SarolangunMengawali tahun 2026 dengan semangat dan komitmen baru, jajaran pegawai Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengikuti Apel Pegawai Awal Tahun 2026 termasuk Kalapas Sarolangun dan Jajaran dengan mengikuti giat ini secara virtual dari Gazebo Lapas Kelas IIB Sarolangun, Senin (05/01).


Apel berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air sekaligus kebanggaan sebagai bagian dari institusi. Suasana semakin khusyuk saat seluruh peserta memanjatkan doa bersama, berharap agar pelaksanaan tugas di tahun 2026 berjalan lancar dan membawa keberkahan.


Dalam apel tersebut, dibacakan Deklarasi Janji Kinerja Pegawai Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 oleh Sekretaris Jenderal. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kinerja antara Direktur Jenderal Pemasyarakatan dengan perwakilan Kantor Wilayah, serta penandatanganan Pakta Integritas oleh Menteri dan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. 



Sementara itu di internal Lapas Sarolangun para pejabat pengawas dan pelaksana juga melakukan Penandatangan Perjanjian Kinerja dihadapan Kalapas, penandatangan perjanjian kinerja ini ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan tujuan organisasi dengan kinerja individu, sekaligus menegaskan kesungguhan seluruh pegawai dalam mendukung pencapaian sasaran strategis kementerian pada tahun 2026. 


Melalui penandatanganan Perjanjian Kinerja, setiap pejabat dan pegawai Lapas Sarolangun menyatakan kesiapan untuk melaksanakan tugas dan fungsi secara optimal, terukur, serta berorientasi pada hasil. Sementara itu, Pakta Integritas menjadi landasan moral dan etika kerja yang menegaskan komitmen untuk menjunjung tinggi kejujuran, mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang pemasyarakatan, khususnya dalam pelaksanaan bimbingan dan pengawasan klien pemasyarakatan.Penandatanganan ini juga menjadi wujud komitmen bersama untuk terus menjaga integritas, profesionalisme, dan tata kelola pemerintahan yang bersih.



Apel ditutup dengan amanat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menekankan pentingnya peningkatan kinerja, penguatan integritas, serta sinergi antar jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan semangat awal tahun, seluruh pegawai diharapkan dapat melangkah bersama, bekerja lebih baik, dan terus menjaga integritas dalam menjalankan tugas sepanjang tahun 2026.




Ikuti Apel Pegawai Awal Tahun 2026 Kemenimipas, Jajaran Petugas Lapas Sarolangun Siap Laksanakan Tusi Secara Optimal dan Terukur


SarolangunKepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun Ibnu Faizal beserta seluruh jajaran hari ini menerima pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dari Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Inkopasindo) kepada 76 orang anggota Primer Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Primkopasindo). Kegiatan pembagian SHU ini diwakili oleh ketua Badan Pengurus Primkopasindo bertempat di Gazebo Lapas Kelas IIB Sarolangun pada Senin, (05/01).


Pembagian SHU ini berdasarkan surat Ketua Umum Inkopasindo 029/IN KOPASI N OO/Xll/2025 hal Pelaksanaan pembagian sebagian keuntungan usaha lnkopasindo kepada Koperasi Primer Lapas, Rutan dan Bapas, serta merupakan bentuk apresiasi atas partisipasi dan kontribusi aktif para anggota dalam mendukung pengelolaan koperasi yang sehat, transparan, dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Inkopasindo dalam meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi di lingkungan pemasyarakatan.




Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, selaku Pembina Primkopasindo Lapas Kelas IIB Sarolangun menyampaikan bahwa pembagian SHU ini diharapkan dapat memotivasi seluruh anggota Primkopasindo untuk terus berperan aktif dalam memajukan koperasi. Hal ini juga diharapkan mampu memperkuat solidaritas serta kebersamaan antar anggota koperasi.


Mewakii jajaran Kalapas Sarolangun mengucapkan terimakasih kepada badan pengurus INKOPASINDO atas keuntungan usaha yang sudah dibagikan, tentunya SHU yang sudah dibagikan mudah-mudahan bermanfaat untuk seluruh petugas Lapas Lapas Sarolangun.


Momentum 1 tahun berdirinya Inkopasindo jajaran petugas Lapas Kelas IIB Sarolangun mendukung penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi serta mendorong tata kelola koperasi yang profesional dan akuntabel, sejalan dengan semangat pembinaan serta peningkatan kesejahteraan pegawai di lingkungan pemasyarakatan.










