas dan fungsi pemasyarakatan Lapas Sarolangun.


"Mari kita sama-sama kolaboratif untuk saling menguatkan dan mengingatkan dalam melanjutkan pemasyarakatan yang Prima supaya tusi Lapas Sarolangun dalam mengimplementasikan kebijakan Kementerian sesuai visi misi yang telah diikrarkan," tutupnya.

Teken Komitmen Bersama, Jajaran Petugas Lapas Sarolangun Nyatakan Perang Terhadap Halinar

 

Sarolangun - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Hidayat, menghadiri sekaligus memimpin kegiatan Panen Raya bidang Perkebunan dan Perikanan yang diselenggarakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun. (02/10/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan yang dikelola oleh Lapas Sarolangun melalui kerja sama dengan pihak ketiga serta dukungan penuh dari Kanwil Ditjenpas Jambi.
 

Dalam kesempatan ini, panen dilakukan terhadap hasil budidaya ikan lele dan nila, serta hasil kebun sayuran dan tanaman hortikultura, seperti timun, terong, kangkung, dan jagung manis.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Sarolangun, Waka Ketua I DPRD Kabupaten Sarolangun beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sarolangun, mitra kerja lapas, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan Forkopimda ini menunjukkan dukungan nyata terhadap program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan serta sinergi antara instansi pusat dan daerah dalam mendorong reintegrasi sosial bagi Warga Binaan.



Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan apresiasi atas upaya Lapas Sarolangun dalam mengoptimalkan lahan yang ada menjadi sarana pembinaan yang produktif. Ia menekankan pentingnya kegiatan pembinaan seperti ini untuk memberikan keterampilan dan bekal hidup bagi WBP saat kembali ke masyarakat.

“Panen raya ini bukan hanya hasil dari kerja keras, tetapi juga simbol dari harapan dan perubahan. Kegiatan seperti ini membuktikan bahwa pemasyarakatan sejatinya adalah proses pembinaan menuju pemulihan, bukan semata-mata penghukuman,” ujar Hidayat.



Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sarolangun mengapresiasi program pembinaan yang dilakukan oleh Lapas Sarolangun dibawah bimbingan Kakanwil Ditjenpas Jambi. “Kami Pemerintah Kabupaten Sarolangun sangat mengapresiasi program pembinaan ini. Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga tempat memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan". Ujar Hurmin.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pembinaan pemasyarakatan tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, mitra kerja, dan masyarakat, sehingga tujuan reintegrasi sosial dapat tercapai secara optimal.

Sementara itu Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal mengatakan bahwa panen raya ini diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan dapur umum Lapas Sarolangun, dan juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sarolangun dimana hasil panen sebagian juga dijual dipasar, sehingga diharapkan hasil penjualan dapat diputar kembali untuk kelanjutan program ketahanan pangan yang sudah berjalan. 

Lapas Sarolangun Gelar Panen Raya Sayur dan Ikan, Serta Tabur 10 Ribu Benih Ikan Nila

 


Sarolangun – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun secara resmi meluncurkan Sentra Ketahanan Pangan Berbasis Pentahelix, Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kakanwil Ditjenpas Jambi. Bapak Hidayat dan Bupati Sarolangun H. Hurmin, peluncuran Sentra Ketahanan Pangan di Lapas Sarolangun ini sebagai wujud komitmen pemasyarakatan dalam meningkatkan kemandirian Warga Binaan.


Peresmian ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Sarolangun, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mitra kerja Lapas, Sarolangun serta tokoh masyarakat setempat. Kamis (02/10).




Kehadiran unsur pemerintah daerah, Forkopimda, hingga tokoh masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata dukungan terhadap program pembinaan pemasyarakatan, sekaligus memperkuat sinergi antara instansi pusat dan daerah dalam mendorong reintegrasi sosial bagi Warga Binaan.


Dalam sambutannya, Hidayat menegaskan bahwa Sentra Ketahanan Pangan bukan hanya menjadi sarana pembinaan, tetapi juga media pemberdayaan.


