SarolangunDalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-81 Tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun melaksanakan kegiatan donor darah, pemeriksaan kesehatan, dan pelayanan kesehatan terpadu bagi pegawai, keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP), serta warga binaan. Kegiatan berlangsung pada Rabu (5/8/2026) di Gazebo Lapas Kelas IIB Sarolangun.


Kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen Lapas Kelas IIB Sarolangun dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan. Pelaksanaan kegiatan melibatkan petugas medis Lapas Kelas IIB Sarolangun, Palang Merah Indonesia (PMI), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sarolangun, dan Puskesmas Sarolangun.



Pelayanan kesehatan diberikan secara menyeluruh melalui tahapan pendaftaran, pemeriksaan kondisi kesehatan, konsultasi medis, pemberian terapi sesuai indikasi medis, hingga edukasi kesehatan. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb), kadar glukosa darah, kolesterol, dan asam urat guna mendeteksi secara dini kondisi kesehatan peserta.


Selain itu, petugas yang memenuhi persyaratan kesehatan diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan donor darah. Dari hasil skrining kesehatan yang dilakukan, sebanyak lima orang pegawai berhasil mendonorkan darahnya sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama serta kontribusi nyata dalam memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat.


Pelayanan kesehatan juga diberikan kepada peserta yang memiliki keluhan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan, beberapa peserta memperoleh penanganan dan pengobatan atas keluhan hipertensi, gangguan pernapasan, dan sakit kepala. Seluruh pelayanan diberikan sesuai standar pelayanan kesehatan yang berlaku, disertai penginputan rekam medis, pelayanan informasi obat (PIO), serta pemberian obat berdasarkan hasil diagnosis tenaga medis.


Sebagai upaya promotif dan preventif, tim kesehatan turut memberikan edukasi kepada pegawai, keluarga warga binaan, dan warga binaan mengenai pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga pola makan yang seimbang, menghindari kebiasaan merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna menjaga kondisi kesehatan yang optimal.


Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan implementasi semangat kemerdekaan yang diwujudkan melalui aksi kemanusiaan dan peningkatan pelayanan publik.


"Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia hendaknya menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan donor darah dan pelayanan kesehatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Lapas Sarolangun dalam memberikan pelayanan yang humanis, sekaligus memperkuat sinergi dengan PMI, RSUD, dan Puskesmas demi mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan produktif," ujar Ibnu Faizal.


Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar serta mendapat antusiasme yang tinggi dari para peserta. Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Sarolangun berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, mempererat kolaborasi dengan instansi terkait, serta menumbuhkan budaya hidup sehat di lingkungan pemasyarakatan sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara dalam menyemarakkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-81.

Wujud Kepedulian di HUT RI ke-81, Lapas Sarolangun Laksanakan Donor Darah dan Pelayanan Kesehatan


Sarolangun - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun melaksanakan penggeledahan rutin kamar hunian Warga Binaan sebagai langkah deteksi dini dalam mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Kegiatan dipimpin oleh Plh. Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Mas Bayu Kumara, bersama jajaran regu pengamanan dengan tetap mengedepankan sikap humanis serta sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).


Selain melakukan penggeledahan kamar hunian, petugas juga memeriksa kondisi dan fungsi kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di dalam kamar hunian. Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh CCTV beroperasi secara optimal sehingga mampu mendukung pengawasan dan memperkuat sistem keamanan di dalam Lapas.


Hasil kegiatan menunjukkan tidak ditemukannya barang-barang terlarang maupun potensi gangguan keamanan. Seluruh perangkat CCTV juga berfungsi dengan baik dan siap mendukung pengawasan selama 24 jam.


Kalapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, menyampaikan bahwa penggeledahan dan pengecekan sarana pengamanan merupakan langkah preventif yang harus dilaksanakan secara konsisten.


"Keamanan dan ketertiban merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Oleh karena itu, penggeledahan kamar hunian serta pengecekan fasilitas pengamanan seperti CCTV harus dilakukan secara rutin sebagai bentuk deteksi dini guna mencegah terjadinya gangguan keamanan dan menciptakan lingkungan Lapas yang aman, tertib, serta kondusif," ujar Ibnu Faizal.


Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar sebagai wujud komitmen Lapas Kelas IIB Sarolangun dalam mendukung program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pemberantasan HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba), serta mewujudkan pemasyarakatan yang pasti bermanfaat bagi masyarakat.

Lapas Sarolangun Perkuat Deteksi Dini Melalui Penggeledahan Kamar Hunian dan Pengecekan CCTV


Sarolangun, Semangat kemerdekaan mulai terasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun. Bertempat di Lapangan Serbaguna Lapas Sarolangun, Kepala Lapas (Kalapas) Sarolangun Ibnu Faizal bersama seluruh jajaran pegawai dan warga binaan menggelar Apel Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Narapidana (PORSENAP) dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Rabu (5/8).




Kegiatan pembukaan berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat. Rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan apel, dilanjutkan dengan Pembacaan Janji Wasit dan Janji Atlet sebagai bentuk komitmen untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas, kejujuran, dan persaudaraan selama seluruh pertandingan berlangsung.


Suasana semakin meriah saat Kalapas Sarolangun bersama jajaran pejabat struktural melakukan pelepasan balon PORSENAP sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian perlombaan olahraga dan seni. Pelepasan balon tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang memenuhi lapangan.



Sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya penyelenggaraan kegiatan, Kalapas juga menyerahkan secara simbolis berbagai perangkat olahraga, di antaranya bola dan perlengkapan pertandingan lainnya yang akan digunakan oleh para peserta selama kompetisi berlangsung.


Momentum pembukaan ditandai dengan tendangan pertama oleh Kalapas Sarolangun sebagai simbol dimulainya seluruh cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam PORSENAP tahun ini.


Dalam sambutannya, Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal menyampaikan bahwa kegiatan olahraga dan seni bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi sarana pembinaan karakter, memperkuat disiplin, menumbuhkan jiwa sportivitas, serta membangun kebersamaan antara sesama warga binaan.


"Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk menanamkan semangat persatuan, disiplin, dan sportivitas. Melalui Pekan Olahraga dan Seni Narapidana ini, kami berharap seluruh warga binaan dapat berpartisipasi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai fair play, menjaga keamanan dan ketertiban, serta menjadikan setiap pertandingan sebagai media pembinaan yang positif," ujar Ibnu Faizal.


Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memaknai kemerdekaan sebagai semangat memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.


Pekan Olahraga dan Seni Narapidana yang diselenggarakan Lapas Kelas IIB Sarolangun akan mempertandingkan berbagai cabang olahraga dan perlombaan seni yang diikuti oleh warga binaan. Selain menjadi bagian dari peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat kebersamaan, meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani, serta menciptakan suasana pembinaan yang kondusif, humanis, dan penuh semangat kebangsaan di lingkungan Lapas Sarolangun.

Semarak HUT ke-81 RI, Kalapas Sarolangun Resmi Buka Pekan Olahraga dan Seni Narapidana


Jambi – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun dalam mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil kembali ditunjukkan melalui pemaparan capaian kinerja Semester I Tahun 2026 pada Rapat Analisis dan Evaluasi (Anev) Kinerja Semester I Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi, Kamis (30/7).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, serta dihadiri seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kanwil Ditjenpas Jambi.



Dalam forum strategis tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, memaparkan berbagai capaian kinerja yang telah berhasil direalisasikan selama Semester I Tahun 2026. Paparan tersebut meliputi penguatan keamanan dan ketertiban, peningkatan kualitas pembinaan warga binaan, optimalisasi pelayanan publik, pengelolaan administrasi dan keuangan, peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), hingga implementasi berbagai inovasi yang mendukung transformasi pemasyarakatan.



Tidak hanya menyampaikan capaian, Kalapas Sarolangun juga memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan program kerja beserta langkah-langkah strategis yang telah dilakukan untuk memastikan target organisasi tetap tercapai secara optimal.


Dalam paparannya, Ibnu Faizal menegaskan bahwa evaluasi berkala merupakan instrumen penting dalam membangun budaya kerja yang adaptif dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.


"Rapat analisis dan evaluasi ini menjadi momentum untuk mengukur efektivitas pelaksanaan program sekaligus memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam meningkatkan kualitas pelayanan, keamanan, dan pembinaan. Kami akan terus melakukan inovasi serta memastikan setiap target kinerja dapat dicapai secara maksimal demi mewujudkan pemasyarakatan yang semakin PASTI bermanfaat bagi masyarakat," ujar Ibnu Faizal.


Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, dalam arahannya menekankan pentingnya seluruh Kepala UPT untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, memperkuat sinergi, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, serta mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga meminta seluruh satuan kerja menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar penyusunan strategi kerja pada Semester II Tahun 2026 agar target kinerja yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal.


Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Sarolangun kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, transparan, dan akuntabel, sejalan dengan arah kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta mendukung terwujudnya reformasi birokrasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Kalapas Sarolangun Paparkan Capaian Kinerja Semester I 2026 di Hadapan Kakanwil Ditjenpas Jambi

Sarolangun, Dalam rangka memastikan kondisi sarana dan prasarana tetap aman serta layak digunakan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun menerima kunjungan tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sarolangun untuk melaksanakan koordinasi, analisis visual kelayakan gedung dan bangunan, serta penilaian ambang batas kerusakan pada sejumlah aset bangunan, Kamis (23/7).



Tim Dinas PU Sarolangun dipimpin oleh Sonny Aryanto bersama dua orang staf teknis. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Kelas IIB Sarolangun, Bintang Putra Sianturi, di ruang kerjanya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Urusan Umum Rudi Wijaya serta operator Barang Milik Negara (BMN) Lapas Sarolangun.


Pertemuan diawali dengan koordinasi dan diskusi mengenai kondisi fisik bangunan yang menjadi objek peninjauan. Dalam pembahasan tersebut, tim Dinas PU memperoleh informasi mengenai kondisi eksisting beberapa fasilitas, khususnya tembok pengamanan dan menara (tower) pengawasan yang memerlukan penilaian teknis untuk mengetahui tingkat kelayakan serta ambang batas kerusakannya.


Usai melaksanakan koordinasi, Kasubbag Tata Usaha bersama Kaur Umum, operator BMN, dan tim teknis Dinas PU langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan analisis visual di lapangan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap struktur bangunan, meliputi kondisi tembok keliling, tower pengawasan, serta bagian-bagian bangunan lainnya yang dinilai memerlukan evaluasi teknis.


Kasubbag Tata Usaha Lapas Sarolangun, Bintang Putra Sianturi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh bangunan di lingkungan Lapas tetap memenuhi aspek keamanan dan keselamatan.


"Kami menyambut baik koordinasi dan pendampingan dari Dinas PU Sarolangun. Analisis teknis ini sangat penting sebagai dasar dalam menentukan tingkat kelayakan bangunan serta menjadi acuan apabila diperlukan perbaikan maupun rehabilitasi ke depan. Dengan kondisi bangunan yang aman dan layak, pelaksanaan tugas pemasyarakatan dapat berjalan secara optimal," ujar Bintang.


Sementara itu, Ketua Tim Dinas PU Sarolangun, Sonny Aryanto, menjelaskan bahwa hasil analisis lapangan akan menjadi bahan evaluasi teknis untuk menentukan kondisi struktur bangunan berdasarkan tingkat kerusakan yang ditemukan.


Kegiatan koordinasi dan peninjauan lapangan ini merupakan bentuk sinergi antara Lapas Kelas IIB Sarolangun dengan Pemerintah Kabupaten Sarolangun dalam mendukung pengelolaan aset negara yang baik, sekaligus memastikan seluruh fasilitas pendukung operasional pemasyarakatan tetap berada dalam kondisi yang aman, andal, dan sesuai dengan standar teknis yang berlaku.

Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sarolangun dalam mendukung upaya pemeliharaan aset negara dan peningkatan keamanan di lingkungan Lapas.


"Keamanan dan keselamatan merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Oleh karena itu, kami secara proaktif menggandeng Dinas PU Sarolangun untuk melakukan analisis teknis terhadap kondisi gedung, tembok pengamanan, dan tower. Hasil penilaian ini akan menjadi dasar bagi kami dalam menentukan langkah-langkah pemeliharaan maupun rehabilitasi sesuai dengan tingkat kerusakan yang ada. Kami ingin memastikan seluruh sarana dan prasarana Lapas tetap dalam kondisi layak, aman, dan mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan secara optimal," ujar Ibnu Faizal.


Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi dengan instansi teknis merupakan wujud komitmen Lapas Sarolangun dalam menerapkan tata kelola Barang Milik Negara (BMN) yang akuntabel serta menjaga keandalan infrastruktur sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik dan keamanan di lingkungan pemasyarakatan.

Demi Keamanan Maksimal, Lapas Sarolangun Gandeng Dinas PU Analisis Kelayakan Gedung, Tembok, dan Tower Pengamanan

SarolangunKomitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun dalam mendukung program ketahanan pangan kembali membuahkan hasil. Melalui kebun hidroponik yang dikelola di lingkungan Lapas, Kalapas bersama petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berhasil memanen sayur pakcoy segar yang selanjutnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas, Selasa (21/07).


Panen pakcoy ini menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk menghasilkan pangan yang sehat, berkualitas, dan bermanfaat. Dengan memanfaatkan sistem hidroponik, sayuran tumbuh subur, higienis, serta siap dikonsumsi sebagai bahan makanan bagi Warga Binaan.



Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, mengatakan bahwa program budidaya hidroponik tidak hanya bertujuan mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat.


"Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus memberikan pembinaan keterampilan kepada Warga Binaan. Hasil panen pakcoy hari ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan. Harapannya, keterampilan bercocok tanam dengan sistem hidroponik ini menjadi bekal positif bagi Warga Binaan setelah selesai menjalani masa pidana," ujar Ibnu Faizal.


Sementara itu, Kepala Seksi Binadik dan Giatja, Mas Bayu Kumara, menjelaskan bahwa kegiatan budidaya hidroponik merupakan bagian dari program pembinaan yang dirancang agar Warga Binaan memiliki aktivitas yang produktif sekaligus memperoleh keterampilan praktis.


"Kami ingin pembinaan di Lapas benar-benar memberikan manfaat nyata. Melalui kegiatan hidroponik ini, Warga Binaan tidak hanya belajar teknik bercocok tanam modern, tetapi juga dibiasakan untuk disiplin, bekerja sama, dan bertanggung jawab dalam setiap prosesnya. Keterampilan seperti ini diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat," tutur Mas Bayu Kumara.


Senada dengan itu, Kepala Subseksi Bimbingan Kerja (Bimker), Mahfudin, menyampaikan bahwa keberhasilan panen pakcoy merupakan hasil kerja sama antara petugas dan Warga Binaan yang secara konsisten melakukan penyemaian, perawatan, pemberian nutrisi, hingga pemanenan sesuai standar budidaya hidroponik.


"Kami terus melakukan pendampingan agar Warga Binaan memahami setiap tahapan budidaya hidroponik dengan baik. Hasil panen hari ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian dapat menghasilkan produk yang berkualitas sekaligus memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan dapur Lapas. Ke depan, kami akan terus mengembangkan jenis tanaman hidroponik lainnya agar program ini semakin produktif," jelas Mahfudin.


Selain menghasilkan sayuran segar untuk konsumsi internal, kegiatan hidroponik juga menjadi media pembelajaran yang mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan. Mulai dari proses penyemaian, perawatan, pemberian nutrisi, hingga panen dilakukan secara terjadwal di bawah pendampingan petugas.


Program hidroponik merupakan salah satu bentuk implementasi pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di lingkungan pemasyarakatan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kompetensi Warga Binaan.


Melalui kegiatan ini, Lapas Sarolangun terus menunjukkan bahwa pemasyarakatan bukan hanya tempat menjalani pidana, tetapi juga menjadi wadah pembinaan yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada pemberdayaan. Dengan demikian, Warga Binaan diharapkan memiliki keterampilan, pengalaman, dan kepercayaan diri untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.

Dari Kebun ke Dapur, Lapas Sarolangun Panen Pakcoy Hidroponik untuk Konsumsi Warga Binaan

SarolangunUpaya menjaga kesehatan warga binaan terus menjadi perhatian serius Lapas Kelas IIB Sarolangun. Menyusul ditemukannya banyak jentik nyamuk di sejumlah titik lingkungan lapas yang berpotensi menjadi sarang penyebaran penyakit, petugas Lapas Sarolangun bergerak cepat dengan menggandeng Puskesmas untuk melaksanakan kegiatan fogging (pengasapan), sebagai langkah pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), Sabtu (18/7).



Kegiatan tersebut menyasar area blok hunian, saluran air, taman, serta lokasi-lokasi yang dinilai berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Selain fogging, petugas kesehatan dari Puskesmas bersama jajaran Lapas juga melakukan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus.


Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, menegaskan bahwa kesehatan warga binaan merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar yang harus dipenuhi. Menurutnya, pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan ketika penyakit sudah menyebar.


"Kami tidak ingin mengambil risiko terhadap kesehatan warga binaan maupun petugas. Ketika ditemukan banyak jentik nyamuk yang berpotensi menjadi sumber penyebaran DBD, kami segera berkoordinasi dengan Puskesmas untuk melakukan fogging. Ini merupakan bentuk komitmen Lapas Sarolangun dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman penyakit," ujar Ibnu Faizal.


Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja), Mas Bayu Kumara, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga kualitas lingkungan hunian warga binaan.


"Fogging bukanlah satu-satunya solusi. Setelah kegiatan ini, kami akan terus mengintensifkan kerja bakti, membersihkan saluran air, menguras tempat penampungan air, serta mengajak seluruh warga binaan untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan. Pencegahan hanya akan berhasil apabila menjadi tanggung jawab bersama," jelas Mas Bayu Kumara.


Pelaksanaan fogging mendapat pendampingan langsung dari tenaga kesehatan Puskesmas dengan memperhatikan prosedur keselamatan agar tidak mengganggu aktivitas pembinaan maupun kesehatan penghuni lapas.



Melalui sinergi antara Lapas Sarolangun dan Puskesmas, diharapkan risiko penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk dapat ditekan sehingga seluruh warga binaan dan petugas dapat menjalani aktivitas dalam lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.


Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen Lapas Sarolangun dalam memberikan pelayanan pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga mengedepankan perlindungan kesehatan sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar warga binaan

Kesehatan WBP Jadi Prioritas, Lapas Sarolangun Lakukan Fogging Massal Cegah Penyebaran DBD


SarolangunSebanyak tujuh orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun resmi dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) oleh Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Gazebo Lapas Sarolangun, Rabu (8 Juli 2026).

Pelantikan tersebut merupakan momentum penting bagi para pegawai yang telah menyelesaikan masa percobaan sebagai CPNS dan dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).


Adapun tujuh CPNS yang resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, yaitu:

  • Nazifa Zaharani
  • Andhika Pratama
  • Bintang Rayi Satria
  • Muhamad Arya Ramadan
  • Muhammad Zidan Ramadhan
  • R. Ashillah Zahwa Setyawan
  • Renaldi Saputra Sinaga


Prosesi diawali dengan pembacaan Surat Keputusan pengangkatan PNS, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah, penandatanganan berita acara, serta penyematan tanda pangkat sebagai simbol resmi perubahan status dari CPNS menjadi Pegawai Negeri Sipil.


Dalam amanatnya, Kepala Lapas Sarolangun, Ibnu Faizal, mengucapkan selamat kepada seluruh pegawai yang baru dilantik sekaligus memberikan pesan agar senantiasa menjaga integritas, loyalitas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.


"Tunaikan tugas negara sebaik-baiknya. Anda semua adalah orang-orang terbaik di antara begitu banyak peserta yang mengikuti seleksi ketat hingga akhirnya dipercaya menjadi Aparatur Sipil Negara. Oleh karena itu, saya ingatkan untuk selalu menjaga integritas. Jangan pernah meludahi sumur tempat kamu minum airnya. Jadilah ASN yang bekerja dengan penuh tanggung jawab, disiplin, serta mampu menjaga nama baik institusi," tegas Ibnu Faizal.


Kalapas juga berharap para PNS yang baru dilantik dapat terus meningkatkan kompetensi, menjunjung tinggi nilai-nilai ASN BerAKHLAK, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mendukung terwujudnya Pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.


Usai pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah PNS, kegiatan dilanjutkan dengan acara pelepasan pejabat struktural Aris Setiawan yang mendapat amanah untuk bertugas di satuan kerja baru. Dalam kesempatan tersebut, Kalapas beserta seluruh jajaran menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di Lapas Sarolangun.


Pada kesempatan yang sama, keluarga besar Lapas Sarolangun juga menyambut Rudi Wijaya sebagai pejabat struktural yang baru. Kehadirannya diharapkan mampu membawa semangat baru, memperkuat sinergi, serta memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada para PNS yang baru dilantik, pelepasan pejabat lama, penyambutan pejabat baru, serta sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen seluruh jajaran Lapas Sarolangun dalam mewujudkan organisasi yang profesional, berintegritas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Resmi Menjadi PNS, 7 ASN Lapas Sarolangun Dilantik dan Disumpah, Kalapas: Jaga Integritas, Jangan Meludahi Sumur Tempat Kamu Minum


Sarolangun – Raut wajah bahagia tampak terlihat dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun saat menerima pembagian perlengkapan mandi yang diserahkan langsung oleh Kepala Lapas Sarolangun, Ibnu Faizal, bersama jajaran petugas.


Pembagian perlengkapan mandi tersebut merupakan bentuk komitmen Lapas Sarolangun dalam memenuhi hak-hak dasar warga binaan selama menjalani masa pidana. Adapun perlengkapan yang dibagikan meliputi sabun mandi, sampo, pasta gigi, dan sikat gigi untuk mendukung kebersihan serta kesehatan para WBP.



Kepala Lapas Sarolangun, Ibnu Faizal, mengatakan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan. Menurutnya, pelayanan terhadap warga binaan tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan dan pengamanan, tetapi juga memastikan hak-hak dasar mereka tetap terpenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


"Pembagian perlengkapan mandi ini merupakan salah satu bentuk pemenuhan hak dasar warga binaan. Kami ingin memastikan seluruh WBP dapat menjaga kebersihan diri sehingga tercipta lingkungan hunian yang sehat, bersih, dan nyaman. Pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani pidana, tetapi juga tentang memberikan pelayanan yang manusiawi dan bermartabat," ujar Ibnu Faizal.


Suasana penuh antusias terlihat selama proses pembagian berlangsung. Sejumlah warga binaan mengaku senang dan bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh pihak Lapas. Mereka menilai perlengkapan mandi tersebut sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berada di dalam lapas.


Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Lapas Sarolangun dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang sehat sekaligus meningkatkan kesadaran warga binaan terhadap pentingnya menjaga kebersihan diri sebagai salah satu faktor penunjang kesehatan.


Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIB Sarolangun kembali menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan humanis dengan mengedepankan pemenuhan hak-hak dasar warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan menuju reintegrasi sosial. 

Dapat Jatah Perlengkapan Mandi, WBP Lapas Sarolangun Senang, Kalapas: Pelayanan Manusiawi dan Bermartabat


Jambi – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, menghadiri kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Administrator di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi (02/07/2026). Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan menjadi bagian dari upaya penguatan organisasi serta peningkatan kualitas tata kelola pemasyarakatan di wilayah Jambi.



Pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi Irwan Rahmat Gumilar dan diikuti oleh para pejabat yang dilantik, kepala satuan kerja pemasyarakatan, serta jajaran undangan lainnya. Momentum ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam menghadirkan kepemimpinan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan kinerja pelayanan kepada masyarakat.

Kalapas Sarolangun, Ibnu Faizal, menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat administrator yang telah dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, serta mampu memperkuat sinergi antarunit kerja dalam mewujudkan pemasyarakatan yang semakin maju.



"Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pejabat yang telah dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, sehingga mampu menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, dan berdampak positif bagi masyarakat," ujar Ibnu Faizal.

Melalui kehadiran dalam kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIB Sarolangun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta memperkuat sinergi dengan Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi dalam mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang berkualitas, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kalapas Sarolangun Hadiri Pelantikan Pejabat Administrator di Kanwil Ditjenpas Jambi

Sarolangun, 1 Juli 2026 – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, bersama jajaran petugas mengikuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara Ke-80 yang digelar di Lapangan Sarolangun Kembang, Rabu (1/7).


Upacara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, TNI, Polri, instansi pemerintah, serta berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.