Wujud Transparansi, Petugas Lapas Sarolangun Diguyur SHU Oleh Inkopasindo


Sarolangun - Setiap Manusia dari bayi hingga lansia membutuhkan namanya makanan untuk bertahan hidup, begitupun dengan dengan Warga Binaan yang sedang menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan, untuk itu perlu adanya manajemen yang baik dalam pengelolaan bahan makan hingga menjadi makanan siap santap oleh WBP.



Mungkin tidak banyak orang tahu bahwa bahan makanan yang digunakan di Lapas untuk kebutuhan makan pokok WBP berasal dari permintaan resmi dapur Lapas dan dikelola dalam bentuk manage bon, yang perhitungannya disesuaikan dengan jumlah WBP serta kebutuhan harian.


  


Setiap bahan makanan yang datang terlebih dahulu melewati pemeriksaan di pintu portir, kemudian diteruskan ke petugas P2U sebelum akhirnya diserahkan kepada petugas dapur. Proses ini dilakukan untuk memastikan keamanan serta ketertiban barang yang masuk.


Setelah diterima, petugas dapur melakukan pengecekan barang sesuai dengan daftar permintaan. Seluruh bahan ditimbang berdasarkan kebutuhan yang telah ditentukan, kemudian dibawa ke ruang penyimpanan dapur sebelum diolah. 


Tahapan pengolahan dilakukan secara berurutan, mulai dari pembersihan, pencucian, proses memasak, hingga makanan dipersiapkan ke dalam wadah penyajian.


Makanan yang telah siap selanjutnya didistribusikan kepada WBP sesuai jadwal makan. Proses memasak dilakukan setiap hari menjelang waktu makan, yakni pagi pukul 07.00 WIB, siang pukul 11.00 WIB, dan sore pukul 17.00 WIB.


Dalam setiap penyajian, kadar protein diperhitungkan secara cermat agar sesuai dengan takaran dan porsi yang telah ditetapkan.


Kegiatan dapur Lapas Sarolangun ini melibatkan 10 orang tamping yang bekerja membantu proses pengolahan makanan. Seluruh aktivitas mereka berada di bawah pengawasan langsung petugas dapur untuk memastikan standar kebersihan, porsi, dan kualitas makanan tetap terjaga.


Kasibinadik Lapas Sarolangun, Jonerwan, menegaskan bahwa pengelolaan dapur menjadi bagian penting dalam proses pembinaan WBP.


“Pengelolaan bahan makanan dan proses memasak di dapur kami lakukan sesuai prosedur. Mulai dari perhitungan kebutuhan, pengawasan distribusi, hingga pemenuhan gizi, semuanya harus tepat agar hak WBP terpenuhi,” ujarnya.

Pengelolaan Dapur Lapas Sarolangun Merupakan Bagian Penting Dari Proses Pembinaan WBP


Sarolangun – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun Ibnu Faizal melalui Jajaran Kamtib, Binadik dan KPLP melaksanakan kegiatan tes urin bagi pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai upaya pencegahan dan antisipasi terhadap penyalahgunaan narkotika di dalam lingkungan lapas pada jum'at, (01/01). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Lapas Kelas IIB Sarolangun dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba.


Pelaksanaan tes urin ini menyasar seluruh pegawai serta sejumlah WBP yang telah ditentukan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan Lapas Kelas IIB Sarolangun pada waktu yang telah dijadwalkan, dengan pengawasan ketat guna memastikan pelaksanaan berjalan tertib, aman, dan transparan.


Tes urin ini dilaksanakan oleh Seksi Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) bersama jajaran Kamtib dan Seksi Pembinaan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya penyalahgunaan narkotika, sekaligus sebagai langkah pencegahan masuknya barang terlarang ke dalam lapas.



Kasibinadik Lapas Kelas IIB Sarolangun, Jonerwan, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan tes urin ini merupakan langkah nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas.


“Pelaksanaan tes urin ini merupakan bentuk antisipasi terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas Sarolangun, baik oleh pegawai maupun Warga Binaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya pencegahan masuknya narkotika ke dalam lapas serta komitmen kami untuk menciptakan lapas yang bersih dari narkoba,” ujarnya.