“Program ini kami rancang agar Warga Binaan memiliki keterampilan, rasa tanggung jawab, dan kemandirian. Lebih dari itu, ketahanan pangan menjadi salah satu kontribusi nyata pemasyarakatan dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang pertanian dan ketersediaan pangan,” ungkap Hidayat.


Sementara itu, Bupati Sarolangun, memberikan apresiasi atas langkah sinergis antara Kanwil Ditjenpas Jambi dengan pemerintah daerah.


“Kami menyambut baik hadirnya Sentra Ketahanan Pangan ini. Selain membantu pembinaan Warga Binaan, program ini juga dapat memberi manfaat bagi masyarakat luas. Kami di daerah siap mendukung agar kegiatan positif ini terus berkembang,” ujar Hurmin.


Sementara itu Kalapas Sarolangun Ibnu Fazal berharap Program ini dapat menopang ketahanan pangan Lapas Sarolangun sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Prabowo. program ini merupakan upaya konkret dan langkah nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial belaka.

Lebih lanjut Kalapas Sarolangun mengatakan bahwa Program ini adalah investasi jangka panjang untuk mendukung terobosan kebijakan Nasional Kabinet Merah Putih, juga keterpanggilan jiwa dan berkewajiban ikut ambil bagian dalam menyukseskan program tersebut.



Lapas Sarolangun Launching Sentra Ketahanan Pangan Berbasis Pentahelix


Sarolangun
– Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi, Hidayat, menandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun dalam rangka Optimalisasi Fungsi Pemasyarakatan di bidang pembinaan, pembimbingan, serta pemberdayaan Warga Binaan, Kamis (02/10). Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ini.


Penandatanganan Nota Kesepahaman ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara Ditjenpas dan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung program pembinaan berbasis masyarakat serta meningkatkan peran pemasyarakatan sebagai bagian dari pembangunan daerah.




Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Sarolangun, H. Hurmin, Sekretaris Daerah Kabupaten Sarolangun, Perwakilan Waka I DPRD, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dandim, Danramil, Kapolsek, Kemenag, Kejari, Ketua Pengadilan, Dan Kepala DLH Kabupaten Sarolangun, Dinsos, Dinas Pendidikan, Kelapa Bappeda, Dinas Perikanan dan Peternakan.


Dalam sambutannya, Hidayat menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun terhadap pemasyarakatan.


“Nota Kesepahaman ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara pusat dan daerah. Harapan kami, kerja sama ini dapat meningkatkan kualitas pembinaan dan pemberdayaan Warga Binaan, sehingga mereka mampu mandiri dan berkontribusi positif ketika kembali ke masyarakat,” ujar Hidayat.


Sementara itu, Bupati Sarolangun, Hurmin, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program ini.


“Kami menyambut baik langkah Kanwil Ditjenpas Jambi. Kerja sama ini bukan hanya penting untuk pemasyarakatan, tetapi juga bagi pembangunan daerah, karena Warga Binaan yang terampil dan mandiri akan menjadi bagian dari masyarakat yang produktif,” tegas H. Hurmin.


Kehadiran berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, Forkopimda, mitra kerja Lapas, hingga tokoh masyarakat, menunjukkan dukungan luas terhadap pemasyarakatan. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat fungsi pemasyarakatan sekaligus mendorong tercapainya tujuan reintegrasi sosial di Kabupaten Sarolangun.

Di kesempatan yang sama Kepala Lapas Sarolangun Ibnu Faizal mengatakan bahwa siap memfollow-up MoU Kakanwil dan Bupati Sarolangun yang tertuang lebih rinci dalam perjanjian kerjasama yang telah ditandatangani oleh Kalapas dengan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Pemkab Sarolangun, termasuk juga PKS dengan beberapa Organisasi seperti Kwarcab Gerakan Pramuka Sarolangun, Ponpes Pondok Pesantren Ihya' As-Sunnah.