Usai pelaksanaan upacara, Kalapas Sarolangun turut berbagi kebahagiaan dengan menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat yang berhak menerima. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus mempererat kebersamaan antarinstansi dan masyarakat.


Kalapas Sarolangun, Ibnu Faizal, menyampaikan bahwa keikutsertaan Lapas Sarolangun dalam peringatan HUT Bhayangkara merupakan bentuk komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh aparat penegak hukum.


"Kehadiran kami bersama jajaran Petugas Lapas Sarolangun dalam upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara Ke-80 ini merupakan bentuk sinergi dan koordinasi antarinstansi penegak hukum di daerah Sarolangun," ujar Ibnu Faizal.


Melalui momentum HUT Bhayangkara Ke-80 ini, diharapkan sinergi antara Lapas Sarolangun, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan terus terjalin dengan baik demi mewujudkan pelayanan publik yang optimal, penegakan hukum yang berkeadilan, serta terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Sarolangun.

Kalapas Sarolangun dan Jajaran Ikuti Upacara HUT Bhayangkara Ke-80, Wujudkan Sinergi Antar Penegak Hukum


Sarolangun – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun dalam memberantas peredaran narkoba dan penggunaan telepon seluler ilegal terus diperkuat. Setelah memasang perangkat jammer untuk menghambat sinyal komunikasi ilegal, kini Lapas Sarolangun melakukan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di setiap kamar hunian Warga Binaan guna meningkatkan pengawasan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.



Kegiatan pemasangan CCTV tersebut dipantau langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal. Dalam kegiatan tersebut, Kalapas didampingi oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Urusan Keuangan dan Kepegawaian dan Kepala Urusan Umum selaku teknisi pemasangan CCTV, staf Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), serta anggota regu pengamanan.


Pemasangan CCTV di setiap kamar hunian WBP ini merupakan bagian dari upaya penguatan sistem pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan. Dengan adanya CCTV, seluruh aktivitas di area blok hunian WBP dapat dipantau secara real time sehingga memudahkan petugas dalam melakukan pengawasan dan mengambil langkah cepat apabila ditemukan indikasi pelanggaran.



Kalapas Sarolangun, Ibnu Faizal, menegaskan bahwa pemasangan CCTV merupakan langkah strategis untuk mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif.


"Pemasangan CCTV di setiap kamar hunian WBP ini merupakan langkah konkret kami dalam memperkuat sistem pengawasan. Tidak cukup hanya dengan memasang jammer untuk memutus akses komunikasi ilegal, kami juga memastikan setiap aktivitas di blok hunian dapat terpantau dengan baik demi menjaga keamanan dan ketertiban lapas," ujar Ibnu Faizal.


Menurutnya, pengawasan yang optimal menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah peredaran narkoba, penggunaan telepon genggam ilegal, maupun berbagai bentuk pelanggaran lainnya di dalam lapas.


"Kami berkomitmen untuk terus melakukan berbagai inovasi dan penguatan pengawasan guna mencegah gangguan keamanan dan ketertiban. Kehadiran CCTV ini diharapkan dapat meningkatkan disiplin warga binaan sekaligus memudahkan petugas dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi pelanggaran. Langkah ini juga merupakan bentuk keseriusan kami dalam mewujudkan Lapas Sarolangun yang bersih dari narkoba dan telepon genggam," tambahnya.


Selain pemasangan CCTV dan jammer, Lapas Sarolangun juga secara rutin melaksanakan razia kamar hunian, pengawasan berlapis oleh petugas pengamanan, tes urine, serta penguatan fungsi intelijen pemasyarakatan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban.


Melalui berbagai upaya tersebut, Lapas Sarolangun terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mewujudkan lapas yang aman, tertib, dan bebas dari peredaran narkoba maupun penggunaan alat komunikasi ilegal.

Tidak Cukup dengan Pasang Jammer, Kalapas Sarolangun Pasang CCTV di Tiap Kamar Blok Hunian WBP


Sarolangun, – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, jajaran pegawai Lapas Sarolangun melaksanakan upacara bendera dengan penuh khidmat di lapangan Lapas Sarolangun, Senin (01/06). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pejabat struktural, pegawai, serta perwakilan warga binaan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.


Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” yang ditetapkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Tema tersebut menegaskan pentingnya peran Pancasila dalam menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman serta menjadi landasan dalam membangun kehidupan yang harmonis dan berkeadilan.


Dalam amanat upacara, disampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi simbol atau dasar negara semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Semangat gotong royong, integritas, profesionalisme, serta tanggung jawab merupakan wujud implementasi nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan kerja.


Momentum Hari Lahir Pancasila juga menjadi pengingat bagi seluruh insan pemasyarakatan untuk terus meningkatkan kualitas kinerja, memperkuat komitmen pelayanan publik, serta menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan moral dan etika kerja, seluruh pegawai Lapas Sarolangun diharapkan mampu memberikan pelayanan yang humanis, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat.


Kepala Lapas Sarolangun Ibnu Faizal menegaskan bahwa semangat Pancasila harus menjadi energi positif dalam membangun budaya kerja yang unggul dan berorientasi pada hasil. Melalui kolaborasi, disiplin, serta dedikasi yang tinggi, Lapas Sarolangun terus berkomitmen mendukung program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta mewujudkan pemasyarakatan yang pasti bermanfaat bagi masyarakat.


Peringatan Hari Lahir Pancasila ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum refleksi bagi seluruh pegawai untuk memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, Lapas Sarolangun siap melangkah lebih maju, meningkatkan kinerja, dan memberikan kontribusi terbaik dalam mewujudkan Indonesia yang aman, tertib, dan berkeadilan.

Semangat Hari Lahir Pancasila, Lapas Sarolangun Perkuat Integritas dan Kinerja Menuju Pelayanan Prima

Sarolangun - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun terus berupaya meningkatkan pelayanan dan pengawasan di lingkungan pemasyarakatan melalui berbagai inovasi berbasis digital. Salah satu terobosan terbaru yang dihadirkan adalah SITAWAN PAS (Sistem Transaksi WBP Lapas Sarolangun), sebuah sistem transaksi non tunai (cashless) bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia Cabang Sarolangun melalui penggunaan kartu Brizzi.