Pelaksanaan tes urin dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, mulai dari pengambilan sampel hingga pemeriksaan hasil, dengan tetap mengedepankan prinsip profesionalitas dan akuntabilitas. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran dan Warga Binaan semakin meningkatkan kesadaran akan bahaya narkotika serta mendukung terciptanya lingkungan Lapas Kelas IIB Sarolangun yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Awali Tahun Baru Dengan Integritas, Jajaran Petugas Lapas Sarolangun Jalani Tes Urine


Sarolangun – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun mengikuti pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan Pengamanan dan Pelayanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang diselenggarakan secara terpusat oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Provinsi Jambi secara daring. Kalapas Sarolangun dan Jajaran, Peserta Magang serta Instansi terkait mengikutinya dari di halaman Lapas Kelas IIB Sarolangun pada Senin, 22 Desember 2025, pukul 08.00 WIB.


Apel kesiapsiagaan ini dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun beserta seluruh pegawai, dan peserta magang Lapas, serta Tentara Nasional Indonesia (TNI) Distrik Sarko, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Resort Sarolangun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun, dan Pemadam Kebakaran (Damkar) kabupaten Sarolangun.



Pelaksanaan apel bertujuan untuk memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan selama perayaan Natal dan pergantian Tahun Baru, sekaligus memperkuat sinergi dan koordinasi lintas instansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.


Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, mengatakan bahwa Lapas Kelas IIB Sarolangun siap siaga dalam pengamanan dan pelayanan Tahun Baru 2026, demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan seluruh warga binaan dan masyarakat sekitar.



Seluruh rangkaian kegiatan apel berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Sarolangun menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan Kanwil Ditjenpas Jambi serta menciptakan situasi yang kondusif selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Kalapas Sarolangun dan Jajaran Serta Instansi Terkait Ikuti Apel Gabungan Siaga Nataru

Sarolangun — Rabu, 17 Desember 2025, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun melaksanakan program tahfizh Al-Qur’an rutin yang diperuntukkan bagi para warga binaan. Kegiatan ini dilaksanakan secara terjadwal setiap hari Rabu sebagai bagian dari pembinaan kepribadian berbasis keagamaan.


Program Tahfizh Al-Qur’an tersebut berada di bawah naungan Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Kelas IIB Sarolangun. Pelaksanaannya melibatkan para peserta magang pada bagian pembinaan kepribadian dengan pendampingan oleh petugas Lapas Sarolangun, yang berperan aktif dalam mendampingi dan membimbing warga binaan selama kegiatan berlangsung.



Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca, menghafal, serta memahami Al-Qur’an, sekaligus membentuk karakter warga binaan yang lebih religius dan berakhlak baik. Melalui program yang dilaksanakan secara berkelanjutan, diharapkan warga binaan dapat memanfaatkan waktu pembinaan dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.


Salah satu peserta magang, Inda Putri, menyampaikan bahwa program tahfizh ini menjadi sarana pembinaan spiritual yang efektif bagi warga binaan yang merupakan kontinuitas dan implementasi program Rumah Tahfidz yang digagas Kakanwil Ditjenpas Jambi.


“Program tahfizh Al-Qur’an ini diharapkan dapat membantu warga binaan meningkatkan kedisiplinan dan ketekunan dalam menghafal ayat-ayat suci, sekaligus menjadi bekal pembinaan mental dan spiritual selama menjalani masa pembinaan," ujar Inda Putri.


Sementara itu Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal mengatakan bahwa Program Tahfidz Quran ini diharapkan berdampak nyata bagi perbaikan akhlak Warga Binaan yang pada gilirannya menjadi bekal potensial ketika mengarungi kehidupan ditengah-tengah masyarakat nanti ketika telah selesai menjalani masa pidana.


"Pelibatan peserta magang dalam kegiatan belajar mengajar di Rumah Tahfidz Qur'an Lapas Sarolangun tentunya bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada mereka, namun tentunya tetap dibawah pendampingan dan pengawasan oleh petugas bagian pembinaan kerohanian karena sejatinya program ini adalah kelanjutan dari pembinaan kepribadian yangs selama ini telah berjalan," tegas Faizal.


Dengan adanya program tahfizh Al-Qur’an yang dilaksanakan secara rutin, Lapas Kelas IIB Sarolangun berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan kepribadian yang berkesinambungan dan bermakna bagi seluruh warga binaan.