Lapas Sarolangun Jadi Tuan Rumah Pelaksanaan MoU antara Kakanwil Ditjepas Jambi dan Bupati Sarolangun


Sarolangun - Tiada gading yang tak retak, sebesar apa pun kesalahan seorang insan dimasa lalunya, tetap saja pintu tobat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik terbuka lebar baginya, begitulah gambaran yang pantas disematkan kepada Ancha Riski Pebari Sinurat, seorang WBP Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun, betapa tidak WBP yang satu ini terbilang degil, sudah beberapa kali berkelana pindah dari satu Lapas ke Lapas yang lain karena salah jalan, akhirnya hari ini (18/03) Ancha Riski dengan tanpa paksaan mengikrarkan dua kalimat syahadat bertempat di masjid At-Taubah Lapas Sarolangun. 


Prosesi pembacaan dua kalimah syahadat ini berlangsung singkat penuh khidmat dimulai sekitar pukul 13.00 WIB ba'da shalat Dzuhur, disaksikan oleh Kalapas Sarolangun Reza Yudhistira serta jajaran pejabat struktural, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Abdullahim, serta kepala kantor KUA kecamatan Sarolangun Musaneb.


Petualangan Ancha Riski berakhir di jeruji besi blok resiko tinggi Lapas Sarolangun berawal dari keputusan tegas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Jambi mengirim beberapa WBP yang dianggap "pentolan kelas kakap" yang masih saja bandel dan sulit dibina dari beberapa Lapas dilingkup Kanwil Ditjenpas Jambi ke blok resiko tinggi Lapas Sarolangun, setelah beberapa bulan mendekam di sel high risk, Ancha Riski pernah beberapa kali mengutarakan niatnya untuk berubah dan ingin belajar shalat kepada petugas blok high risk.


Kalapas Sarolangun Reza menceritakan bahwa tidak begitu saja langsung percaya dengan keinginan yang bersangkutan karena berdasarkan informasi dari teman-teman Lapas lain yang bersangkutan memiliki track record yang kurang baik, "WBP kita ini awalnya adalah napi resiko tinggi yang ditempatkan diblok high risk. dan beberapa bulan dipantau sepertinya memang serius ingin berubah. akhirnya kami mengumpulkan seluruh petugas blok high risk untuk dimintai pendapat mengenai perkembangan yang bersangkutan selama mendekam diblok resiko tinggi, rata-rata petugas saya berpendapat yang bersangkutan serius menunjukkan sikap ingin berubah bukan sekedar modus ingin seperti napi biasa" ujar Reza.


"Setelah mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. akhirnya kami menyurati pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas) Muaro Bungo untuk melakukan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) terhadap WBP yang bersangkutan dan berdasarkan hasil assesment yang dilakukan oleh petugas Bapas napi yang bersangkutan masuk dalam kategori resiko minimum dan bisa digabungkan dengan napi yang lain" ujar Reza.


"Setelah membaur dengan napi biasa, Ancha Riski terus menunjukkan sikap berubah ke arah yang lebih baik, bahkan yang bersangkutan meminta petugas untuk mengajarinya membaca Al-qur'an, belajar shalat dan tata cara berwudhu', akhirnya beberapa bulan tekun ikut belajar dimasjid atas keinginan sendiri, kami berkesimpulan bahwa Ancha Riski serius ingin jadi mualaf" ungkap Reza.


Sementara itu Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Abdullahim angkat topi dengan kesabaran petugas dalam membimbing WBP yang bersangkutan, "Ancha Riski inikan dulu boleh dikatakan pentolan sudah berpindah-pindah Lapas, kalau menurut kebiasaan jelas peluang untuk dibina sulit tapi ternyata pihak Lapas Sarolangun bisa meluluhkan hatinya" ujar Abdullahim.


Lebih lanjut Kasi Bimas Islam mengatakan nanti 2 kali dalam seminggu petugas penyuluh agama Islam akan datang ke Lapas Sarolangun untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada WBP yang bersangkutan agar semakin paham dengan agama Islam. 