Inovasi SITAWAN PAS hadir sebagai langkah nyata dalam menciptakan lingkungan lapas yang lebih transparan, aman, dan akuntabel. Melalui sistem ini, seluruh transaksi kebutuhan warga binaan di dalam blok hunian dilakukan secara digital tanpa menggunakan uang tunai. Dengan demikian, potensi terjadinya praktik pungutan liar (pungli), peredaran uang ilegal, hingga praktik judi darat di dalam lapas dapat diminimalisir secara maksimal.



Kepala Lapas Sarolangun Ibnu Faizal menyampaikan bahwa penerapan sistem transaksi cashless merupakan bagian dari komitmen Lapas Sarolangun dalam mendukung reformasi birokrasi serta pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).


“Melalui SITAWAN PAS, kami ingin memastikan seluruh transaksi warga binaan berlangsung secara transparan dan terkontrol. Tidak ada lagi peredaran uang tunai di dalam blok hunian sehingga dapat menekan potensi pungli maupun praktik perjudian," ujar Faizal.



Kerja sama dengan BRI diwujudkan melalui penggunaan kartu Brizzi sebagai alat transaksi elektronik yang praktis dan mudah digunakan oleh warga binaan. Saldo pada kartu tersebut dapat diisi oleh keluarga melalui mekanisme yang telah ditentukan, kemudian digunakan untuk bertransaksi di kantin maupun layanan internal lapas yang telah terintegrasi dengan sistem digital.


Selain meningkatkan pengawasan, inovasi ini juga memberikan edukasi kepada warga binaan terkait budaya transaksi modern dan literasi keuangan digital. Pihak lapas berharap, kebiasaan positif tersebut dapat menjadi bekal bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat nantinya.


Implementasi SITAWAN PAS mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu menghadirkan sistem pemasyarakatan yang lebih modern, bersih, dan profesional. Ke depan, Lapas Sarolangun akan terus melakukan pengembangan layanan berbasis teknologi guna mendukung terciptanya pemasyarakatan yang humanis, transparan, dan berintegritas.

Berantas Judi Darat dan Pungli Lapas Sarolangun Hadirkan Inovasi SITAWAN PAS

Sarolangun - Semangat membumikan slogan Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat Untuk Masyarakat, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi Ibnu Faizal beserta jajaran pejabat Struktural, melaksanakan koordinasi dan silaturahmi dengan jajaran Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sarolangun guna saling bersinergi dan memperluas dukungan terhadap program Lapas Sarolangun yang memberi manfaat untuk masyarakat kabupaten Sarolangun serta pembinaan dan reintegrasi sosial Warga Binaan Pemasyarakatan, Selasa (12/5).



Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Sarolangun, Ibnu Faizal, didampingi Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik & Giatja), Mas Bayu Kumara serta kepala Urusan Umum, Robert Sandria. Rombongan disambut hangat oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sarolangun, Ahmad Zaidan, bersama jajaran Wakil Ketua dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi.


Sinergi dan Koordinasi ini menjadi langkah strategis, bertujuan memperkuat dukungan lintas lembaga agar proses implementasi program yang bermanfaat untuk masyarakat dan pembinaan bagi WBP dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setelah Warga Binaan kembali ke masyarakat.


Kalapas Sarolangun, Ibnu Faizal, menegaskan bahwa kontribusi Lapas bagi mengentaskan kemiskinan ditengah-tengah masyarakat dan pembinaan yang efektif untuk WBP memerlukan dukungan multipihak agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.


“Kami telah menyusun program yang bisa memberi manfaat untuk masyarakat Sarolangun yang bakal kita eksekusi dalam waktu dekat serta kami percaya bahwa pembinaan bukan hanya soal menjalani masa pidana, tetapi tentang mempersiapkan masa depan. Dengan kolaborasi bersama BAZNAS, kami ingin memastikan Warga Binaan memiliki bekal spiritual, keterampilan, dan dukungan sosial yang memadai untuk kembali ke masyarakat secara bermartabat,” ungkap Faizal.


Ketua BAZNAS Kabupaten Sarolangun, Ahmad Zaidan, menyambut positif langkah tersebut dan menyatakan kesiapan untuk bersinergi dalam mendukung program pembinaan.


“Kami siap mendukung Lapas Sarolangun dalam berkontribusi bagi kemaslahatan masyarakat dan penguatan pembinaan keagamaan maupun bantuan sosial bagi WBP. Harapannya, para Warga Binaan dapat bangkit, percaya diri, dan memiliki kesempatan yang lebih baik setelah bebas,” ujarnya.


Melalui kolaborasi ini, Lapas Sarolangun optimistis dapat memberi manfaat untuk masyarakat dan menghadirkan  pembinaan yang lebih komprehensif dan inklusif. Sinergi dengan BAZNAS diharapkan menjadi jembatan kebaikan untuk masyarakat dan memperkuat kemandirian serta membuka peluang baru bagi Warga Binaan untuk kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Kalapas Sarolangun dan Jajaran Silaturahmi Ke Baznas, Bahas Sinergi Program Untuk Masyarakat dan WBP

Muara Sabak – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, menghadiri kegiatan Serah Terima Kunci Program Bedah Rumah hasil kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antar lembaga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program sosial berbasis zakat, pada kamis (23/4).



Dalam kegiatan yang berlangsung dihadiri pula oleh Kabid PK, Dimas Krisna, Ketua Badan Amil Zakat Nasional Tanjung Jabung Timur, Drs. H. Syarifudin, Kepala Lapas Narkotika Muara Sabak, Muhammad Askari Utomo, Kapolsek Geragai, IPTU Agung Pribadi Bayu Sukma, S.H., M.H, Para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Kota Jambi, Camat Geragai, Kepala Desa Sukamaju, Ketua RT 11 Dusun Sukasari Desa Sukamaju.


Kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan program yang disampaikan oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak. Dalam laporannya, disampaikan bahwa program bedah rumah ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai pembinaan yang berdampak langsung kepada masyarakat.



“Program ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga mencerminkan semangat pembinaan yang berorientasi pada kemanfaatan. Kami berharap sinergi seperti ini terus berlanjut dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujar Askari.


Selanjutnya, Ketua BAZNAS Tanjung Jabung Timur, Drs. H. Syarifudin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan jajaran pemasyarakatan.



“Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang telah terbangun dengan Lapas Narkotika Muara Sabak. Program bedah rumah ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menyalurkan zakat secara tepat sasaran dan berkelanjutan. Kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat demi kesejahteraan umat,” ungkap Syarifudin.


Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam lapas, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pembangunan sosial masyarakat. Sinergi dengan BAZNAS merupakan langkah strategis dalam memperluas dampak positif pemasyarakatan,” ujar Irwan.


Acara dilanjutkan dengan prosesi serah terima kunci rumah hasil program bedah rumah oleh Ketua BAZNAS Tanjung Jabung Timur Bersama Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, yang disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi.


Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan pelunasan uang tanah, sebagai bagian dari komitmen penyelesaian bantuan secara menyeluruh. Selanjutnya dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BAZNAS Tanjung Jabung Timur dan Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak yang disaksikan oleh Kakanwil Ditjenpas Jambi.


Sebagai bentuk penguatan kelembagaan, turut dilaksanakan pengukuhan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), yang diharapkan dapat meningkatkan optimalisasi penghimpunan zakat di lingkungan pemasyarakatan.


Kegiatan diakhiri dengan penayangan video dokumentasi program bedah rumah, yang menggambarkan proses pembangunan hingga serah terima kepada penerima manfaat, sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas program.

Kakanwil Ditjenpas Jambi Hadiri Serah Terima Kunci Program Bedah Rumah Kolaborasi BAZNAS Tanjabtim dan Lapas Narkotika Muara Sabak


Sarolangun – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi dan Jajaran serta peserta magang melakukan kegiatan apel Ikrar dan Penandatanganan Komitmen Bersama Zero Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba (HALINAR) yang dilaksanakan di lapangan Serbaguna Lapas, Senin (20/04/2026).


Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal dan diikuti seluruh pejabat struktural, JFU, JFT serta peserta magang.



Kegiatan ini diawali dengan Pengucapan Ikrar Zero Halinar oleh Kepala Lapas Sarolangun yang diikuti oleh seluruh peserta kegiatan. Kemudian dilanjutkan dengan penandatangan Ikrar Zero Halinar bagi Pejabat Struktural, JFU dan JFT.


Adapun isi ikrar Deklarasi Zero Halinar Lapas Sarolangun meliputi tiga poin utama, yakni menjaga integritas dan profesionalisme dalam bertugas, mendukung pelaksanaan visi dan misi Presiden melalui program pemasyarakatan, serta tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, penggunaan handphone ilegal, maupun praktik pungutan liar.



Dalam pengarahannya dihadapan seluruh peserta apel Kepala Lapas Sarolangun Ibnu Faizal menyampaikan jajaran petugas Lapas Sarolangun agar terus berkomitmen untuk memberantas Halinar.


“Kami tidak akan mentolerir pelanggaran sekecil apapun dan akan menindak tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku bagi petugas maupun warga binaan yang melakukan pelanggaran.” tegas Faizal


"Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, namun ini komitmen kita dalam menjaga integritas dalam bekerja. Laksanakan ikrar yang telah kita ucapkan dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab baik diawasi ataupun tidak diawasi," ujar Faizal.



Kalapas juga menyampaikan instruksi kepada seluruh jajaran bahwa dalam melaksanakan Fungsi Pemasyarakatan dilarang keras bersikap diskriminatif, praktek transaksional dan melakukan Tindakan refresif secara fisik maupun psikis kepada warga binaan, serta optimalisasikan komunikasi, koordinasi, dan sinergi dengan pihak internal maupun pihak eksternal dalam pelaksanaan tugas untuk mencapai tujuan organisasi.


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Lapas Sarolangun dapat memperteguh komitmen bersama dalam menciptakan Lapas Sarolangun yang aman, tertib, dan bebas dari berbagai bentuk pelanggaran, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan. 


Sebagai bentuk tindak lanjut, Kalapas Lapas Sarolangun dan Jajaran Pejabat Pengawas  akan terus meningkatkan pengawasan dan kontrol rutin guna memastikan komitmen tersebut terimplementasi secara optimal. Selain itu, peran dan fungsi Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) juga akan diperkokoh, khususnya dalam upaya deteksi dini dan pencegahan pelanggaran oleh pegawai.

Nyatakan Perang Terhadap Narkoba, HP Ilegal dan Pungli, Kalapas Sarolangun dan Jajaran Laksanakan Ikrar Zero Halinar

Bali - Karya warga binaan dari wilayah Jambi berhasil mencuri perhatian dan memukau para delegasi internasional dalam ajang World Congress of Probation and Parole ke-7 Tahun 2026. Kegiatan bergengsi yang dihadiri oleh delegasi dari 44 negara ini menjadi panggung strategis untuk menampilkan hasil pembinaan yang telah dilaksanakan di Lapas dan Rutan wilayah Jambi, Selasa (15/04). 


Berbagai produk unggulan yang dipamerkan menunjukkan kualitas, kreativitas, serta nilai jual yang tinggi, mencerminkan keberhasilan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Antusiasme para delegasi terlihat dari ketertarikan mereka terhadap detail, proses pembuatan, hingga potensi pengembangan produk ke pasar yang lebih luas.


Kakanwil Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar menyampaikan bahwa partisipasi ini merupakan bentuk nyata keberhasilan pembinaan yang telah berjalan. 


“Keikutsertaan dalam ajang internasional ini menjadi bukti bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya berkualitas dan berdaya saing. Ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan program pembinaan agar lebih optimal dan berdampak,” ujar Irwan.


Dalam kesempatan tersebut, gerai pameran Kanwil Ditjenpas  Jambi menerima kunjungan Pembimbing Kemasyarakatan asal Jerman (Probation Officer). Dalam kunjungannya, Ia menyatakan kekagumannya terhadap estetika dan detail produk yang ditampilkan. 


"Ini adalah kunjungan pertama saya ke Bali. Meskipun saya datang dari Jerman sendiri, saya bertemu dengan rekan-rekan lain dari region yang sama disini. Saya terkesan dengan produk-produk dari jambi, semuanya sangat cantik," Ungkap Linda.


Partisipasi ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga bukti nyata bahwa pembinaan di Lapas dan Rutan mampu menghasilkan karya yang kompetitif dan berdaya saing internasional. Hal ini sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang produktif, humanis, dan berorientasi pada reintegrasi sosial.