Program Tahfizh Al-Qur’an Rutin Digelar Di Lapas Sarolangun, WBP Diharapkan Alami Perbaikan Akhlak

Sarolangun — Lapas Kelas IIB Sarolangun terus mengembangkan program pertanian produktif melalui kegiatan penanaman bibit jambu madu yang dilaksanakan sekitar satu bulan lalu, tepatnya pada November. Sebanyak 100 bibit jambu madu dari berbagai jenis ditanam di area luar Lapas, hal ini sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).


Bibit jambu madu tersebut didatangkan langsung dari Medan dan terdiri dari tiga jenis warna, yakni jambu madu merah, hijau, dan putih. Seluruh bibit ditanam menggunakan pot berukuran cukup besar dengan tujuan agar tanaman dapat berbuah secara berkelanjutan dan tidak bersifat musiman.



Kegiatan penanaman ini dikoordinir oleh Kasubsi Kegiatan Kerja serta berada di bawah naungan Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik). Proses penanaman dilakukan langsung oleh WBP yang telah melalui pelatihan, sehingga pelaksanaannya berjalan sesuai dengan teknik budidaya tanaman buah yang baik dan benar.


Kasi Binadik Lapas Kelas IIB Sarolangun, Jonerwan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian bagi WBP.

“Penanaman jambu madu ini kami lakukan sebagai bentuk pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Mereka sudah dibekali pelatihan terlebih dahulu, sehingga nantinya memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana,” ujar Jonerwan.


Ia juga menjelaskan bahwa hasil dari kebun jambu madu tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan internal.

“Ke depan, hasil panen jambu madu ini rencananya akan kami olah kembali untuk konsumsi warga binaan maupun kebutuhan di dalam lapas. Kami juga berencana menambah jumlah bibit agar hasil yang diperoleh semakin optimal,” tambahnya.


Melalui program ini, Lapas Kelas IIB Sarolangun terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.

Manfaatkan Lahan Kosong, WBP Lapas Sarolangun Tanam 100 Bibit Jambu Madu Aneka Warna


Sarolangun - Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun dan Jajaran Binadik dan Giatja terus melakukan upaya peningkatan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pengembangan kebun produktif. Program ini dirancang tidak hanya untuk memberikan bekal keterampilan bercocok tanam untuk Warga Binaan, tetapi juga untuk mendukung pemenuhan kebutuhan bahan pangan dapur Lapas.


Sejak awal, konsep pengembangan kebun ini diarahkan agar WBP mendapatkan pelatihan kemandirian yang bermanfaat serta mampu menghasilkan produk pertanian yang bisa digunakan secara langsung dalam operasional dapur. Pembinaan berbasis kegiatan pertanian ini juga menjadi sarana agar WBP lebih disiplin, bertanggung jawab, dan terbiasa bekerja secara terstruktur.


Saat ini terdapat dua kebun aktif yang dikelola. Kebun pertama digunakan untuk budidaya semangka, sementara kebun kedua ditanami kangkung. Kedua kebun tersebut telah berjalan selama satu tahun dan dikelola sepenuhnya oleh WBP yang telah mengikuti pelatihan resmi sebelum ditugaskan.



Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik (Kasibinadik) Lapas Kelas IIB Sarolangun, Jonerwan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan dalam pembinaan. “Kebun ini kami kelola sebagai sarana pembinaan kemandirian. Warga binaan kami latih mulai dari teknik menanam, merawat, hingga memanen. Selain memberikan keterampilan, hasil kebun juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas,” jelasnya.


Sementara itu Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal berharap hasil kebun buah Semangka dan Sayur Kangkung disamping untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas, juga diharapkan dapat menembus pasar lokal, sehingga kegiatan produksi bisa terus berjalan dan berkelanjutan.


“Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi WBP, tetapi juga bagi Lapas dalam mendukung kemandirian penyediaan bahan pangan sendiri dan masyarakat luas,” ujarnya.


Seluruh kegiatan kebun berada di bawah koordinasi Seksi Bimbingan Kerja dan Pembinaan yang terus berupaya menciptakan kegiatan positif serta produktif bagi para WBP.

WBP Lapas Sarolangun Tanam Buah Semangka dan Sayur Kankung, Kalapas : Semoga Bisa Menembus Pasar Lokal

Sarolangun, Jambi — Turnamen Tenis Lapangan Kalapas Sarolangun Cup resmi digelar di Lapangan Tenis milik pemerintah daerah kabupaten Sarolangun di komplek perkantoran Pemda Sarolangun Kembang dan berlangsung meriah sejak hari pembukaan. Ajang olahraga tahunan ini diikuti puluhan atlet tenis dari berbagai instansi pemerintah, klub lokal, serta perwakilan masyarakat umum. (7/12).