Ikrarkan Dua Kalimat Syahadat, Ancha Riski WBP Lapas Sarolangun Mantap Memeluk Islam


Sarolangun - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Reza Yudhistira Kurniawan berserta jajaran menyambangi rumah dinas Bupati Sarolangun terpilih, (06/03). Hal ini dalam rangka mempererat jalinan tali silaturahmi serta untuk lebih memperkuat Sinergi dan kerja sama yang selama ini sudah terimplementasi dengan baik.


Rombongan Kalapas disambut langsung oleh Bupati kabupaten Sarolangun, Hurmin, dalam suasan penuh keakraban Kalapas Reza dan Bupati Hurmin saling bertukar informasi terkait perkembangan terkini kondisi masing-masing instansi yang relevan dengan tupoksi masing-masing. 


Dalam kesempatan silaturahmi santai tersebut ada beberapa poin penting yang menjadi fokus untuk diimplementasikan dalam waktu dekat ini di Lapas Sarolangun, hal tersebut sejalan dengan Visi Misi Bupati Sarolangun salah satunya adalah program Dokling atau Dokter keliling.


Lebih lanjut Bupati Hurmin menjelaskan program Dokling ini para Dokter nanti akan turun kebawah keliling ke desa-desa pada tiap-tiap kecamatan yang ada di kabupaten Sarolangun, dengan mengendarai ambulance disertai dengan 1 orang perawat dan supir, dan dilengkapi dengan peralatan medis dan obat-obatan. Dokling ini nanti juga diarahkan untuk mampir ke Lapas Sarolangun.


Kalapas Reza menyambut baik program tersebut dan siap bersinergi, disamping itu Kalapas juga menyampaikan beberapa program-program pelatihan kemandirian bagi Warga Binaan Lapas Sarolangun yang selama ini sudah berjalan cukup baik.


"Alhamdulillah kita disambut dengan akrab oleh pak Bupati Hurmin, ini tentu menjadi titik awal dan lembaran baru sinergi antara Lapas dan Pemda Sarolangun yang lebih baik lagi, karena banyak program kita kedepannya akan bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Sarolangun," ujar Reza.

Jalin Silaturahmi & Pererat Sinergi, Kalapas Sarolangun Silaturahmi Perdana Ke Kediaman Bupati Terpilih


Sarolangun - Sebagai wujud konkrit komitmen Lapas Kelas IIB Sarolangun menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Parulian Hutabarat dan jajaran petugas Lapas Sarolangun lakukan penandatanganan Komitmen Bersama, Pakta Integritas dan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas dengan pejabat struktural , JFT dan JFU.




Penandatanganan Komitmen Bersama ini juga merupakan tindaklanjut atas Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 ini, bertujuan membangun budaya kerja anti korupsi dan meningkatkan pelayanan publik di instansi pemerintah. Sebagai bagian dari tahap akhir pembangunan jangka menengah nasional, bertempat di Gazebo Lapas Sarolangun, Senin (13/1/2024).




Pada kesempatan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Parulian Hutabarat menyampaikan arahannya. "bahwa hari ini kita berkomitmen mencanangkan Pembangunan Zona Integritas menuju wilayah bebas dari korupsi, ingat membangun Zona Integritas bukanlah hal yang mudah semua harus dimulai dari diri sendiri , ketika kita membuat komitmen kita harus konsisten melaksanakannya secara bersama sama," ungkap Kalapas.




"Budaya melayani harus mulai kita tanamkan sehingga bisa bertumbuh kembang dan pelayanan kita dapat dirasakan oleh masyarakat," ungkap beliau.




"Saya yakin kita pasti bisa meraih predikat WBK kalau kita mau dan kita sama sama bekerja untuk mencapainya," harap Kalapas.

Lakukan Pencanangan Zona Integritas Tahun 2025, Kalapas Sarolangun : Tanamkan Budaya Melayani Dalam Sanubari

Langganan Berita via Email