Produk Karya Warga Binaan Jambi Pukau Delegasi Internasional World Congress of Probation & Parole Ke-7 Tahun 2026

SarolangunJajaran Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun gelar Apel pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Narapidana (Porsenap) Tahun 2026 dilapangan serbaguna, Sabtu (11/4). Pekan Olahraga ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62. Kegiatan ini dibuka ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh seluruh jajaran petugas. 


Porsenap kali ini mengusung tema Pemasyarakatan Kerja Nyata Pelayanan Prima yang diikuti oleh petugas, peserta magang serta Warga Binaan dengan penuh antusias. Pekan Olahraga ini bakal mempertandingkan setidaknya tujuh cabang olahraga, yaitu Futsal, Tenis Meja, Volley Ball, Tenis Lapangan, Badminton, E-sport dan Domino, sebagai upaya meningkatkan kesehatan jasmani sekaligus mempererat hubungan harmonis antara petugas dan Warga Binaan.


Kepala Lapas Sarolangun, Ibnu Faizal, menyampaikan bahwa pekan olahraga ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan jasmani dan mental bagi Warga Binaan.


“Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan semangat sportifitas, kebersamaan, serta mempererat hubungan harmonis antara petugas dan Warga Binaan,” ujarnya.


Lebih lanjut Kalapas mengatakan bahwa dengan dibukanya Porsenap ini, peringatan HBP akan makin meriah dengan keterlibatan narapidana karena mereka juga bagian dari Pemasyarakatan.


Kepala Subbagian Tata Usaha yang juga ketua panitia kegiatan, Hariyadi, menambahkan bahwa seluruh rangkaian acara telah dipersiapkan secara matang agar berjalan lancar.


“Kami telah melakukan persiapan mulai dari teknis pelaksanaan hingga pengamanan kegiatan. Harapan kami, seluruh pertandingan dapat berlangsung sportif dan memberikan manfaat positif bagi Warga Binaan maupun petugas,” ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Jonerwan selaku koordinator lapangan, menambahkan kegiatan ini juga memiliki nilai pembinaan. “Kegiatan ini tidak hanya sekadar olahraga, tetapi juga menjadi sarana pembinaan mental dan sosial bagi Warga Binaan agar tetap produktif dan menjaga kebugaran selama menjalani masa pidana,” jelasnya.

Jajaran Petugas Lapas Sarolangun Laksanakan Pekan Oleh Raga Narapidana, 7 Cabor di Pertandingkan

Jakarta, – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) , Agus Andrianto menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan), menyusul sorotan dari Anggota Komisi III DPR RI terkait masih adanya praktik peredaran narkotika di dalam lapas.


Dalam keterangannya, Menteri Agus menyampaikan apresiasi atas perhatian dan masukan yang diberikan oleh Komisi III DPR RI sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap sistem pemasyarakatan.


“Kami memandang hal ini sebagai bentuk kepedulian bersama dalam memperkuat upaya pemberantasan narkotika. Segala bentuk peredaran narkotika, baik yang melibatkan warga binaan maupun oknum petugas, merupakan pelanggaran serius dan tidak akan kami toleransi,” kata Agus Andrianto, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kamis (9/4)


Menteri Agus menjelaskan bahwa berbagai langkah konkret terus dilakukan untuk memperketat pengawasan dan menutup celah peredaran narkotika di lapas dan rutan. Upaya tersebut meliputi  antara lain penguatan sistem keamanan berbasis teknologi, seperti pemasangan CCTV terintegrasi , serta peningkatan intensitas razia rutin dan insidentil bekerjasama dengan aparat penegak hukum seperti BNN dan Kepolisian.


Kementerian Imipas juga memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), guna melakukan penindakan secara terpadu.


Dalam aspek internal, penegakan disiplin dan integritas petugas menjadi perhatian utama. Kementerian Imipas memastikan bahwa setiap pelanggaran yang dilakukan oleh oknum petugas akan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


“Kami berkomitmen untuk menindak tanpa pandang bulu. Jika ada petugas yang terbukti terlibat, sanksi tegas hingga proses hukum akan diberlakukan,” ujar Menteri Agus.


Ia menyebutkan bahwa sudah ada  sejumlah oknum petugas  yang dijatahi hukuman disiplin hingga tingkat berat dan pemecatan karena terbukti terlibat peredaran narkotika, bahkan ada beberapa di antaranya  yang dipindahkan ke Lapas ke Nusakambangan.


“ Pemindahan warga binaan bandar dan high risk sampai saat ini sudah menyentuh angka 2284 orang.


Menteri Agus menyebutkan bahwa pemindahan warga binaan bandar dan high risk ke Nusakambangan bukan hanya sekedar pemindahan. Tujuan pertamanya adalah  dengan memindahkan “biang kerok”  narkotika di  lapas dan rutan, maka diharapkan dapat membersihakn lapas rutan tersebut dari  transaksi dan interaksi narkotika. Tujuan selanjutnya adalah  sebagai tindakan represif dan rehabilitatif kepada warga binaan high risk tersebut agar menyadari kesalahannya dan dapat mengikuti proram pembinaan dengan baik, untuk saat kembali ke masyarakat sebagai warga binaan yang mandiri.


Untuk itu , Kementerian Imipas juga terus memperkuat program pembinaan bagi warga binaan, termasuk program rehabilitasi dan pembinaan kepribadian, guna mencegah keterlibatan kembali dalam penyalahgunaan narkotika  bekerja dengan pihak terkait baik sesama institusi pemerintah maupun NGO (organisasi non pemerintah)


Menteri Agus   menekankan bahwa permasalahan peredaran narkotika di lapas dan rutan merupakan isu kompleks yang memerlukan penanganan menyeluruh dan kolaboratif. Ia mengatakan bahwa  sangat menerima masukan dan membuka ruang diskusi agar penanganan permasalahan peredaran narkotika di lapas dan rutan ini dapat teratasi lebih optimal.


“Kami akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar lapas dan rutan benar-benar menjadi tempat pembinaan yang aman, bersih dari narkotika, dan mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan,” pungkasnya.

Menteri IMIPAS Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika di Lapas dan Rutan

Langganan Berita via Email