Acara dibuka langsung oleh Kepala Lapas Sarolangun, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa turnamen ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarlembaga dan masyarakat.



“Melalui kegiatan ini, kami berharap olahraga dapat menjadi jembatan kebersamaan sekaligus wadah pembinaan mental dan fisik untuk seluruh peserta, silaturahmi untuk prestasi” ujarnya.


Sejak hari pertama, pertandingan berlangsung sengit. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka, membuat para penonton yang memadati area lapangan merasa terhibur. Selain kategori tunggal putra, turnamen ini juga mempertandingkan kategori ganda putra dan ganda campuran.



Beberapa pertandingan menarik terjadi ketika atlet unggulan dari klub-klub besar kabupaten berhadapan dengan pemain muda berbakat dari Sarolangun. Sorak-sorai penonton semakin menambah suasana kompetitif namun tetap sportif.


Turnamen ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, komunitas tenis, dan sponsor lokal. Para peserta menilai penyelenggaraan turnamen berlangsung profesional dengan fasilitas lapangan yang memadai.


“Ini ajang yang sangat positif. Kami berharap Kalapas Sarolangun Cup bisa terus dilaksanakan setiap tahun,” ujar salah satu peserta.


Partai final dijadwalkan digelar pada penutupan turnamen, yang sekaligus akan diisi dengan penyerahan piala, medali, dan hadiah kepada para pemenang. Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang mampu melahirkan bibit atlet tenis baru di Sarolangun.


Wakil Bupati Sarolangun Gerry yang hadir dan ikut bermain pada pertandingan eksebisi saat acara penutupan mengatakan bahwa turnamen tenis ini perlu dilakukan secara berkala dan berkelanjutan, terutama untuk melahirkan atlet-atlet muda dan berbakat, sehingga untuk jangka Panjang bisa mengharumkan nama kabupaten Sarolangun di pentas provinsi maupun nasional. 


Sementara itu Pengurus Cabang Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Sarolangun mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kalapas Sarolangun dan jajaran yang telah berkenan menjadi penyelenggara turnamen tenis termasuk dukungan penuh dari Pemerintah daerah kabupaten Sarolangun. 

Turnamen Tenis Lapangan Kalapas Sarolangun Cup Berlangsung Meriah

Sarolangun — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun berhasil meraih Juara 3 pada Expo Hari Ulang Tahun Kabupaten Sarolangun yang diselenggarakan di Lapangan GOR Sarolangun. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Desember, dan diikuti oleh berbagai instansi pemerintah, sekolah dan komunitas kreatif.


Expo ini dilaksanakan dengan tujuan menampilkan potensi daerah, meningkatkan kreativitas masyarakat, memperkuat hubungan antari nstansi, serta memberikan ruang bagi pelaku usaha dan peserta lain untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada publik.



Stand Lapas Kelas IIB Sarolangun menjadi salah satu yang banyak dikunjungi. Mereka menampilkan berbagai produk hasil pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), seperti kerajinan tangan, meubel, lukisan, serta produk kreatif lainnya. Seluruh proses persiapan dilakukan oleh petugas Lapas bersama warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian.


Panitia Expo HUT Kabupaten Sarolangun berperan penting dalam mengatur alur kegiatan, mulai dari penataan lokasi stand, pengamanan, penjadwalan acara, hingga proses penilaian. 


Kegiatan expo ini memberikan beberapa dampak positif bagi masyarakat yaitu Memberikan hiburan dan edukasi kepada masyarakat, Meningkatkan perekonomian lokal, Mendorong kreativitas warga dan Memperkuat hubungan sosial


Kepala Lapas Sarolangun menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Ia juga menegaskan bahwa Lapas Sarolangun akan terus meningkatkan kualitas pembinaan agar warga binaan dapat menghasilkan karya yang bermanfaat serta diterima oleh masyarakat.


Dengan keberhasilan ini, Lapas Kelas IIB Sarolangun tidak hanya membawa pulang penghargaan, tetapi juga memperkuat peran pembinaan dalam mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan keterampilan dan kepercayaan diri yang lebih baik.

Lapas Sarolangun Sabet Juara 3 pada ajang Sarolangun Festival 2025

Langganan Berita via Email